Kasus Perkawinan Anak Paling Tinggi di Sulawesi Barat

Liputan6.com, Jakarta  Perkawinan anak masih sekitar 11 persen dari total angka perkawinan di Indonesia. Angka perkawinan anak tertinggi ada di Sulawesi Barat disusul Kalimantan Selatan.

Menilik data, angka perkawinan anak memang cenderung lebih banyak terjadi di desa dari kota. “Yang rendah memang di perkotaan ya, di DKI itu 4 persen,” kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani di Malang, Jawa Timur seperti dikutip dari Antara.

Fakor kemiskinan masih mendominasi penyebab perkawinan anak di desa. Kasus ini lebih banyak terjadi pada perempuan, terlebih pada anak yang putus sekolah. 

Pernikahan tersebut diharapakan untuk meringankan beban orang tua, namun hal tersebut bukanlah solusi karena banyak rumah tangga dari perkawinan anak tersebut yang kandas di tengah jalan.

Belum lagi, perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.

“Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang yang kena kanker serviks setelah ditanya kapan kamu pertama kali melakukan hubungan seksual itu di usianya rata-rata di bawah 19 tahun ini,” kata wanita yang karib disapa Dani ini. 

2 dari 3 halaman

Penyebab Paling Banyak: Pergaulan Bebas

Pasangan yang melangsungkan pernikahan dini, mempelai perempuan IB (15) dan mempelai laki-laki ZA (13). (Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)

Mengenai penyebab perkawinan anak ada banyak. Namun, menurut data pergaulan bebas masih mendominasi. 

“Ini masih menjadi keprihatinan kita semuanya, tentang pernikahan usia dini penyebabnya ada banyak, faktor budaya, tradisi, agama, faktor kemiskinan, termasuk yang paling banyak itu faktor pergaulan bebas,” kata Dani.

Tingginya angka perkawinan usia dini karena faktor pergaulan bebas dilihat dari meningkatnya permintaan dispensasi nikah di pengadilan agama.

“Karena permintaan dispensasi nikah, artinya yang perempuan di bawah 16 tahun yang laki-laki di bawah 19 tahun, itu cenderung meningkat. Dan pengadilan Agama terpaksa memberikan dispensasi karena kasihan melihat yang wanita sudah hamil,” kata Dani.

Dispensasi pernikahan dimungkinkan berdasarkan Pasal 7 ayat 2 UU Perkawinan yang isinya bagi calon suami yang belum mencapai usia 19 tahun dan calon istri yang belum mencapai 16 tahun harus mendapat dispensasi dari pengadilan agama untuk bisa melangsungkan pernikahan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Waspadai Kanker Paru Ada di Tubuh Anda dengan 5 Ciri Ini

Liputan6.com, Jakarta – Sepekan lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho (49). Dia tutup usia di Guangzho, China, pada Minggu, 7 Juli 2019, dini hari waktu setempat akibat kanker paru.

Dalam sebuah kesempatan saat berbincang dengan Health Liputan6.com pada Februari 2019, Sutopo mengaku terkejut ketika mendengar bahwa dirinya didiagnosis kanker paru stadium 4B. Padahal dia bukan perokok aktif.

“Awalnya syok karena saya tidak merokok, genetik tidak ada, dan makan sehat. Tapi saya pikir ya sudahlah, ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Meninggal karena Kanker Paru

Ilustrasi Kanker Paru Paru (iStockphoto)

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), pada 2018 sebanyak 9.6 juta orang di dunia meninggal dunia akibat penyakit kanker.

Sedangkan pengidap kanker paru yang meninggal tercatat sebanyak 2.09 juta kasus. Penyebab penyakit kanker paru tidak hanya akibat merokok, tetapi ada faktor lain seperti polusi jangka panjang, bahan kimia, bahkan faktor genetik.

Sebagai manusia pastinya kita menginginkan hidup yang sehat secara jasmani maupun rohani, agar segala aktivitas yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Namun, siapa yang tahu kapan penyakit itu akan datang. Oleh sebab itu, waspada sejak dini sangat dibutuhkan bagi masyarakat baik itu wanita maupun pria.

3 dari 4 halaman

Gejala Kanker Paru

Gejala Umum dari Kanker Paru (Ilustrasi/iStockphoto)

Lantas apa saja gejala dari kanker paru yang harus diwaspadai oleh masyarakat masa kini? Berikut lima gejala umumnya, seperti yang dijelaskan dr Reza Fahlevi dari situs Klik Dokter dikutip Rabu, 17 Juli 2019.

1. Napas berbunyi

Tidak hanya penderita asma yang memiliki napas berbunyi, pengidap kanker paru pun mengalaminya.

Suara napas seperti itu akibat adanya infeksi pada saluran pernapasan. Akibatnya napas terdengar seperti ‘ngik- ngik’ atau suara napas yang terdengar kasar dan berlendir seperti ‘grok-grok’

2. Dada tidak simetris

Perubahan pada bentuk dada juga dialami oleh pengidap kanker paru. Akibat adanya massa pada salah satu rongga dada membat postur dada menjadi tidak simetris.

Adanya masa kanker dalam salah satu rongga dada membuat sisi dada tertinggal saat Anda menarik napas. Hal tersebut terjadi disebabkan udara yang tidak mengisi rongga paru akibat adanya massa kanker.

4 dari 4 halaman

Gejala Kanker Paru Lainnya

Ilustrasi Kanker Paru Paru (iStockphoto)

3. Suara serak

Kanker paru dapat mengakibatkan suara yang serak. Hal tersebut terjadi disebabkan sel kanker yang menjalar hingga ke pita suara. Suara serak yang terjadi karena kanker biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan kian hari semakin terasa berat dari waktu ke waktu.

4. Penurunan berat badan drastis

Peradangan sel kanker pada penderita penyakit ini mengakibatkan nafsu makan yang menurun. Sehingga dapat dengan cepat berat tubuh menjadi turun drastis.

Asupan energi pada penderita kanker jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kanker. Hal tersebut membuat cadangan nutrisi cepat terkuras habis dan mengakibatkan berat badan menurun secara drastis.

5. Nyeri pada tulang

Penyebaran sel kanker pada orang dengan kanker paru mengakibatkan tulang terasa sakit. Hubungan nyeri dada dengan kaker paru disebabkan penyebaran sel kanker ke tulang, yang merupakan tempat penyebaran sel kanker yang paling disenangi.

Penulis : Eflien Anggelien

Harapan Menkes, Anak Dukun Beranak Bisa Jadi Bidan

Liputan6.com, Jakarta – Keberadaan dukun beranak di beberapa wilayah Indonesia masih eksis hingga saat ini. Seringkali, ini juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi ibu hamil.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa keberadaan dukun beranak bisa dimanfaatkan bagi para tenaga medis.

“Dukun itu mendekatinya perorangan. Mereka menyentuhnya sangat kekeluargaannya tinggi,” kata Nila dalam konferensi pers paparan publik Pencerah Nusantara di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

“Tapi dia tidak punya skill atau tingkat profesionalismenya tidak ada,” tambahnya. Meski begitu, bukan berarti peran dukun menjadi tersingkirkan.

2 dari 3 halaman

Anak Dukun Jadi Bidan

Ilustrasi Wanita Hamil (iStockphoto)

Nila mencontohkan satu daerah di mana tenaga kesehatan bisa bekerja sama dengan dukun dalam sebuah proses persalinan ibu. Dia tidak menyebutkan di mana wilayah itu.

“Jadi bidan merangkul dukun itu untuk memberikan ketenangan pada ibu yang melahirkan. Jadi dukun berada di samping ibu agar jadi lebih tenang, tapi tetap yang menolong persalinan adalah orang yang profesional,” kata Nila.

Di sini, tenaga medis yang lebih berpendidikan harus jeli dalam melihat peluang semacam ini. Bukan berarti profesi dukun beranak disingkirkan.

“Itu akan menjadikan penolakan dari masyarakat. Itu yang namanya sosio budaya yang harus kita pahami,” kata Nila.

“Jadi tenaga kesehatan bukan hanya sekadar mengambil pisau terus membedah. Tapi kita juga harus melihat empati kita dan sebagainya,” tambahnya.

Selain itu, dia berharap agar tenaga kesehatan juga merangkul dan memberikan edukasi bagi dukun beranak. Misalnya mengenai kebersihan atau mendorong anak-anak mereka untuk menjadi seorang bidan dengan pendidikan yang lebih tinggi.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Menkes: Selama Narkoba Masih Ada, Persoalan HIV Belum Selesai

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa HIV masih akan sulit ditangani apabila peredaran narkoba masih ada di Indonesia.

“Selama narkotika masih masuk ke Indonesia, ini belum selesai persoalan. Masih ada memakai dan membeli,” kata Nila dalam paparan publik Pencerah Nusantara di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

Nila mengatakan, anak-anak juga rentan menjadi korban dari penularan HIV. Bahkan mereka yang ada dalam kandungan.

“Jangan anak-anak, bayi yang lahir, bayi yang tidak bersalah, terkena HIV,” Nila menegaskan.

2 dari 3 halaman

Anak yang Kena HIV Seumur Hidup Harus Minum Obat

Ilustrasi pita. Tim ilmuwan tidak dapat memastikan 100 persen bahwa mutasi itulah yang menyebabkan kekebalan terhadap HIV. (Sumber avert.org)

Maka dari itu, orangtua yang sudah terkena HIV haruslah selalu mengonsumsi obat yang sudah disediakan pemerintah.

Konsumsi pengobatan yang teratur bagi pasien HIV, dinilai bisa mencegah penularannya pada bayi. Hal inilah yang dirasa menjadi satu langkah untuk mencegah sekaligus menurunkan angka HIV, khususnya pada anak.

“Karena anak yang menderita HIV, seumur hidup dia harus minum obat. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Nila menambahkan.

Laporan Kemenkes tahun 2017, secara kumulatif, terdapat 102.667 kasus AIDS dan 280.623 kasus HIV positif. Data Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan, penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia. Di mana, mereka rentan terhadap bahaya HIV dan AIDS serta narkoba.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Dulu 2 Piring, Sekarang Arya Permana Hanya Makan 7 Sendok Nasi

Liputan6.com, Bandung Saat dulu Arya Permana (13) masih berbobot 190 kg sekali makan bisa menghabiskan dua porsi orang dewasa dan mencamil sesisir pisang. Namun, usai menjalani operasi penyempitan lambung porsi makannya berkurang drastis.

Menurut orangtua Arya Permana, Ade Sumantri, penurunan porsi makan itu usai operasi penyempitan lambung di RS Omni Alam Sutera, Tangerang, pada April 2017 lalu.

“Kalau dulu makannya banyak, sekarang paling tujuh suap atau sembilan sendok makan nasi itu sekarang sudah kenyang. Kalau dulu kan sekali makan bisa sampai dua piring orang dewasa. Sekarang sudah enggak lagi,” kata Ade di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat pada Rabu (17/7/2019).

Jika, Arya makan dalam jumlah banyak malah yang akan muntah. “Pokoknya secara otomatis, kalau makannya banyak enggak bisa bohong. Pasti dia merasa mual – mual dan akhirnya muntah,” lanjut Ade.

Selain itu, pihak RSHS juga memberikan menu khusus kepada Arya. Makanan yang diberikan dengan menekan serendah mungkin kandungan karbohidrat. Dengan perubahan porsi makan serta pengaruan jenis makanan, maka kini bobot Arya di angka 87 kg.

2 dari 3 halaman

Arya Menikmati Proses Medis

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arie Nugraha)

Penurunan berat badan dalam jumlah tidak sedikit membuat kulit remaja asal Karawang, Jawa Barat ini menggelambir. Sepekan lagi, tim RSHS akan melakukan operasi bedah plastik untuk mengikis kelebihan kulit di daerah dada, lengan, tangan dan kaki.

Tim dokter juga sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum operasi. Pemeriksaan itu diantaranya adalah pemeriksaan jantung, contoh darah dan kejiwaan.

Selain itu kata Ade, Arya disarankan untuk mengolah kebugaran tubuhnya. Hal itu bertujuan untuk menguatkan otot – otot tubuh Arya.

“Selama ini dan kini masih dibimbing untuk pengerasan otot sama Om Ade Rai. Kalau kita ada waktu setiap ke Bandung, pasti disuruh mampir ke Cihampelas ke gym-nya,” ujar Ade.

Ade menyebut putranya sangat menikmati seluruh proses medis yang dijalaninya. Terutama dalam menghadapi tindakan operasi bedah plastik pekan mendatang.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Jelang Operasi Bedah Plastik, Arya Permana Tak Lagi Diberi Menu Khusus

Liputan6.com, Bandung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, tidak lagi memberikan menu khusus bagi pasien yang dulu obesitas, Arya Permana, asal Karawang, Jawa Barat. Asupan makanan yang bergizi dan kaya nutrisi yang mudah diperoleh menjadi rujukan Arya, sepekan menjalani operasi bedah plastik.

Sebelumnya, pada saat program penurunan berat badan 190 kilogram, yang kini menjadi 87 kilogram, Arya Permana diberikan menu khusus oleh RSHS Bandung. Dalam menu tersebut semua jenis makanan rendah kandungan karbohidrat. Menurut anggota tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS, Viramitha Kusnandi Rusmil, saat ini Arya telah mengetahui menu makanan yang baik untuk dirinya.

“Karena Arya sendiri juga sudah tahu, menu-menu apa saja yang dia makan kemudian apa yang tidak bisa. Seperti kemarin juga sempat nakal makan apa gitu ya, ternyata sakit sendiri gitu kan sampai dirawat. Jadi memang dia sudah tahu apa saja yang kira-kira yang bisa dikonsumsi dan apa yang tidak,” kata Viramitha di ruang poliklinik anak RSHS, Bandung, Rabu, 17 Juli 2019.

Viramitha menyebutkan berat badan Arya kini telah mencapai 87 kilogram. Kemungkinan besar, kata Viramitha, akan terus menurun usai dilakukan operasi bedah plastik pada 24 Juli 2019 mendatang. Pasalnya, berat badan terakhir diperiksa masih termasuk kulit yang menggelambir.

Pasien eks obesitas asal Karawang Jawa Barat Arya Permana, tengah dilakukan pengukuran baju di ruang poliklinik anak RSHS, untuk dipakai usai operasi bedah plastik pada 24 Juli 2019 mendatang. (Liputan6.com/Arie Nugraha)

Anggota tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS lainnya, Tisnasari Hafsah, menjelaskan, Arya juga masih dalam tahap tumbuh kembang.

“Karena sebelum memasuki masa puber, tubuh anak masih tetap tumbuh. Saat ketinggian badan tumbuh, maka otomatis berat badan akan mengkuti lebih ramping. Hanya saja Arya ini pada waktu itu masuknya super obesitas, maka dilakukan target penurunan berat badan,” kata Tisnasari.

Rencananya pada tanggal 24 Juli mendatang, tim dokter spesialis bedah plastik akan melakukan operasi mengikis kelebihan kulit Arya. Lokasi kelebihan kulit yang dialami oleh Arya berada di daerah dada, lengan, tangan dan kaki. 

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arie Nugraha)

2 dari 2 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Jadi Mitra Pencerah Nusantara, Liputan6.com Raih Penghargaan dari CISDI

Liputan6.com, Jakarta Liputan6.com meraih penghargaan dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagai wujud apresiasi telah menjadi mitra media dari Pencerah Nusantara.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta pada Rabu (17/7/2019).

“Liputan6.com berkomitmen untuk selalu medukung aksi nyata dari gerakan masyarakat, khususnya yang melibatkan anak muda dalam pembangunan bangsa yang lebih sehat, seperti yang dilakukan CISDI dan Pencerah Nusantara,” kata Irna.

Selain Liputan6.com, CISDI juga memberikan apresiasi kepada mitra-mitra lain yang telah mendukung berjalannya program Pencerah Nusantara.

Mereka yang mendapat apresiasi adalah Mitra Pemerintah: Kabupaten Sikakap, Karawang, Pasauruan, Ende, Berau, Toli-toli, Sigi, Aceh Selatan, Muara Enim, Cirebon, Grobogan, Pasangkayu, Gunung Mas, Sumbawa Barat dan Sorong.

Mitra media lainnya adalah Kumparan, mitra akademisi Universitas Indonesia, dan mitra swasta Nutrifood serta General-Electric Foundation.

2 dari 3 halaman

Program Pencerah Nusantara

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek menyalami Liputan6.com dan peraih apresiasi lain dari CISDI sebagai mitra media program Pencerah Nusantara (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Pencerah Nusantara merupakan program CISDI yang merupakan kelanjutan dari program Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Milenium Development Goals.

Program tersebut untuk menjawab tantangan yang ada dalam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah terpencil, terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dan pendampingan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku mencari layanan kesehatan.

Dalam program ini, tenaga-tenaga muda memiliki peran yang penting dalam pelaksanaannya. Salah satunya terhadap perubahan positif yang terlihat di wilayah-wilayah Pencerah Nusantara.

“Pendekatan yang dipakai oleh Pencerah Nusantara barangkali lebih humanis. Dia mendekati dan mendampingi dalam kehidupan setiap hari masyarakat,” Dian Saminarsih, Pendiri CISDI yang juga Penasehat Senior Bidang Gender dan Pemuda untuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia pada Health Liputan6.com.

“Karena keinginan untuk bisa pindah dari indikator merah ke hijau, bukan semata-mata keberhasilan Pencerah Nusantara tapi juga keberhasilan masyarakatnya itu sendiri,” tambahnya.

Setelah keberhasilan pada tiga tahun pertama implementasi, program ini memperoleh pengakuan dari pemerintah. Di 2015, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadopsi dan melakukan scaleup terhadap intervensi kesehatan berbasis tim menjadi program skala nasional Nusantara Sehat.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

RSHS Sudah Tetapkan Tanggal Operasi Plastik Arya Permana

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat memastikan akan melakukan operasi bedah plastik terhadap pasien yang dulu obesitas asal Karawang, Arya Permana. Rencananya pada 24 Juli 2019 operasi untuk mengikis kelebihan kulit di daerah dada, lengan, tangan dan kaki dilakukan.

Menurut tim dokter spesialis anak nutrisi dan metabolik RSHS, Tisnasari Hafsah, jelang operasi bedah plastik Arya Permana bakal menjalani pemeriksaan fisik, kejiwaan dan rekam medis. Selain itu, kata Tisnasari, Arya juga harus terus menjaga pola makan.

“Ya tentu jangan memakan makanan yang membuat masalah ya. Seperti misalnya bikin sakit perut seperti itu, nanti diare. Tentu jadi mengganggu persiapan operasinya. Makanan yang pastinya harus yang bergizi, supaya kondisi fisiknya optimal. Jadi cukup kalori, cukup protein ya,” kata Tisnasari di ruang poliklinik anak RSHS, Bandung, Rabu, (17/72019).

2 dari 3 halaman

RSHS Siapkan Pakaian Khusus

Pasien yang dulu obesitas Arya Permana asal Karawang bakal menjalani operasi bedah plastik untuk mengurangi kulit menggelambir di beberapa bagian tubuhnya. (Foto: Liputan6.com/Arya Permana)

Tisnasari menambahkan selain itu, RSHS juga tengah merancang baju yang hendak dikenakan oleh Arya Permana usai operasi bedah plastik. Baju itu sebut Tisnasari, guna menunjang percepatan proses penyembuhan di bekas daerah kulit yang menggelambir.

