3 Trik Rahasia Gunakan Teflon Agar Tetap Aman dan Sehat Bagi Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Memiliki hobi memasak memang sangat seru. Bereksperimen lewat macam-macam racikan bumbu untuk menjadikannya sebuah makanan memberikan kesan menantang tersendiri. Namun, ada hal lain yang perlu kamu perhatikan saat memasak selain aturan gizi, bumbu-bumbu masakan atau takaran-takaran memasak lainnya.

Salah satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah tentang peralatan yang biasa kamu gunakan untuk memasak. Salah satu alat memasak yang perlu kamu perhatikan adalah teflon. Alat masak satu ini sudah sangat populer digunakan sejak bertahun-tahun yang lalu.

Selain tidak lengket, mencucinya juga sangat mudah. Jarang sekali ada teflon yang meninggalkan noda gosong seperti alat masak berbahan lainnya. Namun, sekalipun memiliki kelebihan, teflon juga punya kekurangan, loh. Ternyata bahan dasar teflon mengandung racum yang berbahaya bila salah dalam penggunaannya.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (12/2/2019) berikut ini beberapa yang perlu kamu ketahui tentang alat masak teflon.

2 dari 4 halaman

Teflon mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan

Teflon merupakan suatu paten produsen terhadap bahan pelapis yang digunakan pada berbagai alat industrial dan komersial. Dibanding alat masak lain, teflon memberikan kelebihan anti lengket, mudah dibersihkan, dan tahan lama. Teflon baru digunakan sebagai pelapis alat masak semenjak awal tahun 1960-an. Teflon memiliki bahan kimia utama polytetrafluoroethylene atau biasa disingkat dengan PTFE atau biasa disebut juga teflon.

Ketika dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi, bahan ini dapat mengeluarkan racun yang berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan. Sedangkan pada manusia, umumnya menyebabkan demam yang kemudian populer disebut dengan Teflon Flu.

Lapisan teflon ini apabila terkelupas juga dapat menyebabkan bahaya lain saat tidak sengaja dikonsumsi tubuh, antara lain keguguran, berat badan bayi kurang, kelebihan kolesterol, hormon yang tidak seimbang, peradangan liver dan juga penurunan metabolisme tubuh.

Untuk mencegah hal yang satu ini, saat mencuci dilarang menggosok dengan benda tajam atau dengan alat gosok yang dapat menyebabkan lapisan teflon mengelupas. Namun saat ini, produsen telah berlomba-lomba untuk memodifikasi lapisan anti lengket yang digunakannya dengan tidak menggunakan senyawa PTFE sehingga lebih aman. Ada juga yang menggunakan pelapis keramik yang relatif lebih aman.

3 dari 4 halaman

Teflon menjadi bahaya jika digunakan pada suhu 350 derajat celcius

Memanggang kue atau roti pakai wajan teflon./Copyright shutterstock.com

Kalau kamu menggunakan alat masak ini dengan memanaskannya hingga 350 derajat, maka lapisannya akan memisah dan menghasilkan gas beracun serta partikel berbahaya. Gas beracun ini akan semakin berbahaya jika ternyata ventilasi dapurmu tidak terlalu baik.

Namun, saat memasak seperti biasa, biasanya suhu minimal makanan telah matang untuk memasak daging, ungags, dan seafood berada di rentang 63 – 74 derajat celcius. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa suhu makanan dan suhu alat masak tentu berbeda. Suhu pada alat masak jelas akan lebih tinggi dibandingkan suhu makanan matang.

4 dari 4 halaman

Cara memasak menggunakan teflon agar tetap aman

1. Jangan meninggalkan alat masak teflon di atas kompor menyala dalam waktu lama

2. Jangan menggunakan alat masak berlapis teflon untuk memasak makanan dengan suhu tinggi

Hindari memasukkan teflon ke dalam oven dengan suhu lebih dari 500 derajat celcius.

3. Pastikan alat masak yang lain tidak merusak lapisan luar teflon.

Gunakan alat mencuci yang halus, jangan digosok dengan abu yang dapat menyebabkan alat masak tergores. Begitupun dengan pengaduk untuk memasaknya, gunakan bahan yang aman seperti kayu atau bahan yang ramah untuk teflon seperti sutil kayu, centong kayu, dan lain sebagainya.