Tren Baru Suntik Botoks, Ubah Wajah Galak Jadi Lebih Menyenangkan

Liputan6.com, Amerika Serikat Tren baru resting bitch face (RBF) melalui metode suntik botoks sedang digandrungi para wanita di Amerika Serikat. Permintaan pasien pun banyak yang menginginkan suntik botoks dapat mengubah wajah galak menjadi lebih menyenangkan.

Raut wajah yang menyenangkan pun akan membuat orang lain mudah bergaul di lingkungan sosial. Mereka jadi lebih mudah didekati, orang lain tidak akan takut untuk menyapanya duluan.

“RBF dengan suntik botoks sebenarnya permintaan umum dari pasien. Saya menghadapi beberapa permintaan pasien setiap minggunya,” tutur ahli bedah kecantikan David Shafer, dikutip dari Metro, Senin (23/9/2019).

Beberapa pasien yang menjalani suntik botoks ditambah dengan filler beralasan agar wajah sendiri terlihat lebih menyenangkan dan mudah didekati. Fenomena ini termasuk gelombang baru dalam dunia kecantikan.

2 dari 3 halaman

Suntik Botox pada Area Rahang Wajah

Perawatan terbaru botox dan suntik dari Eurolabskin memudahkan Anda mendapatkan kulit kencang dan lembap tanpa rasa sakit.

Teknik melakukan RBF dapat bervariasi, tetapi ahli bedah kecantikan cenderung menggunakan botoks dan filler untuk membentuk wajah. Penerapan prosedur ini secara harfiah mencegah timbulnya kerutan.

Suntik botoks dan filler menyasar sisi mulut dan garis marionette–yang membentang dari sisi bibir ke bagian bawah dagu, bawah bibir, dan area di antara kedua alis.

Pada umumnya, cara tersebut membuat wajah pasien terlihat lebih bahagia.

“Saya menggunakan suntik botoks pada daerah rahang wajah untuk mencegah kerutan, yang bahkan tidak akan terbentuk,” tambah Shafer.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Konsentrasi Debu Polutan Tinggi, Penyebab Fenomena Langit Merah di Muaro Jambi

Liputan6.com, Jambi Debu polutan dengan konsentrasi tinggi menjadi penyebab terjadinya fenomena langit merah di Muaro Jambi pada Sabtu (21/9/2019). Fenomena tersebut terjadi saat siang hari, yang mana langit terasa gelap layaknya menjelang matahari terbenam di sore hari. 

Kehadiran debu polutan tersebut dipengaruhi kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Siswanto memberi penjelasan fenomena langit merah secara ilmiah.

“Tebalnya asap didukung tingginya konsentrasi debu partikulat polutan berukuran lebih dari 10 mikron (PM10). Pada Sabtu tengah malam, pengukuran konsentrasi PM10 menunjukkan kondisi tidak sehat (373,9 ug/m3),” jelas Siswanto dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, ditulis Senin (23/9/2019).

“Di Muaro Jambi menunjukkan, warna putih dari hasil analisis citra satelit Himawari-8 pada 21 September 2019 mengindikasikan lapisan asap sangat tebal. Jadi, langit merah muncul, yang mungkin terjadi karena kebakaran lahan dan hutan, yang terjadi di wilayah tersebut, terutama lahan-lahan gambut.” 

Konsentrasi Debu Polutan Tinggi

Potret Langit Merah di Jambi Akibat Kabut Asap, Siang Gelap Bak Malam Hari
Potret Langit Merah di Jambi Akibat Kabut Asap, Siang Gelap Bak Malam Hari (sumber: Merdeka.com)

Langit merah di Muaro Jambi juga dikenal dengan fenomena Mie Scattering atau istilah ilmiah dalam bahasa Inggris, yakni Rayleigh Scattering.

Jika ditinjau dari teori fisika atmosfer, langit merah disebabkan  adanya hamburan sinar matahari oleh partikel mengapung di udara yang berukuran kecil (aerosol).  

“Fenomena langit merah dikenal dengan istilah hamburan mie (Mie scattering). Ini terjadi jika diameter aerosol dari debu polutan di atmosfer sama dengan panjang gelombang dari sinar tampak (visible) matahari,” lanjut Siswanto.

“Panjang gelombang sinar merah berada pada ukuran 0,7 mikrometer. Sementara itu, konsentrasi debu partikulat polutan berukuran kurang dari 10 mikrometer sangat tinggi di sekitar Jambi, Palembang, dan Pekanbaru. Tetapi langit yang berubah merah terjadi di Muaro Jambi. Artinya, debu polutan di daerah tersebut dominan berukuran sekitar 0,7 mikrometer atau lebih dengan konsentrasi sangat tinggi.”

Pencemaran Kabut Asap

Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau pada Minggu (15/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Aerosol yang tinggi seperti langit merah yang terjadi di Muaro Jambi dapat mengganggu keseimbangan energi yang dapat memengaruhi perubahan iklim. 

Studi terbaru terkait konsentrasi aerosol berjudul Aerosol-PBL interaction: an important process for haze pollutionmitigation in both megacity and regional scales ditulis Xin Huang, Zinlin Wang, dan Aijun Ding dari School of Atmospheric Sciences, Nanjing University, Nanjing, Tiongkok.

Hasil studi yang dipublikasikan di EGU General Assembly pada 2019, aerosol tinggi dapat mengurangi radiasi matahari yang masuk. Bahkan meningkatkan intensitas pencemaran kabut asap. 

Ketika aktivitas matahari berkurang, tutupan awan menjadi minimum. Tutupan awan dapat menimbulkan efek pemanasan (efek rumah kaca) sebesar 13 persen, dari jurnal berjudul Analisis Pengaruh Aktivitas Matahari Terhadap Perubahan Iklim, yang ditulis Frendi Ihwan Syamsudin pada 2018.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Kontroversi Larangan Susu Cokelat Beredar di Sekolah

Liputan6.com, New York Usulan larangan penyediaan susu coklat di sekolah umum kota New York, Amerika Serikat memicu kontroversi. Pada 6 September, enam anggota kongres New York mengirimkan surat kepada Wali Kota Bill de Blasio dan Menteri Dewan Pendidikan Richard Carranza. Mereka menyuarakan keprihatinan terhadap potensi penghilangan susu dengan varian rasa di sekolah.

Dilansir dari laman Today, perwakilan dari Biro Peternakan New York mengirimkan surat. Dalam surat tersebut diungkap bahwa susu dengan rasa memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak mendapat nutrisi seperti kalsium, vitamin D dan kalium.

Surat itu mengutip beberapa studi (sebagian disponsori oleh produsen susu) yang menyatakan bahwa murid yang minum susu dengan varian rasa mendapat asupan vitamin harian yang direkomendasikan dibandingkan mereka yang minum susu tanpa rasa. Studi tersebut juga tidak menunjukkan keterkaitan antara konsumsi susu dengan rasa dan kenaikan berat badan pada anak.

Dalam surat itu, terdapat pula argumen bahwa larangan itu akan merugikan ribuan peternak sapi yang mengolah susu.

Juru bicara New York City of Education Will Mantell tidak menjelaskan kapan pelarangan susu cokelat itu akan dilaksanakan. Namun berdasarkan keterangan tertulisnya yang dilayangkan pada laman Today, Mantell menyebut, “cukup adil untuk mengatakan bahwa kami terus mereview pilihan menu nutrisi dan apakah anak-anak menyukainya.”

2 dari 3 halaman

Los Angeles dan Detroit Mencabut Larangan Susu Cokelat

Meski banyak anak menyukai susu cokelat, pihak yang pro pada kebijakan penghapusan konsumsi susu dengan rasa berargumen hal itu merupakan cara untuk membatasi asupan gula pada anak. Menurut American Heart Association (AHA), anak-anak di AS umumnya mengonsumsi gula tiga kali lebih banyak dari konsumsi harian yang dianjurkan. Pada 2016, AHA merekomendasikan asupan gula pada anak tak lebih dari enam sendok teh per hari.

“Prioritas kami adalah kesehatan para murid. Dan setiap hari, kami menawarkan pilihan makanan grati yang sehat dan enak, yang sesuasi standar USDA,” ujar Mantell.

Mantell menambahkan, saat ini sekolah umum di New York menyajikan minuman soda, tapi terkait susu, merek hanya menyajikan pilihan susu non-fat atau low-fat. Sebelumya, Washington DC, San Fransisco, Rochester, Minnesota, Los Angeles, dan Detroit juga memilih untuk meniadakan susu dengan rasa. Namun, Los Angeles dan Detroit kini mencabut larangan itu dan memperbolehkan susu dengan rasa manis disajikan di sekolah-sekolah.

Sementara sekoah-sekolah di New York City hendak melarang adanya susu cokelat, bagian negara lain di AS justru mencari cara untuk meningkatkan asupan produk susu harian. Beberapa negara bagian bahkan menerima bantuan dari asosiasi pengusaha susu untuk mendirikan kedai kopi di sekolah-sekolah menengah atas sehingga para remaja bisa mendapat protein ekstra dan kalsium, meski dalam bentuk latte.

3 dari 3 halaman

Pro-Kontra Warganet

Beberapa warganet mendukung pelarangan minuman dengan kadar gula tinggi, meski minuman tersebut juga mengandung kalsium. Namun sebagian lainnya mengatakan, pelarangan susu cokelat sudah berlebihan.

Pakar diet dan ahli gizi dari NYU Langone Hospital, Brooklyn, New York Norma Reid-Archibald mengatakan susu cokelat merupakan alternatif yang baik bagi anak-anak yang tidak suka minum susu tawar.

“Aku memerlukan pilihan lain untuk mereka, di dalamnya ada kalsium, vitamin D, dan potassium. Semuanya penting,” ujar Reid-Archibald. “Tak perlu khawatir mengenai kandungan gula di dalamnya, karena itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan asupan harian yang dikonsumsi para murid,” ujarnya.

Masing-masing produk susu cokelat memiliki kandungan gula dan kalori yang berbeda-beda. Namun, rata-rata susu cokelat memiliki 25 hingga 30 persen kalori dan kandungan gula dua kali lebih tinggi dibandingkan susu tawar biasa.

Hingga saat ini, pelarangan susu cokelat di New York City masih belum ditentukan. “Belum ada keputusan terkait susu cokelat,” kata Will.

Penulis : Selma Vandika

Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Indonesia Raih Apresiasi Dunia

Liputan6.com, New York Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang dikembangkan Kementerian Kesehataan RI sejak 2003 mendapat apresiasi dunia. Apresiasi tersebut diberikan oleh peserta pertemuan Partnership for Maternal, Newborn, and Child Health (PMNCH) Accountability Breakfast 2019: Accountability for Women’s, Children’s, and adolescents’ Health at the Center of Universal Health Coverage (UHC), di Westin Hotel Grand Central, New York, Amerika Serikat, (22/9/2019).

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M(K), yang diundang sebagai salah satu panelis dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa perhatian Kementerian Kesehatan RI terhadap perkembangan dan permasalahan kesehatan remaja sangat besar.

“Indonesia telah mengembangkan PKPR ini sejak tahun 2003 dengan tujuan untuk mendorong penyedia layanan kesehatan khususnya Puskesmas mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, sesuai dan memenuhi kebutuhan remaja yang menginginkan privacy, diakui, dihargai dan dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan,” ungkap Nila Moeloek dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Nila menjelaskan bahwa PKPR tidak hanya menyediakan perawatan kesehatan klinis namun juga memberikan pendidikan kesehatan yang menargetkan sekolah dan masyarakat umum. Program dilakukan melalui kerja sama para pekerja kesehatan dengan lintas sektor, swasta maupun organisasi kemasyarakatan. Program juga disediakan untuk remaja yang putus sekolah dengan menyediakan pos kesehatan berbasis komunitas dan terpadu untuk remaja.

2 dari 2 halaman

Dikembangkan secara nasional

Program ini, menurut Nila, telah dikembangkan secara nasional, dan telah menyediakan layanan kesehatan dasar serta pendidikan yang melibatkan kader remaja. Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan WHO telah menyelenggarakan South-East Asia Region dan National Youth Town Hall di Jakarta pada bulan Maret 2019 untuk mendorong keterlibatan aktif pemuda dan remaja dalam peningkatan kesehatan bagi mereka.

PMNCH juga mengapresiasi upaya Indonesia bersama WHO menyusun data terpilah mengenai kesehatan ibu dan anak yang dianalisa lebih lanjut dengan Public Health Development Index (PHDI). Indeks memuat 30 indikator dengan 7 diantaranya terkait kesehatan ibu dan anak.

Nila menjelaskan, “Indeks ini telah digunakan untuk menyusun prioritas, perencanaan dan alokasi sumber daya secara lebih tepat sasaran”. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Kemenkes berhasil menetapkan 120 kabupaten/kota perlu mendapat program prioritas untuk percepatan pembangunan kesehatan ibu, bayi baru lahir, anak dan remaja.

PMNCH mengapreasiasi upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan best practices Indonesia ini dapat menjadi referensi bagi negara-negara lainnya.

Partisipasi Menkes sebagai panelis dalam pertemuan PMNCH Accountability Breakfast 2019 merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja menghadiri Pertemuan High Level Meeting on Universal Health Coverage Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada tanggal 23 September 2019.

Gangguan Mental Menular atau Tidak?

Liputan6.com, Jakarta Sebagian orang meyakini bahwa gangguan mental seperti kecemasan atau depresi dapat menular, sama mudahnya seperti penularan flu. Hal itu diungkap oleh sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Memory & Cognition.

Para partisipan dalam studi beranggapan mereka bisa “terjangkiti” kondisi serupa setelah berinteraksi dengan individu yang hidup dengan kecemasan, penyalahgunaan alkohol, anoreksia, bahkan schizoprenia. Faktanya, para ahli mengatakan bahwa penyakit mental tidak menular. Meski begitu, ada kemungkinan kita menyerap emosi serta kebiasaan orang-orang yang hidup di dekat kita.

Jadi, bila sahabat atau anggota keluarga Anda ada yang mengalami gangguan kecemasan konstan dan selalu selalu khawatir atau stres, Anda akan bisa mulai merasa hal yang sama. Bahkan Anda mungkin akan menyadari adanya perubahan mood pada diri sendiri setelah mengunjungi saudara yang tengah depresi.

“Emosi itu menular karena kita makhluk sosial yang merespons pada lingkungan,” ujar psikolog klinis dan forensik Judy Ho, PhD. “Penularan emosi adalah perasaan atau cara mengekspresikan emosi serupa pada orang-orang di sekitar Anda karena perasaan mereka membuat Anda mempercayai bahwa Anda harus memiliki reaksi emosi yang sama. Kita melihat orang lain untuk merespons sesuatu dan penularan emosional adalah bentuk ekstrem hal tersebut,” jelasnya.

2 dari 4 halaman

Lebih rumit dari tertular flu

Namun, merasakan kecemasan yang serupa dengan yang ditunjukkan oleh teman Anda tak berarti Anda memiliki gangguan kecemasan seperti mereka. Ini karena penyakit mental tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lainnya seperti flu. “Disfungsi psikiatri dan psikologis bukanlah disebabkan oleh agen penularan karenanya seseorang tidak bisa ‘tertular’ dari individu yang sakit,” asosiat profesor psikiatri Gail Saltz, MD menjelaskan.

Penyakit mental lebih rumit daripada tertular flu karena seseorang bersin di dekat Anda, atau merasa stres karena gangguan kecemasan sahabat Anda sedang muncul, melansir laman Health.com.

“Penyakit mental dianggap disebabkan oleh berbagai faktor genetika, biologis, maupun lingkungan,” Ho menjelaskan. “Menurut temuan, sebagiannya bersifat diturunkan, karena penyakit mental cenderung dialami oleh orang-orang yang keluarganya juga memiliki gangguan mental. Faktor lingkungan seperti trauma, pelecehan semasa kecil, atau bahkan paparan kondisi negatif atau racun sebelum lahir juga dikaitkan dengan penyakit mental.”

3 dari 4 halaman

Bicarakan dengan ahlinya

Bila Anda khawatir memiliki gangguan mental, sebaiknya periksa apakah ada anggota keluarga yang mengalami hal itu, alih-alih mengkhawatirkan menghabiskan waktu dengan inividu yang hidup dengan masalah mental.

“Interaksi sosial bisa meningkatkan risiko diagnosis penyakit mental bisa jadi karena fakta bahwa emosi bisa dengan mudah menyebar dari satu orang pada orang lainnya,” ujar Ho. “Tapi emosi hanyalah semntara dan tidak mewakili penyakit mental yang memerlukan pengobatan.”

Bila Anda merasa masih tidak yakin, Anda bisa berkonsultasi pada terapis untuk mengetahui apakah terpengaruh oleh orang dengan penyakit mental atau tidak.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Waktu Terbaik untuk Cek Tekanan Darah di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Penyakit hipertensi tidak bisa didiagnosis hanya dengan satu kali pengukuran tekanan darah. Selain melakukan cek di klinik, seseorang harus terlebih dulu melihat tensi dengan mengukurnya secara mandiri.

