Jenazah korban JT 610 dipulangkan dengan pesawat komersil

Jakarta, (ANTARA News) – Perwakilan komunikasi perusahaan penerbangan Lion Air Ramaditya Handoko mengatakan pemulangan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LPQ JT 160 rencananya akan menggunakan pesawat komersil. 

“Pemulangan jenazah menggunakan pesawat komersil Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air,” kata Ramaditya saat ditemui di lobi Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis. 

Sementara itu, untuk titik pemulangan, Ramaditya menjelaskan, jenazah dapat diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, tergantung daerah tujuan. 

“Pemulangan tergantung rute tujuannya. Untuk hari ini misalnya, jenazah Jannatun Chintya Dewi dipulangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat komersil Batik Air tujuan Surabaya,” sebut Ramaditya. 

Pada prinsipnya, Ramaditya menegaskan, pihak perusahaan akan menyesuaikan jadwal keberangkatan tercepat untuk memulangkan jenazah korban bersama keluarga yang mendampingi. 

Pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Lion Air Group telah menyerahkan satu jenazah yang berhasil teridentifikasi, Jannatun Chintya Dewi ke keluarganya, Rabu malam. 

Prosesi penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Layanan Bandara Lion Air Group Kapten Wisnu Wijayanto di areal RS Polri Kramat Jati. 

Dalam prosesi itu, keluarga menerima surat kematian dari pihak RS Polri untuk keperluan pemakaman, berikut uang tunggu senilai Rp5 juta, uang kedukaan Rp25 juta, dan uang santunan meninggal dunia dari pihak Lion Air. 

Pasca diterima oleh pihak keluarga, jenazah Jannatun pun dipulangkan dengan pesawat komersil Batik Air pada pukul 05.00 WIB, Kamis, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. ***1***

Baca juga: DVI sudah ambil 152 sampel antemortem korban Lion Air
Baca juga: Lion Air berikan uang tunggu Rp5 juta ke keluarga korban JT 610
Baca juga: Black box Lion Air JT 610 ditemukan

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018