Secara keseluruhan kesehatan pasien Arya Permana saat ini dalam kondisi baik. Selama program penurunan berat badan yang dilakukan oleh tim dokter gizi anak RSHS, Arya berhasil menurunkan bobotnya dari 190 kilogram menjadi 87 kilogram.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Menkes Nila: Tolonglah Pak, Perempuan Jangan Dipoligami

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek sempat menyinggung wacana poligami di Aceh. Hal ini Nila singgung saat ia menjelaskan mengenai rata-rata harapan hidup perempuan Indonesia yang lebih panjang ketimbang laki-laki di Apresiasi Mitra Pencerah Nusantara di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sambil memperlihatkan data Kementerian Kesehatan, Nila menunjukkan bahwa usia perempuan Indonesia rata-rata bisa mencapai 73 tahun. Sedangkan, laki-laki 69 tahun.

“Jadi, perempuan bisa lebih banyak. Tapi, tolonglah Pak (sambil menyebut perwakilan dari Aceh yang hadir di acara ini). Satu saja enggak habis-habis masak mau empat,” kata Nila disambut riuh peserta yang hadir dalam acara yang digelar di Gedung LIPI Jakarta. 

Sebelumnya, bergulir isu Aceh bakal melegalkan poligami. Pemprov dan DPR Aceh tengah membahas peraturan daerah atau Qanun tentang hukum keluarga yang salah satu isinya mengatur soal poligami. Draft Qanun tersebut sudah disusun Pemprov Aceh dan diterima pihak legislatif.

Draft Qanun merupakan usulan Dinas Syariat Islam Aceh. Dengan klaim alasan pembuatannya untuk menekan angka nikah siri di Aceh. Hingga saat ini, Qanun yang masih berbentuk rancangan ini sudah menuai pro kontra.

Saksikan Jua Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Senyum Menggemaskan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Jelang Operasi Pemisahan

Liputan6.com, Sumatera Utara – Operasi pemisahan bayi kembar siam, Adam dan Malik, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) tinggal menghitung hari.

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam Adam dan Malik, dr Rizky Adriansyah, M Ked(Ped) SpA(K) mengatakan bahwa operasi pemisahan direncanakan pada 23 Juli 2019.

Baca juga : Bayi Kembar Siam Adam Malik Dari Kota Medan Segera Jalani Operasi Pemisahan

Dari hasil pemeriksaan terbaru, bayi kembar siam dempet asal Tapanuli Utara (Taput) yang kini berumur tujuh bulan ditemukan bagian hati menempel, dan pembuluh darah menyeberang.

“Ini berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir. Kondisi Adam dan Malik lebih bagus dari pasien bayi kembar siam yang pernah ditangani sebelumnya. Bayi asal Taput ini juga mengalami dempet lebih sedikit, di bagian perut,” kata dr Rizky pada Senin, 15 Juli 2019.

2 dari 4 halaman

Kondisi Adam dan Malik

Sejumlah Pihak Terlibat Dalam Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam yang Rencananya Dilaksanakan Dalam Waktu Dekat (Foto: Reza Efendi/Liputan6.com)

Saat ini kondisi Adam dan Malik dinilai sangat baik dan sehat. Keduanya memiliki panjang badan 65 cm dan berat 17 Kg. Tim penanganan bayi kembar siam dempet juga memperkirakan lamanya operasi pemisahan Adam dan Malik ini memakan waktu minimal empat sampai lima jam.

“Alasan kita memilih umur tujuh bulan untuk operasi Adam dan Malik, karena adanya analisis yang dilakukan. Semua kita pertimbangkan. Kita nilai dulu seluruh organ. Apalagi semakin bertambah usia, semakin matang organ-organ tubuhnya,” ujarnya.

Baca juga : Gubernur Sumut Kunjungi Bayi Kembar Siam Adam dan Malik

Adanya pembuluh darah yang menyeberang menjadi suatu pertimbangan yang cukup matang. Dokter yang diturunkan adalah dokter anak, dokter ICU anak, dokter bedah anak, dokter bedah plastik, dokter digestif, dokter anestesi anak, dokter radiologi, dokter patologi klinik, dan dokter-dokter penunjang lainnya.

“Pemisahan bayi kembar sebelumnya ada sekitar 50-an dokter. Untuk pemisahan Adam dan Malik ini tidak sampai,” Rizky menekankan.

3 dari 4 halaman

Analisis Sebelum Pemisahan Bayi Kembar Siam

Bayi Kembar Siam bernama Adam dan Malik Ini Merupakan Anak ke-3 dan anak ke-4 pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25) (Reza Efendi/Liputan6.com)

Dokter bedah plastik, dr Utama Abdi Tarigan, Sp.BP(K) menambahkan, hingga kini terus dikukan analisis sebelum operasi pemisahan. Analisis sebelum melakukan operasi sangat penting untuk menentukan keberhasilan. Meski menyatu, masing-masing bayi ini memiliki hati yang lengkap.

“Hanya saja, saat ini yang ingin dipastikan apakah ada sambungan aliran darah di antara Adam dan Malik yang membuat kita kesulitan. Operasi ini juga nanti akan dimulai dengan dokter bedah plastik, setelah itu masuk pada bagian bedah anak, masuk bedah thorax dan bedah yang lain untuk memastikan organ di dalamnya apakah ada kelainan dan ditutup dengan dokter bedah plastik,” Utama menambahkan.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD, SpJ mengungkapkan, operasi pemisahan Adam dan Malik diperkirakan akan memakan biaya lebih kurang sekitar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta.

Sebagian biaya tersebut akan ditanggung oleh pihak rumah sakit. Perkiraan biaya dilihat berdasarkan pengalaman pada saat pemisahan bayi kembar Sahira dan Fahira beberapa waktu lalu.

“Yang dulu, biayanya sekitar segitu. Sekarang saya kira hampir sama,” ujarnya.

4 dari 4 halaman

Biaya Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Adam Malik

Potret Bayi Kembar Siam, Adam dan Malik yang akan menjalani operasi pemisahan. Saat ini kedua orangtua butuh dana untuk biaya operasi anak mereka (Reza Efendi/Liputan6.com)

Diterangkan dr Zainal, biaya tersebut mulai dihitung sejak Adam dan Malik masuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan, yaitu pada Selasa 27 November 2018 hingga proses penyembuhan pascaoperasi. Biaya tidak akan ditagih kepada keluarga pasien.

“Kita tidak mengambil uang dari pasien. Semua ditanggung rumah sakit. Sebagian, mungkin seperdelapan bisa diklaim ke BPJS, sisanya rumah sakit. Ini sumbangsih kami,” katanya.

Untuk diketahui, Adam dan Malik lahir dalam kondisi dempet perut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibolga pada 22 November 2018. Anak dari pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Noorida Sihombing (28), warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput, ini kemudian dirujuk RSUP Haji Adam Malik Medan, dan tiba pada Selasa 27 November 2018. (Reza Efendi)

Hati-Hati, Remaja Putri Rentan Anemia

Liputan6.com, Jakarta Anemia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hal ini tidak hanya dialami wanita dewasa, sejak usia remaja juga sudah banyak yang mengalami anemia. 

Anemia banyak ditemukan di kalangan remaja putri khususnya mereka yang sudah mengalami menstruasi. Sebanyak 600 juta perempuan di dunia mengalami anemia. Di Indonesia sekitar 23 persen remaja putri menghadapi masalah ini.

“Bukan berarti remaja putra tidak bisa anemia, namun perempuan jauh lebih rentan karena selain mengalami fase pertumbuhan, mereka juga mengalami siklus menstruasi setiap bulan,” kata drg Vitria Dewi di jumpa pers Nutrition International, Jakarta beberapa waktu lalu. 

Remaja usia 13-18 tahun membutuhkan asupan zat besi sebanyak 26 miligram per hari. Jumlah ini sebenarnya dapat dipenuhi jika mengonsumsi asupan gizi seimbang.

Namun remaja putri disarankan untuk meminum tablet tambah darah (TTD) untuk mengganti asupan zat besi yang hilang saat menstruasi.

2 dari 3 halaman

Anemia Hambat Konsentrasi

6 Fakta tentang Anemia yang Perlu Anda Tahu (Anton Watman/Shutterstock)

Anemia yang dibiarkan dapat menghambat remaja dalam berkonsentrasi di sekolah. Mereka juga sulit beraktivitas karena mengalami 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah dan Lunglai). Kondisi ini dapat berlanjut hingga perempuan hamil dan melahirkan.

“Kalau dia hamil risikonya akan lebih tinggi bila terjadi pendarahan. Bayi juga berisiko mengalami malnutrisi dan stunting di kemudian hari,” ujarnya.

Untungnya, saat ini sudah tersedia tablet tambah darah (TTD) di sekolah-sekolah. 

“Saat ini TTD sudah tersedia di setiap UKS sekolah dan dapat dikonsumsi oleh para murid. Kami dan pemerintah telah berinvestasi senilai 3,6 juta dollar Kanada atau Rp36 miliar untuk akses suplementasi remaja putri di 9.000 sekolah Indonesia,” kata Sri Kusyuniati, Direktur Nutrition International Indonesia.

Penulis: Annisa Mutiara Asharini/Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

5 Langkah Atasi Serangan Panik di Kantor

Liputan6.com, Jakarta Serangan panik bisa datang di mana dan kapan saja. Termasuk saat Anda sedang bekerja di kantor. Jika ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. 

Seseorang yang mengalami serangan panik biasanya mengalami perasaan teror dan ketakutan yang tanpa penyebab serta terjadi dalam waktu beberapa menit. Ketika hal ini terjadi, seseorang bakal merasa seperti mengalami serangan jantung yang sangat menakutkan bagi mereka.

Gejala yang umum dijumpai adalah detak jantung yang lebih cepat, nyeri di dada, kepala pening, muncul cahaya terang, mual, sesak napas, kepanasan atau menggigil, serta perasaan kehilangan kendali. Ketika kamu berada dalam kondisi ini, sejumlah kebingungan pasti mendatangimu.

Dilansir dari Health24, berikut sejumlah hal yang harus kamu lakukan ketika mengalami serangan panik di tempat kerja.

1. Terima kondisi

Ketika kamu sudah yakin bahwa kamu mengalami serangan panik, maka terimalah kondisi itu. Pastikan bahwa sejumlah gejala yang kamu alami memang serangan panik dan yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

2. Fokus bernapas

Perhatikan napasmu. Bernapas dengan perlahan dan dalam melalui hidung dan embuskan melalui mulut untuk memperlambat detak jantungmu.

3. Minggirlah dari meja kerja

Kerja Kantoran
Ilustrasi Kerja Kantoran (sumber: unsplash)

Ketika kamu merasakan gejala dari serangan panik ini, segera pergi ke kamar mandi terdekat dan aliri pergelangan tangan dengan air dingin. Berpindah tempat mungkin bisa membantumu memiliki perspektif berbeda dan mengatasi masalahmu.

4. Fokus pada pancaindera

Fokus pada sesuatu yang bisa kamu rasakan, cium, sentuh, atau cicipi. Hal ini bisa membantumu untuk fokus pada hal selain gejala serangan panik yang kamu miliki.

5. Olahraga Ringan

Jika memungkinkan, lakukan sedikit olahraga ringan untuk menghilangkan rasa panik yang muncul. Kamu bisa berjalan-jalan di dalam atau sekeliling kantor untuk mengatasi hal ini.

Sejumlah hal tersebut bisa kamu lakukan untuk meredakan serangan panik yang kamu alami. Jika sejumlah hal tersebut tak berhasil, sebaiknya minta pertolongan teman kerjamu atau berkonsultasi dengan dokter.

Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Minum Kopi Bikin Ketiak Gampang Basah?

Liputan6.com, Jakarta Mengonsumsi minuman kaya kafein seperti kopi ternyata membuat tubuh seperti sedang berlari. Hal inilah yang membuat produksi keringat meningkat, alhasil ketiak gampang basah. 

“Dari segi medis, kafein bisa menstimulasi saraf pusat dan bikin situasi seakan meningkatkan denyut. Jadi, proses respirasi meningkat dan kamu pun berkeringat,” kata dokter spesialis kulit dan kelamin Melyawawati Hermawan di Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selain konsumsi kafein berlebih, hal yang sama juga disebabkan kebiasaan merokok serta minum alkohol.

” Rokok juga merangsang pelepasan asetikolin yang juga merangsang peningkatan denyut dan pelebaran pembukaan pembuluh darah. Alkohol juga menyebabkan proses respirasi meningkat,” jelasnya.

Mengurangi konsumsi kafein, rokok serta minuman beralkohol adalah salah satu cara menekan produksi kelenjar keringat sehingga dapat menghindarkan dari bau ketiak.

Penulis: Cynthia Amanda Male/Dream.co.id

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video berikut

Sama-Sama Sibuk, Zivanna Letisha dan Suami Berkomitmen Prioritaskan Anak

Liputan6.com, Jakarta Sama-sama sibuk tak membuat pembawa acara Zivanna Letisha Siregar (30) dan suami Arga (33) jauh dari anak. Zivanna dan Arga sudah berkomitmen untuk menjadikan buah cinta mereka Ryoji Ibrahim Harahap menjadi prioritas utama. 

“Walaupun aku ada kesibukkan di luar, tapi untuk makanan, pakaian, pokoknya yang primer termasuk imunisasi, tetap aku yang handle,” jelas Zivanna saat dihubungi Health Liputan6.com pada Selasa (16/7/2019).

“Misalnya aku punya jadwal belanja seminggu sekali untuk makanan Ryoji sudah aku beli terus menunya juga disiapin untuk hari ini dan besok. Nanti orang yang jagain Ryoji tinggal siapin,” tambah wanita yang pernah mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009 ini. 

Dibandingkan suami, Zivanna memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Hal ini memudahkan wanita 30 tahun ini untuk menghabiskan waktu bersama Ryoji.

Sementara itu, pekerjaan sang suami menuntut untuk sering bolak-balik ke luar negeri. Walau begitu Arga tetap menyediakan waktu berkualitas dengan buah hatinya pada malam dan pagi hari.

“Jadi biasanya bangun lebih pagi, terus main bersama Ryoji dulu sekitar 15-20 menit tiap pagi,” tutur Zivanna tentang kebersamaan suami dan anaknya.

Kecanggihan teknologi juga membantu mendekatkan Arga dan Ryoji. Sering kali Zivanna melakukan panggilan video untuk mengobati rasa rindu anak yang ayahnya sering bekerja di luar negeri.  “Kita juga sering ngobrol lewat video call dan lama-lama Ryoji juga terbiasa dengan kesibukkan orangtuanya,” jelasnya.

Zivanna sangat bersyukur karena Ryoji yang sangat pengertian dengan kesibukkan orangtuanya. Ketika Zivanna atau Arga harus pergi bekerja, Ryoji tidak pernah menangis. Malah Ryoji mengantarkan kedua orangtua pergi bekerja sampai di depan rumah.

2 dari 2 halaman

Mertua Bantu Jaga Anak

Zivanna Letisha (Nurwahyunan/Bintang.com)

Sebagai ibu bekerja, Zivanna sempat berpikir untuk menitipkan Ryoji ke day care. Namun, hal itu menimbulkan prakontra di keluarga besar terutama diantara kakek dan nenek Ryoji.

“Walaupun orang luar negeri sudah biasa dengan daycare, mungkin orang Indonesia belum terbiasa ya. Jadi, selama masih ada orang tua bantu jagain Ryoji, ya tidak apa-apa selama mereka bisa dan punya waktu,” jelas Zivanna.

Jadi, saat ia bekerja bisa tenang karena Ryoji dijaga oleh kakek, nenek, atau keluarga lain di rumah.

Penulis: Febrianingsih Alamako

Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Liputan6.com, Jakarta Minum kopi biasanya dilakukan di pagi hari untuk mendongkrak semangat. Namun, untuk mendapatkan manfaat baik dari kopi sebaiknya tidak dengan perut kosong alias belum makan. 

“Minum kopi dengan perut kosong atau sebelum sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh Anda. Padahal, saat membuka mata di pagi hari, tubuh akan melepaskan kortisol yang bertanggung jawab untuk mengatur respons kekebalan tubuh, metabolisme, dan respons stres,” kata dokter Nikola Djordjevic seperti dilansir Reader’s Digest, Rabu (17/7/2019).

Jika memompa tubuh dengan kafein ketika kadar kortisol sedang tinggi dapat membuat tubuh semakin stres. “Kopi dengan perut kosong dapat memperbesar efek stimulasi karena tidak ada yang dapat menyaingi penyerapan,” kata Jamie Long, psikolog klinis.

Minum kopi. (iStockphoto)​

Kopi merangsang asam di perut anda sehingga menghasilkan kondisi perut yang lebih asam. Dengan demikian, perut kenyang sangat penting untuk mengekang jumlah asam yang lambung yang dihasilkan.

“Terutama ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, penelitian menemukan bahwa kafein meniru gelaja kecemasan dan bahkan serangan panik. Gejalanya berupa gelisah, gemetaran, muka memerah, dan detak jantung yang semakin cepat,” tambah Jamie.

Nikola mengatakan bahwa kopi dapat mengiritasi asam lambung, sehingga kemungkinan besar Anda akan mengalami sakit perut dan tukak lambung. Kelebihan asam lambung juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kegugupan, gemetar. 

Penulis: Febrianingsih Alamako

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Tips agar Anak Mau Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah

Liputan6.com, Jakarta – Sarapan merupakan salah satu hal penting, termasuk bagi anak. Anak yang sudah sarapan bakal lebih berkonsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah. Alhasil, hal ini berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah. 

Fakta di atas terbukti dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience tahun 2013 yang menyebutkan bahwa anak berusia di bawah 13 tahun dapat meningkatkan performa di sekolah dengan sarapan. Nilai tes matematika dan aritmatika yang lebih baik pada anak yang rajin sarapan ketimbang yang tidak.

Namun, tidak semua anak mau sarapan sebelum berangkat sekolah. Banyak yang memilih jajan di sekolah daripada sarapan terlebih dulu di rumah.

Jadi, bagaimana caranya agar anak mau sarapan di rumah? Yuk, simak tipsnya di channel SCTV di Vidio berikut ini 

4 Perubahan pada Vagina Saat Hamil

Liputan6.com, Jakarta Tak cuma ukuran perut yang membesar, saat hamil wanita juga mengalami perubahan pada vagina. Mulai dari warna, sensitivitas, hingga aroma.

Perubahan pada vagina merupakan hal yang wajar karena ada janin yang tumbuh di dalam wanita. Berikut beberapa perubahan yang terjadi pada vagina seperti dilansir Romper, Selasa (16/7/2019).

1. Aroma baru

Saat hamil wanita akan lebih sensistif terhadap aroma dan terjadi perubahan juga terhadap aroma vagina.

“Hal ini terjadi karena ada peningkatan suplai darah ke vagina hal ini berimbas kepada perubahan keseimbangan pH vagina,” kata dokter kebidanan dan kandungan dari New York University Langone Medical Center, Miriam Greene.

2. Keluar cairan

Hormon kehamilan merangsang selaput lendir menghasilkan leukorrhea. Cairan berwaran putih susu ini membantu menjaga keseimbangan bakteri di vagina seperti mengutip American Pregnancy Association.

Jika mendapati cairan berbau tajam jangan ragu mengkonsultasikan ke dokter. 

2 dari 3 halaman

3. Lebih sensitif

Ilustrasi Foto Vagina (iStockphoto)

Aliran darah yang meningkat membuat vulva jadi lebih memebsar dan sensitif. Kondisi ini membuat banyak ibu hamil mengatakan dirinya merasakan orgasme lebih dahysat dari saat tidak hamil.