Menurut Yuda Turana, dokter spesialis saraf dan anggota dewan pembina Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, bila ada mencurigai apakah terkena hipertensi atau tidak, ada beberapa cara untuk mengukur tekanan darah di rumah.

“Kalau untuk diagnosis, sebaiknya diukur sampai 10 hari, di mana pengukuran hari pertama itu diabaikan,” kata Yuda dalam temu media di Jakarta beberapa waktu yang lalu, ditulis Senin (23/9/2019).

Untuk waktu pengukuran, lakukan di pagi sekitar setengah jam setelah bangun tidur, serta usai buang air kecil atau sebelum mengonsumsi obat. Selain itu cek juga pada malam hari sebelum tidur.

2 dari 3 halaman

Lakukan Dengan Posisi Duduk

Dianjurkan untuk Kita Rutin Mengecek Tekanan Darah agar Terhindar dari Hipertensi Sekali Setahun (Ilustrasi/iStockphoto)

Untuk pengukuran tekanan darah Yuda juga menyarankan agar aktivitas ini dilakukan dengan posisi duduk.

“Diukur dalam posisi duduk. Sebaiknya lakukan dua sampai tiga kali sekali pengukuran. Di pagi dan di malam sebelum tidur yang dilakukan sama,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta ini.

“Dilihat selama tujuh sampai 10 hari. Kalau kurang atau sama dengan 135 itu bukan, tapi kalau lebih dari itu bisa berarti hipertensi.”

Untuk risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular sendiri bisa meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dam malam hari memperlihatkan tekanan darah sistolik di atas 145 mmHg dan jika tekanan darah di klinik di atas 150 mmHg.

Di sisi lain, bagi mereka yang sudah memiliki kondisi hipertensi haruslah secara rutin memantau tekanan darah agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih mematikan seperti stroke.

“Kalau tujuan pengobatan tentu tergantung seberapa terkontrol tekanan darahnya. Ada yang mungkin mau setiap hari silahkan, kalau tidak sempat ya tiga kali seminggu,” kata Yuda menjelaskan.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

3 Tipe Pengendara Saat Memilih Tempat Parkir, Kamu yang Mana?

Liputan6.com, Jakarta Ada hal menarik terkait parkir. Rupanya setiap orang memiliki kecenderungan berbeda terkait pemilihan titik parkir. Setidaknya ada studi yang meneliti hal itu.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Statistical Mechanics menunjukkan gaya orang parkir ke dalam beberapa kategori. Di antara beberapa kategori itu, ada satu yang dianggap paling superior.

“Haruskah seseorang parkir jauh dari lokasi yang dituju, mudah mendapat titik parkir, tapi kemudian harus berjalan jauh? Atau, haruskah seseorang mencari tempat yang paling dekat ke lokasi yang dituju tapi mungkin akan sulit mendapatkan titik parkir yang tepat?” ucap penulis studi sekaligus fisikawanPaul Krapivsky dan Sidney Redner, melansir laman New York Post.

Studi yang dilakukan oleh Krapivsky dan kawan-kawan menemukan ada tiga tipe gaya parkir, yakni: penurut, bijaksana, dan optimistis. Individu yang punya kecenderungan sopan dan penurut dalam urusan parkir tak akan membuang waktu mencari titik parkir yang diinginkan, mereka akan mengambil lokasi yang paling memungkinkan ditemukan pertama kali.

Sementara pada para pengendara yang optimistis, mereka bersedia mengambil risiko dan akan berkeliling mencari titik parkir yang ideal. Di antara pengendara yang sopan dan optimistis, ada tipe yang bijaksana, mereka akan melewatkan titik parkir pertama yang ditemukan tapi tak akan menghabiskan waktu sebanyak tipe optimistis untuk mendapat titik parkir ideal.

2 dari 2 halaman

Mana yang paling efektif?

Lantas strategi parkir mana yang terbaik? Para fisikawan sepakat memilih tipe yang bijaksana karena menghabiskan paling sedikit waktu. Pengemudi optimistis menempati urutan kedua, sedangkan mereka yang langsung memilih titik parkir yang pertama dianggap bodoh.

Para peneliti memilih pengendara yang bijaksana sebagai yang terbaik karena tipe ini menghabiskan sedikit waktu dalam keseluruhan proses parkir. Sementara strategi parkir dari mereka yang langsung memilih titik parkir yang pertama terlihat dianggap tidak seefisien dua strategi lainnya. 

Nah, di antara ketiga tipe pengemudi itu, yang manakah gaya kamu dalam memilih tempat pakir?

Dikira Gigitan Serangga, Bintik Merah di Kaki Pria Ini Ternyata Tanda Kanker

Liputan6.com, Jakarta Siapa menduga bahwa benjolan kemerahan serupa gigitan serangga di tubuh seseorang ternyata bisa menjadi tanda penyakit serius seperti kanker?

Mike Balla (46) asal Ohio merasakan nyeri tak biasa di kakinya pada Agustus 2018. Dia menduga hal itu disebabkan oleh semacam gigitan serangga. Balla memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta ke dokter pribadi. Namun, setelah dua minggu tersiksa akibat kondisi itu dan mengonsumsi dua ronde pengobatan antibiotik, dia pun memutuskan untuk periksa ke rumah sakit.

Balla terkejut dengan hasil diagnosis dokter di unit gawat darurat Cleveland Clinic Fairview Hospital. Dokter mengatakan, benjolan kemerahan di kakinya itu merupakan tanda kanker darah.

“Aku bilang, ‘Anda pasti di ruangan yang keliru… Aku kemari untuk memeriksakan gigitan serangga di kakiku,'” cerita Balla, melansir laman New York Post.

Namun, dokter menjelaskan bahwa bintik tersebut bukanlah akibat gigitan serangga melainkan indikasi myeloid leukimia akut, tipe kanker yang menyasar darah serta tulang sumsum. Jenis kanker itu bisa berkembang cepat kecuali segera ditangani.

2 dari 2 halaman

Bebas kanker

Balla kemudian dipindahkan ke kampus utama rumah sakit tersebut di hari yang sama. Dia mulai menjalani kemoterapi. Menurut para dokter, gejala leukemia Balla ditemukan pada waktu yang tepat. Usai menjalani satu bulan rawat inap, kondisi kesehatan Balla menunjukkan kemajuan. Balla mendapat transplantasi sumsum tulang belakang dari saudara lelakinya pada Desember 2018 dan mulai proses penyembuhan.

Kanker Balla muncul lagi pada Mei 2019. Tapi kondisinya kembali membaik setelah menjalani sesi kemoterapi. Kini Balla dinyatakan bebas kanker. Dia menggunakan kisahnya untuk mengingatkan orang-orang agar tak mengabaikan gejala penyakit yang tampaknya sepele.

“Aku telah belajar bahwa kita harus mendengarkan tubuh kita dan memeriksakannya,” ujar Balla.

Sementara menurut dr Aaron Gerds, onkolog dari Cleveland Clinic, jenis kanker yang dialami Balla sangat berbahaya. “Itu disebut akut karena jika tidak segera diobati bisa menyebabkan kematian dalam hitungan minggu atau hari.”

Tarot Minggu Ini: Kebahagiaan yang Dinanti Akhirnya Muncul

Liputan6.com, Jakarta Kartu The Empress muncul dalam Tarot Minggu Ini periode 22 – 28 September 2019. Apa pesan yang disampaikannya untuk peruntungan Anda minggu ini?

The Empress 

Ada kebahagiaan yang sudah lama dinantikan akan muncul dalam minggu ini. Harapan yang besar akan adanya kesejahteraan dari hasil yang sudah kamu tanam sebelumnya. 

Bisnis dan Keuangan

Peluang bisnis baru yang cukup bagus. Jangan malu dan ragu untuk belajar pada ahlinya. 

2 dari 3 halaman

Pekerjaan

Ada apresiasi yang bagus terhadap hasil kerja kerasmu selama ini. Terimalah dengan senang hati. Jadikan sebagai motivasi supaya lebih baik lagi ke depannya. 

3 dari 3 halaman

Kesehatan

Saat yang tepat untuk merencanakan kehamilan. Tingkat kesuburan yang bagus. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

Hasrat Seksual Wanita Menurun dalam 4 Tahun Pertama Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta Hasrat seksual wanita untuk bercinta makin menurun setelah mengikat ikatan perkawinan. Temuan tersebut hasil penelitian terhadap lebih dari 4.000 pengantin baru.

Para ahli memperingatkan, perubahan hasrat seksual ini menjadi salah satu alasan utama terjadinya gesekan (masalah, perbedaan pendapat) dalam perkawinan.

“Kami menemukan hasrat seksual wanita untuk berhubungan seks di kamar tidur turun hingga 16 persen selama empat tahun pertama pernikahan,” tulis ketua peneliti James McNulty dalam studinya, dikutip dari The Sun, Minggu (22/9/2019).

Kondisi serupa juga berlaku bagi wanita yang memiliki anak atau tidak memiliki anak (dalam waktu empat tahun pertama pernikahan).

2 dari 4 halaman

Hasrat Seksual Pria Tidak Berubah

Hasrat seks pria tidak berubah. copyright shutterstock.com

Berbeda dengan wanita, hasrat seksual pria terhadap keintiman tidak berubah. Hasrat seksual sama tingginya setelah periode bulan madu berakhir, apa pun kondisinya.

James, psikolog dari Florida State University memberikan penjelasan, pria yang baru menikah memang menginginkan seks lebih banyak dengan pasangan.

“Penurunan hasrat seksual (seperti yang dialami wanita) selama tahun-tahun menjadi pengantin baru mungkin penyebabnya sebagian berasal dari berkurangnya kebutuhan (kepuasan) yang ada pada pasangannya,” tulis James dalam studinya yang dipublikasikan Archives of Sexual Behavior.

3 dari 4 halaman

Mengurangi Perselisihan

Perbedaan hasrat seksual bisa mendorong pasangan saling memahami. Photo by Wesner Rodrigues from Pexels

Di antara 4.000 responden, sebanyak 207 pasangan pengantin baru ditanya tentang hasrat seksual. Ini juga berkaitan dengan setiap perubahan keadaan keluarga, seperti memiliki anak dan kepuasan pernikahan setiap enam bulan selama empat tahun.

“Temuan kami dapat meyakinkan beberapa pasangan, ketidakcocokan hasrat seksual pada pengantin baru adalah normal dan khas,” James menerangkan.

“Pengakuan yang lebih besar atas ketidakcocokan dalam hasrat seksual pasangan justru mendorong pasangan (belajar) menerima dan memahami apa yang menjadi masalah. Pada akhirnya, perselisihan dalam pernikahan bisa berkurang.”

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tarot Cinta: Melangkahlah Keluar dari Zona Nyaman

Liputan6.com, Jakarta Kartu The Chariot muncul dalam Tarot Cinta periode 21 – 27 September 2019. Simak penjelasannya berikut ini:

The Chariot

Hanya kamu yang dapat mengendalikan dirimu. Akan ada pergerakan dan perubahan yang cukup berarti. Jaga selalu arahnya sesuai dengan yang kamu kehendaki. Jaga juga keseimbangannya. 

Jomblo

Beranilah keluar dari zona nyamanmu. Halau ketakutan dan trauma masa lalumu. Melangkahlah! Perubahan terjadi atas kemauanmu. Jangan takut! 

PDKT

Kendalikan hatimu. Lakukan PDKT yang cukup intens dengan satu orang. Fokuslah! Atur emosimu. 

2 dari 3 halaman

Pacaran dan Menikah

Pacaran

Ketika situasi yang terjadi kurang bisa dikendalikan, apa yang akan kamu lakukan? Tetaplah fokus. Inilah kesempatanmu untuk lebih memahami pasanganmu. 

Menikah 

Tidak semua masalah dapat selesai dengan perpisahan. Carilah solusi yang lebih bijaksana dan dewasa. Pertimbangkan segala sesuatu, untung ruginya. 

3 dari 3 halaman

Saran Cinta

Kartu Tarot The Magician

The Magician 

Kamu memiliki keajaiban dalam dirimu. Sadari dan maksimalkan potensimu. Tidak ada masalah yang lebih besar dari dirimu. Semua pasti dapat selesai dengan baik. Keluarkan energi cintamu, lembutkan hatimu, lihatlah dengan jernih. Ada kebaikan dalam setiap peristiwa dan perjumpaan di minggu ini. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

Pemprov Kalimantan Tengah Tambah Mobil Oksigen untuk Masyarakat Terdampak Kabut Asap Karhutla

Liputan6.com, Jakarta Jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Kalimantan Tengah akibat kabut asap semakin bertambah. Tim Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pun terus bergerak menangani masalah yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu.

Hingga memasuki minggu ke-37, jumlah penderita ISPA di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 3.792 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan minggu ke-36, sebesar 3.394 orang. Ada kenaikan 398 orang.

Tim Kesehatan pun menambah armada mobil oksigen hingga berjumlah 7 unit. Sebelumnya, hanya tersedia 2 unit bus oksigen. Kini, ada 2 bus besar, 2 bus kecil, serta 3 ambulans. Dalam dua hari terakhir, mobil oksigen telah melayani sekitar 352 orang.

Penambahan armada mobil oksigen bertujuan untuk memperluas wilayah layanan, terutama wilayah yang belum terjangkau serta memudahkan akses masyarakat yang jauh dari rumah oksigen. Nantinya, jumlah mobil oksegen akan terus ditambah, mengutip siaran tertulis yang diterima Liputan6.com.

“Iya ada penambahan jumlah armada hari ini, besok rencana mau saya tambah 1 atau 2 unit. Saya tambah untuk memperluas wilayah, kita sudah petakan mana yang belum dijangkau,” kata penanggung jawab mobil oksigen, Sofia Wirda.

2 dari 2 halaman

Disambut baik oleh masyarakat

Mobil Oksigen berikan layanan udara bersih bagi warga Kalimantan Tengah yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI)

Sofia menambahkan bahwa keberadaan mobil oksigen mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah warga yang menggunakan layanan mobil oksigen.

Sofia mengatakan, keberadaan mobil oksigen mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu tampak dari jumlah warga yang memanfaatkan layanan mobil oksigen. 

“Respons masyarakat lumayan ya, bisa dilihat dari video testimoni mereka. Jumlah kunjungan juga terus meningkat rata-rata 2 mobil 75-80 orang/hari,” imbuhnya.

Guna menangani korban kabut asap, Kementerian Kesehatan RI juga sudah mendistribusikan 12.040 kotak masker karet, 15 ribu masker karet, 3 purifier, 10 rompi, dan 25kg MPASI. Sedangkan Tim Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah sudah membagikan 557.450 masker, 7.120 masker N95, Ailin/Cendo Lyteers Tetes Mata 164 botol, Ventolin Nebu 100, serta Oxycan 349 botol.

Waktu Tunggu Operasi Penyakit Jantung Bawaan Bisa sampai 3 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Jangka waktu menunggu operasi penyakit jantung bawaan bisa sampai tiga tahun. Waktu tersebut bukanlah sebentar, bahkan risiko penyakit semakin memburuk pun bisa saja terjadi.

Dokter spesialis jantung konsultan Radityo Prakoso menerangkan, waktu tunggu operasi jantung bawaan yang lama dipengaruhi jumlah ahli jantung bawaan.

Ahli penyakit jantung bawaan masih terbilang sedikit, tidak sampai 100 orang. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah kasus penyakit jantung bawaan di Indonesia.

“Data Indonesian Heart Association menyebut, jumlah penyakit jantung bawaan di Indonesia mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup. Artinya, 9 banding 1.000 kelahiran setiap tahunnya,” terang Radityo saat ditemui di BSD, Tangerang, ditulis Senin (23/9/2019).

2 dari 2 halaman

Memperburuk Kondisi Jantung

Kondisi jantung bisa buruk. (iStockphoto)

Ada risiko yang mengintai pasien saat menunggu operasi penyakit jantung dalam rentang tiga tahun tersebut.

“Menunggu selama tiga tahun bisa saja memperburuk jantung. Bahkan mengakibatkan kebocoran jantung yang lebih parah,” Radityo menambahkan.

Di sisi lain, penanganan alternatif melalui terapi intervensi tanpa bedah sudah diterapkan dalam beberapa dekade. Pasien pun tidak harus menjalani operasi terbuka.

Terapi tanpa bedah menggunakan prosedur intervensi dengan kateter (transcatheter closure). Namun, tak semua pasien bisa menjalani prosedur ini.

“Keuntungan intervensi kateter memang komplikasinya relatif lebih rendah dan waktu pemulihannya juga singkat, tetapi hanya dokter yang bisa mengetahui, pasien mana yang perlu dioperasi dan mana yang hanya diintervensi dengan kateter,” lanjut Radityo.

Infeksi Jamur Mematikan, Pria Ini Harus Kehilangan Mata Kanannya

Liputan6.com, Amerika Serikat Infeksi jamur mematikan mengakibatkan seorang pria–yang tak disebut-namanya–kehilangan mata kanan. Mata kanan yang terinfeksi jamur tersebut tidak mempan atau kebal terhadap obat-obatan.

Salah satu cara untuk menyelamatkan nyawa pria dari infeksi jamur adalah dengan mengangkat mata kanan. Jamur mematikan yang kebal (resisten) terhadap obat dikenal dengan nama candida auris.

Jenis jamur ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 2006, tetapi sudah menyebar ke seluruh dunia dengan laju yang makin cepat.

Melansir Insider, Minggu (22/9/2019), kasus pria Amerika Serikat yang terinfeksi jamur candida auris dilaporkan dalam jurnal berjudul Panophthalmitis From Candida auris. Jurnal tersebut diterbitkan di Annals of Internal Medicine pada 9 September 2019.

Infeksi jamur candida auris di mata kanannya membuatnya menjadi buta, menurut peneliti Vinayak Shenoy. Mata kanan pria itu pun harus diangkat untuk mencegah penyebaran komplikasi.

2 dari 4 halaman

Lemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Lemahnya sistem kekebalan tubuh membuat infeksi jamur makin parah. (iStock)

Pada awalnya, pria berusia 30 tahun itu mencari bantuan medis. Ini karena ia tidak bisa melihat menggunakan mata kanannya.

Setelah dokter memeriksanya, terungkap pria tersebut juga menderita HIV dan sifilis. Dua infeksi menular seksual yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat infeksi jamur candida auris bertahan.

“Dia juga mengaku merasakan gejala, seperti kelelahan, iritasi pada mata kanan, dan titik buta di tengah bidang visualnya. Selang dua hari kemudian, dia bangun dan benar-benar tidak bisa melihat dari mata kanannya. Diagnosis awal, dokter menyampaikan, matanya tidak responsif terhadap cahaya selama tes mata yang diberikan,” tambah Vinayak.

Dokter memberikan resep berbagai antibiotik dan obat antijamur ditambah obat untuk mencegah terkena herpes.

Di sisi lain, dokter merasa prihatin, obat-obatan tersebut mungkin tidak mempan karena kemampuan candida auris yang cepat berevolusi dan mampu melawan obat-obatan.

3 dari 4 halaman

Darah Menggumpal

Darah menggumpal akibat komplikasi infeksi jamur. (Sumber: PIxabay)

Dokter yang menangani kasus ini juga khawatir, pria itu mungkin mengembangkan suatu kondisi yang disebut cavernous sinus thrombosis.

Kondisi saat darah seseorang menggumpal di daerah antara rongga mata dan otak karena infeksi. Trombosis sinus kavernosa menyebabkan kematian sekitar 30 persen kasus.

Akhirnya, dokter menawarkan operasi mata untuk mencegah kondisi yang mengancam jiwa, tetapi pria itu menolak. Setelah dijelaskan kondisinya berbahaya dan bukti dari laboratorium, pria itu setuju untuk menjalani operasi mata.

Dua minggu setelah operasi mata, ia menerima antibiotik dan perawatan antijamur.

“Kondisi pria itu membaik. Setelah dipulangkan, dia tidak pernah kembali untuk tindak lanjut sehingga dokter tidak yakin bagaimana nasibnya sekarang,” lanjut Vinayak.

Meskipun begitu, para dokter mengatakan, kasus ini menggambarkan, bagaimana infeksi candida auris dapat mengubah hidup, terutama pada seseorang yang punya sistem kekebalan lemah.

4 dari 4 halaman

Kasus Infeksi Jamur di Amerika Serikat

Kasus infeksi jamur di Amerika Serikat. (iStockphoto)

Centers for Disease Control and Prevention melaporkan, tujuh kasus candida auris pertama di Amerika Serikat pada Agustus 2016.

Pada Mei 2017, total 77 kasus dilaporkan di New York, New Jersey, Illinois, Indiana, Maryland, Massachusetts, dan Oklahoma.

Setelah melihat orang-orang yang berhubungan dengan 77 kasus pertama, CDC menetapkan bahwa jamur yang menyebar cepat telah menginfeksi 45 lebih dan menganggap candida auris sebagai ancaman mendesak.

Pada 30 Juni 2019, ada 725 kasus candida auris yang dikonfirmasi di Amerika Serikat saja.

Jika Status Karhutla Darurat, Perlu Ada Beberapa Sarana di Lokasi Pengungsian

Liputan6.com, Banjarmasin Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut beberapa sarana yang dibutuhkan di lokasi pengungsian bila status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan memasuki darurat dan warga dipertimbangkan untuk mengungsi.

Dalam hal ini, kelompok rentan terdampak asap, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) mendapat prioritas tinggi untuk mengungsi.

“Psikolog dan dokter anak dibutuhkan ketika status darurat karhutla. Guru-guru juga perlu ada untuk kepentingan proses pembelajaran bagi anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD di lokasi pengungsian,” papar Komisioner KPAI Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Minggu (22/9/2019).

“Sarana bermain di pengungsian bisa juga disediakan. Ya, agar anak-anak tetap ceria dan punya aktivitas rutin yang menyenangkan. Jadi, stres pada anak selama bencana asap dapat bekurang.”

KPAI juga mengingatkan pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait dari sekarang dapat menyiapkan lokasi pengungsian. Persiapan ini sebagai upaya ketika akan mengevakuasi kelompok rentan terdampak kabut asap karhutla.

2 dari 3 halaman

Alternatif Lokasi Pengungsian di Banjarmasin

Pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bahwa hutan dan lahan sengaja dibakar di Kalimantan pada 20 September 2019. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Adanya sarana yang dibutuhkan di lokasi pengungsian juga hasil pembelajaran KPAI dari penjelasan lengkap tentang kejadian karhutla pada tahun 2015. Pada waktu itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan berhasil melakukan evakuasi anak-anak beserta ibunya, wanita hamil, dan lansia dari Kalimantan Tengah (Palangkaraya) ke Kalimantan Selatan (Banjarmasin).

“Mereka menyebutnya sebagai kelompok rentan yang paling terdampak dari bencana asap. Lokasi pengungsian berada di Komplek Banjar Indah Permai, Kota Banjarmasin. Awalnya, WALHI Kalimantan Selatan mengelola (lokasi pengungsian) dengan dukungan swadaya masyarakat,” terang Retno.

“Jadi, para pengungsi ditampung di rumah-rumah warga. Kemudian anak-anak juga punya ruang bermain dan belajar. Dan memang tersedia di lingkungan komplek tersebut.”

Pengalaman WALHI Kalimantan Selatan saat mengelola evakuasi para pengungsi kabut asap tahun 2015 tersebut bisa dijadikan rujukan sekaligus alternatif pemerintah. Bahwa Banjarmasin dapat dipertimbangkan menjadi salah satu wilayah evakuasi kelompok rentan untuk mengungsi.

Apresiasi keberhasilan Walhi Kalsel saat evakuasi warga terdampak asap karhutla dari Palangkaraya ke Banjarmasin pada 2015 disampaikan KPAI.

“Mereka mampu melakukan evakuasi yang sangat ramah anak,” tutur Retno, yang melakukan pengawasan terkait karhutla di Banjarmasin pada 19-21 September 2019.

3 dari 3 halaman

Merampas Hak Anak

Pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bahwa hutan dan lahan sengaja dibakar di Kalimantan pada 20 September 2019. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Fokus KPAI terhadap kelompok rentan terdampak kabut asap karhutla, khususnya anak-anak termasuk bagian melindungi mereka dari dampak asap. Bencana kabut asap telah merampas hak-hak anak, seperti hak atas udara dan lingkungan bersih, hak sehat, hak belajar/sekolah, hak bermain, dan hak istirahat.

“Jika kualitas udara di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat makin tidak sehat, bahkan masuk indeks sangat berbahaya. Maka, pemerintah pusat dan provinsi perlu mempertimbangkan evakuasi kelompok rentan tersebut dari lokasi kabut asap ke provinsi terdekat, yang lebih aman dan kualitas udaranya baik,” Retno menambahkan.

Sampai saat ini Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dalam kondisi status siaga bencana, belum masuk status darurat. Namun, hasil diskusi WALHI Kalimantan Selatan dan KPAI sepakat pemerintah seharusnya menyiapkan segala kemungkinan dalam masa siaga jika mencapai status darurat.

Misal, penyiapan mobil oksigen, rumah aman asap, makanan bergizi, snack, dan minuman yang diperlukan anak-anak. Tujuannya agar mereka tetap sehat selama kejadian kabut asap.

Lidah Baru untuk Rebecca Berasal dari Kulit Lengannya

Liputan6.com, Nottingham Seorang wanita yang didiagnosis menderita kanker lidah menjalani operasi untuk menggantikan lidah dengan menggunakan bagian kulit dari lengannya. Rebecca Patterson diberi kabar mengejutkan tak lama setelah ia bertunangan pada April 2019.

Rebecca rupanya mengalami luka di lidah dan bercak putih pada mulutnya selama sekitar delapan tahun lalu. Pada awalnya, para dokter mendiagnosis sariawan oral, tetapi Rebecca, yang berasal dari Nottingham, Inggris kian lama merasa sangat kesakitan. Bahkan ia hampir tidak bisa berbicara dan makan.

Setelah didiagnosis kanker lidah, ia baru-baru menjalani operasi selama 11,5 jam yang melelahkan untuk mendapatkan “lidah baru”.

“Anda tidak akan pernah bisa mempersiapkan diri saat mendengar kata-kata ‘Ini kanker lidah,'” kata Rebecca, dikutip dari Metro, Minggu (22/9/2019).

“Aku duduk di ruang konsultan mencoba memproses apa yang terjadi dengan berpikir, ‘Apakah aku akan mati? Apakah aku akan kehilangan lidah? Bagaimana kehidupan akan kembali normal? Duniaku telah hancur berkeping-keping. Aku ingat mengatakan ini kepada konsultan, ‘Aku tidak bisa begitu saja menderita kanker lidah, hidupku dengan tunangan baru saja dimulai.’”

2 dari 3 halaman

Lidah dari Kulit Lengan

Operasi pengangkatan lidah. (iStockphoto)

Demi terbebas dari kanker lidah dan menjalani kehidupan yang normal, Rebecca menjalani operasi pengangkatan lidah. Lidah baru pun dibentuk dari kulit di lengannya.

Ahli bedah mengangkat sisi kanan lidah Rebecca, lalu mengambil kulit serta arteri dari lengan kiri untuk membangun lidah baru. Tim dokter juga mengangkat kelenjar getah bening kanan di leher dan dua gigi belakangnya sehingga lidah yang baru akan pas terpasang di mulut.

“Saat bangun dari tidur di ranjang rumah sakit, aku menemukan lenganku dibalut perban. Dua selang keluar terpasang leherku, yakni trakeostomi (selang untuk salurna udara, bernapas) dan selang makanan,” lanjut Rebecca.

“Sementara menjalani pemulihan di rumah sakit, kondisiku mengalami banyak pasang surut. Aku tidak bisa berbicara selama seminggu. Hanya bisa berkomunikasi melalui tulisan. Takut juga kalau selang trakea juga bocor. Lenganku rasanya seperti mati rasa. Gerakan leher sangat terbatas.”

Rebecca juga tidak bisa melakukan apa pun secara mandiri. Ia mengandalkan perawat untuk mencuci, berpakaian, dan memindahkan tubuh. Ia merasa terjebak di dalam tubuh sendiri seakan berada di titik terendah sepanjang masa.

Kini Rebecca sudah pulang ke rumah. Ia sedang berjuang mengembalikan hidupnya menjadi normal.

3 dari 3 halaman

Sulit untuk Makan

Setelah operasi bentuk lidah, Rebecca sulit makan. (sumber: iStockphoto)

Walaupun sudah pulang ke rumah, Rebecca masih sulit untuk makan. Aktivitas mandi pun tidak mudah dilakukan.

“Waktu makan jadi sulit karena aku harus makan makanan yang dihaluskan, aku terengah-engah. Aku juga tidak bisa mandi dengan mudah. Bekas luka di lengan belum sembuh dan butuh bantuan orang lain ke kamar mandi,” ujarnya, dikutip Nottingham Post.

Pemulihan Rebecca juga dibantu psikolog. Perawat yang merawat Rebecca merujuknya ke Clinical Psychology Cancer Service di King’s Mill Hospital untuk membantu pemulihan dukungan emosional Rebecca bertemu psikolog klinis, Sanchia Biswas. Kondisi psikologis Rebecca perlahan-lahan pulih. Ia mampu menerima kondisi yang dialaminya sekarang.

Banjarmasin Bisa Jadi Lokasi Alternatif Evakuasi Kelompok Rentan Terdampak Kabut Asap

Liputan6.com, Banjarmasin Jika bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai memasuki status darurat, Banjarmasin dipertimbangkan sebagai lokasi tujuan evakuasi bagi keompok masyarakat yang rentan terdampak kabut asap. Kelompok rentan tersebut yakni anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Pertimbangan terhadap Banjarmasin terkait pengalaman kejadian karhutla pada 2015 silam. Ketika itu, Banjarmasin berhasil menjadi lokasi tujuan evakuasi bagi kelompok rentan kabut asap dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pada waktu itu, anak-anak balita dan SD bersama ibunya, wanita hamil, dan beberapa lansia yang terpapar kabut asap karhutla mengungsi dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Selatan (Banjarmasin).

“Lokasi pengungsian saat itu di Komplek Banjar Indah Permai, Kota Banjarmasin. Evakuasi dilakukan 22 dan 25 Oktober 2015. Para pengungsi kembali ke rumah masing-masing pada 2 November 2015,” jelas Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Minggu (22/9/2019).

Informasi tersebut diperoleh Retno dari pemaparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan saat melakukan pengawasan langsung ke Banjarmasin pada 19-21 September 2019 terkait bencana karhutla di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera.

KPAI mengunjungi kantor WALHI Kalimantan Selatan yang memiliki pengalaman melakukan evakuasi kelompok rentan terdampak kabut asap.

Kualitas Udara yang Kian Membahayakan

Kebakaran Hutan
Pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang sengaja dibakar. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

KPAI mendapatkan penjelasan melalui video mengenai wilayah yang terbakar, posisi serta jumlah titik titik api di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Kondisi terkini pada September 2019, indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah tercatat pernah mencapai Indeks 2000.

Padahal, indeks kualitas udara dalam rentang 300 saja, kondisi sudah membahayakan. Untuk Pontianak, Kalimantan Barat, indeks kualitas udara pada 17 September 2019 di atas 370, yang berarti dalam kategori berbahaya, terlebih lagi untuk lansia dan anak-anak yang berusia 13 tahun ke bawah.

Saat ini, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dalam kondisi status siaga bencana, belum masuk status darurat. Walaupun begitu, hasil diskusi KPAI an WALHI Kalimantan Selatan sepakat, pemerintah seharusnya menyiapkan segala kemungkinan di masa siaga jika mencapai status darurat.

“Kami sepakat pemerintah seharusnya menyiapkan segala kemungkinan jika mencapai status darurat, seperti penyiapan mobil oksigen, rumah aman asap, makanan bergizi, snack, dan minuman yang diperlukan anak-anak. Tentunya, agar mereka tetap sehat selama kejadian kabut asap. Penting juga dipersiapkan lokasi yang menjadi tempat pengungsian saat evakuasi kelompok rentan akan dilakukan,” tambah Retno.

Pertimbangan Evakuasi

Kebakaran Hutan
Pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang sengaja dibakar. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

KPAI menekankan, jika kualitas udara di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat terus-menerus tidak sehat, bahkan masuk indeks sangat berbahaya akibat karhutla, yang mana pemerintah menetapkan status darurat.

Pemerintah pusat dan provinsi perlu mempertimbangkan evakuasi anak-anak beserta ibunya, lansia manula dan wanita hamil dari lokasi kabut asap menuju provinsi terdekat yang lebih aman.Lokasi pengungsian juga harus kualitas udaranya lebih baik.

“Kami juga mengingatkan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait dari sekarang menyiapkan lokasi pengungsian. Ini sebagai persiapan ketika terjadi evakuasi kelompok rentan,” terang Retno.

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Misteri Penyakit Gagal Ginjal yang Dialami Pekerja Pertanian di Amerika Tengah

Liputan6.com, Amerika Tengah Pada tahun 2014 dan 2015, kasus penyakit gagal ginjal yang misterius menyebabkan puluhan ribu orang di Amerika Tengah meninggal dunia. Banyak dari mereka berusia 30-an dan 40-an tahun yang mendadak mengalami kegagalan fungsi ginjal.

Peneliti Cecilia Sorensen dalam tajuk rencana edisi terbaru yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine menyebut, bentuk gagal ginjal baru yang misterius ini sebagai ‘penyakit modern di era perubahan iklim.’