4. Perubahan warna

Jika Anda atau pasangan melihat labia dan vulva berwarna kebiruan jangan panik. Menurut Mayo Clinic, warna di organ intim saat hamil itu normal. Hal ini terjadi karena meningkatknya aliran darah dan hormon kehamilan yang memengaruhi pigmen kulit.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Manfaat Aktif Secara Seksual untuk Pasien Parkinson

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan seks yang baik bisa membantu para pasien Parkinson untuk hidup lebih berkualitas. Sebuah studi terbaru mengatakan hal tersebut.

Melansir Webmd pada Selasa (16/7/2019), sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Italia dan Inggris melakukan analisis kebiasaan seksual dan perkembangan penyakit pada 355 pasien Parkinson.

Mereka menemukan, pasien pria di tahap awal yang aktif secara seksual memang mengalami perkembangan penyakit yang lebih ringan. Selain itu, dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif, kehilangan keterampilan motorik serta gejala penyakit lainnya cenderung lebih tidak terlihat.

“Ini sejalan dengan data yang menunjukkan hubungan yang erat antara kesehatan seksual dan kesehatan umum, baik pada individu yang sehat dan pada pasien dengan penyakit kronis,” kata ketua peneliti Dr. Marina Picillo, asisten profesor di Center for Neurodegenerative Diseases University of Salerno, Italia.

2 dari 3 halaman

Hasil Terlihat Hanya pada Pria

Ilustrasi hubungan seks (iStockphoto)

Studi ini meneliti pasien yang berusia 57 tahun ketika pertama kali didiagnosis Parkinson. Selain pemeriksaan gejala dan kebiasaan sehari-hari, mereka juga ditanya tentang hubungan seksual yang dilakukannya selama setahun terahir.

Picillo dan rekan-rekannya menyatakan, pasien pria yang melakukan aktivitas seksual, memperlihatkan kehilangan motorik yang lebih ringan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi mereka.

Sayangnya, ini tidak terlihat pada wanita. Kemungkinan, hal tersebut dikarenakan jumlah pria pada penelitian ini lebih besar.

“Hubungan antara kehidupan seksual aktif dan peningkatan gejala motorik dan non-motorik adalah penting,” kata profesor neurologi, Adolfo Ramirez-Zamora dari University of Florida, Amerika Serikat menanggapi penelitian tersebut.

“Ini sejalan dengan konsep bahwa meningkatan fungsi seksual berarti meningkatkan kesenangan, komunikasi, dan kepuasan di antara pasangan, meningkatkan keintiman hubungan, dan mengurangi stres serta gejala Parkinson,” kata Ramirez-Zamora menambahkan.

Penelitian yang dimuat di European Journal of Neurology ini sendiri didasarkan pada belum adanya pengobatan atau pencegahan yang tepat untuk Parkinson. Sehingga mereka berharap, aktif secara seksual bisa membantu.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Awas, Ini 6 Penyebab Kondom Rusak

Liputan6.com, Jakarta Kondom bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna. Produk semacam ini juga bisa mengalami kerusakan karena berbagai kondisi.

Meski kejadian semacam ini cukup langka, namun kondom yang rusak juga bisa disebabkan oleh suatu alasan. Setidaknya, beberapa penelitian menyatakan persentasenya berkisar antara 0 sampai 22 persen.

“Kondom rusak sekitar dua persen dari waktu hubungan seks vaginal,” kata Dokter kandungan dan kebidanan, Sheila Loanzon seperti dilansir dari Elite Daily pada Selasa (16/7/2019).

Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan kondom rusak.

1. Kedaluwarsa

Kondom bisa rusak karena sudah kedaluwarsa atau tidak layak pakai. Maka dari itu, selalu cek penanggalan yang ada pada kemasan alat kontrasepsi itu.

“Kondom yang sudah kedaluwarsa, merupakan salah satu alasan paling umum kenapa kondom bisa rusak,” kata Lakeisha Richardson, ahli kebidanan dan kandungan.

2. Kekecilan

Richardson mengatakan, penggunaan kondom yang terlalu kecil bisa menyebabkan ketegangan pada lateks dan meningkatkan risiko robek atau kerusakan.

“Itu sebabnya sangat penting untuk menggunakan kondom ukuran yang benar,” katanya.

2 dari 4 halaman

Penggunaan Pelumas dan Penyimpanan

Ilustrasi Foto Alat Kontrasepsi Kondom (iStockphoto)

3. Penggunaan Pelumas Berbasis Minyak

Ada beberapa pelumas yang tidak cocok jika digunakan dengan kondom. Misalnya seperti yang berbahan dasar minyak atau losion yang bisa melemahkan lateks.

“Jangan gunakan vaseline, baby oil, kelapa, atau losion tubuh lainnya yang mengandung minyak sebagai pelumas,” kata pakar seks Dr. Jess O’Reilly.

4. Tempat Menyimpan yang Salah

O’Reilly mengatakan bahwa kondom harus berada di tempat yang sejuk dan kering.

“Jika Anda menyimpannya di dompet atau di mobil Anda, panasnya dapat membahayakan integritas bahan lateks dan meningkatkan kemungkinan kerusakan,” tambahnya.

3 dari 4 halaman

Pemakaian yang Salah

Ilustrasi Foto Alat Kontrasepsi Kondom (iStockphoto)

5. Memakai Kondom Berlapis

Jika Anda berpikir memakai dua kondom bisa mencegah kerusakan dan lebih aman, ini malah berbahaya. Jess mengatakan bahwa gesekan keduanya malah membuat alat itu rusak.

6. Tidak Digunakan dengan Benar

Penerapan kondom dengan tidak benar juga bisa membuatnya rusak. Maka dari itu, gunakan alat ini dengan hati-hati dan perlahan.

“Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk menerapkan kondom dengan benar, ini bisa meningkatkan risiko selip dan kerusakan kondom,” kata Jess. Pastikan agar benda itu tidak rusak saat terkena tubuh seperti kuku.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Gadis Kecil Pingsan Ketika Rambutnya Sedang Ditata

Liputan6.com, Jakarta Gracie Brown pingsan setelah Alicia, kakaknya, mengeriting rambutnya. Setelah Gracie dibawa ke rumah sakit, keluarganya mengetahui bahwa Gracie mengalami hair-grooming syncope atau sinkop penataan rambut.

“Saya belum pernah mendengar hal ini dalam hidup saya,” jelas Brown Phillips dalam unggahan Facebooknya.

“Ternyata menyikat, menggulung, mengepang, atau mengeringkan rambut dapat menyebabkan simulasi saraf pada kulit kepala dan menyebabkan anak memiliki gejala seperti kejang,” tambahnya.

Dilansir dari laman Today, sinkop ini terjadi ketika Gracie sedang ditata rambutnya oleh Alicia. Gracie tiba-tiba tersedak dan wajahnya menjadi pucat. Ayahnya bergegas membawa Gracie ke kamar mandi, bibirnya membiru dan dia tampak seperti akan pingsan. Namun, beberapa menit kemudian dia terlihat tenang kembali dan merasa lebih baik.

Dokter Alison Tothy, profesor pediatri di University of Chicago Medicine mengatakan, “Kami pikir itu karena rasa sakit, rangsangan pada kulit kepala atau ketakutan dan tubuh terasa seperti akan pingsan dan mereka memang pingsan.” 

Sinkop atau kehilangan kesadaran sementara pada kasus Gracie terjadi karena saraf di kulit kepala berkomunikasi dengan saraf vasovagal yang mengatur tekanan darah dan detak jantung.

Menarik rambut memicu sensasi di saraf yang menstimulasi saraf vasovagal dan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung melambat sehingga anak bisa kehilangan kesadaran.

2 dari 3 halaman

Umumnya tidak membahayakan

Dokter umumnya tidak khawatir tentang anak-anak yang pingsan, mereka menyarankan agar orangtua memeriksakan anak setelah mengalami episode sinkop untuk mengecek penyebabnya, apakah terkait masalah jantung.

Sebagian besar anak-anak mengalami sinkop ketika remaja. Beberapa dari mereka mengalami episode sinkop berulang akibat penataan rambut karena terlalu khawatir akan kembali mengalaminya. Kekhawatiran itulah yang menyebabkan mereka pingsan lagi.

Dokter Deborah Sokol, ahli saraf pediatrik di RS Anak Riley di Indianapolis mengatakan, “Ini adalah lingkaran setan. Jika itu terjadi berulang-ulang, itu adalah sirkuit.”

3 dari 3 halaman

Cara mengatasinya

Sinkop sebagian besar terjadi pada anak-anak, kondisinya serupa dengan orang yang pingsan ketika diambil darahnya atau dalam situasi penuh tekanan. Walaupun begitu, sinkop dapat dicegah oleh orangtua.

“Orangtua harus mengamati anak atau memastikan anak-anak duduk di depan cermin, bukan berdiri. Atau ketika anak sedang menyisir rambutnya setelah sarapan atau minum segelas air,” jelas Dokter Dan Fain, kepala neurologi rawat inap anak di Helen DeVos Children’s Hospital di Grand Rapids, Michigan.

Pingsan juga dikaitkan dengan kekurangan cairan, sehingga memastikan anak sarapan dan minum sebelum menata rambut dapat mengurangi kemungkinan risiko sinkop terjadi.

Orangtua juga harus mencari perawatan darurat jika seorang anak pingsan dan tidak tersadar selama beberapa menit, jika mereka membiru atau jika mereka berhenti bernapas. Jika sinkop juga sering terjadi tanpa ada penyebabnya artinya itu tidak berbahaya namun dapat menimbulkan stres.

Penulis: Febrianingsih Alamako

4 Zodiak yang Gemar Bereksperimen di Ranjang

Liputan6.com, Jakarta Saat bercinta ada orang yang gemar melakukan posisi seks itu-itu saja. Namun, ada beberapa orang yang berani mencoba alias bereksperimen.

Selain membuat hubungan antibosan, bereksperimen saat bercinta bisa menambah gairah dan kenikmatan. Berikut, beberapa zodiak yang ternyata gemar mencoba ini dan itu saat bercinta. Selengkapnya seperti dikutip Bustle, Senin (15/7/2019).

1. Gemini

Memiliki pasangan berzodiak Gemini akan membuat kehidupan seks terus begelora. Kepribadiannya yang menyenangkan juga hadir saat bercinta.

“Gemini itu bisa berbuat baik dan nakal di waktu berdekatan. Hal ini membuat pasangan jadi bisa melakukan banyak hal menantang saat bercinta,” kata astrolog Lisa Stardust.

2 dari 3 halaman

2. Scorpio

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Karakter liar Scorpio bakal kerap membuka sesi bercinta. Ayo siapkan fisik yang prima jika pasangan lahir dari tanggal 23 Oktober – 21 November.

“Scorpio itu lincah dan liar, mereka senang bereksperimen. Energi mereka yang luar biasa bakal membuat bumbu-bumbu percintaan menggairahkan,” kata Stardust.

3. Aquarius

Pemilik zodiak ini begitu menyukai proses eksplorasi saat berhubungan seksual. Selain itu, mereka sering sekali melakukan sesuatu tidak baisa.

“Aquarius selalu mencari untuk menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk melebur dengan pasangan,” kata Stardust.

4. Pisces

“Pisces adalah zodiak yang paling senang mencoba hal-hal baru. Mereka suka bermain peran,” kata Stardust.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Kasus Jarang Terdengar, Masyarakat Harus Tetap Waspada Flu Burung

Liputan6.com, Jakarta Saat ini kasus flu burung sudah jarang terdengar, namun Kementerian Pertanian meminta agar masyarakat tetap waspada akan flu burung atau avian influenza.

“Kita harus tetap waspada karena virus ini terus berubah-ubah,” kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Fadjar Sumping Tjatur Rasa di Jalan Sudirman, Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Selasa (16/7/2019).

Fadjar mengatakan, untuk mencegah kembalinya kasus flu burung, sudah ada beberapa program yang terus dilakukan. Dua di antaranya adalah vaksinasi dan biosekuriti.

“Biosekuriti itu bagaimana menjaga kebersihan, sanitasi, supaya virus tidak masuk ke dalam lingkungan peternakan,” Fadjar menambahkan.

2 dari 3 halaman

Rabies Masih Harus Diwaspadai

Sumber Foto: Humas Kementerian Pertanian.

Penyakit menular dari hewan yang masih harus diwaspadai lainnya adalah rabies. Kementerian Pertanian sendiri menyatakan mereka sudah melakukan vaksinasi di beberapa wilayah yang sebelumnya, dilaporkan kasus rabies.

“Seperti di Bali, lalu di Dompu juga kebetulan baru ada kejadian. Kita intensifkan vaksinasi di situ,” kata Fadjar jelang pemutaran teater bertajuk “SUN” yang diadakan Kementan bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) pada Jumat, 12 Juli 2019.

Selain vaksin pada manusia yang sudah digigit, penting melakukan vaksin pada hewan seperti anjing. “Anjing juga bisa bahaya kalau tidak divaksin,” tegas Fadjar.

Dalam konferensi pers yang diwakili oleh Fadjar, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita berpesan bahwa penyakit hewan seringkali dilupakan sebagai sumber penyakit manusia.

“Kita membutuhkan kesadaran dan dukungan publik yang lebih besar untuk mengendalikan penyakit hewan agar tidak menginfeksi manusia, serta mengganggu produksi pangan dan sektor peternakan,” tulis Diarmita.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Banyak Ibu Indonesia Khawatir Anak Main di Luar Ruangan

Liputan6.com, Jakarta Bermain di luar ruangan memberikan banyak manfaat bagi anak. Namun, banyak ibu yang khawatir saat anak bermain di luar ruang.

Berdasarkan survei terhadap 676 ibu, sekitar 85 persen mengaku khawatir ketika anak bermain di luar ruang. Salah satu alasannya karena khawatir digigit nyamuk yang memang dikenal bisa menyebabkan anak sakit demam berdarah, malaria, atau chikungunya berdasarakan survei yang dilakukan My Baby ini.

Menjawab kekhawatiran ini, My Baby berinovasi dengan Minyak Telon Plus Longer Protection 12 jam. Sehingga anak bisa bebas bermain di luar dan ibu tidak khawatir.

“Hasil pengujian membuktikan bahwa nyamuk menghindari dari kulit yang sudah dioles oleh MY BABY Minyak Telon Plus Longer Protection 12 jam,” kata Ketua tim penelitian, Profesor Intan Ahmad dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di ITB seperti dikutip rilis yang diterima Health-Liputan6.com ditulis Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Lebih Kreatif dan Bugar

Ilustrasi/copyright pixabay.com

Orangtua pun sebaiknya mendukung anak bermain di luar rumah, ruang hijau terbuka, pantai, pegunungan dan lingkungan alami lainnya. Sederet manfaat bakal didapatkan anak seperti disampaikan psikolog Retno Dewanti Purba. 

“Beraktivitas di luar memiliki manfaat yang sangat luas. Peningkatan kreativitas, berkembangnya kemampuan penyelesaian masalah, melatih kerja sama, hingga mampu memperbaiki suasana hati,” kata Retno.

Upayakan anak untuk menggunakan seluruh jenis sensori tubuh seperti melompat, berlari, berjinjit, dan lain-lain agar anak dapat menguasai gerakan kasar dan halus.

Kewaspadaan tetap perlu, namun tidak boleh takut atau menghindari aktivitas luar. “Memaparkan anak dengan alam dipercaya mendatangkan banyak manfaat bagi proses tumbuh kembang anak,” tutur Retno.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Penyebab Cholinergic Urticaria, Penyakit Gatal Seperti yang Dialami V BTS

Liputan6.com, Jakarta Kondisi kesehatan Kim Tae Hyung atau yang dikenal dengan nama V BTS, menjadi sorotan. Member BTS ini sedang mengalami cholinergic urticaria.

“Saya sedang mengalami alergi kolinergik. Saya gatal-gatal,” kata V BTS pada Minggu kemarin, seperti dikutip Liputan6.com dari Soompi.

Sontak, istilah medis tersebut banyak dilaporkan banyak dicari oleh penggemar. Mengutip Web ND pada Selasa (16/7/2019), cholinergic urticaria (CU) disebabkan oleh serabut saraf di kelenjar keringat. Kulit bereaksi terhadap panas dan keringat ketika suhu tubuh naik. Kondisi itu membuat seseorang mengalami gatal-gatal merah.

Biasanya, masalah ini bisa terpicu ketika pasien sedang mandi air panas, berolahraga sampai berkeringat, berada di iklim yang panas, mengenakan perban kencang, gugup, atau dalam beberapa kondisi merupakan hasil dari reaksi terhadap antibodi dalam keringat mereka sendiri atau immunoglobulin-G.

2 dari 4 halaman

Kondisi yang Parah

V BTS (Instagram/@btstae)

Dalam kasus yang sangat parah, CU bisa menyebabkan syok anafilaktik atau reaksi alergi berupa kehilangan kesadaran bahkan kematian.

Julie Reid misalnya. Mantan instruktur tari di Clearwater, Florida, Amerika Serikat ini sempat mengalami CU secara mendadak dan tiba-tiba merasa lemas pada 2016 lalu.

“Setiap aktivitas fisik yang saya lakukan, saya mengembangkan gatal-gatal di mana-mana,” kata Reid seperti dikutip dari Global News.

Bahkan hal ini membuatnya sulit keluar rumah karena suhu yang terlalu panas membuatnya mengalami penyakit itu.

“Ini menyebabkan berkembangnya agorafobia yang melumpuhkan dan kombinasi dari sikap apatis serta depresi,” tulis Reid dalam blognya.

3 dari 4 halaman

Komplikasi Lain

ilustrasi kulit gatal (istockphoto)

Beberapa kasus juga menyatakan bahwa masalah kulit ini disertai dengan diare, air liur berlebihan, pusing, tekanan darah rendah, detak jantung yang cepat, sesak napas, dan keram perut.

Ada beberapa pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Untuk pencegahan sendiri, pasien biasanya disarankan untuk mengurangi aktivitas yang membuatnya berkeringat lebih.

Selain itu, Web MD juga merekomendasikan pasien untuk mandi air dingin, menggunakan pakaian longgar, menjaga suhu ruangan agar tetap dingin, serta mengelola stres yang menyebabkan rasa gatal muncul.

Gatal-gatal semacam ini sendiri biasanya bertahan hingga 30 menit sampai satu jam sebelum akhirnya menghilang. Meski begitu, apabila gejalanya berkepanjangan dan tidak segera pulih, ada baiknya untuk menghubungi dokter dan mendapatkan penanganan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

V BTS Derita Cholinergic Urticaria, Berbahayakah?

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu Kim Taehyung atau V BTS mengumumkan dirinya menderita cholinergic urticaria atau urtikaria kolinergik. Hal ini membuat ARMY (sebutan para penggemar boyband asal Korea ini) pun khawatir. Memang seberapa bahayakah kondisi itu?

Orang dengan cholinergic urticaria seperti yang dialami V BTS akan merasakan gatal-gatal hingga kulit memerah. Melansir Web MD, Selasa (16/7/2019) gatal-gatal ini akan dirasakan ketika:

1. Mandi air panas atau mandi

2. Berolahraga sampai berkeringat

3. Berada di iklim panas

4. Perban yang terlalu kencang dan lengket

5. Ketika gugup lalu berkeringat

6. Dalam beberapa kasus, seseorang akan gatal ketika bereaksi terhadap antibodi dalam keringat mereka sendiri yang disebut immunoglobulin (IgG).