“Kita tahu perubahan iklim memperburuk penyakit manusia, seperti memperburuk penyakit kardiovaskular,” tulis Sorensen, seorang dokter pengobatan darurat yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Colorado, dikutip NPR, Minggu (22/9/2019).

“Tapi ini juga salah satu yang pertama kali diidentifikasi bahwa penyakit ini mungkin tidak akan terjadi jika bukan dipengaruhi suhu global yang ekstrem.”

Sementara kasus gagal ginjal misterius sebagai penyebab kematian nomor dua di Nikaragua dan El Salvador pertama kali dilaporkan pada 1990-an. Penyakit ini adalah tipe baru dari gagal ginjal yang aneh.

Pemotong tebu dari perkebunan di Nikaragua, El Salvador, dan Guatemala datang ke klinik dengan penyakit gagal ginjal stadium akhir. Padahal, beberapa tahun sebelumnya, orang-orang itu berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna.

Bahkan mereka tidak punya riwayat diabetes, hipertensi atau faktor lain yang mungkin menjelaskan mengapa mereka mengalami gagal ginjal.

2 dari 4 halaman

Pekerja Pertanian di Amerika Tengah

Ilustrasi – petani memanen padi yang terendam. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Di antara kasus-kasus awal, hampir semua pasien melakukan pekerjaan di bidang pertanian, khususnya di dataran rendah sepanjang Pantai Pasifik. Kemudian penyakit gagal ginjal bentuk baru juga ditemukan di lokasi serupa, yang mendera penambang, nelayan, dan pekerja pabrik industri panas.

Tetapi sebagian besar orang yang meninggal akibat gagal ginjal di Amerika Tengah adalah pekerja pertanian yang relatif muda.

“Kami mulai menyadari, ada proses penyakit yang sangat mirip sedang dianalisis di India dan Sri Lanka,” lanjut Sorensen. “Karena terlihat hampir identik. Ini memengaruhi pekerja pertanian di daerah panas. Ada juga laporan tentang hal itu terjadi di Afrika dan Timur Tengah.”

Sorensen masih bertanya-tanya, apakah penyakit mematikan ini akibat dari pemanasan global. Jawaban itu tidak mudah dipastikan.

“Sangat sulit untuk membuktikan orang ini sakit karena perubahan iklim,” tambahnya. “Yang dapat kami katakan penyakit ini terjadi di bagian dunia yang mengalami pemanasan (ekstrem) yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mana dikaitkan dengan perubahan iklim.”

3 dari 4 halaman

Kehilangan Fungsi Ginjal

Hilang fungsi ginjal. (iStockphoto)

Profesor epidemiologi dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, Neil Pearce mempelajari penyakit gagal ginjal selama bertahun-tahun.

“Gagal ginjal baru adalah fenomena yang sangat tidak biasa. Saya telah melakukan pekerjaan di bidang ini selama 40 tahun dan sangat tidak biasa menemukan sesuatu seperti ini,” jelas Pearce. Ia ragu perubahan iklim adalah penyebabnya.

Pearce melacak para pekerja di Nikaragua lantas menemukan, selama periode dua tahun beberapa dari mereka kehilangan sepertiga fungsi ginjal.

“Ini mungkin karena stres panas dan kondisi kerja yang sangat buruk di Amerika Tengah. Tetapi kalau berkaitan dengan perubahan iklim agaknya bukti itu lemah,” lanjut Pearce.

Ia tidak berpikir kenaikan suhu global selama beberapa dekade terakhir akan menyebabkan perubahan signifikan dalam kesehatan masyarakat. Pearce juga mencari kasus gagal ginjal di tempat lain dengan kondisi iklim yang serupa dengan dataran pantai Pasifik Amerika Tengah, misal Peru utara dan Malawi, tapi belum menemukannya.

“Jika Anda pergi ke India selatan, ada desa-desa yang sangat dekat satu sama lain. Beberapa dari mereka ada yang menderita kegagalan fungsi ginjal, lainnya tidak. Mereka bekerja di lingkungan yang sama-sama panas,” Pearce berkata.

“Ya, ada sesuatu yang sangat aneh terjadi. Benar-benar menarik secara ilmiah, apa yang menyebabkannya.”

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Sakit Radang Tenggorokan Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Reumatik?

Liputan6.com, Banten Peradangan dalam tubuh bila tidak diobati dengan benar dan tuntas, bisa menyebabkan penyakit jantung reumatik (rheumatic heart disease/RHD). Ketika kondisi tersebut tidak tertangani dengan benar bisa menimbulkan gagal jantung yang berakibat kematian.

“Ini bukan reumatik pada sendi ya melainkan katup jantung mengalami gangguan akibat proses peradangan yang awalnya tidak tertangani dengan benar atau dengan tuntas,” ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ario Soeryo Kuncoro, saat ditemui di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten usai konferensi pers Annual Scientific Meeting of the Indonesia Heart Association (Asmiha) ke 28.

Peradangan ini terjadi berkali-kali pada tubuh, salah satunya berawal dari radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus tipe A. Biasanya, ini terjadi saat anak-anak usia sekolah SD sampai SMP.

Karena terjadi berulang-ulang, ditambah proses penyembuhan yang tidak tuntas, menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga bakteri tersebut menyerang katup jantung.

“Ini yang bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Terlebih, biasanya akan baru disadari dan gangguan terjadi ketika sudah berusia 20 sampai 30 tahun,” jelas Ario.

2 dari 2 halaman

Gejala: Gampang Sesak Napas dan Mudah Lelah

ilustrasi sesak napas (sumber: iStockphoto)

Biasanya gangguan yang datang adalah gampang sesak napas, mudah lelah, hingga nyeri pada dada. Bila sudah begini, dokter akan mendiagnosis dan menangani sesuai tingkat kerusakan katup jantung.

“Penanganannya sudah pasti berbeda, ada yang katup bocor atau penyempitan, akan dilihat oleh dokter yang menangani,” tuturnya.

Di Indonesia, kasus penyakit jantung reumatik ini masih sering ditemukan. Angkanya masih tinggi, hal ini lantaran tidak adanya deteksi dini pada saat peradangan awal terjadi.

Berbeda dengan negara Asia lainnya, yang kasus seperti ini sudah jarang terjadi.

“Untuk Singapura dan Malaysia bisa 0, atau hampir tidak ada. Sebab deteksi dininya yang dilakukan dengan baik,” tutur Ario.

Sehingga, jangan meremehkan ketika gejala radang tenggorokan menyerang. Lalu, biasakan batuk untuk menutup mulut, mencegah penularan bakteri via air liur. “Serta hidup sehat, gemar berolahraga dan perhatikan asupan makan,” ujarnya. 

3.600 Dokter Jantung se-Asia Berkumpul Bahas Penanganan Terkini Kardiovaskular

Liputan6.com, Tangerang Sekitar 3.600 dokter jantung atau kardiolog dari 10 negara Asia berkumpul di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten untuk mengikuti Asean Federation Cardiology Congress (AFCC) ke 24. Berbagai kasus penyakit jantung yang sering terjadi di masing-masing negara dibahas secara tuntas, mulai dari gejala sampai tingkatan terparah.

Kegiatan yang diselenggarakan dari Jumat hingga Minggu, 22 September 2019 itu, berbarengan juga dengan Annual Scientific Meeting of the Indonesia Heart Association (Asmiha) ke 28.

“Awalnya kami menargetkan ada 3 ribu kardiolog yang ikut serta dari 10 negara anggota, namun ternyata melebihi bisa mencapai 3.600 lebih, dan ini terbanyak pesertanya dalam sejarah terbentuknya organisasi ini,” ungkap Ketua Panitia Asmiha 2p19, dr Antonia Anna Lukito, saat menggelar press konferens di ICE BSD.

Jumlah abstrak atau artikel ilmiah yang masuk pun bisa mencapai 6000an. Semuanya terpajang apik di area pameran kegiatan.

Setiap kongres selalu ada tema kasus dalam penanganan penyakit jantung. Tahun ini, para kardiolog Indonesia mengangkat tema penanganan ‘Penyakit Jantung Rematik’.

“Untuk kasus ini di Indonesia masih banyak terjadi, meski di negara seperti Malaysia dan Singapura angkanya sudah minim. Tapi pada kongres kali ini dibahas, kupas tuntas penanganannya,” ujar Antonia.

2 dari 2 halaman

Berbagi Informasi

Jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung, perlu memperhatikan beberapa hal. (iStock)

President Asean Federation of Cardiology, dr Anwar Santoso mengatakan, melalui kongres ini, setiap kemajuan dan perkembangan ilmu serta teknologi di bidang kardio di dunia ini, bisa mendapatkan informasi terbarunya.

“Kami percaya, pertemuan AFCC ini akan merangsang pertukaran ide kreatif dan seirama dengan upaya pencapaian target penurunan penyakit kardiovaskular sebanyak 30 persen pada 2030 nanti,” tuturnya di kesempatan yang sama.

Makanya, bukan hanya delegasi dari 10 negara anggota yang tergabung dalam Asean Federation of Cardiology saja yang hadir. Melainkan delegasi dari organisasi serupa dari Amerika, negara-negara Eropa, serta Jepang. 

Kemiskinan Mempercepat Penuaan

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak faktor yang memengaruhi penuaan pada seseorang. Seperti kita tahu bahwa genetik, gaya hidup, dan lingkungan merupakan sejumlah faktor yang mempengaruhi bagaimana kita menua.

Dalam penelitian terbaru, diketahui bahwa kemiskinan yang dialami saat dewasa mungkin menyebabkan seseorang lebih cepat mengalami penuaan. Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada European Journal of Ageing.

Percobaan dilakukan terhadap 5.500 orang usia paruh baya menggunakan sejumlah tanda penuaan seperti kemampuan fisik, fungsi kognitif, dan tingkat peradangan.

Hasil ini kemudian dibandingkan dengan pendapatan partisipan selama 22 tahun menjelang tes ini. Pendapatan tahunan yang 60 persen di bawah rata-rata tergolong miskin.

“Kami telah menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesulitan finansial dan penuaan dini. Hal ini penting untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat,” terang peneliti Rikke Lund, profesor dari University of Copenhagen.

“Dengan hasil temuan ini, kami menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan indikator kuat penuaan dini, pengetahuan ini bisa digunakan untuk mencegah masalah,” sambungnya.

2 dari 2 halaman

Penelitian Lewat Aneka Tes

Untuk temuan ini, partisipan telah melalui sejumlah tes fisik dan kognitif. Tes ini dilakukan untuk menunjukkan kekuatan secara umum serta fungsinya.

Para peneliti mengukur kekuatan genggaman partisipan, berapa banyak mereka bisa bangkit dan duduk dari kursi selama 30 detik, serta seberapa tinggi lompatan mereka.

“Terdapat perbedaan signifikan antara hasil tes. Seseorang yang berada di bawah garis kemiskinan selama empat tahun atau lebih selama dewasa, menunjukkan hasil yang lebih buruk secara signifikan dibanding mereka yang tak pernah miskin,” terang Lund.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang bermasalah secara finansial menunjukkan hasil yang lebih buruk. Mereka mendapat hasil yang lebih buruk pada semua aspek yang dites pada penelitian ini.

Sebagai tambahan, peneliti juga mengukur tingkat peradangan pada partisipan. Tingginya tingkat peradangan bisa jadi tanda tubuh dalam keadaan waspada dan bisa menandai penyakit serta penuaan.

Pada aspek ini, tidak diketahui perbedaan lain yang muncul dari temuan sebelumnya. Pada kelompok yang memiliki masalah finansial, mereka juga memiliki tingkat peradangan lebih tinggi.

Penulis: Rizky Wahyu/Merdeka.com

Alami Gangguan Tidur, Jenna Tak Sadar Telan Cincin Pertunangan

Liputan6.com, Jakarta Jenna Evans, seorang wanita asal San Diego, Amerika Serikat bergegas ke rumah sakit setelah menelan cincin pertunangan. Gangguan tidur membuat cincin tersebut ditelannya saat tidur. 

Awalnya, ia bermimpi bahwa sang tunangan meminta dirinya untuk menelan cincin tersebut. Tujuannya untuk melindungi dirinya dari orang jahat.

“Saya memasukannya ke dalam mulut dan menelannya dengan segelas air putih. Kemudian saya kembali tidur karena menganggap ini hanya mimpi,” tulis Jenna dalam akun Facebooknya seperti dikutip dari Live Science.

Ketika bangun pada keesokan harinya, Jenna menyadari bahwa cincinnya benar-benar hilang dari jarinya. Dia baru sadar bahwa telah menelannya.

Sesampai di rumah sakit, dokter melakukan X-Ray. Benar, cincin tersebut berada di perut. 

Dokter memutuskan untuk mengeluarkan cincin tersebut secepat mungkin. Sehingga tidak sampai pada sistem pencernaannya.

Setelah menjalani tindakan, dokter berhasil mengambil cincin tersebut di usus. “Saya berjanji untuk tidak lagi menelannya. Kami juga masih akan menikah dan semuanya akan baik-baik saja,” tulis Jenna.

2 dari 2 halaman

Gangguan Tidur

Ilustrasi gangguan tidur. (dok. unsplash/Novi Thedora)

Dokter juga menyarankan Jenna untuk mengunjungi dokter spesialis tidur. Sehingga tidak terjadi lagi ia melakukan sesuatu saat tidur. 

Orang dengan gangguan tidur seperti Jenna memang dapat mewujudkan mimpi mereka dengan berbicara dan bergerak selama proses tidur berlangsung.

Penulis: Diviya Agatha

Perlukah Mengompres Anak yang Demam?

Liputan6.com, Jakarta Saat demam melanda, kita terbiasa untuk mengompres pada bagian dahi. Hal ini juga banyak dilakukan orangtua ketika anak demam. Namun, banyak orangtua yang masih bingung, baiknya menggunakan air kompresan dingin atau hangat ya?

“Netralnya adalah kompres dengan air biasa, tidak hangat atau dingin,” kata dokter spesialis anak konsultan Nina Dwi Putri.

Meski begitu, Nina menjelaskan bahwa sebenarnya secara medis tidak ada perbedaan yang signifikan mengompres anak atau tidak.

“Sebenarnya secara keilmuan, tidak ada perbedaan dikompres atau tidak. Tapi kalau orangtua memang memilih untuk mengompres, gunakanlah air dengan suhu normal saja,” tambah Nina dalam Instagram Live Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa waktu lalu.

Nina juga mengingatkan untuk menghindari mengompres dengan air hangat maupun dingin. Bila mengompres menggunakan air hangat, bisa saja suhu tersebut terlalu panas untuk anak.

“Bisa saja buat kita tidak hangat, tapi pada anak malah menyebabkan luka bakar,” ucap Nina.

2 dari 2 halaman

Kapan mengonsumsi obat penurun demam?

Pertolongan pertama pada anak yang demam./Copyright shutterstock.com

Selain mengompres, orangtua biasanya akan memberikan obat penurun panas ketika anak mengalami demam. Ternyata, tidak semua anak demam perlu diberi obat penurun panas.

“Kalau anaknya masih aktif, masih bisa lari-lari, main, dan tidak menolak dikasih makan atau minum tidak perlu diberikan obat,” ucap Nina.

Demam sebenarnya bukanlah musuh bagi tubuh, melainkan teman. Karena demam secara alami berfungsi untuk membunuh kuman yang ada dalam tubuh. Tubuh akan mempertahankan diri dan mencegah kuman yang akhirnya menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

“Tetapi pada anak yang memang memiliki penyakit bawaan, kelainan jantung bawaan misalnya, harus segera dikasih obat. Dengan catatan, suhunya harus di atas 38 derajat Celsius,” ucap Nina.

Penulis: Diviya Agatha

2 Sikap Orangtua yang Bikin Anak Tak Dewasa

Liputan6.com, Jakarta Semua orangtua ingin yang terbaik bagi buah hatinya. Namun, ketika anak mulai beranjak remaja dan mulai mandiri, orangtua enggan melepaskannya.

“Terkadang orangtua tanpa menyadari mengalami ketakutan ketika anak sudah dewasa. Merasa tak lagi dibutuhkan dan tak siap untuk dikesampingkan. Sikapnya jadi ingin menjaga kedekatan tapi malah mengambil langkah yang kurang tepat dan menghambat perkembangan mentalnya,” kata Lara Friedrich, seorang psikolog keluarga, seperti dikutip dari PureWow.

Alih-alih, membuat anak siap menjadi pribadi yang dewasa, justru sebaliknya. Anak jadi tak berkembang dan menjadi dewasa. Maka dari itu hindari tiga sikap berikut ini yang bikin anak tidak dewasa:

1. Orangtua yang selalu membuat keputusan

Dalam hal membuat keputusan, terutama yang akan berdampak besar dibutuhkan pertimbangan yang mata. Menilai risiko, baik dan buruk. Kemampuan ini sangat dibutuhkan sebagai orang dewasa.Jika orangtua selalu membuat keputusan untuk anak, mulai dari hal kecil hingga besar, kemampuan menimbang, analisis risiko serta menerima konsekuensi tak akan didapatkan anak.

“Hindari selalu membuat keputusan untuk anak, jangan anggap mereka hanya anak yang tak mengerti apa pun. Justru kita harus bisa melatihnya mengambil keputusan sendiri,” ungkap Friedrich.

2. Tak mau mendengar pendapat anak

Merasa lebih tua, berpengalaman dan tahu lebih banyak sehingga tak mau mendengarkan pendapat anak. Padahal sejak kecil, anak sangat ingin mengemukakan pendapat.

Beranjak dewasa, ia ingin melakukan sesuatu yang diinginkannya. Pastinya, ingin didengar sudut pandangnya. Cobalah lebih terbuka dan membuat diskusi. Jangan langsung menghakimi.

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

Lanjutkan Membaca ↓

Menkes Nila: Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan seorang ibu perlu memahami asupan gizi yang disajikan setiap hari. Ia juga menekankan bahwa dalam memilih makanan bergizi tidak harus mahal.

“Kita bisa memilih (makanan) yang murah tapi mengandung protein seperti ikan,” kata Nia dalam talkshow Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Gedung Kemenkes Jakarta beberapa waktu lalu.

Ikan merupakan salah satu sumber makanan bergizi yang kaya protein dan omega 3 dengan harga terjangkau. Di beberapa kesempatan berbeda Nila sering mencontohkan ikan kembung yang harganya terjangkau justru memiliki kandungan omega 3 sebanyak 1,5 dari ikan salmon yang mahal.

Selain memperhatikan nilai gizi dalam setiap sajian, Nila juga mengingatkan bahwa seorang ibu juga punya peran penting dalam pola pengasuhan anak serta penyuluh keluarga sehat.

“Ibu harus mengerti bagaimana menjaga kesehatan anak kemudian menjaga diri sendiri dan menjaga kesehatan keluarga,” ucap Nila seperti dikutip dari rilis yang diterima Liputan6.com.

2 dari 2 halaman

Ayo Germas!

Tak hanya ibu, Nila berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk hidup sehat agar menjadi bangsa yang produktif.

“Yang harus dilakukan seluruh masyarakat adalah dari bayi sampai tua harus menjaga kesehatan. Itu dilakukan melalui Germas (gerakan masyarakat sehat) yakni  olahraga minimal 30 menit sehari, makan buah dan sayur, serta cek kesehatan berkala,” katanya.

Nila menyorot mengenai asupan konsumsi sayur masyarakat yang rendah. Sehingga perlu ditingkatkan mengingat kurang lebih 90 persen masyarakat Indonesia tidak suka makan sayur.

Jika Germas sudah dilakukan risiko terkena dari aneka penyakit bisa diminimalisasi.

“Masyarakat kita kurang lebih 20 persen yang mengerti tentang kesehatan. Stunting masih ada, obesitas meningkat, PTM (penyakit tidak menular) meningkat padahal ini bisa dicegah kalau kita mau mengubah pola gaya hidup menjadi sehat,” ungkap Nila.

FOTO: Berburu Produk Organik di Halo Organik

1/5

Kepala Bidang Keamanan Pangan Segar Badan Ketahanan Pangan, Apriyanto Dwi Nugroho (kaos putih) dan Managing Drirector PT Arla Indofood Ciptadi Sukono (kaos oranye) meninjau stand produk pangan organik ekspo Halo Organik di Tribeca Central Park, Jakarta (21/9/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Intip, Cara Pasangan Bahagia Bertengkar

Liputan6.com, Jakarta Perdebatan dan pertengkaran merupakan bagian yang umum dalam sebuah hubungan. Hal tersebut juga terjadi pada pasangan bahagia. Namun, ada perbedaan cara bertengkar yang dilakukan oleh pasangan bahagia.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Family Process diikuti oleh 57 pasangan 30-an tahun dengan usia pernikahan 8 tahun. Lalu, ada 64 pasangan sekitar 70-an tahun yang sudah menika sekitar 40-an tahun. 

Riset itu menemukan bahwa pasangan bahagia memiliki pandangan yang sama mengenai isu mana yang penting dan yang tidak penting. Bagi mereka, isu yang penting adalah keintiman, komunikasi, rumah tangga dan kebahagiaan. Sedangkan yang dianggap kurang penting adalah soal rasa cemburu.

Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa pasangan yang bahagia cenderung mendiskusikan masalah dengan solusi yang sederhana. Seperti bila bertengkar soal pekerjaan rumah tangga, mereka memilih untuk membaginya. 

Pasangan bahagia cenderung menghindari sikap keras kepala dalam menghadapi masalah. Lalu, memilih untuk tidak fokus pada permasalahan yang tidak bisa diubah.

Tak Menunda Membicarakan Masalah Rumit

Menurut studi tahun 2019, yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology, pasangan bahagia cenderung tak menunda-nunda membicarakan masalah yang sulit. Sehingga, lewat komunikasi yang ada kesulitan lebih cepat dicari solusi dan diatasi bersama. Intinya, komunikasi itu membuat fondasi hubungan semakin kuat.

Berdasarkan studi tahun 2017, dalam jurnal Michigan Family Review, diperlukan adanya komunikasi terbuka dan secara langsung mengenai harapan, intimasi dan batasan. 

Jadi, jika Anda sedang berpikir cara efektif berkomunikasi dalam menjalin hubungan, ingatlah bahwa keterbukaan tentang permasalahan termasuk yang berat itu penting. 

Penulis : Selma Vandika

Lanjutkan Membaca ↓

Kabut Asap Mengepung, Ini Tips agar Tak Jatuh Sakit

Liputan6.com, Jakarta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan berbagai jenis penyakit lain bisa timbul akibat kabut asap yang melanda berbagai wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Upaya pencegahan perlu dilakukan agar warga terdampak tak jatuh sakit maupun tak makin parah jika sudah sakit. 

“Sebenarnya pencegahan itu ada tiga, satu primer, sekunder dan tersier,” papar dokter Agus Dwi Susanto selaku Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam konferensi pers UI Peduli Asap pada, Jumat (20/9/19) di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta.

Pencegahan primer bertujuan untuk menghindarkan warga terserang penyakit akibat asap. Caranya dengan mengurangi aktivitas di luar rumah serta menutup jendela rapat agar partikel yang ada di luar tidak masuk ke dalam rumah.

Bila terpaksa bepergian pastikan menggunakan masker selama di luar ruangan. Selanjutnya, penting pula untuk menjaga kesehatan diri dengan rutin mencuci tangan.

“Sering cuci tangan kalau habis dari luar karena sumber infeksi berasal dari tangan kita,” tambah Agus dalam sesi wawancara dengan beberapa media.

Agus juga mengingatkan untuk selalu mengecek kualitas udara di wilayah tempat tinggal apabila ingin melakukan aktivitas di luar rumah. 

Langkah pencegahan sekunder untuk terhindar dari berbagai penyakit yang menyangkut saluran pernapasan yaitu dengan melakukan pencegahan sekunder dengan melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan.

“Dengan deteksi dini, gejala- gejala yang muncul bisa segera diobati. Jadi jika masyarakat yang mulai ada keluhan- keluhan segaralah ke pelayanan kesehatan supaya bisa ditangani lebih dini. Lebih cepat maka hasilnya akan lebih bagus,” tutur dokter yang sehari-hari praktik di RS Persahabatan Jakarta ini. 

Pasien dengan riwayat penyakit seperti asma, jantung, paru kronik juga harus sedia obat-obatan sebagai bentuk pertolongan pertama di rumah. Apabila gejala masih terus muncul, kata Agus, segera pergi ke pelayanan kesehatan untuk mendapat perawatan medis.

Pencegahan selanjutnya ditekankan kepada mereka yang sudah sakit. Bagi yang sudah merasakan sakit jangan menunda untuk memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit guna segera mendapatkan pengobatan yang maksimal.

“Jika tidak berhasil dengan pencegahan primer maka segeralah ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut supaya tidak terlambat. Jika terlambat penanganan akan lebih meningkatkan risiko kematian,” tekan Agus.

Penulis : Eflien Anggelien

Anak Demam, Kapan Harus ke Dokter?

Liputan6.com, Jakarta Demam pada anak merupakan salah satu kondisi yang membuat orangtua panik. Orangtua kadang membawa anak untuk segera ke dokter bila anak demam.

Pada anak-anak, demam terjadi ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Sedangkan pada bayi, kategori demam ketika suhunya di atas 37,5 derajat Celsius. Cara paling tepat untuk mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer.

“Demam harus dipastikan dengan memeriksa suhu tubuh menggunakan termometer. Karena seringkali kita menemukan perbedaan suhu pada kepala dan kaki. Jadi untuk memastikan, harus diperiksa melalui termometer,” kata dokter spesialis anak konsultan Nina Dwi Putri live Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.

Anak yang memiliki penyakit bawaan seperti kelainan jantung, paru, atau susunan saraf harus segera dibawa ke dokter apabila terkena demam. “Apalagi jika anak menunjukkan perubahan sikap seperti lemas, tidak mau makan atau minum, lesu, dan tidak nyaman, maka itu bisa dijadikan patokan,” ucap Nina.

Apabila demam disertai dengan penyakit bawaan lainnya, demam bisa merupakan pertanda bahaya. Nina menjelaskan, apabila anak menjadi sering tidur, ia bisa mengalami penurunan kesadaran.

“Apabila sang anak masih tetap aktif ketika demam, masih mau menerima makanan atau minuman, maka tidak perlu untuk buru-buru dibawa ke dokter,” jelas Nina.

2 dari 2 halaman

Penanganan Pertama

Ilustrasi Sakit Panas (iStockphoto)

Saat anak mengalami demam, Anda bisa menyediakan atau membeli obat yang tersedia di apotek. Biasanya kandungan paling umum pada obat untuk mengatasi demam adalah parasetamol dan ibuprofen.

“Paracetamol dan ibuprofen sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun digunakan untuk mengatasi demam. Jadi pasti sudah terbukti aman,” jelas Nina.

Pemberian obat demam juga bisa diberikan ketika anak berada pada suhu panas yang tinggi. Tidak lupa, anak harus terus diberikan cairan ketika demam. Kekurangan cairan dapat menyebabkan anak mengalami dehidrasi, yang akan menimbulkan bahaya lainnya.

Penulis: Diviya Agatha

Saran Psikolog agar Ibu Hamil Tidak Terlalu Stres

Liputan6.com, Jakarta Ibu hamil rentan mengalami stres apalagi dengan kehamilan berisiko tinggi akibat penyakit yang diderita. Guna meminimalisasi stres pada ibu hamil, psikolog keluarga Putu Andani mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan baik dari si ibu sendiri maupun keluarga untuk mendukung kesehatan jiwa si ibu.

Langkah pertama bagi ibu hamil adalah puasa bermain media sosial. Menurut Putu, ibu hamil cenderung mengikuti artis atau influencer yang tengah hamil. Alih-alih menjadi inspirasi, kerap kali ibu hamil timbul rasa iri dengan kehamilan mereka yang tampaknya tidak banyak kendala. 

“Jadi kalau tahu stresnya tinggi, lebih baik engak usah follow yang bikin memancing emosi dulu. Kurangi stresnya, diharapkan bijak menggunakan media sosial jadi kehamilannya membahagiakan, lebih santai, lebih rileks,” kata Putu saat diskusi bersama Danone Indonesia bertemakan “Bicara Gizi- Mendukung Kehamilan Risiko Tinggi” beberapa waktu lalu. 

2 dari 2 halaman

Pesan untuk Keluarga, Teman, dan Lingkungan Ibu Hamil

Ibu hamil/copyright: unsplash/suhyeon choi

Bagi keluarga, teman, dan lingkungan di sekitar ibu hamil berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menambah stres si ibu. 

1. Hindari hal-hal yang personal

Lingkungan juga dapat mendukung agar ibu hamil terhindar dari stres. Mulailah dengan tidak membicarakan hal- hal yang personal di depan mereka, seperti ukuran tubuh, payudara. Menurut Putu, tanpa membicarakan hal tersebut ibu hamil sudah menyadari adanya perubahan dalam dirinya.

2. Hindari membicarakan hal-hal mengerikan

Selain tidak mengomentari hal-hal yang personal diharapkan lingkungan sekitar baik keluarga maupun teman- teman dari si ibu hamil untuk tidak membicarakan topik yang mengerikan seputar kehamilan. Komentar- komentar yang mengerikan dapat mengganggu pikiran si ibu dan membautanya semakin stres.

3. Hindari memberikan saran-saran medis berlebihan

Baik keluarga maupun teman-teman diharapkan tidak banyak memberikan saran- saran seputar medis kepada ibu hamil karena sudah menjadi tanggung jawab pribadi bagi si ibu untuk mengetahui hal- hal medis seputar kehamilannya.

“Kalau sekali-kali enggak masalah jika itu dianggap penting. Namun, pasti setiap ibu udah punya dokter, sudah punya bidan untuk memberitahu hal itu,” jelasnya.

Penulis : Eflien Anggelien

Ingin Hamil? Perbaiki Asupan Nutrisi agar Tidak Anemia

Liputan6.com, Jakarta Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan angka ibu hamil dengan anemia mencapai 48,9 persen. Buruknya pola makan serta asupan nutrisi yang dikonsumi menjadi penyebab ibu hamil mengalami anemia.

Itu sebabnya, dokter spesialis kandungan dan kebidanan konsultan Ali Sungkar menekankan bagi setiap wanita yang ingin hamil untuk memperbaiki nutrisinya terlebih dahulu.

“Mencukupi kebutuhan nutrisi sebelum dan saat hamil harus sama baik,” kata Ali, dalam diskusi “Bicara Gizi- Menghadapi Kehamilan Risiko Tinggi” yang diselenggarakan Danone Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nutrisi wajib bagi wanita yang ingin hamil agar terhindar dari risiko anemia meliputi berbagai jenis zat gizi mulai dari makronutrein seperti karbohidrat, protein dan lemak dalam jumlah tinggi. Ditambah lagi dengan zat gizi mikronutrein seperti vitamin yang dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sebagai pelengkap nutrisi.

“Hal terbaik dengan mempersiapkan. Zat besi itu dapat dari konsumsi makanan contohnya daging, ada beberapa sayuran yang mengandung komponen besinya,” tambahnya.

ilustrasi daging/Photo by Lily Banse on Unsplash

Ketika sudah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, saat sudah hamil berbagai obat-obatan penambah zat besi dalam darah tidak bisa terlepas begitu saja.

“Suplemen tambahan besi itu tetap akan diberikan. Itu yang disebut suplementasi,” kata Ali.

Tausiah Kepala BNPB: Jaga Hubungan dengan Tuhan, Manusia dan Alam

Liputan6.com, Palangkaraya Saat berkunjung ke Kalimantan Tengah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan tausiah di hadapan jemaah ketika salat bersama warga di Masjid Al-Amin Banturung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah kemarin Jumat (20/9/2019).

Tausiah tersebut berisi kita harus menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam.

“Kita harus menjaga Hablum Minallah (hubungan dengan Allah SWT, Hablum Minannas (hubungan dengan manusia), dan Hablum Minal Alam (hubungan dengan alam),” ucap Kepala BNPB Doni sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Sabtu (21/9/2019).

Sebagai manusia ciptaan Allah SWT, kita pun harus menjaga dan merawat alam. Pesan yang disampaikan Kepala BNPB berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah.

2 dari 4 halaman

Rugikan Kesehatan Manusia

Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan tausiah untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam pada Jumat (20/9/2019) di di Masjid Al-Amin Banturung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Doni menegaskan, 99 persen karhutla disebabkan ulah manusia. Oleh karena itu, sebagai umat beragama, tanggung jawab kita ikut andil dalam menjaga alam.

Manusia harus menghentikan segala aktivitas yang bisa merusak alam, seperti tidak membakar lahan yang bertujuan membuka lahan baru. Dampak asap dari kebakaran hutan yang terjadi itu juga mengancam kesehatan manusia.

“Dampak asap dari karhutla sangat merugikan kesehatan masyarakat setempat, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” Doni menambahkan.

3 dari 4 halaman

Data ISPA

Pola kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bahwa hutan dan lahan sengaja dibakar di Kalimantan pada Jumat (20/9/2019). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Setelah melakukan tausiah, Doni juga menyempatkan diri mengunjungi sebuah puskesmas yang merawat anak terpapar ISPA akibat dampak asap karhutla.

Berdasarkan data Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan, rekapitulasi data penyakit ISPA 2019 di beberapa provinsi sebagai berikut:

1. Provinsi Riau pada periode Februari sampai September tercatat, sejumlah 268.591 jiwa.

2. Provinsi Jambi pada periode Juli sampai Agustus sejumlah 63.554 jiwa.

3. Provinsi Sumatera Selatan, jumlah terpapar ISPA periode Maret sampai September tercatat 291.807 jiwa.

4. Di Kalimantan Barat periode Februari sampai September tercatat, sejumlah 163.662 jiwa.

5. Kalimantan Tengah pada periode Mei sampai September sejumlah 36.419 jiwa.

6. Kalimantan Selatan pada periode Juni sampai Agustus sejumlah 60.993 jiwa.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

CISDI Dorong Simplifikasi Cukai Rokok, Menyusul Penetapan Kenaikan Tarifnya

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 13 September lalu.