Seseorang dapat dengan mudah terkena kondisi ini apabila memiliki eksim, asma, alergi, atau gatal karena makanan tertentu atau cuaca dingin. Baik pria dan wanita bisa terkena penyakit gatal-gatal ini.

2 dari 3 halaman

Kenali Gejalanya

V BTS (Instagram/@btstae)

Cholinergic urticaria dapat dikenali apabila terdapat ruam gatal, geli, dan sedikit panas pada bagian tersebut. Mereka biasanya berupa benjolan merah kecil atau berbentuk lingkaran.

Benjolan ini bisa muncul di mana saja pada tubuh, tetapi kebanyakan muncul di dada, wajah, punggung atas, dan lengan. Kulit juga terlihat bengkak dan berbercak-bercak merah, bahkan penderita ini akan terlihat memerah.

Gatal gatal ini akan tiba-tiba muncul dan bertahan sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum mereda. Gejala atas juga mungkin disertai diare, air liur berlebih, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung yang cepat, sesak napas, keram perut, mendesah.

Pengobatan dan Pencegahan

Penderita penyakit ini disarankan untuk menjauh dari panas, terutama yang tinggal di daerah panas atau suka berolahraga karena dengan berkeringat dapat memicu penyakit ini. Bagi pecinta olahraga disarankan juga untuk berhenti atau memperlambat latihan dan gantikan olahraga diluar ruangan.

Anda bisa mencegah gatal dengan mendinginkan kulit dengan mandi air dingin atau berdiri depan kipas angin, menggunakan pakaian longgar, jaga rumah tetap dingin, dan hindari situasi yang membuat stres jika stres menjadi penyebab gatal.

Dokter juga dapat meresepkan antihistamin sebagai obat alergi untuk mengendalikan efek penyakit ini, namun apabila tidak berfungsi, dokter mungkin akan merekomendasikan steroid untuk waktu yang singkat.

Jika penderita memiliki reaksi serius seperti sesak napas ketika sedang gatal, dokter mungkin kana meresepkan suntikan epinefrin untuk membantu pernapasan dan menyingkirkan gatal serta pembengkakan.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Fakta Tersembunyi Megalomania, Gangguan Kepribadian Narsistik

Liputan6.com, Jakarta Megalomania merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang ditandai dengan fantasi haus kekuasaan. Istilah megalomania lebih populer disebut gangguan kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder/NPD). Secara umum, masyarakat lebih mengenal dengan narsis atau seseorang yang narsisme.

Ahli klinis Steve Bressert memaparkan, orang-orang yang didera megalomania punya kebutuhan yang luar biasa terhadap kekaguman. Biasanya mereka kurang empati terhadap orang lain.

“Orang-orang dengan gangguan ini sering percaya bahwa mereka sangat penting dalam kehidupan setiap orang. Dan bagi siapa saja yang mereka temui. Sementara pola perilaku ini mungkin cocok untuk seorang raja di Inggris abad ke-16,” papar Steve, dikutip dari Psychcentral, Senin (15/7/2019).

Orang-orang dengan megalomania sering menunjukkan sikap sombong, meremehkan atau menggurui. Misalnya, mereka mungkin mengeluh tentang “kekasaran” pelayan yang canggung atau menyimpulkan pemeriksaan medis dengan merendahkan dokter.

2 dari 5 halaman

Mementingkan Diri Sendiri

Gejala megalomania atau gangguan kepribadian narsistik. (iStockphoto)

Adapun gejala gangguan kepribadian narsisistik harus memenuhi lima atau lebih dari gejala berikut ini:

1. Punya rasa mementingkan diri sendiri

2. Disibukkan dengan fantasi keberhasilan yang tak terbatas, kekuatan, kecemerlangan, keindahan atau cinta yang ideal

3. Percaya bahwa dirinya sendiri “istimewa” dan unik

4. Punya kekaguman yang berlebihan

5. Mengeksploitasi orang lain, misal mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuannya sendiri

6. Kurangnya empati. Contohnya, tidak mau mengenali atau mengidentifikasi perasaan dan kebutuhan orang lain

7. Sering iri pada orang lain atau percaya bahwa orang lain iri padanya

8. Secara teratur menunjukkan perilaku atau sikap sombong dan angkuh

“Karena gangguan kepribadian menggambarkan pola perilaku yang sudah lama dan bertahan lama, mereka paling sering didiagnosis pada usia dewasa. Sangat jarang bagi mereka didiagnosis pada masa kanak-kanak atau remaja,” Steve melanjutkan.

“Ini karena seorang anak atau remaja sedang dalam perkembangan konstan, baik mengalami perubahan kepribadian dan pematangan.”

Gangguan kepribadian narsistik biasanya akan menurun intensitasnya seiring bertambahnya usia. Banyak orang mengalami beberapa gejala paling ekstrem pada saat mereka berusia 40-an atau 50-an.

3 dari 5 halaman

Tidak Diketahui Penyebabnya

Megalomania tidak diketahui penyebabnya. (iStockPhoto)

Hingga saat ini, para peneliti tidak tahu apa yang menyebabkan megalomania terjadi. Meski begitu, sebagian besar profesional menyampaikan, penyebabnya kemungkinan karena faktor biologis dan genetik.

Faktor sosial, seperti bagaimana seseorang berinteraksi dalam perkembangan awal tumbuh dengan keluarga dan teman-teman dan anak-anak lain serta faktor psikologis, yang ditandai kepribadian dan temperamen individu.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggung jawab. Jika seseorang memiliki gangguan kepribadian ini, penelitian menunjukkan, ada sedikit peningkatan risiko untuk gangguan ini “diturunkan” kepada anak-anak mereka,” ujar Steve dalam tulisannya berjudul Narcissistic Personality Disorder.

4 dari 5 halaman

Butuh Terapis

Butuh terapis. (Sumber Pixabay)

Bagi seseorang yang mengalami megalomania dan ingin membutuhkan perawatan. Perawatan gangguan kepribadian narsis biasanya melibatkan psikoterapi jangka panjang dengan seorang terapis.

“Tentunya, terapis yang memiliki pengalaman dalam mengobati gangguan kepribadian semacam ini. Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk membantu dengan gejala spesifiknya,” lanjut Steve.

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Begini Reaksi dan Efek Vaping Terhadap Paru

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan bahkan orang-orang disekitar kerap mengingatkan tentang dampak buruk merokok. Perlahan, kebiasaan merokok dapat dikurangi bahkan dihentikan.

Namun hal tersebut beralih ke kebiasaan lain, seperti menggunakan rokok elektrik atau dikenal sebagai e-cigarette (vaping). Dokter Spesialis Paru, dr. Desilia Atikawati, Sp.P dari RS EMC Tangerang menjelaskan, rokok elektrik merupakan alat yang dioperasikan menggunakan baterai dan digunakan untuk menghirup aerosol yang mengandung nikotin atau substansi lainnya.

E-cigarette digunakan oleh jutaan orang di dunia, sejak pertama kali muncul di China pada 2004. Sejak saat itu, vaping pun menjadi populer dikalangan kaum muda.

Padahal awalnya e-cigarette dipasarkan sebagai alat untuk mengurangi atau membantu berhenti merokok. Namun ternyata berbagai penelitian menunjukkan bahwa e-cigarette justru memiliki dampak negatif untuk kesehatan.

Penggunaan e-cigarette semakin meningkat karena pemasaran barang yang agresif. Selain itu juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa e-cigarette merupakan alternatif yang lebih sehat dibandingkan merokok.

Lebih lanjut, dr. Desilia Atikawati, Sp.P menjelasan bahwa e-cigarette mengandung nikotin, air, glycerin, propylene glycol, formaldehyde, acrolein, acetaldehyde, dicetyl, dan tambahan perasa. Saat dihirup, e-cigarette menggunakan elemen pemanas untuk memanaskan bahan tersebut yang kemudian melepaskan aerosol.

Nah, dalam penggunaannya ada berbagai macam risiko. Kebanyakan e-cigarette mengandung nikotin yang bersifat adiktif.

E-cigarette mengekspos paru terhadap berbagai substansi, salah satunya dicetyl yang dapat menyebabkan kerusakan paru menetap. Mereka yang menggunakan e-cigarette cenderung tidak berhenti merokok.

Perokok pasif tidak tereliminasi oleh vaping, oleh karena vaping tetap melepaskan emisi karsinogenik (zat penyebab kanker).

E-cigarette juga berdampak pada paru. Penelitian menunjukkan bahwa uap yang diproduksi e-cigarette dan cairan e-cigarette yang memiliki rasa menyebabkan toksisitas, stress oksidatif, dan respons radang pada sel saluran napas manusia.

Uap yang mengandung nikotin meningkatkan produksi dahak, reaktivitas saluran napas, gangguan kekebalan paru, dan pelepasan mediator radang. Acrolein yang terdapat pada e-cigarette dapat menyebabkan kerusakan paru akut, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, serta kanker paru.

Food and Drug Administration (FDA) bahkan menyatakan bahwa penggunaan e-cigarette tidak terbukti aman ataupun efektif, dalam usaha berhenti merokok.

Jika hendak berhenti merokok, Kementerian Kesehatan memberikan layanan berhenti merokok melalui telepon tidak berbayar yang dinamakan Quit Line dengan nomor 0-800-177-6565.

(Adv)

Sebelum Ikut Lomba, Pelari juga Perlu Atasi Masalah Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Sebelum ikut ajang lomba lari, persiapan pemeriksaan kesehatan menjadi fokus utama bagi pelari. Hasil pemeriksaan kesehatan maupun kebugaran tubuh secara teratur akan dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan sesuai tingkatan lari yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto, adanya pemeriksaan kesehatan sebelum lari agar pelari tidak langsung mengikuti lomba maraton, tanpa melalui tahapan 5K, 10K, dan half marathon terlebih dahulu.

Sertifikat kesehatan harus dikeluarkan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga atau yang memiliki kompetensi dalam memeriksa kesehatan.

Selain itu, pelari perlu mengatasi terlebih dahulu berbagai masalah kesehatan yang ditemukan sebelum berlomba lari.

“Dari adanya pengobatan penyakit, gangguan postur sampai kelainan bentuk dari telapak kaki. Upaya ini agar tidak menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius pada saat sedang menyiapkan atau sedang mengikuti kompetisi lari,” jelas Michael dalam keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Selasa (16/7/2019).

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Pengetahuan

Peserta mengikuti lomba lari Milo Jakarta International 10K di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta, Minggu (14/7/2019). Milo Jakarta International 10K terbagi dalam tiga kategori yaitu 5K, 10K, dan Family Run. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Agar lancar saat kompetisi lari, pelari perlu meningkatkan pengetahuan tentang segala hal yang berhubungan dengan olahraga lari. Anda dapat membaca bagaimana teknik berlari dengan benar dan peralatan yang harus dimiliki.

“Tingkatkan pengetahuan juga soal pemilihan medan yang akan ditempuh, pengaturan periodisasi latihan yang baik sampai masa istirahat yang cukup,” Michael menambahkan.

Kondisi tersebut diharapkan mampu mencegah pelari untuk mengikuti semua ajang lari yang ada. Pelari juga lebih selektif dalam berlomba sehingga target untuk hidup lebih sehat juga dapat tercapai.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Awas Diabetes, Gaya Hidup Semasa Muda Tentukan Kualitas Hidup di Usia Senja

Liputan6.com, Jakarta – Pepatah lama menyebut, ‘apa yang kita tanam itulah yang kita tuai’. Itu berlaku juga untuk diabetes. Kencing manis, nama lain penyakit itu, bisa dipicu gaya hidup di usia muda. 

“Diabetes itu penyakit yang permanen dan enggak akan bisa sembuh, terlebih lagi sudah tahunan seperti ayahku,” cetus Leo, seorang teman, beberapa waktu lalu kepada Liputan6.com.

Leo kemudian menuturkan awal mula ayahnya bisa menderita diabetes melitus (DM). “Ayah kena diabetes tahun 1998. Diabetesnya dipicu karena stres. Akhirnya, lost control (kehilangan kontrol), banyak minum yang manis-manis.”

Diabetes memang kerap mengintai orang-orang berusia lanjut. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut penyakit degeneratif menyasar lansia atau penyakit yang muncul mengiringi proses penuaan.

Kini usia ayah Leo masuk kategori pra-lansia, 58 tahun. Namun,  ayah Leo sudah hidup dengan diabetes kurang lebih sejak usia 37 tahun. Faktanya, usia muda bukan alasan seseorang aman dari diabetes atau sering kita sebut penyakit kencing manis.

Bila tak tertangani dengan baik, diabetes menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti kebutaan, stroke, gagal jantung serta gagal ginjal. Fungsi organ vital tubuh seperti mata, jantung dan ginjal melemah. Komplikasi akibat diabetes juga dialami ayah Leo.

“Tahun 2014, diabetes Ayah komplikasi jadi menyerang jantung. Lalu tahun 2018, komplikasi diabetes Ayah lari ke ginjal. Penyakit jantung di sini, bukan serangan jantung. Tapi kemampuan jantung untuk memompa darah ke tubuh sudah melemah. Untuk komplikasi ginjal, (Ayah) bukan gagal ginjal, tapi lebih masuk ke kategori penurunan fungsi ginjal,” Leo menjelaskan.

Tak hanya jantung dan ginjal, sekarang indra penglihatan dan pendengaran pria sepuh itu pun ikut terkena komplikasi. Kondisi tersebut jelas menurunkan kualitas hidup penderita diabetes seperti ayah Leo.

Diabetes Melitus pada Lansia di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

2 dari 7 halaman

Jumlah Penderita Diabetes Semakin Banyak

ilustrasi Diabetes (sumber: iStockphoto)

Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular yang penderitanya kian hari kian bertambah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, prevalensi penderita diabetes melitus (DM) meningkat dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen pada 2013 kemudian 8,5 persen pada 2018.

Selain itu, data International Diabetes Federation pada 2017 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 negara dengan jumlah orang dengan diabetes terbanyak.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular termasuk diabetes di Indonesia disebabkan oleh perilaku masyarakat.

“Penyakit tidak menular meningkat, perilaku masyarakat harus diubah. Kita sendiri yang seharusnya menyadari untuk menerapkan pola hidup sehat,” jelas Menkes Nila dalam acara puncak Hari Kesehatan Nasional ke-54, 18 November 2018 lalu.

“Hipertensi enggak terkontrol bisa jadi penyakit jantung. Diabetes melitus bisa mengarah pada gagal ginjal,” lanjutnya. 

Data International Diabetes Federation tahun 2017 memaparkan, setiap tujuh detik seseorang diperkirakan meninggal karena diabetes atau komplikasi (50 persen) atau setara 4 juta orang per tahun, yang terjadi pada orang di bawah usia 60 tahun. Angka tersebut jelas bertentangan dengan harapan prevalensi diabetes global sebesar 8,8 persen dari populasi dunia pada tahun 2017.

Prevalensi diabetes diperkirakan akan terus meningkat menjadi 9,9 persen pada tahun 2045. Jika ditotal, jumlah itu mencerminkan populasi 424,9 juta orang yang mengidap diabetes di seluruh dunia pada 2017. Jumlah ini diperkiraan terjadi peningkatan 48 persen menjadi 628,6 juta orang pada tahun 2045.

Pengidap diabetes, menurut laporan WHO, meningkat dari 108 juta pada 1980 menjadi 422 juta pada 2014. Prevalensi global diabetes di antara orang dewasa di atas 18 tahun juga meningkat dari 4,7 persen pada 1980 menjadi 8,5 persen pada 2014.

3 dari 7 halaman

Berawal dari Gaya Hidup Semasa Muda

Penyakit Diabetes Melitus (Sumber: iStockphoto)

Dokter spesialis penuaan (geriatri) Siti Setiati menyampaikan, diabetes yang diidap lansia sebenarnya bermula dari gaya hidup individu saat muda dulu.

Gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan sembarangan, suka konsumsi minuman manis, dan minum alkohol dapat menimbulkan diabetes. Jika seseorang sudah didiagnosis diabetes, maka seterusnya harus mengontrol kadar gula darah. Efek jangka panjang yang mengikuti pun tak bisa dianggap sepele.

“Sebenarnya mereka kena penyakit tersebut karena lifestyle yang tidak baik saat berusia masih muda. Misalnya, usia 30-an dan 40 tahun sudah kena diabetes dan hipertensi. Nah, pas usia 60 tahun ujung-ujungnya bisa kena serangan jantung juga stroke,” jelas Siti dalam sebuah konferensi pers ‘Hari Lanjut Usia’ di Kementerian Kesehatan beberapa waktu silam.

Data Riskesdas Kemenkes RI menunjukkan, prevalensi lansia yang menderita diabetes di Indonesia bertambah. Kategori lansia dengan diabetes sesuai usia pada 2018, yakni 6,3 persen (55-64 tahun), 6,0 persen (65-74 tahun), dan 3,3 persen (75 tahun ke atas).

Sementara data Riskesdas 2013 memperlihatkan, prevalensi lansia pengidap diabetes antara lain 4,8 persen (55-64 tahun), 4,2 persen (65-74 tahun), dan 2,8 persen (75 tahun ke atas). Angka Riskesdas 2018 dan 2013 terkait prevalensi diabetes pada lansia didapat dari data diagnosis dokter yang dihimpun.

Siti mengingatkan, diabetes melitus harus menjadi perhatian yang diutamakan. Ini karena diabetes bisa membuat kualitas hidup lansia semakin berkurang. Pengobatan dan perawatan penyakit saat lansia juga butuh penanganan maksimal. Apalagi jumlah lansia di Indonesia semakin meningkat setiap tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2013, proyeksi penduduk lansia 2010-2035 terus meningkat. Pada tahun 2010 jumlah lansia mencapai 18 juta jiwa (7,56 persen), kemudian meningkat 25,9 juta jiwa (9,7 persen ). Pada tahun 2019 sebanyak 27,1 juta jiwa (9,99 persen).

Kemudian pada tahun 2035, persentase lansia diprediksi mencapai 15,7 persen atau sekitar 48,2 juta jiwa. Tubuh pun akan mengalami degenerasi dan terkait dengan penyakit-penyakit degeneratif.

“Lansia pada umumnya punya penyakit kronis, seperti pengapuran sendi, osteoporosis, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung koroner. Seluruh penyakit itu bisa terjadi karena penyakit kencing manis (diabetes) yang tak terkendali. Bisa juga karena darah tinggi yang tak terkendali. Ya, ujung-ujungnya bisa stroke, kena tuberkulosis (TBC), dan demensia,” lanjut Siti, yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

4 dari 7 halaman

Peran Keluarga untuk Pasien Diabetesi

semakin tua seseorang semakin sulit pula mereka lepas dari obat. (Ilustrasi Lansia/iStockphoto)

Walaupun lansia punya masalah kesehatan seperti diabetes, perawatan harus dilakukan dengan baik. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan, lansia tetap harus punya kualitas hidup yang baik.

“Tingkatkan kembali fungsinya (tubuh) sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Kami berharap dapat memastikan setiap anggota keluarga memiliki jaminan kesehatan serta memanfaatkan dengan bijak. Meningkatkan deteksi dini, menciptakan suasana keluarga mendukung kebahagiaan lansia,” lanjutnya saat ditemui di Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Dukungan dan pendampingan dari keluarga memengaruhi kesehatan orang dengan diabetes. Laporan International Diabetes Federation mencatat, dukungan keluarga dalam perawatan diabetes telah terbukti memiliki efek besar dalam meningkatkan hasil kesehatan bagi pengidap diabetes.