Penetapan ini akan menjadikan harga jual rokok lebih tinggi 35 persen dari saat ini. Menteri Keuangan akan menuangkannya dalam Peraturan Menteri Keuangan yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2020.

Melalui kenaikan ini Pemerintah memproyeksikan penerimaan negara dari cukai tembakau menjadi Rp173 triliun di tahun 2020. Hal ini menjadi langkah maju bagi pemanfaatan cukai tembakau yang lebih baik dan pengendalian konsumsi rokok di Indonesia, sebagaimana yang telah lama disuarakan oleh kelompok masyarakat sipil yang mendukung kesehatan masyarakat.

CISDI mencermati, momentum ini perlu disusul dengan simplifikasi golongan cukai tembakau agar mekanisme kontrol pemerintah berjalan lebih baik lagi. 

Nurul Luntungan, peneliti muda Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), menjelaskan, “Simplifikasi golongan cukai tembakau secara sistematis dapat mendukung keputusan kenaikan tarif cukai dan harga jual rokok, sehingga akhirnya dapat menekan jumlah konsumsi.”

Bahkan, Nurul berpendapat, risiko peredaran rokok ilegal pun dipastikan dapat ditekan melalui kemudahan administrasi golongan tarif cukai yang lebih sederhana.

“Pada akhirnya Pemerintah akan menikmati penerimaan negara yang lebih optimal dan berkurangnya beban biaya kesehatan nasional atas penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok,” ujar Nurul.

CISDI Dukung Implementasi Penyederhanaan Cukai Rokok

Kementerian Keuangan telah mengeluarkan Peta Jalan Simplifikasi Cukai melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 146 Tahun 2017. Peraturan tersebut memuat penyederhanaan golongan cukai rokok yang sebelumnya terdiri dari 12 golongan, secara bertahap dikurangi hingga menjadi 5 golongan saja di tahun 2021.  

Nurul menegaskan bahwa CISDI mendukung penuh implementasi PMK No. 146 Tahun 2017 tanpa ditunda lagi.

“Kementerian Keuangan sudah mengambil langkah tepat dengan mengeluarkan Peta Jalan Simplifikasi Cukai di tahun 2017. Komitmen yang dituangkan melalui PMK tersebut menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap masyarakat, mengingat konsumsi rokok yang semakin meningkat dan membebani pembangunan kesehatan,” imbuhnya.

Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui peningkatan kualitas manusia adalah fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode ke-2 ini. Nurul mengatakan bahwa pemerintah perlu terus berpegang pada agenda nasional tersebut, dimana salah satu rencana aksi investasi manusia dalam bidang kesehatan adalah memperkuat program promotif dan preventif dengan pembudayaan gerakan hidup sehat, termasuk menghilangkan perilaku merokok.  

Saat ini, angka perokok anak di Indonesia masih terus meningkat (7,2% pada tahun 2013, menjadi 8,8% pada tahun 2016). Riset Kesehatan Dasar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di tahun 2018 menunjukkan kenaikan prevalensi perokok muda usia 10-18 tahun menjadi 9,1% dari sebelumnya 7,2% (Riskesdas, 2013).

Di kelompok usia konsumen yang lain; Indonesia menempati posisi teratas di dunia, terkait prevalensi perokok di kalangan pria dewasa, dimana 2 dari 3 (65%) pria dewasa adalah perokok. Kondisi ini menggambarkan lemahnya penegakkan kebijakan pengendalian tembakau dan ancaman nyata terhadap pencapaian target RPJMN untuk menurunkan perokok anak hingga 5,4%. 

“Berdasarkan analisis CISDI, penerapan simplifikasi cukai diyakini akan menurunkan konsumsi rokok secara efektif, dan memberikan dampak besar perlindungan pada kelompok rentan. Oleh karenanya, CISDI sangat mendukung Kementerian Keuangan terkait peningkatan tarif cukai tembakau dan menerapkan peta jalan simplifikasi golongannya secara konsisten dan tanpa ditunda lagi, sebagai upaya strategis dalam pencapaian SDM unggul,” tutup Nurul.

Lanjutkan Membaca ↓

Hujan Guyur Kalimantan Tengah, Satgas Karhutla: Terima Kasih Ya Allah

Liputan6.com, Palangkaraya “Terima kasih ya Tuhan, hujan…. Terima kasih ya Allah, hujan…. Matilah kau semua api….”

Ungkapan syukur di atas dilontarkan satuan petugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Tengah, kemarin Jumat, 20 September 2019 saat hujan akhirnya turun di Kabupaten Pulau Pisang.

Hujan yang dinanti-nantikan akhirnya mengguyur Pulau Pisang. Derasnya hujan maampu meredam si jago merah agar tidak makin meluas.

Dalam sebuah video yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Sabtu (21/9/2019), tampak empat satgas karhutla berseragam oranye sedang menyaksikan hujan deras turun membasahi lahan gambut yang terbentang luas di depan mereka.

2 dari 4 halaman

Syukur Tiada Henti

Para satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersyukur atas hujan deras mengguyur Kalimantan Tengah pada Jumat (20/9/2019). (Printscreen Video Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Video berdurasi 30 detik itu dipenuhi ucapan syukur tiada henti dari para satgas karhutla. Sembari berteduh di sebuah pondok sederhana, kalimat, “Terima kasih ya Tuhan…Terima kasih ya Tuhan…” terus menerus diucapkan.

Satu di antara empat satgas karhutla pun hujan-hujanan. Ia menengadahkan kedua tangan ke atas sebagai ungkapan syukur atas hujan yang turun.

Begitu pula dengan tiga satgas karhutla yang berada di pondok. Mereka ikut menengadahkan tangan dan mengucap syukur dengan kehadiran hujan.

3 dari 4 halaman

Operasi Hujan Buatan

Hujan deras mengguyur Kalimantan Tengah pada Jumat (20/9/2019), yang mana meredam api kebakaran hutan. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Hujan yang mengguyur Kalimantan Tengah kemarin merupakan keberhasilan dari penerapan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Pesawat Cassa 212-200 terbang dari Palangkaraya untuk menyemai awan dengan garam NaCl sebanyak 800 kg di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

“Sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras selama kurang lebih 30 menit turun di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dan Martapura, Kalimantan Selatan,” terang Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

Di Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang juga turun hujan. Pada siang kemarin,disemai garam sekitar 800 kg di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan, mulai kemarin sampai beberapa hari ke depan terindikasi terbentuk awan potensial hujan di wilayah Kalimantan. Operasi TMC akan terus dilanjutkan dan diintensifkan untuk menghasilkan hujan.

“Ya, agar karhutla dapat padam dan langit segera bersih kembali,” lanjut Agus.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Swafoto Selamatkan Nyawa Wanita Ini Usai Terserang Stroke

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita di Irlandia tertolong dari stroke yang sempat mengancam nyawanya karena swafoto yang diambilnya beberapa waktu sebelum terserang penyakit itu.

Pada Jumat 23 Agustus lalu, Stephanie Farnan dari County Wexford tiba-tiba mengalami pendarahan di otak pada pagi hari. Dia ditemukan pingsan oleh sang ayah, Frank setelah terlambat mengantar putranya Oscar sebelum pergi bekerja.

14 menit sebelum pingsan, Stephanie ternyata tak sadar melakukan sebuah swafoto. Sang saudara laki-laki, Sean menemukan foto tersebut di ponsel.

Dokter yang tahu akan swafoto itu segera melakukan perhitungan waktu dari foto itu dan menetapkan wanita 28 tahun itu terkena stroke. Dengan cepat, mereka memberikan obat anti pembekuan darah.

“Saya tidak ingat mengambil gambar atau apapun pagi itu,” kata Stephanie seperti dikutip dari LAD Bible pada Jumat (20/9/2019).

2 dari 2 halaman

Tak Ingat Lakukan Swafoto

Swafoto yang diambil Stephanie (kiri) sebelum dirinya terserang stroke (Tangkapan Layar GoFundMe)

Kepada The Sun, Stephanie dia mengatakan bahwa dia dan keluarganya sangat bersyukur berkat gambar tersebut.

“Saya hanya ingat bangun dan terburu-buru, kemudian hal berikutnya yang saya ingat adalah terbangun di ICU di Beaumont,” katanya.

Dokter mengatakan bahwa kemungkinan stroke Stephanie terjadi akibat adanya sebuah lubang di jantungnya. Selain itu, dia juga mengalami reaksi dari alat kontrasepsi berbentuk koyo yang dia gunakan.

Walaupun begitu, bukan berarti serangan tersebut tanpa gejala sebelumnya. Dia mengungkapkan beberapa hari sebelumnya dia mengalami gangguan pada matanya. Stephanie mengatakan bahwa ia mengira itu hanya kelelahan.

“Saya pikir bukan jenis yang harus kunjungan ke dokter.”

Untuk saat ini, Stephanie harus menjalani operasi jantung. Prosedur itu membuat pergerakan dan penglihatannya terpengaruh. Namun, dia mencoba untuk tetap bugar dengan berolahraga. Salah satu motivasinya adalah sang putra yang membantunya melewati masa sulit.

“Jika saya tidak memilikinya, saya tidak tahu di mana saya berada,” kata Stephanie.

Menkes Nila Singgung Orangtua yang Bawakan Bekal Anak Nasi dengan Mi

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek dalam banyak kesempatan mengingatkan pentingnya asupan gizi sehat dan seimbang. Namun, Nila masih kerap melihat orangtua membekali makanan anak ke sekolah dengan asupan terlalu banyak karbohidrat yakni nasi disandingkan dengan mi.

“Saya pernah lihat di sekolah, saya tanya pada orangtua apakah anak-anak suka sarapan pagi atau tidak, mereka jawab suka,” kata Nila. 

“Waktu saya lihat isi bekalnya ternyata nasi dan mie goreng,” lanjut Nila dalam Sosialisasi Kebijakan Kementerian Kesehatan terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Padahal, nasi dan mie goreng mengandung kalori dan karbohidrat yang tinggi. Mencampurkan kedua menu tersebut bukan pilihan yang tepat karena bisa menyebabkan kegemukan maupun obesitas.

“Obesitas sebenarnya dapat kita cegah sebelum muncul. Terdapat tiga faktor yang memicu timbulnya obesitas yaitu masakan rumahan, restoran, dan cara bagaimana makanan tersebut diolah,” ucap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (Balitbangkes), Doddy Izwardy di kesempatan yang sama.

Doddy menambahkan, tiga faktor tersebut dapat ditentukan berdasarkan tiga kandungan di dalamnya yakni garam, gula, lemak. Apabila makanan dengan ketiga kandungan ini diberikan terus menerus, maka anak bisa cenderung menolak diberikan buah atau sayur.

Hasil Riskesdas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2018 yang menunjukkan 95,9 persen orang Indonesia tidak menyukai buah dan sayur.

“Kita kan harus makan yang baik, segar, sehat, baik. Tapi ternyata orang di negara kita ini malah 95 persen gak suka sayur,” tambah Nila lagi.

2 dari 2 halaman

Konsep Isi Piringku

Sosialisasi kampanye ‘Isi Piringku’ yang digencarkan Kementerian Kesehatan RI juga merambah situs anak remaja. (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Kemenkes mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah pola makan sehari-hari agar menjadi lebih sehat dan seimbang. Caranya dengan menerapkan konsep Isi Piringku.

“Piring makanan yang ideal dan sehat seharusnya berisi 1/2 piring buah dan sayur, 1/2 piring lagi berisi 1/3 lauk pauk, dan 2/3 makanan pokok,” ucap Nila.

Bagi balita dan usia sekolah, konsumsi buah dan sayur idealnya adalah 300 hingga 400 gram perhari. Sedangkan untuk remaja dan dewasa, konsumsi buah dan sayur yang dibutuhkan adalah 400 hingga 600 gram perhari.

Penulis: Diviya Agatha

6 Penyebab Kuku Berwarna Kuning

Liputan6.com, Jakarta Warna kekuningan pada kuku seringkali membuat merasa tidak nyaman, banyak orang memilih untuk menutupinya dengan kuteks.

Tetapi jika warna kekuningan yang muncul bukan diakibatkan dari penggunaan kuteks, itu bisa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan kesehatan tubuh.

“Perubahan warna pada kuku menandakan ada perubahan pada kesehatan Anda dari waktu ke waktu. Warna kuning bisa disebabkan oleh kuteks, tetapi juga bisa disebabkan oleh infeksi atau sebuah penyakit,” ucap Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Mount Sinat Hospital, New York.

Zeichner menambahkan, setiap perubahan pada kuku seperti perubahan warna, penebalan, atau kerusakan harus dievaluasi oleh dokter kulit. Semakin cepat Anda menemukan penyebab perubahan warna pada kuku, semakin cepat Anda juga bisa mengobatinya.

Berikut adalah penyebab kuku menguning seperti dikutip Prevention.

1. Penggunaan kuteks berwarna gelap

Mengenakan pewarna kuku atau kuteks secara teratur, terutama yang berwarna gelap dapat menodai kuku dan menyebabkan perubahan warna.

“Pewarna dalam kuteks berinteraksi dengan kuku dan menyebabkan perubahan warna kuning atau kerapuhan,” ucap ahli kulit asal Philadelphia, Rina Allawh.

Pembersih kuteks yang mengandung aseton juga dapat memperburuk warna kekuningan pada kuku.

“Untuk mencegah kondisi ini, oleskan kuteks dasar berwarna bening sebelum Anda mengoleskan kuteks berwarna gelap,” ucap Allawh.

2 dari 3 halaman

Infeksi jamur

2. Infeksi jamur

Ketika jamur menyerang, biasanya terjadi penebalan pada kuku. Selain dapat menyebabkan penebalan, jamur juga bisa menimbulkan warna kuning pada kuku.

“Karena kuku tumbuh secara perlahan, obat perlu diresepkan selama 3-6 bulan untuk mengobati infeksi jamur yang terjadi,” ucap Susan Massick, dokter kulit Ohio State University Wexner Medical Center, AS.

3. Kuku terlalu panjang

Ketika kuku terpisah dari dasarnya, kondisi ini disebut sebagai onikolisis. “Sebuah ruang yang berkembang di bawah kuku, dapat menyebabkan warna kuku menjadi kuning atau buram,” ucap Zeichner.

Untuk mengatasinya, penting untuk memotong bagian kuku yang sudah memanjang. Karena kuku yang tidak menempel pada kulit jari memungkinkan mikroorganisme tumbuh.

3 dari 3 halaman

Kurang vitamin

4. Kekurangan vitamin

“Kekurangan vitamin dapat mempengaruhi pertumbuhan kuku, dan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan perubahan warna kuning,” ucap Zeichner.

5. Merokok

Menurut American Academy of Dermatology, kuku dan jari yang menguning adalah tanda bahwa Anda adalah perokok atau terbiasa merokok. Kondisi ini disebabkan oleh paparan dari asap tembakau.

6. Masalah kesehatan lainnya

Seiring dengan menguningnya kuku, Anda juga mungkin mengalami masalah lain seperti gangguan pernapasan, sinusitis kronis, dan kaki bengkak.

Penyakit tiroid juga dapat menyebabkan masalah kuku seperti menguning, menebal, dan hancurnya tepi kuku. Begitupun dengan diabetes.

Penulis: Diviya Agatha

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Bisa Tanpa Bedah

Liputan6.com, Jakarta Penanganan penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak bisa dilakukan tanpa bedah. Intervensi tersebut termasuk kemajuan dalam bidang intervensi kardiologi anak (interventional pediatric cardiology).

Artinya, sebagian anak penderita PJB tidak perlu lagi menjalani operasi atau pembedahan terbuka.

“Sejak dekade terakhir, metode pilihan utama untuk menangani kasus PJB tertentu dengan prosedur intervensi menggunakan kateter (transcatheter closure),” ujar dokter spesialis penyakit jantung Radityo Prakoso dalam konferensi pers”24th ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di BSD City Tangerang, Jumat (20/9/2019).

Intervensi PJB ini menggunakan kateter, sehingga risiko atau komplikasi operasi relatif lebih rendah. Masa rawat di rumah sakit dan waktu pemulihan pasien PJB anak juga lebih singkat dan biaya lebih murah.

2 dari 2 halaman

Kasus Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Radityo menerangkan, angka kejadian penyakit jantung bawaan berdasarkan laman Heart.org diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup (9 banding 1.000 kelahiran hidup) setiap tahunnya.

“Penyakit jantung bawaan itu dialami sejak lahir. Karena pembentukan struktur jantung tidak sempurna,” ujar Radityo.

“Tinggi juga kasus penyakit jantung bawaan di Indonesia, mencapai 43.000-an kelahiran per tahun,” terangnya.

Kelainan ini terjadi pada dinding jantung, katup jantung maupun pembuluh darah yang ada di dekat jantung. Akibatnya, gangguan aliran darah di dalam tubuh pasien tersumbat.

Sambut Hari Kesehatan Nasional ke-55, Kemenkes Sosialisasikan GERMAS

Liputan6.com, Jakarta Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan berbagai acara guna mempermudah masyarakat dalam menjalani pola hidup sehat. Salah satunya dengan mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan atau perilaku yang kurang sehat.

“Sehat menjadi hal yang sangat penting sekali. Karena kalau tidak sehat, tentu kita tidak bisa menjadi bangsa yang produktif,” ucap Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, Jumat, 20 September 2019.

Kegiatan GERMAS meliputi banyak hal terkait kesehatan fisik, pangan sehat dan perbaikan gizi, peningkatan kualitas lingkungan serta edukasi, juga peningkatan pecegahan dan deteksi dini penyakit, terutama penyakit tidak menular.

Penyakit tidak menular yang meningkat tidak hanya dapat menurunkan produktivitas seseorang, melainkan juga bisa menyebabkan meningkatnya pembiayaan layanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat itu sendiri dan pemerintah.

“Jangan lupa untuk melakukan peregangan atau olahraga minimal 30 menit dalam sehari. Kemudian, kita juga harus makan makanan yang bergizi,” tambah Nila dalam dialog Sosialisasi Kebijakan Kementerian Kesehatan terkait GERMAS dalam rangkaian HKN ke-55 di Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

Cek Kesehatan Berkala

Nila menambahkan, mengecek kesehatan secara berkala setiap 6 bulan sekali juga diperlukan. Fungsinya untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya. Karena bisa saja kita tidak menyadari bahwa ada penyakit tidak menular akibat pola hidup yang tidak sehat.

“Sebenarnya ada kemajuan dari Indeks Pembangunan Manusia, usia harapan hidup kita berada pada usia 72 tahun. Tetapi ternyata usia sehat rata-rata orang Indonesia itu hanya mencapai pada usia 65 tahun,” ucap Nila.

Menangani kondisi ini, Nila menyarankan untuk memulai dengan pola pengasuhan anak yang tepat. Misalnya dengan memberikan makanan yang bergizi pada sang buah hati dan ASI ekslusif.

Orangtua diminta untuk mempelajari berbagai pengetahuan mengenai pola pengasuhan anak, sehingga tidak keliru dalam mendidik dan menjaga kesehatan sang anak.

“ASI itu permulaan yang sangat baik sekali, minimal 6 bulan ekslusif sampai usia 2 tahun. Baru memberikan makanan tambahan,” jelas Nila.

Dalam kesempatan yang sama, hadir juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat (Balitbangkes), Ir. Doddy Izwardy.

Ia menambahkan, pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan obesitas dan sebenarnya dapat kita cegah sebelum muncul. Terdapat tiga faktor yang memicu timbulnya obesitas yaitu masakan rumahan, restoran, dan cara bagaimana makanan tersebut diolah.

“Tiga faktor ini dapat ditentukan berdasarkan tiga kandungan di dalamnya yakni garam, gula, lemak. Apabila makanan dengan ketiga kandungan ini diberikan terus menerus, maka kita bisa cenderung menolak diberikan buah atau sayur. Maka itu harus seimbang,” ucapnya.

Penulis: Diviya Agatha

Lanjutkan Membaca ↓

7 Langkah Wujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Liputan6.com, Jakarta Setelah meluncurkan aplikasi GERMAS PAS, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Jumat, 20 September 2019.

Sosialisasi ini sekaligus menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 November mendatang. Diharapkan, sosialisasi GERMAS ini akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

“Indonesia harus siap, artinya masyarakatnya juga harus sehat. Menjadi sehat bisa dimulai dari diri sendiri. Karena kalau tidak sehat, tentu kita tidak bisa menjadi bangsa yang produktif,” ucap Menteri Kesehatan RI, Nina Farid Moeloek.

Untuk mencapai produktivitas, Kemenkes merekomendasikan beberapa langkah terkait dengan pola hidup sehat yang bisa dilakukan oleh diri sendiri untuk mencegah berbagai masalah kesehatan.

1. Melakukan aktivitas fisik

“Jangan lupa untuk melakukan peregangan atau olahraga minimal 30 menit dalam sehari,” ucap Nina dalam di Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.

Aktivitas fisik dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Misalnya dengan berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu atau mencuci, atau naik sepeda.

2. Makan buah dan sayur

Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari merupakan salah satu langkah hidup sehat. Batasilah makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang terlalu tinggi.

“Makanan yang sehat adalah makanan yang dekat dengan bentuk aslinya dari alam. Jadi kalau mengonsumsi buah, lebih baik tidak usah di jus. Karena malah akan menghilangkan protein asli dari buah tersebut,” ucap dokter sekaligus pemerhati isu kesehatan, Tan Shot Yen.

3. Tidak merokok

Berhenti merokok dapat memberikan banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah tekanan darah, denyut nadi, dan aliran darah bisa membaik. Risiko kanker paru dan jantung koroner juga berkurang.

2 dari 3 halaman

Cek kesehatan berkala

4. Tidak meminum alkohol dan menggunakan narkoba

Minuman beralkohol dan narkoba memiliki efek buruk bagi tubuh. Efek buruk yang ditimbulkan mulai dari kesehatan hingga efek sosial.

5. Cek kesehatan secara berkala

Untuk menjaga kesehatan, periksalah secara rutin setiap 6 bulan sekali. Mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, kolestrol, hingga lingkar perut.

“Ini berfungsinya untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya. Karena bisa saja kita tidak menyadari bahwa ada penyakit tidak menular akibat pola hidup yang tidak sehat,” ucap Nina.

3 dari 3 halaman

Jaga kebersihan lingkungan

6. Menjaga kebersihan lingkungan

Menjaga kebersihan dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Bisa dilakukan dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air bersih, dan memastikan bahan makanan bebas dari pewarna maupun pengawet yang berbahaya.

7. Menggunakan jamban sehat

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan menggunakan jamban keluarga. Artinya, Anda harus membuang kotoran di tempat yang seharusnya.

Karena menggunakan jamban yang sehat dapat menghindari penyakit seperti diare, thypus, infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan.

Penulis: Diviya Agatha

Waspada Infeksi Radang Tenggorokan yang Berujung Penyakit Jantung Rematik

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda terkena infeksi radang tenggorokan yang tak sembuh-sembuh, maka perlu mewaspadai risiko penyakit jantung rematik.

Wakil Sekjen I Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) BRM Ario Soeryo Kuncoro mengingatkan, segera lakukan pemeriksaan kesehatan lengkap bila radang tenggorokan yang dialami tak juga sembuh.

“Biasanya kalau infeksi radang tenggorokan berkepanjangan atau lama sembuhnya, ada kecurigaan mengarah pada penyakit jantung rematik,” jelas Ario saat ditemui dalam konferensi pers”24th ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di BSD City Tangerang, Jumat (20/9/2019).

Yang menjadi catatan, keluhan rematik jantung bukan hanya karena radang tenggorokan saja, melainkan diikuti gejala lain.

“Beda radang biasa dengan radang dari jantung rematik. Bedanya, kalau penyakit jantung rematik itu keluhan diikuti keluhan lain seperti nyeri sendi, bengkak, dan kemerahan pada kulit,” tambah Ario

“Lalu ada gerakan tubuh yang tidak biasa terjadi pada pasien. Kalau radang biasa tidak sampai nyeri.”

2 dari 2 halaman

Pembiakan dari kuman

Dalam konferensi pers”24th ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) di BSD City Tangerang

Penyakit jantung rematik mulai terjadi pada usia muda. Infeksi terjadi mulai usai 5-15 tahun dan 20 sampai 30-an.

Diagnosis utama adalah pembiakan dari kuman yang ada di tenggorokan tersebut.

“Kumannya khusus (Strepcoccus tipe A). Ketika seseorang periksa pertama kali, dokter bisa langsung mendeteksi (pembiakan kuman yang mengarah pada jantung rematik). Enggak perlu menunggu 30 tahun karena proses kekebalan tubuh yang akan merusak tubuh,” ujar Ario.

Deteksi juga harus melalui pemeriksaan darah.

Reaksi Obat Sakit Gigi Sebabkan Warna Darah Wanita Ini Menjadi Biru

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita di Rhode Island, Amerika Serikat tiba-tiba mengalami perubahan warna darah menjadi biru. Namun hal itu bukan karena dia keturunan bangsawan, melainkan akibat dari reaksi obat.

Darah perempuan 25 tahun itu berubah usia dirinya mengonsumsi obat berjenis topical benzocaine yang digunakannya untuk mengobati sakit gigi. Kondisi itu membuatnya mengalami kelemahan, sesak napas, dan warna kulit yang ikut membiru. Pemeriksaan menunjukkan bahwa warna darahnya ternyata tak lagi merah.

Dalam catatannya di New England Journal of Medicine, Dokter Otis Warren dan Benjamin Blackwood menyatakan bahwa kulitnya berubah karena darah tidak teroksigenasi dengan baik.

Perempuan itu didiagnosis dengan methemoglobinemia, yang terjadi saat sel darah merah mengandung methemoglobin (suatu bentuk hemoglobin yang tidak dapat membawa oksigen ke jaringan) yang tinggi.

“Jadi kadar oksigen sebenarnya cukup tinggi dalam darah, tetapi tercatat rendah,” kata Warren seperti dilansir dari New York Post pada Sabtu (21/9/2019).

2 dari 2 halaman

Obat Penawar

Warna darah perempuan ini berubah jadi biru (iStock)

Benzocaine merupakan pengoksidasi zat besi di dalam darah. Hal itu mengubah struktur molekulnya sehingga memiliki afinitas yang sangat tinggi terhadap oksigen.

Untuk mengatasi kasus tersebut, pasien diberikan obat penawar bernama methylene blue yang bisa menormalkan struktur zat besi, sehingga tubuh teroksigenasi dengan baik.

Warren sendiri tidak tahu penyebab mengapa beberapa orang bisa mengalami fenomena tersebut. Ada kemungkinan, hal itu terjadi secara genetik, namun dokter percaya masalah tersebut bisa terpicu akibat penggunaan obat secara berlebihan.

Dalam laporannya, Warren juga tidak tahu seberapa banya benzocaine yang dikonsumsi pasien. Namun, pengakuan wanita itu, dirinya tidak menghabiskan sampai satu botol.

Disuntik dengan Petroleum Jelly, Pria Ini Nyaris Kehilangan Organ Intim

Liputan6.com, Jakarta Ukuran penis seringkali menjadi perhatian dari seorang pria. Namun, mencoba memperbesar organ intim dengan suatu zat yang jelas-jelas tak aman tentu bukan solusi untuk mengatasi masalah itu.

Seperti yang diungkap oleh dokter di jurnal Urology Case Reports baru-baru ini. Seorang pria di Australia harus menjalani operasi pada organ intimnya, setelah dia menyuntikkan cairan petroleum-jelly ke penis.

Dilansir dari The Sun pada Sabtu (21/9/2019), pria 45 tahun itu datang ke dokter dengan masalah gatal di alat kelamin selama lima hari yang disertai demam.

Petugas kesehatan menemukan penumpukan cairan dan borok yang mulai membusuk dan berdarah di organ reproduksi pasien. Dr. Amer Amin, yang menangani kasus itu, mengatakan bahwa batang penis pasien itu berada dalam kondisi parah. 

2 dari 3 halaman

Angkat Bagian Organ Intim yang Mati

Hati-hati, banyak dampak yang bakal didapat seorang transgender sesudah operasi kelamin (Ilustrasi/iStockphoto)

Terungkaplah, bahwa pria ini menyuntikkan petroleum-jelly untuk memperbesar ukuran penisnya pada dua tahun sebelumnya. Aksi nekad itu membuatnya harus didiagnosis dengan gangren Fournier.

“Suntikan penis secara mandiri dilakukan untuk meningkatkan ukuran dan dilaporkan menyebabkan nyeri laten, ulserasi, dan gangren Fournier,” tulis Amin yang merupakan dokter di St. Vincent’s Hospital, Sydney.

Pasien lalu dilarikan ke ruang operasi. Ahli bedah mengangkat bagian organ intim yang sudah mati dan mengeluarkan nanah di sepanjang batang alat kelamin pria itu. Amin mencatat bahwa setidaknya dibutuhkan tiga kali operasi untuk menghilangkan semua jaringan terinfeksi dan membusuk.

Hari kesepuluh usai pria asal kepulauan Pasifik bagian selatan itu dirawat di rumah sakit, demamnya turun dan darahnya pun mulai stabil. Cangkok kulit pada penis dan skrotumnya diberikan untuk memperbaiki alat kelaminnya yang sempat rusak. Ia diizinkan pulang usai sebulan dalam perawatan.

“Yang menarik, pasien kami melaporkan bahwa praktik ini cukup lumrah di kepulauan Pasifik selatan,” tulis catatan tersebut.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Posisi Seks Terbaik Bila Suami Nyeri Punggung

Liputan6.com, Jakarta Nyeri punggung bisa sangat mengganggu. Bagi mereka yang mengalami hal ini, membungkukkan tubuh ke depan bisa terasa sangat menyakitkan. Sementara bagi penderita nyeri punggung bawah, melengkungkan tubuh ke belakang malah menimbulkan nyeri. Jika Anda mengalami ini, berhubungan seks akan menjadi aktivitas yang menimbulkan rasa sakit.

Namun, ada cara untuk menyiasatinya. Ada beberapa posisi seks yang bisa diterapkan bagi pria dengan nyeri punggung bawah.

“Tidak ada posisi seks yang nyaman (bagi pasien nyeri punggung),” kata Natalie Sidorkewicz, doktor peneliti di  University of Waterloo, Kanada yang juga salah satu penulis dua penelitian tentang gerakan tulang belakang pasien nyeri punggung pria dan wanita saat berhubungan seks.

“Namun kita telah mengembangkan rekomendasi bagi perempuan yang memiliki berbagai kategori pemicu nyeri punggung,” kata Natalie.

Jika nyeri punggung Anda disebabkan oleh masalah cakram tulang belakang, sebaiknya hindari berhubungan seks di pagi hari. 

“Bangun dan bergerak selama satu jam bisa meredakan nyeri hingga 90 persen. Membuat seks semakin nyaman,” kata doktor itu.

2 dari 3 halaman

Pahami jenis nyeri punggung

Menurut Natalie, kebanyakan sakit punggung bisa dikategorikan dalam tiga kelompok :

Intoleran terhadap bungkukan

Nyeri tipe ini menjadi semakin sakit saat ada pergerakan membungkuk ke depan. Seperti mengambil pena dari lantai dan duduk terlalu lama.

Intoleran terhadap peregangan

Bagi pasien nyeri ini, meregangkan tubuh ke belakang atau posisi yoga yang melengkungkan tubuh ke belakang akan terasa sangat sakit. Rasa sakit yang ditimbulkan akibat lengkungan tubuh ke belakang.

Nyeri karena bergerak

“Gerakan apapun yang menggerakan tulang punggung seperti tegak atau berbaring bisa menimbulkan nyeri,” jelas Natalie.

3 dari 3 halaman

Posisi seks yang cocok untuk pasien nyeri punggung

Ada berbagai posisi seks yang tepat bagi penderita nyeri punggung, hanya saja perlu dicermati tipe nyeri yang mengganggu pergerakan Anda. Melansir Prevention, berikut posisi seks yang bisa dicoba:

Posisi Misionaris

Posisi ini tepat bagi Anda yang intoleran terhadap pergerakan atau lengkungan ke belakang. Natalie menyarankan, bila Anda sedang dalam posisi berbaring, seperti misionaris, menaruh bantal atau handuk yang tergulung bisa menyokong dan menstabilkan tulang punggung.

Doggy Style

Berbaring ke samping dan posisi berlutut, posisi ini paling nyaman bagi orang yang mengalami nyeri punggung bila membungkuk. Natalie berpesan agar Anda menyokong diri dengan menggunakan tangan, bukan siku untuk menjaga punggung dari posisi yang menyakitkan.

Namun bagi orang yang merasakan sakit bila melengkung ke belakang, berbaring ke samping atau bahkan posisi ini, bisa meningkatkan nyeri punggung. Posisi misionaris kemungkinan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. 

Natalie berkata, jika Anda sedang menumpu pada tangan dan lutut, coba jaga lekukan alami pada punggung bawah.

Woman on top

Riset Natalie belum sampai ke posisi ini. Namun jika ini memang pilihan Anda, riset doktor asal Amerika ini menyarankan laki-laki untuk mencoba metode yang berbeda, saat menyokong perempuan. Mencondongkan tubuh ke depan alih-alih bertumpu pada tangan bisa meringankan rasa sakit.