Ini dapat mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes, terutama yang sudah komplikasi. Oleh karena itu, edukasi dan dukungan keluarga dapat mengurangi dampak emosional, seperti stres karena memikirkan penyakitnya.

5 dari 7 halaman

Cegah Diabetes dengan GERMAS

Ilustrasi olahraga (iStockphoto)

Diabetes adalah penyakit atau kondisi ketika tubuh kekurangan hormon insulin sehingga memengaruhi kemampuan tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Ada beberapa tipe diabetes, yang paling umum yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Selain itu, ada pula tipe diabetes gestasional yang biasa dialami wanita hamil.

  1. Diabetes tipe 1: Diabetes tipe ini bersifat akut. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan tak dapat dicegah. Tipe diabetes ini menyerang saat masa kanak-kanak dan tidak terdeteksi. Pada penderita diabetes tipe 1, tubuh tak bisa memproduksi insulin. Sehingga pasien diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin untuk mengatur gula darah.
  2. Diabetes tipe 2: Diabetes tipe 2 bersifat lambat, berbeda dengan diabetes tipe 1 yang bersifat akut dan cepat. Diabetes tipe ini bisa muncul karena obesitas, etnis, gangguan kulit, dan terganggunya fungsi ovarium. Menyerang orang-orang berusia dewasa yang memiliki gaya hidup tidak sehat, diabetes tipe 2 biasanya terdeteksi.

Hingga saat ini diabetes belum ditemukan obatnya. Namun mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti anjuran pemerintah melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) bisa mencegah penyakit tersebut muncul di kemudian hari. 

Tiga kegiatan GERMAS yang bisa langsung diterapkan oleh tiap-tiap individu, yaitu:

1. Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari

2. Mengonsumsi buah dan sayur;

3. Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Menkes mengatakan, tiga kegiatan tersebut bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar

“Germas itu penting. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Boleh olahraga yang murah meriah, seperti jalan kaki. Atau bisa juga bersepeda. Banyak sekali kan anak muda yang sepedaan,” ujar Nila dalam tayangan live streaming melalui Instagram Kementerian Kesehatan.

Selain aktivitas fisik, fokus Germas juga terkait konsumsi buah dan sayur serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Konsumsi buah dan sayur agar ketercukupan gizi seimbang terpenuhi.

“Cek kesehatan berkala juga. Sekarang banyak remaja usia 10-14 tahun yang kena penyakit tidak menular (PTM). Contohnya, hipertensi dan diabetes. Mungkin kebanyakan konsumsi makanan yang terlalu asin dan junk food (makanan cepat saji),” tambah Nila.

Ilustrasi Foto Sepatu Olahraga (iStockphoto)

Selaras dengan anjuran pemerintah untuk hidup sehat melalui GERMAS, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih, Jakarta, Dr Bhanu, juga menjabarkan pencegahan dini diabetes, khususnya diabetes tipe 2:

1. Siapkan makanan dari rumah

Umumnya makanan yang dibeli di luar memakai minyak yang dipakai berulang-ulang dan bumbu-bumbu yang tidak sehat.

“Salah satu yang bisa saya sarankan (untuk menghindari makanan tidak sehat) siapkan makanan dari rumah,” kata Dr. Bhanu.

2. Olahraga yang cukup

Bhanu menyarankan agar individu mengimbangi pola makan sehat dengan berolahraga.

“Olahraga adalah suatu kegiatan ritmik dan berulang. Jadi kalo kita beranggapan ‘Saya udah jalan jauh, itu udah keitung olahraga’ itu salah, karena itu bukan kegiatan ritmik. Kalau saya makannya juga ngaco, tetap aja bakal kena penyakit suatu hari,” katanya.

3. Atur pola makan

Bhanu memaparkan salah satu faktor diabetes tipe 2 dapat timbul adalah karena obesitas atau kelebihan berat badan. Itu sebabnya penting untuk mengatur asupan makan dengan makanan mengandung gizi seimbang.

4. Ikuti keinginan hati

“Ingat yang kita suka juga, jangan memaksa melakukan hal-hal yang tidak disuka. Kalau dipaksa, kita tinggal tunggu kapan dia bakal jatuh ke dalam depresi, akhirnya berontak, engga mau ke dokter lagi, engga mau minum obat lagi, ya akhirnya makin memburuk. Jadi ikuti keinginan hati juga,” ujarnya.

6 dari 7 halaman

Upaya Pemerintah Cegah Diabetes dengan Inovasi

Menu Sahur yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Diabetes / Sumber: iStockphoto

Inovasi pencegahan dan pengendalian diabetes perlu dilakukan agar masyarakat makin memahami penyakit tidak menular (PTM) tersebut. Di Indonesia, pelabelan makanan (food labelling) mulai ditekankan sebagai peringatan kepada masyarakat mengenai makanan dan minuman yang tidak sehat.

Dalam hal ini, pelabelan makanan ditujukan pada makanan yang terlalu banyak mengandung gula, garam, dan lemak. Hal tersebut disinggung oleh Menteri Kesehatan RI ampaikan, Saat ini, Indonesia telah mengeluarkan peraturan untuk industri makanan/minuman kemasan dan siap saji.

Hal tersebut disinggung oleh Menteri Kesehatan RI dalam acara “Ministerial Conference on Diabetes (MCOD)” pada 26-27 November 2018 di Singapura.

Penting untuk memastikan ketersediaan lebih banyak pilihan makanan dan minuman sehat di pasar. Kehadiran makanan sehat dapat mendorong masyarakat mengonsumsi makanan sehat.

“Ini bisa membuat orang-orang mengalihkan konsumsi mereka dari makanan dan minuman ringan ke makanan dan minuman sehat,” lanjut Menkes Nila. Strategi ini dapat membuat seseorang terhindar dari diabetes.

Bukan hanya pelabelan makanan, ada juga diabetes registry berupa aplikasi pada telepon seluler yang mendata dan mencatat pencegahan risiko dan kontrol tentang diabetes. Aplikasi tersebut juga memberi peringatan otomatis secara reguler untuk olahraga pada area publik, seperti bandara, stasiun, pasar, dan super market).

Sistem diabetes registry sudah dilakukan di beberapa negara, baik kawasan Asia dan Eropa. Di Spanyol dan Italia, inovasi berupa model pelayanan kesehatan yang strategis. Integrasi pelayanan kesehatan penyakit tidak menular dilakukan bersama Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Pada tahap lebih lanjut, perlu pengkajian lebih tentang rekayasa genetika untuk mengurangi jumlah penderita diabetes tipe 1.

“Untuk mencapai keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes, diperlukan kerja sama pemangku kepentingan lain di luar sektor kesehatan, baik lintas sektoral di tingkat nasional. Kemudian juga kerjasama di lintas kawasan regional maupun secara global,” Menkes Nila menambahkan.

Konferensi MCOD berhasil menyepakati pemahaman mengenai kebutuhan mendesak untuk menangani ancaman epidemi diabetes yang terus meningkat. Kolaborasi dengan kementerian atau lembaga lain (Kemenko PMK, Bappenas, Kemenkeu, Kemenaker, Kementan, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenhub, Kemenperin, Kemendag, dan BPOM) dapat diterapkan.

7 dari 7 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Stunting Kembali Jadi Sorotan Jokowi Saat Bahas RAPBN 2020

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo meminta pemanfaatan dan prioritas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya di bidang kesehatan termasuk pemberantasan stunting.

“Anggaran lima persen di bidang kesehatan, diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh tanah air,” kata Joko Widodo dalam rapat terbatas Pagu Indikatif RAPBN 2020 bersama menteri kabinet kerja di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juli 2019.

“Yang paling penting, pemberantasan stunting, kurang gizi, dan keselamatan ibu hamil saat melahirkan, program imunisasi ini betul-betul harus menjadi fokus kita dalam pembangungan sumber daya manusia,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden pada Rabu (16/7/2019).

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa RAPBN 2020 diprioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM). Baik melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri.

2 dari 3 halaman

Masalah Kesehatan Ancam Pembangunan SDM

Sebelumnya, Jokowi yang menjadi presiden terpilih 2019-2024 mengatakan bahwa dia tidak ingin lagi ada masalah kesehatan seperti stunting atau kematian ibu dan bayi.

Pernyataan tersebut dia katakan dalam pidatonya di Sentul, Bogor pada Minggu (14/7/2019) malam.

“Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan,” kata Jokowi.

“Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ.”

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan, sudah tugas negara untuk ikut dalam menyelesaikan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Selain itu, meski angka stunting sudah menurun, namun ini masih menjadi pekerjaan untuk mencapai angka yang ideal.

“Ini kita harus turunkan lima tahun kemudian jadi 19 persen,” kata Nila dalam sambutannya di peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Jakarta, Senin kemarin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Kaum Muda Punya Peran Besar dalam Kampanye Melawan Tuberkulosis

Liputan6.com, Jakarta Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman di seluruh dunia. Saat ini, kaum muda menjadi kelompok usia yang paling terbebani akan penyakit tersebut.

“Kerugian sampai berakibat pada kematian, tidak hanya berisiko terjadi pada mereka sendiri namun juga bagi keluarga mereka,” kata Dr. Tereza Kasaeva, Director Global TB Programme, World Health Organization (WHO) dalam konferensi persnya di Jakarta Selatan, ditulis Selasa (16/7/2019).

Setiap tahunnya lebih dari 10 juta orang di dunia menderita tuberkulosis, kata Tereza, lebih dari 1,6 juta orang di antaranya meninggal akibat penyakit tersebut. Mirisnya, sepertiga orang dengan tuberkulosis kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Maka dari itu, kaum muda punya peran untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit pencegahan ini, pengobatan pada pasien, serta menghilangkan stigma bagi penderitanya.

“Kita membutuhkan seluruh upaya untuk mengakhiri TB, untuk memastikan tidak ada kaum muda yang tertinggal khususnya dalam memperoleh akses pada layanan kesehatan dan melibatkan mereka dalam proses pembuatan keputusan di seluruh lapisan secara bermakna,” kata Tereza dalam acara Youth Town Hall.

2 dari 4 halaman

Pemanfaatan Teknologi untuk Kampanye TB

Dr. Tereza Kasaeva Director Global TB Programme, World Health Organization (WHO) mengatakan kaum muda berperan dalam kampanye melawan tuberkulosis (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Madhusudan Kaphle, penyintas TB Youth TB Advocate TB Free World juga senada dengan Tereza. Kaum muda yang lebih akrab dengan perkembangan teknologi, sesungguhnya juga bisa melakukan kampanye terkait isu-isu TB lewat media yang ada.

Beberapa dari masalah tersebut adalah bagaimana menghilangkan sikap diskriminatif dan stigma pada pasien, membangun kesadaran yang lebih tinggi tentang TB dan dampaknya, pemberdayaan pasien agar tetap produktif, serta advokasi dan dukungan finansial.

“Jadi kenapa kita tidak memakai platform digital semacam ini untuk menyebarkan pesan pada komunitas, juga untuk memberikan pesan bagi sistem kesehatan. Jadi kaum muda bisa melakukan ini, inilah ide dasar kami,” kata Kaphle pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, ini harus dilakukan tidak hanya untuk tuberkulosis tetapi juga semua isu kesehatan.

3 dari 4 halaman

Harapan untuk Kaum Muda

Ilustrasi TB – TBC (iStockphoto)

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Wiendra Waworuntu mengatakan anak muda punya peran dalam program eliminasi tuberkulosis tahun 2030.

“Kita punya harapan pemuda mampu memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara pencegahan, penularan, dan dia menjadi garda terdepan apabila ada stigma,” kata Wiendra.

Kaum muda sendiri diharapkan juga bisa menjadi pendamping atau pengawas pasien itu sendiri. Wiendra mengungkapkan, angka penderita TB tertinggi adalah di usia produktif.

“Saat ini, Indonesia memang peringkatnya sudah turun dari nomor dua menjadi nomor tiga, tapi bukan berarti ini membuat kita bangga. Ini adalah tantangan.”

“Saya punya harapan untuk menemukan penderita tuberkulosis sebanyak-banyaknya, kita obati sampai sembuh,” imbuh Wiendra.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Jari Kaki Sering Kram? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Ketika mengalami kram, salah satu hal yang direkomendasikan adalah minum air tapi sayang kadang kram kaki tidak mereda.

Memang, banyak orang mengira kurang air minum menyebabkan kram. Namun, kondisi ini bisa lebih rumit dari yang Anda kira seperti disampaikan Nicole Nelson, asisten instruktur dalam ilmu klinis dan ilmu gerakan terapan di Brooks College of Health di University of North Florida, Amerika Serikat.

Otot memiliki refleks pelindung yang menyeimbangkan kontraksi dan relaksasi.

“Ketika kita lelah atau otot kelelahan, ada ketidakcocokan dalam pengiriman pesan yang dikirim ke sistem saraf pusat. Akhirnya, otot menjadi over-signaled atau over-fire yang terasa seperti kram,” jelas Nicole.

Tiap orang memiliki faktor risiko yang berbeda terkait dengan kram. Dokter mencurigai beberapa penyebab umum terjadinya kram sebagai berikut seperti dilansir Men’s Health, Selasa (15/7/2019).

1. Salah Sepatu

Mengenakan sepatu yang kaku atau yang memiliki jenis tumit berbeda, dapat ‘mematikan’ aktivitas otot-otot kaki bagian dalam yang seharusnya menstabilkan kaki Anda. Kerja keras dan kelelahan pada otot kaki dapat menjadi kram untuk orang yang rentan terhadapnya.

2. Berolahraga terlalu keras

Ketika otot lelah, cenderung mengalami kram. Hal ini dapat terjadi karena terlalu cepat berolahraga atau berlomba, berlatih berlebihan, atau memaksakan latihan yang tidak biasa dilakukan.

3. Penyakit kronis

Kram tingkat tinggi terlihat pada orang penderita penyakit kronis dimana aliran darah terhambat, seperti penyakit kardiovaskular.

2 dari 3 halaman

Cegah Kram Kaki

Cara Hindari Kaki Kram yang Belum Banyak Diketahui

Ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi kram pada kaki:

1. Pemanasan dan Peregangan

Nicole mengatakn bahwa mengatasi kram terbaik adalah dengan peregangan yang baik. 

2. Acar

Acar dianggap dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit, walaupun hanya bekerja pada beberapa orang. Ada kemungkinan komponen acar yaitu asam asetat yang memicu refleks melalui reseptor mulut sehingga meredakan kram.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Penyakit Tidak Menular Masih Tinggi, Menkes Minta Masyarakat Ubah Perilaku

Liputan6.com, Jakarta Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi tantangan bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 yang diluncurkan pada Senin kemarin. Dari data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, terlihat bahwa nilai untuk sub-indeks Penyakit Tidak Menular menurun di semua daerah.

“Kalau kita tidak berbuat sesuatu, data Litbang menunjukkan kita akan 70 persen naik. PTM di hilirnya, penyakit katastropik. Jadi jelas ini ditunjukkan bahwa di semua kabupaten provinsi, meningkat semua PTM-nya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek di Kuningan, Jakarta, ditulis Selasa (16/7/2019).

Nila mengingatkan, PTM bisa dicegah. Yang terpenting adalah dengan perubahan perilaku. Ketika makan misalnya, gizi harus diperhatikan dengan baik dan seimbang.

“Kalau sudah problem nasional, intervensi dari provinsi pasti, tapi kita juga harus teriak mengatakan ke masyarakat bukan hanya pada tenaga kesehatan.

“Kepada masyarakat, yuk kita ubah perilaku kita, punya hidup sehat, olahraga, cek kesehatan secara berkala, makan sayur dan buah,” Nila menegaskan.

2 dari 3 halaman

Inovasi dan Kolaborasi Multi-sektor

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Balitbang Kemenkes RI luncurkan buku Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat 2018 (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Menkes Nila juga menambahkan, inovasi juga dibutuhkan untuk memanajemen masalah seperti ini. Sehingga, provinsi tidak terus menerus bergantung pada bantuan pemerintah pusat.

“Kita sudah diingatkan sama Presiden, yuk kita berinovasi. Jadi kalau kita tidak punya tapi otak kita jalan, karena kita jalan dan pintar, ayo kita berinovasi,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Siswanto mengatakan bahwa angka IPKM 2018 Indonesia mengalami peningkatan namun beberapa PTM yang masih menjadi masalah bagi pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Di antaranya adalah stroke, penyakit jantung, dan kencing manis.

“Semuanya bisa ditanggulangi dengan mengubah perilaku, gaya hidup sehat, pemberdayaan masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi multisektor, ” kata Siswanto dalam kesempatan yang sama.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Alasan Orangtua Pasien Kanker Anak Perlu Tahu Kebutuhan Nutrisi Buah Hatinya

Liputan6.com, Jakarta – Organisasi non-profit yang peduli pasien kanker anak Indonesia, Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI), selalu membekali para orangtua pasien dengan beragam ilmu. Tidak terkecuali mengenai nutrisi terbaik bagi buah hati.

Ketua YPKAI Steny Agustaf yang mengantongi banyak pengalaman dalam mendampingi pasien kanker anak mengatakan bahwa perubahan terbesar terjadi pada orangtua saat si Kecil didiagnosis dengan kondisi tersebut.

Orangtua merupakan ujung tombak hidup anaknya. Menurut mantan penyiar ini, dengan membekali ayah atau ibu dengan ilmu mengenai nutrisi, mereka jadi bisa menyuguhkan makanan-makanan bernutrisi jempolan untuk anaknya yang kanker itu.

“Sehingga proses perawatan bisa berjalan dengan optimal,” kata Steny seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 15 Juli 2019.

2 dari 3 halaman

Anak dengan Kanker Rentan Malanutrisi

Dokter Spesialis Anak, Cut Nurul Hafifah, mengatakan bahwa seorang anak rentan mengalami malanutrisi, apalagi anak yang merupakan pasien kanker. (Foto : Dokumen Danone Indonesia)

Anak, ditambahkan dokter spesialis anak, Cut Nurul Hafifah, rentan mengalami malanutrisi. Terlebih pada anak dengan penyakit tidak menular seperti kanker.

Cut, mengatakan, anak dengan penyakit kanker umumnya mengalami peningkatan kebutuhan energi dan protein akibat adanya berbagai komplikasi.

“Apabila masalah nutrisinya tidak ditangani dengan baik, anak dengan kanker dapat memiliki konsekuensi seperti stunting, peningkatan risiko komplikasi, menurunnya respons dan toleransi terhadap pengobatan, mudah kambuh, dan menurunnya tingkat kelangsungan hidup,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kebutuhan Nutrisi untuk Anak dengan Kanker

Danone Indonesia Bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning untuk Bicara Gizi untuk anak yang didiagnosis dengan kanker (Foto: Danone Indonesia)

Lebih lanjut, dukungan nutrisi merupakan faktor penting dalam penatalaksanaan pasien penyakit tidak menular pada anak.

Peran status nutrisi tidak hanya untuk mencegah malanutrisi, tetapi juga berdampak baik pada respons terapi, kualitas hidup, hingga biaya pelayanan kesehatan.

Status gizi normal bahkan berhubungan dengan angka kesembuhan kanker lebih baik. Oleh sebab itu, Cut mengimbau agar para orangtua yang sedang merawat anaknya karena kanker bisa memahami hal ini.

“Pemberian asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan anak dengan kanker harus diikuti pemantauan secara rutin ke fasilitas kesehatan, terutama bagi pasien anak dengan kanker yang masih dalam masa 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Cut.

“Apabila tidak ditangani dengan baik, anak akan terancam stunting, yaitu gangguan permanen pada fisik dan kognitif yang disebabkan malanutrisi kronis,” Cut melanjutkan.

Cut mengingatkan bahwa tidak berarti kondisi kognitif anak dapat dinomorduakan walaupun memiliki penyakit tidak menular. 

Arya Permana Bakal Operasi Plastik Minggu Ini

Liputan6.com, Bandung Pasien obesitas Arya Permana asal Karawang, Jawa Barat yang kini berhasil menurunkan bobot tubuhnya, dipastikan akan menjalani operasi bedah plastik pekan ini. Proses operasi bedah plastik yang hendak dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung itu, dilakukan sesegara mungkin usai pemeriksaan kesehatan pada 17 Juni 2019 lalu.

Operasi itu diakukan di empat bagian tubuh Arya Permana yang kulitnya menggelambir yaitu di lengan, kaki, perut dan dada. Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RSHS Bandung Nucky Nursjamsi Hidayat, membenarkan adanya rencana operasi bedah plastik terhadap Arya.

“Iya insyaallah minggu ini akan dioperasi. Nanti ada keterangan resmi ke media dari RSHS,” kata Nucky saat dihubungi melalui telepon, Bandung, Senin, 15 Juli 2019.

Keterangan lain yang diperoleh dari juru bicara RSHS Bandung Reni, pada awalnya keterangan soal rencana operasi bedah plastik terhadap Arya Permana digelar pada hari Jumat pekan lalu. Reni melanjutkan, alasan keterangan resmi soal teknis operasi bedah palstik itu ditunda disebabkan Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi bertugas ke luar kota.

Reni menyebutkan perkembangan terkini penanganan Arya Permana, pasien obesitas asal Karawang, Jawa Barat itu sedang dalam proses intensif persiapan operasi. Bobot Arya terkahir kali diperiksa oleh tim dokter spesialis gizi anak RSHS telah mencapai 85,9 kilogram.

“Secepatnya kita akan adakan jumpa pers. Ditunggu saja waktunya ya,” ujar Reni.

2 dari 2 halaman

Jalani pemeriksaan

Arya Permana bermain ponsel dikediamannya di kawasan Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4). Arya Permana diketahui memiliki berat badan hingga 192 kg, sekarang sudah turun 105 kg menjadi 87 kg pasca operasi lambung. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya pada bulan yang lalu, ketua tim dokter spesialis gizi RSHS Bandung Djulistijo Djais menerangkan, usai dilakukannya operasi bedah plastik untuk Arya, juga harus dicermati dengan baik. Dengan memperkirakan jangka waktu penyembuhan luka sisa operasi yang telah dilakukan.

Hal itu disebabkan, tidak semua pasien yang dilakukan tindakan operasi bedah plastik, lukanya dapat sembuh secara cepat. Sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat dan terukur.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat oleh dokter spesialis bedah plastik. Berat badan Arya tadi sewaktu datang ke poli anak 85,9 kilogram. Kondisinya sehat hanya meninggalkan masalah dibagian kulit tubuh berlipat – lipat di area tertentu. Kami merencanakam ke depan untuk menangani kondisi tersebut dengan meminta bantuan sejawat dokter bedah plastik,” ujar Julistyo.

Kemungkinan besar, jumlah dokter spesialis bedah plastik yang dikerahkan pada saat tindakan operasi sangat banyak. Tujuannya agar durasi pelaksanaan operasi dapat rampung secepat mungkin. 

Waspada Antraks Jelang Idul Adha, Hewan Kurban Harus Ada Surat Dokter

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia meminta masyarakat waspada terhadap antraks. Khususnya, jelang Idul Adha yang jatuh di 11 Agustus 2019.

“Biasanya yang ada setiap tahun adalah antraks yang kita khawatirkan, ada beberapa daerah yang harus dilakukan pemeriksaan lebih ketat,” kata Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan Kementan pada ditemui di Jakarta, ditulis Selasa (16/7/2019).

Dia juga mengatakan bahwa secara keseluruhan, pemeriksaan harus dilakukan pada semua hewan kurban. Hal ini untuk mencegah penyakit menular dari hewan ke manusia seperti antraks, bisa terjadi.

“Secara umum, hewan yang akan dilalu lintaskan harus diperiksa kesehatannya dan harus ada surat keterangan kesehatan dari dokter hewan,” kata Fadjar kepada Health Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Kementan Kirim Surat ke Dinas Terkait

Sejumlah hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (3/9). Untuk harga Kambing dijual dengan harga Rp2,2-5,5 juta, sedangkan harga sapi Rp18-35 juta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Kementan menyatakan sudah melakukan beberapa langkah terkait pencegahan penyakit menular dari hewan ke manusia jelang Idul Adha.

“Kami sudah memberikan surat kepada dinas-dinas di daerah untuk bagaimana memeriksa calon hewan kurban yang baik dan sehat, yang bisa dijamin untuk pemenuhan kebutuhan pada hari raya kurban,” kata

Fadjar mengungkapkan persyaratan utama hewan kurban untuk Idul Adha yang harus terpenuhi adalah harus terjamin kesehatannya.

“Kami harus menjamin agar hewan yang digunakan di hari raya kurban adalah hewan yang sehat,” Fadjar menegaskan.

Dikutip dari Antara, Fadjar mengungkapkan beberapa ciri hwan kurban yang sehat. Beberapa di antaranya adalah pernapasan yang teratur, mampu berdiri tegak, serta tidak ada luka.

Selain itu, beberapa bagian tubuh yang harus diperhatikan antara lain bola mata yang harus terlihat bening, tidak ada pembengkakan, area mulut dan bibir bersih, lidah bergerak bebas, dan air liur cukup membasahi rongga mulut. Bagian anus juga harus bersih dan kotoran terlihat padat.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Menkes Nila Tanggapi Pidato Jokowi Soal SDM

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek menanggapi pernyataan Presiden terpilih Joko Widodo yang mengatakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi salah satu prioritas pembangunan di periode keduanya.

Dalam pidato yang bertajuk Visi Indonesia itu, Jokowi mengatakan bahwa titik dimulainya pembangunan Sumber Daya Manusia adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi, balita, dan anak usia sekolah.

Menkes Nila mengatakan program tersebut sudah termasuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).

“Tugas kita menyelesaikan, menurunkan angka kematian ibu dan anak,” kata Nila dalam sambutannya di peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

2 dari 3 halaman

Jokowi Tidak Ingin ada Stunting dan Kematian Ibu

Presiden RI terpilih 2019-2014, Joko Widodo saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul, Kab Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja serta Wakil Presiden terpilih 2019-2024, KH Ma’ruf Amin. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2016, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara, Angka Kematian Bayi (AKB) berjumlah 24 per 1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatal (AKN) adalah 15 per 1000 kelahiran hidup.

Selain itu, masalah lain terkait SDM adalah stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angkanya mengalami penurunan saat ini menjadi 30,8 setelah di tahun 2013, berada di angka 37,2 persen.

“Tetapi ini kita harus turunkan lima tahun kemudian jadi 19 persen,” kata Nila.

Dalam pidatonya di Sentul, Bogor pada Minggu malam, Jokowi menginginkan tidak ada lagi masalah kesehatan seperti stunting atau kematian ibu dan bayi. Menurutnya, ini bisa mengganggu pembangunan SDM yang merupakan prioritas di periode keduanya menjabat.

“Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ,” kata Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Jaga Keseimbangan pH Miss V dengan Kondom

Liputan6.com, Jakarta Seks rupanya dapat memengaruhi kadar keasaman (ph) pada miss V. pH ini akan membentuk ekosistem bakteri yang sehat.

Menurut konsultan medis Clare Morrison, ph vagina dapat terganggu saat pasangan tidak menggunakan kondom saat bercinta. Ini berkaitan dengan sifat air mani yang bersifat basa.

“Seks memengaruhi pH miss V, terutama jika tidak ada kondom yang digunakan. Ketika tidak menggunakan kondom, air mani sedikit basa dengan pH 7,2 hingga 8,0.

“Efeknya adalah membuat vagina menjadi kurang asam, yang pada gilirannya dapat meningkatkan jumlah bakteri tidak sehat. Jika Anda menggunakan kondom, efeknya akan berkurang,” kata Morrison, dikutip dari Glamour, Senin (15/7/2019).

Dalam hal ini, kondom menjaga keseimbangan ph vagina. Vagina memiliki kadar normal pH asam 3,8 hingga 4,5. Wanita juga bisa menjaga keseimbangan ph vagina melalui makanan.

“Misalnya, yogurt dan minuman yogurt bioaktif, yang mengandung bakteri yang disebut Lactobacillus. Mikroorganisme ini sangat penting untuk kesehatan miss V. Ketika kita konsumsi makanan yang mengandung Lactobacillus, mikroorganisme ini berhasil bertahan melewati sistem pencernaan, lalu masuk ke vagina,” tambah Morrison.

Mikroorganisme Tidak Seimbang

Vagina Alat Kelamin Perempuan
pH vagina yang tidak seimbang. (iStockphoto)

Morrison menambahkan, mikroorganisme vagina yang tidak seimbang berarti mikroorganismenya tidak sehat. Misal, ada bakteri vaginosis, Bacteroides, E coli, dan Staphylococcus berkembang biak di vagina.

“Mikroorganisme di atas dapat menyebabkan keputihan, iritasi, gatal, pegal, dan bau vagina. Beberapa mikroorganisme tidak sehat bahkan dapat menyebabkan terjadi persalinan prematur,” tambahnya.

Selain makanan, cara membersihkan vagina juga berperan penting menjaga keseimbangan pH. Hindari produk-produk kebersihan vagina. Produk tersebut cenderung membuat lingkungan vagina lebih basa.

Membersihkan vagina secara berlebihan akan membasmi bakteri sehat seperti Lactobacillus, yang menjadikan mikroorganisme berbahaya akan mengambil alih,” ujar Morrison. “Cara terbaik untuk membersihkan vagina adalah menggunakan air hangat dan sabun lembut tanpa aroma.”

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Pilih Masturbasi atau Tidur Siang Saat Istirahat Kerja?

Liputan6.com, Amerika Serikat Alih-alih tidur siang, sebagian karyawan di Amerika Serikat memilih masturbasi pada jam istirahat. Kemungkinan besar, hal itu menjadi alasan beberapa pekerja tampak lebih bahagia. Fenomena ini terkuak melalui sebuah survei.

Dalam survei Time Out New York 2015, sebanyak 39 responden memilih masturbasi saat jam istirahat siang kantor.

“Peluangnya adalah banyak rekan kerja masturbasi saat istirahat kerja,” jelas psikoterapis Carlos Cavazos, dikutip dari Mic, Senin (15/7/2019). “Jadi, jika Anda melihat rekan kerja lebih bahagia daripada rekan kerja lainnya, ada kemungkinan dia masturbasi.”

Dulu, sepertiga orang Amerika Serikat lebih memilih tidur siang saat istirahat kantor. Praktik ini menjadi begitu populer sehingga lounge tidur pribadi nan mahal muncul di beberapa kota, dari laporan studi berjudul Nap Time yang dipublikasikan di Pew Research Center pada 2009.

2 dari 3 halaman

Cukup Tidur Siang

Cukup tidur siang boleh saja. (iStockphoto)

Jika Anda tidak dapat memilih, apakah menggunakan istirahat siang untuk tidur siang atau masturbasi, jangan khawatir. Anda tidak harus melakukannya.

“Tidur siang benar-benar akan membuat Anda merasa bersemangat dan tidak lelah. Idealnya sekitar 20 menit (tidur),” ujar Cavazos.

Tidur siang terbukti meningkatkan kognitif, menurut sebuah studi tahun 2003.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Ereksi 3 Bulan, Kakek 81 Tahun Ternyata Idap Kanker Kandung Kemih

Liputan6.com, Australia Ereksi selama tiga bulan ternyata disebabkan kanker kandung kemih yang tidak terdiagnosis. Kakek asal Australia–yang tidak disebutkan namanya–ini tidak mencari bantuan medis untuk permasalahan ereksinya.

Tatkala ereksi yang dirasakan menyakitkan hingga kesulitan buang air kecil baru membuat kakek ini tergerak ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan scan menunjukkan,adanya kanker kandung kemih.

Dokter menyampaikan, kanker kandung kemih sangat parah sehingga menyebar ke jaringan sekitarnya, di perut dan alat kelaminnya.

“Kanker dapat menyebabkan priapisme, yakni ereksi yang bertahan lama dan menyakitkan. Ini karena sel-sel kanker tumbuh dengan cara memerangkap darah di bagian-bagian penism yang berperan untuk ereksi,” jelas dokter Ryan Pereira dari Princess Alexandra Hospital, Woolloongabba, Queensland, dilansir Mail Online, Senin (15/7/2019).

Ahli urologi juga menambahkan, kakek tersebut mungkin mengalami ereksi yang tidak normal. Dalam kasus ini, ereksi hanya dapat mereda ketika kanker yang menjadi penyebabnya diobati, yaitu menghilangkan semua sel kanker.

Sayangnya, kondisi kanker kandung kemih yang parah dan terlambat memeriksakan diri membuat kakek ini meninggal dunia.

2 dari 4 halaman

Darah pada Urine

Ada darah pada urine, tanda kanker kandung kemih. (iStockphoto)

Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam, bahkan bertahan lama dikenal dengan kondisi priapisme mungkin disebabkan obat-obatan. Misal, antidepresan, ganja dan kokain, dan kelainan darah.

Priapisme ganas akibat kanker terjadi pada kurang dari 500 kasus. Hal ini telah dilaporkan dalam literatur, tetapi jumlah pastinya tidak jelas.

Selain ereksi menyakitkan dan sulit buang air kecil, kakek 81 tahun itu mengeluhkan nyeri panggul yang semakin memburuk. Ia mengaku juga melihat darah di urinenya, yang merupakan salah satu tanda paling umum kanker kandung kemih.

3 dari 4 halaman

Bentuk Kanker Langka

Bentuk kanker kandung kemih langka.

Hasil scan yang menemukan tumor berukuran sekitar 3 cm di lapisan dinding kandung kemih dikonfirmasi sebagai bentuk kanker kandung kemih langka, yang disebut plasmacytoid urothelial carcinoma (PUC).

Asap tembakau adalah penyebab umum kanker kandung kemih, terhitung lebih dari sepertiga kasus, menurut National Health Service Inggris. Sang kakek adalah mantan perokok berat.

Ia mulai merokok pada usia empat tahun dan merokok lebih dari 100 bungkus per tahun, menurut para dokter. Pada saat didiagnosis, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di selangkangannya, yang mengakibatkan beberapa area membengkak.

Tim medis berhasil membuang air seni di kandung kemihnya dengan memasukkan kateter ke dinding perutnya. Ketika dokter berdiskusi perawatan paliatif untuk meringankan gejalanya, kesehatan kakek cepat memburuk lalu meninggal.

Laporan kasus ini dipublikasikan pada jurnal BMJ.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tak Hanya Lezat, Matcha Juga Bisa Redakan Kecemasan

Liputan6.com, Jakarta Matcha tengah jadi tren di dunia kuliner saat ini. Nyaris semua minuman dan camilan diberi bubuhan bubuk matcha sebagai varian rasa. Warna hijau segar dan rasa yang khas memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi dunia kuliner. 

Nah, rupanya selain memiliki rasa khas yang lezat, matcha juga menyimpan manfaat menyehatkan terutama dalam meredakan kecemasan. Fakta ini didukung oleh sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods.

Studi yang dilakukan terhadap tikus itu menemukan, perilaku kecemasan pada hewan pengerat itu menurun setelah mereka mengonsumsi bubuk atau ekstrak matcha.

2 dari 2 halaman

Efek menenangkan

Ilustrasi matcha. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Para peneliti mengatakan, teh asal Jepang tersebut memiliki efek menenangkan pada reseptor dopamin dan serotonin yang aktif ketika suatu makhluk mengalami kecemasan, melansir laman Times of India.

“Meskipun diperlukan penelitian epidemiologis lebih lanjut, hasil dari studi kami menunjukkan bahwa matcha yang telah digunakan sebagai bahan pengobatan selama bertahun-tahun, kemungkinan besar sangat bermanfaat bagi tubuh manusia,” ucap Yuki Kurauchi dari Kumamoto University, Jepang.

“Kami berharap penelitian kami akan Matcha bisa memberi manfaat kesehatan bagi dunia,” lanjut Kurauchi.

Cara Aman Ibu Hamil Atasi Nyeri Sendi

Liputan6.com, Jakarta – Nyeri sendi merupakan salah satu gangguan yang menyerang persendian tubuh, yang diakibatkan oleh peradangan. Biasanya nyeri sendi diikuti dengan rasa kaku pada sendi, kemerahan, serta pembengkakan. 

Nyeri sendi bukan hal yang sepele, pasalnya orang yang mengalami nyeri sendi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apalagi nyeri sendi yang menyerang para ibu hamil. Berhubung bobot tubuh semakin bertambah karena adanya sang buah hati, ibu hamil juga suka dihantui dengan kondosi tersebut.

Tapi apakah nyeri sendi pada ibu hamil dapat disembuhkan tanpa obat? Kali ini AsmaraKu bersama dengan dokter spesialis saraf Dewanta dari Rumah Sakit EMC Sentul akan menjawab pertanyaan tersebut. Simak selengkapnya di channel AsmaraKu di Vidio berikut ini.

Anak dengan Kanker Harus Terbebas dari Malanutrisi

Liputan6.com, Jakarta – Permasalahan malanutrisi juga menghantui anak dengan penyakit tidak menular seperti kanker.

Dokter spesialis anak konsultan dari RS Kanker Dharmais, Mururul Aisyi, menjelaskan bahwa saat ini angka kejadian kanker pada anak mencapai sembilan dari 100.000 anak usia 0 sampai 17 yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jenis dan kasus yang beragam.

Kasus yang paling sering di antaranya leukemia, retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring.

Menurut dia, anak dengan kanker memang memiliki tantangan tersendiri, terutama pada fluktasi kebutuhan nutrisi.

2 dari 4 halaman

Hak Pasien Anak dengan Kanker

Ketika Pemenuhan Gizi Anak dengan Kanker (Ilustrasi/iStockphoto)

 Meski didiagnosis dengan kanker anak-anak itu tetap punya hak mempunyai tumbuh kembang dan optimal.

“Justru, mereka butuh asupan nutrisi yang lebih dan harus diperhatikan saat menjalani penanganan medis,” kata dia seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 15 Juli 2019.

Nutrisi yang baik, lanjut Mururul, harus didapat pasien kanker anak guna mengimbangi beban penyakit dan mempertahankan kapasitas fungsional tubuh selama masa perawatan.

Sebab, pasien anak dengan kanker rentan mengalami sejumlah kondisi malanutrisi akibat peningkatan konsumsi energi maupun gangguan absorbsi nutrisi yang dapat disebabkan oleh penanganan atau pengobatan, atau penyakit itu sendiri.

3 dari 4 halaman

Pengaruh Penanganan Kanker pada Anak

Ilustrasi Foto Ibu dan Anak dengan Kanker (iStockphoto)

Menurut Marurul, beberapa jenis penanganan yang dapat memengaruhi kondisi status nutrisi umumnya karena efek samping dari kemoterapi, seperti muntah, anorexia, dan malabsorbsi.

“Hingga peningkatan napsu makan akibat konsumsi obat anti-peradangan seperti kortikoseteroid,” ujarnya.

4 dari 4 halaman

Bicara Gizi untuk Anak dengan Kanker

Danone Indonesia Bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning untuk Bicara Gizi untuk anak yang didiagnosis dengan kanker (Foto: Danone Indonesia)

Oleh sebab itu, kegiatan Bicara Gizi yang diusung oleh Danone Indonesia mengangkat isu penting mengenai kebutuhan nutrisi bagi pasien anak dengan penyakit tidak menular, kanker salah satunya.

“Kami bekerjasama dengan Yayasan Pita Kuning dalam pelaksanaan edukasi nutrisi serta kegiatan hiburan lain guna mencegah malanutrisi kepada pasien anak dengan kanker,” kata External Communication Manager for Early Life Nutrition and Medical Nutrition Danone Indonesia, Desytha Rahma Dwi Utami,

Berdasarkan data yang dikumpulkan Danone Indonesia, terdapat tiga sampai lima persen prevalensi kanker pada anak (sebanyak 4.156 kasus) di Indonesia.

Saat ini, terdapat hingga 60 persen pasien anak dengan kanker yang terdiagnosisi malanutrisi, bergantung apda tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran.

Danone Indonesia menekankan bahwa perlu penelitian lebih mendalam guna mengetahui pasti mengenai kondisi malanutrisi pada anak dengan kanker.

Meski demikian, sebuah studi di RSUP Dr Kandou Manado menunjukkan bahwa 32,3 persen anak berstatus gizi kurang dan 12,9 mengalami obesitas yang dinilai saat akhir induksi kemoterapi.

Tim Kesehatan Mobile Bandara Siaga 24 Jam Tolong Jemaah Haji yang Sakit

Liputan6.com, Jakarta Mabuk perjalanan menjadi salah satu keluhan jemaah haji Indonesia saat baru mendarat di Bandara Madinah atau Jeddah, Arab Saudi. Itu sebabnya pemerintah menempatkan tim kesehatan mobile bandara (tim mobile) yang bakal siaga menolong jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan.

Salah satu jemaah haji dari Embarkasi Palembang sudah mendapatkan bantuan tim kesehatan mobile bandara pada Sabtu, 13 Juli 2019. Saat itu, ia mengalami vomitus (mual dan muntah) saat menaiki bus yang akan mengantar ke hotel. Tak berapa lama, seorang dokter dari tim kesehatan mobile bandara mendatangi bus jemaah haji tersebut sambil membawa emergency kit.

Dokter menduga jemaah haji tersebut mengalami gangguan pencernaan, maka diberikan obat antimual dan antigastritis untuk menghilangkan mual dan muntah seperti dikutip rilis dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kasusnya saat di pesawat ada goncangan, mungkin juga dari kelelahan. Stressornya kelelahan. Ada suasana baru. Kemungkinan juga kurang asupan makan, sehingga terjadi vomitus,” ujar anggota tim kesehatan mobile bandara, dokter Lucky Cahyono.

Salah satu jemaah haji yang sakit saat mendarat di Tanah Suci. (Foto: Kemenkes RI)

2 dari 3 halaman

Siaga di 4 Terminal Kedatangan

Tim kesehatan mobile berjaga di empat terminal kedatangan di Bandara Madinah. Keberadaan tim ini untuk mendeteksi, mencegah dan memberikan respons ketika ada jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan di area bandara Arab Saudi.

Saat jemaah datang, mereka akan mengamati mana jemaah yang sakit, lalu segera memberikan pertolongan jika terjadi sesuatu. Di samping itu juga membantu menyampaikan edukasi kesehatan.

Sampai Minggu, 14 Juli 2019 sudah ada 16 jemaah yang ditangani tim mobile.  Lima di antaranya dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Tim kesehatan mobile diperkuat 20 orang personil yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga farmasi serta didukung oleh 4 orang tenaga pendukung kesehatan. Mereka bekerja 24 jam dalam 3 shift. Mereka siap dengan mobile kit yang berisi obat-obatan emergensi, infus dan peralatan kesehatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

4 Hal Sederhana yang Bikin Anak Semangat Sekolah

Liputan6.com, Jakarta Tahun pelajaran baru dimulai, sebagian besar anak-anak mulai masuk sekolah hari ini. Tentu, sebagai orangtua perlu memberikan dukungan kepada buah hati yang tengah mulai sekolah agar semangat belajar. 

Seperti dilansir dari health.harvard.edu, pengalaman sekolah bisa menjadi hal yang menyenangkan dan menakutkan untuk anak. Ini beberapa tips untuk membantu anak dapat menjalani masa sekolah dengan lancar.

1. Komunikasi

Membicarakan tentang sekolah, persiapan sekolah, bagaimana anak ke sekolah, apa yang akan mereka lakukan, dan bagaimana sekolah akan berakhir dan apa yang terjadi ketika mereka pulang dapat membantu anak yang baru akan pertama kali masuk sekolah. Orangtua harus positif dan mendukung anak bersekolah.

2. Menyiapkan bekal

Tips ini sangat baik untuk anak yang pilih-pilih makanan atau anak yang tidak terbiasa dengan makan bekal. Mencoba membuat bekal dan camilan untuk anak dapat menjadi latihan menyenangkan dan Anda dapat mengetahui selera anak.

Ilustrasi bekal nasi goreng./Copyright shutterstock.com

2 dari 3 halaman

3. Tidur terjadwal

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Anak biasanya tidur 9 hingga 10 jam setiap malam. Mengetahui berapa lama mereka harus tidur untuk bangun pagi dapat bangun dengan segar dan cepat di pagi hari. Mulai jadwalkan tidur anak setidaknya satu minggu sebelum sekolah sehingga anak dapat menyusaikan diri dengan rutinitas.

4. Mengetahui jadwal sekolah anak

Sangat menyenangkan bisa mengetahui anak mengikuti banyak kegiatan di sekolah, namun orangtua harus ingat bahwa anak juga perlu istirahat dan transisi ke sekolah bisa membuat stres pada anak. Jaga jadwal anak tetap ringan hingga ia mulai terbiasa.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Ini Manfaatnya

Liputan6.com, Jakarta Hari pertama sekolah anak adalah salah satu hari bersejarah untuk keluarga. Tak heran di hari ini banyak orangtua yang mengunggah momen mengantar buah hati ke sekolah. Seperti Nycta Gina dan Rizky Kinos yang mengantar Uta, Ryan D’Masiv yang mengantarkan putrinya ke sekolah dan masih banyak lagi. 

Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini, dokter Andyda Meliala, mengatakan bahwa penting untuk orangtua mengantar anak di hari pertama sekolah.

“Memasuki lingkungan baru anak butuh pegangan. Anak perlu merasa aman bersama dengan orang yang memiliki ikatan batin dengan dia, jadi dalam lingkungan baru dia tidak terlalu terkejut”, jelas Andyda.

Lalu, seberapa lama anak harus diantar ke sekolah? Andyda mengatakan bahwa itu tergantung dari masing-masing anak. Ada anak yang pemalu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dilepas mandiri, untuk anak yang sudah matang secara sosial sudah bisa langsung ditinggal.

“Bagi anak-anak yang pemalu, karena itu adalah faktor genetik jadi lebih sulit. Mereka perlu bantuan langkah demi langkah untuk beradaptasi”, jelas Andyda.

Sejumlah murid bersiap mengikuti upacara bendera pada hari pertama sekolah di SDN Pisangan 02, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (15/7/2019). Senin, 15 Juli 2019 merupakan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2019/2020 usai libur panjang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketergantungan anak tidak akan terjadi jika orangtua mengatasinya dengan benar. Jadi, perhatikan tiap individu anak, sebanyak apa yang mereka butuhkan.

Andyda juga mengatakan bahwa masing-masing anak punya waktu sendiri kapan bisa beradaptasi. Orangtua harus secara pelan-pelan menyesuaikan dengan perkembangan anak dalam beradaptasi di sekolah atau lingkungan yang baru.

Penulis: Febrianingsih Alamako

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Menkes Nila Moeloek: Pembangunan Kesehatan Masyarakat Indonesia Membaik

Liputan6.com, Jakarta Pembangunan kesehatan di Indonesia mengalami perbaikan. Hal tersebut tampak pada angka Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tahun 2018 yang mengalami peningkatan. Secara nasional, tercatat nilai IPKM pada 2013 adalah 0,5404, angka tersebut menjadi 0,6087 pada 2018.

Alhamdulillah ternyata terjadi perubahan IPKM, terjadi suatu perbaikan atau kemajuan. Ini barangkali menjadi bukti nyata dari pekerjaan yang kita lakukan,” kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek di Kuningan, Jakarta pada Senin (15/7/2019).

“Ini bukti nyata bahwa kita ada perbaikan dalam pembangunan kesehatan,” tambahnya.

Meski angka IPKM 2018 mengalami peningkatan, masih ada pekerjaan rumah yang harus ditangani pemerintah. Kasus penyakit tidak menular (PTM) hampir di semua daerah masih terhitung buruk. 

“Kalau tidak berbuat sesuatu, PTM kita bisa naik 70 persen. PTM itu ujungnya penyakit katastropik, ” kata Nila kepada awak media.

2 dari 3 halaman

Peran serta masyarakat

Maka dari itu, tidak hanya tenaga kesehatan yang berperan untuk menangani masalah ini. Masyarakat juga harus berperan untuk mencegah PTM. Nila mengatakan, kunci utama di sini adalah pengubahan perilaku.

“Semuanya bisa ditanggulangi dengan mengubah perilaku, gaya hidup sehat, pemberdayaan masyarakat dan yang tidak kalah penting adalah kolaborasi multisektor, ” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes, Siswanto menambahkan.

3 dari 3 halaman

Perbaikan kesehatan per daerah

Bila dilihat per daerah, Bali menduduki peringkat pertama IPKM di tahun 2013 dan 2018, dari 0,6503 menjadi 0,6889. Sementara Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah menyusul di empat peringkat selanjutnya.

Sementara lima peringkat IPKM 2018 terendah dari yang paling tinggi adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Untuk 10 kabupaten/kota peringkat teratas dalam IPKM 2018 dari yang tertinggi adalah Gianyar, Kota Solok, Kota Magelang, Tabanan, Kota Denpasar, Badung, Kota Salatiga, Sarolangun, Sleman, dan Kota Blitar.

Sementara untuk 10 kabupaten/kota peringkat IPKM 2018 terendah dari nilai teratas adalah Pegunungan Arfak, Deiyai, Yalimo, Mamberamo Raya, Puncak, Pegunungan Bintang, Nduga, Tolikara, Dogiyai, dan Paniai.

Adapun, tujuh sub indeks dalam IPKM 2018 adalah: kesehatan balita, kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan, perilaku kesehatan, penyakit tidak menular, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan.

Ketua KPAI Antar Kedua Anaknya Masuk Hari Pertama Sekolah

Liputan6.com, Jakarta Hari pertama sekolah yang bertepatan pada Senin, 15  Juli 2019 ini begitu dimanfaatkan sebagian besar para orangtua. Sebelum berangkat bekerja, orangtua menyempatkan diri mengantarkan putra putrinya ke sekolah.

Momen mengantarkan anak di hari pertama sekolah pun bukan hanya dilakukan seorang ibu, melainkan ayah tercinta juga terlibat. Hal tersebut dilakukan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.

“Awal masuk sekolah menjadi kesan dan kenangan tersendiri untuk anak. Anak juga bertemu dengan teman baru, guru baru, dan lingkungan baru. Kita (sebagai orangtua) ikut mengantarkan dan mendampingi anak sampai sekolah,” tutur Susanto sebagaimana keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, Senin ((15/7/2019).

Untuk memberikan semangat, Susanto mengantar kedua anaknya di hari pertama sekolah masuk di Sekolah Karakter Genius Islamic School Depok, Jawa Barat. Prabu Afkar Jenius, anak sulung Susanto masuk kelas 1 SD, sedangkan Kaisar Mumtaz masuk TK A.

2 dari 3 halaman

Tanamkan Rasa Nyaman

Komisioner Perlindungan Anak KPAI, Susanto, memberikan keterangan pers terkait kondisi bocah D yang ditelantarkan orangtuanya, Jakarta, Jumat (15/5/2015). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Afkar dan Mumtaz terlihat senang saat diantar ke sekolah oleh Susanto, sebelum sang ayah berangkat menunaikan tugasnya di kantor sebagai Ketua KPAI.

Tampak di foto, Susanto yang mengenakan batik cokelat menggandeng tangan kedua anaknya di kiri-kanan. Seragam sekolah juga sudah dikenakan kedua anaknya dengan rapi.

“Mengantar sekolah anak di hari pertama memiliki dimensi yang kaya makna. Ini menanamkan rasa nyaman untuk bersekolah, menumbuhkan gairah cinta belajar, menguatkan kelekatan antara sekolah, dan pengasuhan orangtua, serta beragam nilai positif lainnya,” tambah Susanto.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Menkes Nila: Pembangunan Infrastruktur Bantu Akses Pelayanan Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk membuka akses pelayanan kesehatan.

“Ini juga merupakan yang menguntungkan bagi kita, yaitu akses pelayanan kesehatan untuk di daerah-daerah agar bisa tercapai,” kata Nila seperti disampaikan dalam peluncuran Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Nila mengatakan, selama ini kendala akses masih menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan di Indonesia yang belum bisa diselesaikan. Seringkali pelayanan kesehatan sulit diakses karena transportasi yang tidak begitu baik.

Sebelumnya, presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Minggu malam kemarin mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi program utama yang dilanjutkan di periode kedua pemerintahannya.

Dalam pidato tersebut, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan lebih cepat. Pembangunan infrastruktur besar sebelumnya, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara akan disambungkan dengan kawasan-kawasan produksi rakyat.

“Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata,” kata Jokowi.

Selain itu, dia juga meminta pembangunan infrastruktur besar tersebut harus disambungkan dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Camilan Lezat Kesukaan Ratu Elizabeth II Saat Bepergian

Liputan6.com, Inggris Ratu Elizabeth II (93) rupanya punya camilan lezat yang selalu dinikmati saat bepergian. Hal tersebut diungkapkan mantan koki Ratu, Darren McGrady.

“Sekarang Chocolate Biscuit Cake adalah satu-satunya kue yang selalu dicari berulang kali setiap hari sampai semuanya habis,” ujar McGrady, yang juga menulis buku Eating Royally dilansir dari Express, Senin (15/7/2019).

“Ratu Elizabeth II akan mengambil sepotong kecil setiap hari sampai akhirnya hanya tersisa satu bagian kecil. Ratu pun ingin menghabiskan sendiri seluruh kue itu.”

Sang Ratu sangat menyukai Chocolate Biscuit Cake. Bahkan seorang koki senior yang mengikuti perjalanan Ratu saat naik kereta harus menyisakan kue walaupun sedikit.

Sebenarnya, Ratu Elizabeth II sendiri tidak pernah mengungkapkan, apa makanan kesukaannya. Alasannya sang Ratu takut jika dia mengungkapkan makanan pilihannya, mereka yang menjamunya tidak akan melayani apa pun saat dia berkunjung berkembali.

“Seperti yang dikatakan salah seorang stafnya kepadaku. ‘Jika Ratu Elizabeth II mengatakan dia punya makanan favorit, maka dia tidak akan pernah dilayani sesuatu yang lainnya selain itu saja (makanan yang dipilih),” jelas Gordon Rayner, mantan koresponden kerajaan The Telegraph yang telah meliput lebih dari 20 tur kerajaan Inggris.

2 dari 3 halaman

Air Putih Khusus

Ratu Elizabeth II setibanya di pusat perbelanjaan Lexicon saat berkunjung ke Bracknell, London, Jumat (19/10). Ratu Elizabeth menghabiskan sebagian waktu siangnya untuk mengunjungi department store. (HENRY NICHOLLS/ POOL/AFP)

Ratu Elizabeth II juga menikmati kue Dundee yang ia bawa saat bepergian. Dari laporan The Telegraph tertulis, “Bahkan jika Ratu sedang dalam penerbangan ketika sesi minum teh, maka akan ada secangkir teh, kue Dundee, dan beberapa kue scone dan krim bergumpal.”

Sang Ratu juga meminta jenis air putih tertentu yang diinginkannya. Terlihat saat Ratu dan Pangeran Philip (97) pernah naik kapal kerajaan pribadi, Royal Yacht Britannia, sebelum kapal tersebut dinonaktifkan pada tahun 1997.

Ratu Elizabeth akan meminta air Malvern digunakan membuat tehnya, kata penulis Peter Pigott dalam bukunya berjudul Royal Transport.

Air Malvern hanyalah bagian dari pilihan barang bawaan yang dibawa para bangsawan.

“Untuk setiap kunjungan kenegaraan, keluarga kerajaan membawa lima ton barang bawaan, termasuk air Malvern untuk membuat teh Ratu,” tulis Pigott.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Ekstrak Tomat Mampu Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi kembali membuktikan manfaat luar biasa tomat. Buah bulat berwarna merah itu dapat menghambat pertumbuhan sel kanker perut.

Kanker perut merupakan jenis kanker keempat yang paling banyak umum di dunia. Kanker jenis ini kerap dikaitkan dengan gen, infeksi Helicobacter pylori, pola makan, serta kebiasaan merokok dan makan makanan asin.

Para peneliti di Oncology Research Center of Mercogliano (CROM) Italia menganalisis semua ekstrak tomat guna mencari tahu kemampuan buah tersebut dalam mengatasi kanker perut, melansir laman Times of India.

“Efek antitumor tomat sepertinya tidak terkait dengan komponen tertentu seperti likopen, melainkan buah tersebut harus diperhatikan secara menyeluruh,” ujar Daniela Barone, penelitii di CROM.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cellular Physiology, ekstrak tomat dari varietas San Marzano dan Corbarino diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker ganas.

2 dari 2 halaman

Cara kerja tomat halau kanker

Perawatan kanker dengan ekstrak tomat memengaruhi proses kunci dalam sel yang menghambat kemampuan mereka bermigrasi. Ekstrak tersebut menahan siklus sel melalui modulasi protein dari keluarga retinoblastoma dan mematikan sel kanker melalui apoptosis.

“Penelitian kami memerlukan studi lebih lanjut dari potensi penggunaan nutrisi tertentu, tak hanya pada pencegahan kanker melainkan juga sebagai strategi pendukung dari terapi konvensional,” jelas Antonio Giordani, profesor dari University of Siena, Italia.

Barone mengatakan, spesies tomat berbeda mungkin saja menghasilkan dampak berbeda pada tahap tertentu neoplasma.

Kementan Ingin Generasi Muda Tertarik Bertani dan Beternak

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia berharap agar generasi muda juga bisa bertani atau beternak. Hal ini diungkapkan oleh Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan Kementan.

“Kami ingin jumlah peternak semakin banyak, di samping profesionalisme beternaknya,” kata Fadjar dalam konferensi pers penyelenggaran teater berjudul “SUN” di Jakarta, ditulis Senin (7/15/2019).

Fadjar menambahkan, untuk menarik generasi muda agar bisa menjadi seorang peternak, dibutuhkan cara kampanye yang menarik. Salah satunya seperti dengan pertunjukan seni yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Kementan, Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), serta USAID.

“Ini merupakan salah satu upaya, untuk memperkenalkan apa sih ternak ini, bagaimana sih beternak, apa menariknya. Terutama untuk generasi muda,” Fadjar menambahkan.

2 dari 3 halaman

Jadi Peternak Masih Bisa Untung

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai terobosan untuk memacu produksi, mutu hasil panen dan ekspor produk hortikultura terutama di era digital saat ini.

Meski saat ini banyak anak muda yang kurang tertarik untuk menjadi seorang peternak dan bertani, Fadjar mengatakan bahwa terjun di bidang tersebut sesungguhnya masih tetap bisa menguntungkan secara ekonomi.

“Ini karena dulu orang tua dulu kan bertani dan beternak. Generasi muda ini tidak mengenal akhirnya mencari profesi lain. Padahal sebenarnya, margin dari bertani dan beternak masih besar.”

Tidak hanya kampanye pada kaum muda, Kementan bekerjasama dengan FAO juga menyatakan bahwa mereka telah melakukan beberapa sosialisasi ke peternak dan petani yang ada di beberapa daerah Indonesia.

“Melalui FAO kami sudah datang ke akar rumput, melakukan penyuluhan,” kata Fadjar.

“Tidak hanya soal kesehatan hewan saja, kita juga harus bisa memberikan penjelasan dan memotivasi mereka untuk mencintai bidang profesi beternak dan bertani.”

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Ancaman Penyakit dari Hewan ke Manusia Tidak Pernah Lepas dari Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Indonesia tidak pernah lepas dari kerentanan terhadap penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia atau zoonosis. Salah satunya dikarenakan letak geografis.

“Indonesia ini negara tropis. Dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember, semua makhluk hidup bergerak aktif, beda dengan negara sub-tropis,” kata Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada Health Liputan6.com, ditulis Senin (15/7/2019).

Kondisi tersebut menyebabkan kuman dan virus terus aktif sepanjang tahun. Inilah yang membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap penularan penyakit dari hewan ke manusia.

“Kita memang kaya akan sumber daya alam, makhluk hidupnya banyak. Tapi kita juga rentan karena mikroorganisme yang hidup terus sepanjang tahun,” tambah Fadjar ditemui di Jakarta dalam konferensi pers pemutaran teater kampanye kesehatan hewan.

2 dari 3 halaman

Tidak Akan Hilang

Petugas Dinas Peternakan Brebes Jateng memeriksa ternak di pasar hewan Bumiayu (Liputan6.com / Fajar Eko)

Stephen Rudgard, Perwakilan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), mengatakan bahwa ancaman penyakit menular dari hewan ke manusia akan selalu ada.

Meski begitu, dia mengakui bahwa jumlahnya akan selalu menurun. Hal ini juga dikarenakan kerja keras dari pihak pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

“Kalau mau jujur, tidak akan hilang sama sekali. Karena meskipun satu berkurang, virus yang lain dari luar akan masuk lagi ke Indonesia,” kata Rudgard dalam kesempatan yang sama.

Di sini, pemerintah punya peran untuk melakukan edukasi pada masyarakat, mengawasi seluruh sistem, serta intervensi untuk mencegah penyakit menular dari hewan ke manusia menjadi mewabah.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Keajaiban Zumba untuk Anak dengan Gangguan Autisme

Liputan6.com, Jakarta Olahraga zumba punya manfaat menakjubkan, terutama pada anak yang mengalami Gangguan Spektrum Autisme (GSA) atau disebut juga sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD). GSA atau ASD pada dasarnya merupakan suatu gangguan perkembangan kognitif yang berkelanjutanyang. Dalam hal ini, gangguan akan  berlangsung  seumur hidup.

Gangguan tersebut memengaruhi perkembangan  kognitif (berpikir) dan berbahasa, keterampilan motorik dan sosial. Kondisi tersebut memperlambat kemampuan anak. Ketika anak didiagnosis GSA atau ASD, dia tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, ada hal yang harus dipelajari untuk melatih keterampilan motoriknya.

“Sebaiknya para orangtua mempertimbangkan kelas zumba untuk anak-anak mereka yang mengalami GSA atau ASD. Ini karena zumba menuntut anak-anak mampu mengikuti instruksi koreografi, menyelaraskan tubuh dengan musik, dan mengendalikan laju pernapasan,” ujar spesialis pendidikan Zumba® atau yang resmi disebut Zumba® Education Specialist (ZES), Olivia Febriani dalam keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Senin (15/7/2019).

Latihan keterampilan motorik lewat zumba dapat membantu anak dengan gangguan autisme bisa berbicara, berjalan, bergerak, dan lainnya. Psikolog anak Finandita Utami menyampaikan, olahraga dapat melatih koordinasi gerak tubuh.

“Ada berbagai cara agar kondisi tersebut menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan berolahraga atau melakukan gerakan yang melatih koordinasi tubuh. Dari mata, tangan, kaki, dan sebagainya. Bukan hanya untuk kesehatan, aktivitas fisik juga bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan keterampilan motorik, komunikasi, sosial serta cara berpikir mereka,” jelas Utami.

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Fokus

Zumba bantu anak autisme tingkatkan fokus. (iStockphoto)

Utami menambahkan, suatu rutinitas seperti aktivitas fisik dapat meningkatkan fokus sekaligus melatih kemandirian anak dengan gangguan autisme. Selain itu, aktivitas fisik dapat mengurangi hipersensitivitas.

Anak-anak dengan GSA atau ASD dapat memulai kelas Zumba. Di dalam kelas zumba dengan koreografi yang mudah diikuti, anak dilatih berfokus pada keseimbangan, rentang gerak, dan koordinasi.

“Tentunya, akan ada penyesuaian pada lagu dan gerakan sehingga tidak dibutuhkan usaha keras (untuk anak-anak mengikutinya),” tambah Olivia.

Untuk meningkatkan keterampilan sosial, ada juga kelas zumba yang mana anak akan bertemu dengan anak-anak lain dan belajar  cara berteman. Cara ini meningkatkan keterampilan komunikasi. Apalagi bermanfaat untuk mengembangkan kepemimpinan, kerjasama  regu, dan kepercayaan diri mereka.

“Setiap orang memiliki naluri musik di dalam diri mereka. Menggerakkan tubuh mereka sesuai ritme, merangsang indera dan koordinasi tubuh mereka. Selain itu, mendengarkan musik membuat mereka bahagia,” tutup Olivia.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Gula Rendah Kalori Aman untuk Pengidap Diabetes

Liputan6.com, Jakarta Gula  atau pemanis rendah kalori rupanya aman untuk penderita diabetes melitus. Produk tersebut dapat menjadi pengganti gula pasir. Orang yang menderita diabetes pun tidak perlu takut gula darahnya naik karena konsumsi gula rendah kalori.

Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dante Saksono menyampaikan, masih ada salah persepsi di masyarakat mengenai gula rendah kalori. Sebagaian masyarakat menganggap gula tersebut mengandung glukosa tinggi sehingga tidak aman dikonsumsi, terutama untuk diabetesi.

 “Itu salah satu informasi yang sering keliru di masyarakat terkait pemanis rendah kalori. Nyatanya, pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir sudah lazim dipakai sebagai alternatif penggganti gula. Sudah juga  mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi, sudah terbukti aman dikonsumsi,” kata Dante dalam acara kampanye #BeatDiabetes di Lapangan Banteng, Jakarta, sebagaimana keterangan rilis yang diterima Health Liputan6.com, Minggu (14/7/2019).

Anjuran Kementerian Kesehatan RI, batas maksimum konsumsi gula seseorang hanya empat sendok makan per hari. Kehadiran gula rendah kalori dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang perlu membatasi asupan gula harian. 

2 dari 4 halaman

Bahan Pembuat Gula Rendah Kalori

Bahan pembuat gula rendah kalori. (iStockphoto)

Dokter Kartika Mayasari dari Klikdokter juga pernah menulis, pemanis buatan merupakan pengganti gula dengan kandungan nol kalori dan tidak meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Pemanis buatan ini mempunyai intensitas manis yang lebih besar dibandingkan gula biasa.

American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) menyebut, jika dikonsumsi secara benar, gula buatan dapat menggantikan rasa manis dari gula. Selain itu, gula rendah kalori dapat membantu menurunkan gula darah.

Adapun beberapa bahan dasar yang biasa digunakan untuk membuat gula rendah kalori, sebagai berikut:

1. Aspartam

Pemanis sintetis non karbohidrat yang paling sering digunakan. Meski terbilang aman, konsumsi aspartam juga perlu dibatasi. Dosis yang disarankan adalah tidak lebih dari 50 mg per kg BB (kilogram berat badan).

2. Sorbitol

Salah satu pemanis alternatif yang sering digunakan dalam makanan dan ditemukan dalam berbagai buah-buahan, seperti berry. Rasa manis dari sorbitol mengandung sekitar 60 persen dari sukrosa, tapi kalori yang lebih kecil dari fruktosa. Sukrosa mengandung 4 kalori per 1 gram, sedangkan sorbitol hanya 2,6 kalori per 1 gram.

3 dari 4 halaman

Pemanis Rendah Kalori

Pemanis rendah kalori yang aman. (iStockphoto)

3. Saccarin (sakarin)

Pemanis buatan ini rasanya 300 kali lebih manis dari gula pasir meja, tapi kalorinya jauh lebih rendah. Sakarin sering digunakan produsen yang menamakan produknya bebas kalori. Sakarin tetap memiliki kalori, tetapi dalam kadar yang rendah.

4. Sucralosa (sukralosa)

Pemanis buatan ini dibuat dengan mengganti gugus hydrogen-oksigen pada molekul gula dengan tiga atom klorin. Gula rendah kalori jenis ini biasa digunakan penderita diabetes dan para pelaku diet yang ingin menurunkan berat badan.

Sukralosa punya rasa yang manis layaknya gula pasir yang biasa Anda gunakan sehari-hari. Sayangnya saat dikonsumsi, sukralosa tidak diserap oleh darah, melainkan langsung dikeluarkan bersama kotoran saat buang air besar.

Kadar gula dalam darah pun tidak meningkat setelah Anda mengonsumsi pemanis ini.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Misteri Puluhan Bayi Lahir Tanpa Lengan di Pedesaan Terpencil Prancis

Liputan6.com, Prancis Para ilmuwan tidak menemukan jawaban penyebab sekitar puluhan bayi dilahirkan tanpa tangan atau lengan di pedesaan terpencil Prancis. Ini karena penyelidikan gagal mengidentifikasi penyebab kasus tersebut.

Sebuah laporan sementara yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Prancis pada 12 Juli 2019. Mereka tidak tahu mengapa bayi yang lahir di Ain, Morbihan, dan Loire-Atlantique sejak tahun 2000 mengalami cacat tubuh, yang dikenal sebagai pengurangan ekstremitas atas (upper limb reduction)–tidak mempunyai anggota tubuh bagian tubuh.

Kelahiran bayi tanpa tangan atau lengan telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan publik Prancis. Bahwa mungkin disebabkan beberapa jenis racun dalam makanan, air, udara, serta penggunaan pestisida yang tidak bertanggung jawab.

Dalam laporan sementara yang dikeluarkan Sante Publique France, sebuah agen Departemen Kesehatan Prancis, tidak ada pihak yang memberikan bantuan kepada keluarga yang mencari jawaban penyebab cacat. Konfirmasi data jumlah bayi yang lahir cacat tanpa tangan atau lengan ini masih dilakukan dengan investigasi tambahan, dilansir Mail Online, Senin (15/7/2019).

Investigasi tambahan akan dilakukan di Loire-Atlantique terdekat. Kasus bayi lahir tanpa tangan atau lengan mulai mencuat pada 30 Oktober 2018. Dilansir dari The Local France, sebanyak 11 kasus baru bayi yang lahir dengan tangan yang hilang atau cacat diidentifikasi melalui catatan rumah sakit di daerah Ain, dekat perbatasan Swiss.

Data tersebut diperoleh antara tahun 2000 dan 2014. Sejak saat itu, perkembangan terakhir situasi mulai menarik perhatian publik ketika beberapa laporan tentang jumlah kasus bayi serupa yang luar biasa tinggi juga dilaporkan di Departemen Ain di Perancis timur, Brittany di pantai Barat dan Loire-Atlantique, sebelah selatan dari Brittany.

2 dari 4 halaman

Cacat Lahir

Bayi lahir cacat. copyright shutterstock

Laporan rumah sakit di daerah Ain, dekat perbatasan Swiss juga mengungkapkan, ada tujuh bayi telah lahir tanpa lengan atau tangan antara tahun 2009 dan 2014. Seluruh lokasi temua berada dalam jarak 17 km dari desa Druillat di Departemen Ain di Perancis timur.

Sementara itu, laporan dari Departemen Loire-Atlantique barat di kota Mozeil, tiga bayi lahir yang sama (tanpa tangan atau lengan) antara tahun 2007 dan 2008. Pada tahun 2015, sebuah kota di Brittany diidentifikasi sebagai area baru yang memprihatinkan. Hal ini terjadi setelah seorang dokter menemukan, seorang ibu melahirkan anaknya tanpa lengan antara 2011 dan 2013.

Dalam laporan setebal 265 halaman, para ahli menjelaskan, tidak mungkin menarik kesimpulan yang pasti bahwa faktor lingkungan menjadi penyebab lahir tanpa lengan dan tangan. Laporan tersebut tertulis, ‘Penyaringan studi ilmiah, kuesioner, dan pengujian lingkungan lokal telah dilakukan oleh Sante Publique France, yang belum mengidentifikasi penyebab secara jelas.’

Laporan investigasi kedua tengah dinantukan pada akhir tahun 2019 ini. 

3 dari 4 halaman

Ratusan Kasus per Tahun

Bayi lahir cacat ratusan kasus per tahun. Photo by Romina Ordóñez from Pexels

Epidemiolog Emmanuelle Amar merupakan orang yang pertama kali mengungkap cacat lahir tanpa lengan dan tangan di Ain. Ia menceritakan temuannya pada tahun 2017 lalu. Ada satu bayi yang lahir tanpa lengan. Kedua orangtuanya tinggal di daerah penanaman gandum di tengah ladang jagung dan bunga matahari.

Orangtuanya terus meminta jawaban, apa yang menjadi penyebab anaknya cacat lahir.

“Kami tidak punya jawaban untuk pertanyaan yang sudah kami ajukan,” ujar Samuel Bernard, ayah dari seorang anak perempuan yang lahir pada tahun 2013. Anak perempuannya lahir tanpa lengan kiri yang hilang. Samuel dan keluarga lain meminta penyelidikan independen untuk dilakukan.

Data rumah sakit menunjukkan,kelahiran bayi dengan cacat anggota badan terjadi pada 1,7 dari setiap 10.000 kelahiran atau sekitar 150 kasus per tahun di Prancis. Cacat lahir terjadi karena beberapa faktor, antara lain gangguan kromosom, penggunaan obat atau paparan zat beracun.

Dalam kasus lain, pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, sekitar 10.000 bayi di seluruh dunia dilahirkan dengan cacat atau kehilangan anggota tubuh setelah ibu mereka mengonsumsi obat thalidomide. Obat tersebut untuk menangani mual di pagi hari.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Terungkap, Ini yang Diinginkan Pria Ketika Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Suami atau istri tentu memiliki keinginan atau fantasi yang berbeda ketika bercinta. Beberapa individu mungkin sulit untuk mengomunikasikannya pada pasangan. Namun, sebenarnya tak perlu serumit itu untuk mengetahui keingin pasangan, terutama pria, ketika bercinta.

Melansir laman Daily Star, nyaris semua pria atau suami menginginkan satu hal saat bercinta, menurut seorang cam girl (wanita penghibur daring).

“Menurut pengalamanku, sebagian besar pria yang pernah berhubungan denganku sangat ingin membuat pasangannya orgasme. Jadi kuncinya adalah dengan membiarkan mereka mengeksplorasi dan menunjukkan kemampuan mereka,” buka Betsy pada Daily Star.

2 dari 3 halaman

Percaya diri

Menurut Betsy, banyak wanita yang merasa tidak percaya diri dengan tubuh mereka sehingga menghambat kemampuan mereka untuk orgasme dan menikmati seks.

“Menjadi percaya diri, rileks dan terbuka dengan tubuhmu dan membiarkan pasangan mengeksplorasinya adalah apa yang benar-benar diinginkan para suami,” ujar Betsy.

“Saran terbaikku adalah terbukalah pada suami dan ekspresikan apa yang Anda inginkan ketika berhubungan seks. Itu benar-benar luar biasa ketika Anda bersedia untuk mengeksplorasi. Itulah yang diinginkan pria, untuk memuaskan pasangan dan mengeksplorasi fantasi mereka,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Semakin Tua, Gairah Seks Wanita Semakin Menurun

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi terbaru mengungkap, kesenangan dan gairah seksual menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini terutama berlaku bagi wanita.

Para peneliti dari North American Menopause Society (NAMS) melakukan survei terhadap 4.500 wanita usia post-menopause di Inggris mengenai kehidupan seks mereka. Studi ini mempelajari apa penyebab libido dan kepuasan seks wanita cenderung menurun ketika menopause dan setelahnya.

Studi tersebut mengungkap, kedekatan hubungan, kesehatan, serta faktor fisiologis ikut memengaruhi sesi hubungan intim dan kepuasan seksual pada wanita yang telah melewati masa menopause.

Alasan wanita semakin jarang berhubungan seks ketika usia semakin senja umumnya disebabkan oleh masalah medis, disfungsi seksual, serta gejala terkait menopause dan konsumsi obat dokter.

2 dari 3 halaman

Faktor lain

Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi rendahnya hasrat seks wanita adalah masalah dalam hubungan, dan pandangan mereka terhadap penuaan, melansir laman Dailystar.

“Tantangan terkait kesehatan seksual adalah hal yang umum dialami wanita ketika mereka menua, dan pasangan memiliki peran penting dalam aktivitas seksual serta kepuasan wanita. Masalah yang ikut memengaruhi adalah tidak adanya pasangan, disfungsi seksual pada pasangan, kondisi kesehatan pasangan yang buruk, serta masalah hubungan,” jelas Dr Stephanie Faubion, direktur medis pada NAMS.

3 dari 3 halaman

Disfungsi seks pada wanita

Menyoal disfungsi seksual pada wanita, dr Faubion menyebut vagina kering serta nyeri saat berhubungan seks menjadi masalah terkait menopause yang kerap dialami wanita. “Hanya sedikit wanita yang mencari pengobatan terkait masalah ini, meskipun banyak diantara mereka yang mampu serta tersedianya terapi yang efektif,” lanjutnya.

Studi yang dilakukan NAMS ini menunjukkan, hanya 3 persen dari partisipan yang menggambarkan kehidupan seks yang positif.

Tarot Minggu Ini: Bantulah dengan Ikhlas

Liputan6.com, Jakarta Kartu Tarot Six of Pentacles muncul dalam Tarot Minggu Ini periode 14 – 20 Juli 2019. Simak pesan lengkapnya berikut ini.

Six of Pentacles

Berbagi tidak untuk mengurangi apa yang kita miliki, namun membagikan kebahagiaan untuk mereka yang kurang mampu. 

Berbahagialah jika dalam minggu ini kita mampu membagikan rejeki yang kita dapatkan untuk mereka. 

Bisnis dan Keuangan

Bantulah dengan ikhlas. Bukan lagi perhitungan untung dan rugi. Semesta akan memberikan ganti sesuai dengan hakmu. 

2 dari 3 halaman

Pekerjaan

Terlalu total dalam bekerja. Cobalah lebih rileks. Sesuatu yang jadi hakmu tidak akan terlepas. Luangkan waktu untuk berlibur. 

3 dari 3 halaman

Kesehatan

Kelelahan. Atur lagi waktu istirahatmu. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585