Patut diingat bahwa perubahan postur atau posisi yang kecil bisa membuat perbedaan besar. Jika posisi yang sekarang menimbulkan rasa nyeri, membungkuk ke depan atau belakang atau bahkan mengubah cara menyokong diri, bisa meringankan rasa sakit Anda.

Penulis : Selma Vandika

Jenis Obat Hipertensi yang Aman agar Tekanan Darah Tetap Normal

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan obat pengendali tekanan darah, baik tunggal maupun kombinasi menjadi pemilihan yang patut dipertimbangkan oleh dokter. Pertimbangan tersebut sesuai dengan Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, yakni pasien dengan tekanan darah lebih dari140 mmHg atau lebih 90 mmHg diperlukan inisiasi obat untuk menurunkan tekanan darah.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Tunggul D Situmorang, konsensus pemakaian obat pengendali tekanan darah dianjurkan secara kombinasi sejak awal pengobatan untuk mencapai tekanan darah sesuai target.

Pengendalian tekanan darah sesuai target sudah terbukti, yang mana dapat mencegah 35 – 40 persen kejadian stroke, 20 – 25 persen serangan jantung koroner, dan lebih dari 50 persen kejadian gagal jantung.

“Di Indonesia, semua golongan obat-obatan pengendali tekanan darah sudah tersedia. Ada golongan obat Calcium Channel Blocker (CCB), Diuretik, Penyekat Beta (Beta Blocker), Penyekat Alpha (Alpha Blocker), Anti Converting Enzyme Inhibitor (ACE inhibitor), Angiotensinogen Receptor Blocker (ARB), Central Blocker, Aldosteron Antagonist dan lain-lain,” kata Tunggul kepada Health Liputan6.com melalui keterangan tertulis, ditulis Kamis (19/9/2019).

2 dari 2 halaman

Obat Hipertensi yang Efektif

Obat hipertensi yang efektif.

Tunggul menjelaskan, hipertensi pada umumnya selalu disertai faktor risiko lain, misal diabetes dan kolesterol. Oleh karena itu, pengobatan hipertensi tidak hanya sekadar menurunkan tekanan darah, melainkan harus mengobati faktor risiko penyakit lainnya.

Keputusan mengenai pemilihan golongan obat yang akan digunakan harus mengacu pada bukti studi klinis yang sudah ada (Evidence Base Medicine/EBM), yang disimpulkan menjadi Pedoman Baku atau Konsensus. Pedoman itu untuk memastikan kemanjuran (potency), keamanan (safety), dan tolerabilitas obat anti-hipertensi.

Salah satu contohnya, penggunaan golongan obat Calcium Channel Blocker (Nifedipine OROS), baik sebagai pengobatan tunggal atau kombinasi dengan obat anti-hipertensi lain memberikan pengobatan hipertensi yang efektif. Kombinasi obat ini aman dan ditoleransi dengan baik bagi pasien hipertensi.

Nifedipine dengan teknologi OROS (Nifedipine OROS) adalah Nifedipine berteknologi Osmotic-controlled Release Oral delivery System, yang memungkinkan obat Nifedipine bertahan di dalam tubuh selama 24 jam serta menjaga tekanan darah tetap normal sepanjang hari.

Idap HIV Sejak Belasan Tahun Lalu, Miguel Rayakan Ulang Tahun ke-100

Liputan6.com, Jakarta Selama ini, HIV dipandang masyarakat sebagai penyakit yang akan membunuh seseorang dengan cepat. Namun, seiring berkembangnya pengobatan dan perawatan bagi para Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), usia pasien bisa lebih panjang.

Salah satunya adalah pria bernama Miguel. Baru-baru ini, ODHA asal Portugal itu merayakan ulang tahunnya yang ke-100.

“Saya telah menghabiskan tahun-tahun ini tanpa kesulitan dan kesakitan,” kata Miguel pada CTV News, seperti dikutip dari New York Post pada Jumat (20/9/2019).

Miguel, yang tidak ingin dipublikasikan identitas sepenuhnya, pertama kali didiagnosis HIV 16 tahun lalu di Lisbon. Namun, dia merawat dirinya dengan baik. Dokter Ines Pintassilgo yang merawatnya, mengatakan bahwa pria itu rutin mengonsumsi antiretroviral.

“Jika orang minum obat, mereka bisa hidup seperti orang lain. Saya rasa itulah kesimpulan utamanya,” kata Pintassilgo.

2 dari 2 halaman

Tak Pernah Merokok

Ilustrasi HIV/AIDS

Miguel mengungkapkan dirinya tak pernah merokok dan memiliki kehidupan yang aktif. Selain itu, dia rajin mengonsumsi teh lemon yang dibuatnya setiap hari.

“Potongan lemon yang baik dengan kulit buahnya, bulirnya, dan segalanya,” kata Miguel.

Meski menolak dianggap sebagai kasus yang istimewa oleh para dokter setempat, namun tetap saja ahli mengatakan bahwa ceritanya bisa menjadi inspirasi bagi 36,9 juta ODHA di seluruh dunia.

“100 tahun adalah sesuatu yang istimewa,” kata pakar HIV asal Italia Dr. Giovanni Guaraldi.

“Orang ini seperti ikon harapan bagi mereka yang hidup dengan HIV,” tambahnya.

Dikutip dari Medical News Today, sebuah penelitian di 2017 di jurnal AIDS menemukan bahwa tambahan harapan hidup ODHA yang terdiagnosis di usia 20-an selama era monoterapi tunggal adalah 11,8 tahun. Namun, angka tersebut meningkat hingga 54,9 tahun di masa antiretroviral kombinasi terbaru.

Peneliti juga menyatakan bahwa ODHA yang memiliki edukasi serta pendidikan lebih tinggi, memiliki harapan hidup yang sama dengan populasi secara umum.

Studi pada rata-rata pria Amerika Serikat tahun 2017 di jurnal The Lancet HIV juga menemukan bahwa mereka yang melakukan pengobatan memiliki harapan hidup hingga 78 tahun.

Untuk Cek Tekanan Darah, Dokter Sarankan Pakai Tensimeter Digital

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, masyarakat sudah bisa melakukan cek tekanan darah secara mandiri dengan bantuan tensimeter yang sudah banyak beredar secara legal. Walaupun begitu, seseorang dianjurkan agar memakai alat yang pengukurannya sudah digital ketimbang yang masih memakai merkuri.

“Kalau lihat surat edaran dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan, sebenarnya secara global, bahwa merkuri menjadi limbah bersama,” kata dokter spesialis saraf Yuda Turana pada Health Liputan6.com di Jakarta, ditulis Jumat (20/9/2019).

Yuda mengatakan, di Jepang, alat-alat kesehatan bermerkuri sudah tidak lagi digunakan dan ditarik oleh pemerintah. Sementara di Indonesia, produsen saat ini cenderung tidak lagi membuat alat kesehatan bermerkuri dan berorientasi pada digital.

“Sebenarnya kalau dari penelitian, sudah menunjukkan bahwa baik tensimeter digital dan merkuri mempunyai akurasi yang sama,” kata dewan anggota Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia ini pada Kamis kemarin.

2 dari 5 halaman

Tak Ada Gangguan Saat Gunakan Stetoskop

Dianjurkan untuk Kita Rutin Mengecek Tekanan Darah agar Terhindar dari Hipertensi Sekali Setahun (Ilustrasi/iStockphoto)

Namun, Yuda mengungkapkan bahwa tensimeter digital tetap memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan tensimeter merkuri.

“Keuntungan dari digital, khususnya di Indonesia, dari sudut pandang pasien itu lebih mudah. Karena tidak ada faktor perancu pendengaran dengan stetoskop,” kata Yuda.

Dia menambahkan, ketika seorang dokter menggunakan tensimeter dibantu dengan stetoskop, kemungkinan biasnya akan kecil. Berbeda dengan masyarakat awam yang melakukan pemeriksaan secara mandiri.

“Kalau kita anjurkan pemeriksaan tekanan darah di rumah pada pasien dengan tensimeter merkuri dan stetoskop, stetoskop saja ada yang murah ada yang mahal, malah biasnya besar,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta ini.

3 dari 5 halaman

Tensimeter Digital Lebih Obyektif

Akan lebih baik lagi jika kita menjaga tekanan darah tetap terkendali sehingga terhindar dari hipertensi (Ilustrasi/iStockphoto)

Bahkan, pemeriksaan yang dilakukan dokter atau tenaga kesehatan dengan tensimeter merkuri pun ditentukan oleh orang yang melakukan cek tersebut.

“Yang didengar oleh dokter maupun perawat, itu sangat ditentukan banyak hal. Yang memeriksa sangat menentukan benar tidak, sama tidak. Jadi sangat subyektif,” kata dokter spesialis penyakit dalam dan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia Tunggul D. Situmorang.

Karena itu, Yuda menganjurkan seseorang menggunakan tensimeter digital untuk pemeriksaan tekanan darah secara mandiri di rumah.

“Tentu dengan alat yang terstandarisasi dan akurat,” pungkasnya.

Walau begitu, selalu periksa apakah tensimeter digital tersebut berfungsi dengan seharusnya atau tidak. Salah satunya adalah dengan melihat akurasi perhitungan yang bisa saja dipengaruhi oleh baterai.

4 dari 5 halaman

Kemenkes Minta Fasyankes Tak Lagi Gunakan Alkes Bermerkuri

Hipertensi / Sumber: iStockphoto

Dalam rilisnya beberapa waktu lalu, Kemenkes telah meminta agar fasilitas kesehatan tidak lagi menggunakan alat kesehatan yang mengandung merkuri.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kirana Pritasari mengatakan bahwa merkuri merupakan bahan berbahaya dan beracun yang sudah menjadi isu global. Ia mengatakan dampak negatif pada kesehatan yang bisa ditimbulkan dari paparan merkuri antara lain: kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, paru-paru, dampak terhadap janin seperti kelumpuhan otak, gangguan ginjal, sistem syaraf, menurunnya kecerdasan, cacat mental, hingga kebutaan.

Ditargetkan bahwa tahun depan, 100 persen fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia sudah tidak lagi menggunakan alat kesehatan semacam itu.

5 dari 5 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Ingin Hidup Sehat? Coba Ikuti 5 Tips Bugar Ini

Liputan6.com, Jakarta – Menjaga kebugaran tubuh merupakan hal yang patut diperhatikan oleh setiap manusia. Terkadang banyak juga orang yang kurang memperhatikan kesehatan tubuhnya akibat terlalu sibuk dengan segudang aktivitas.

Walaupun memiliki banyak aktivitas yang cukup sibuk, Anda tetap bisa menjaga kebugaran tubuh. Anda dapat melakukan gerakan-gerakan simpel seperti Ankle Rotation, Hamstring Stretch, Shoulder Stretch, dan lainnya di rumah atau di kantor.

Hanya dengan melakukan gerakan-gerakan tersebut, kebugaran tubuh Anda akan tetap terjaga. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, Anda juga dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu aktivitas.

Lalu apa saja tips bugar yang bisa Anda lakukan? Yuk, langsung saja simak selengkapnya di channel Klikdokter.com di Vidio berikut ini.

Cegah Hipertensi Jadi Komplikasi, Penting Cek Tekanan Darah Secara Mandiri

Liputan6.com, Jakarta Hipertensi saat ini menjadi salah satu penyakit ‘silent killer‘ yang tak banyak disadari masyarakat Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, menunjukkan penderita tekanan darah tinggi saat ini mencapai 34,1 persen di kelompok usia dewasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi awal dari komplikasi kesehatan seperti stroke atau gagal ginjal, serta kematian.

Seringkali, seseorang hanya menerima pemeriksaan tekanan darah di klinik saja. Padahal zaman sekarang, penting juga untuk melakukan tes tersebut di luar fasilitas kesehatan, khususnya di rumah.

Yuda Turana, dokter spesialis saraf mengatakan bahwa saat ini, kesadaran masyarakat Indonesia soal pemeriksaan tekanan darah masihlah rendah. Hal ini juga berpengaruh pada kurangnya kontrol terhadap tensi, terutama pada mereka yang sudah memiliki kondisi hipertensi.

“Dengan seseorang memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah, ketika pasien memantau tekanan darah dari rumah, mereka memiliki kecenderungan untuk melakukan pengobatan secara teratur. Jadi dia lebih peduli untuk hipertensinya,” kata Yuda yang merupakan anggota dewan pembina Indonesia Society of Hypertension (InaSH) tersebut di Jakarta pada Kamis lalu, ditulis Jumat (20/9/2019).

2 dari 4 halaman

Diagnosis Hipertensi Tak Cuma dari Pemeriksaan Dokter

Dokter Tunggul D. Situmorang (paling kanan) dan Dokter Yuda Turana (kedua dari kanan) dalam temu media di Jakarta pada Kamis (20/9/2019) (Istimewa)

Yuda mengungkapkan bahwa tekanan darah bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Karena itu, ketika seseorang melakukan cek di klinik atau fasilitas kesehatan bisa saja berbeda saat dia melakukannya pemeriksaan secara mandiri.

Seringkali, hipertensi yang terjadi di fasilitas kesehatan mungkin saja termasuk dalam hipertensi jas putih atau white coat hypertension. Kondisi ini terjadi saat tekanan darah meningkat saat dirinya melakukan pemeriksaan di lingkungan kesehatan dengan tenaga medis seperti dokter. Namun, belum tentu sehari-hari dia memiliki tekanan darah tinggi.

Di sisi lain, seseorang juga mungkin saja mengalami hipertensi terselubung atau masked hypertension. Di mana tekanan darah meninggi saat di rumah, namun turun ketika diperiksan di fasilitas kesehatan.

Maka dari itu, Dokter spesialis penyakit dalam, Tunggul D. Situmorang mengatakan bahwa berdasarkan Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019 yang dilakukan InaSH Februari lalu, diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik atau office blood pressure.

“Tapi dianjurkan juga untuk melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut ‘out of office blood pressure‘ di mana CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

3 dari 4 halaman

Wajib Menjaga Gaya Hidup

Ilustrasi mengukur tekanan darah (iStockphoto)

Adapun, beberapa kelompok yang disarankan untuk rajin cek tekanan darah di rumah adalah lansia, ibu hamil, pasien diabetes, serta mereka yang sudah memiliki kondisi atau riwayat hipertensi di keluarga untuk mencegah kerusakan organ lebih parah seperti stroke atau ginjal.

Yoshiaki Nishiyabu dari PT Omron Healthcare mengatakan bahwa deteksi awal dan pemantauan hipertensi sangatlah penting bagi masyarakat.

“Jika tidak dirawat dan dipantau dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang mengancam nyawa. Masyarakat dari semua kelompok usia perlu disadarkan atas bahaya hipertensi dan cara pencegahannya,” ujar Nishiyabu.

Tunggul menambahkan, bagi mereka yang sudah memiliki kondisi hipertensi atau belum, tentunya juga wajib menjaga gaya hidup sehat. Olahraga teratur, nutrisi seimbang, mengurangi asupan garam, gula, dan lemak adalah salah satunya. Tidak lupa juga jaga berat badan dan lingkar pinggang agar tetap ideal.

Selain itu yang harus dilakukan lainnya adalah “berhenti merokok, tidak minum alkohol, dan menghindari stres.” Jangan lupa konsumsi obat antihipertensi yang diberikan secara teratur.

Namun, khusus pasien hipertensi juga rutin melakukan cek tekanan darah, disertai dengan kontrol lewat konsumsi obat-obatan yang sudah diberikan oleh dokter secara rutin, menjadi suatu kewajiban agar tekanan darah sesuai dengan yang diharapkan.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Pada BKGN 2019, Riset: 80 Persen Masyarakat Indonesia Memiliki Masalah Gigi Berlubang

Liputan6.com, Jakarta Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) telah resmi digelar, Sabtu (7/9/2019). Acara yang digelar di Plaza Barat Senayan Gelora Bung Karno, dimeriahkan dengan kegiatan menarik seperti pemeriksaan gigi gratis dan kegiatan sikat gigi bersama ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar, games edukasi kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Unilever melalui brand Pepsodent dengan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI).

Dari gerakan BKGN, Pepsodent menginisiasi gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ yang mengajak semua orang menjadi ‘Pahlawan Senyum’ guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

Faktanya, dari gerakan tersebut, selama sembilan tahun, BGKN telah memberi manfaat kepada 250.000 masyarakat Indonesia. Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari seratus PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi di seluruh Indonesia, 14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat di sepanjang pelaksanaan BKGN.

Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc mengatakan Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Hal itu merujuk dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Hal itu menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun.

Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang.

“Melihat masih dibutuhkannya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara konsisten, di BKGN tahun ini Pepsodent memulai gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ untuk membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang. Dalam gerakan ini, tentunya kami merangkul kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar drg. Mirah.

Sementara itu, Ketua PDGI Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM menambahkan dalam data Riskesdas 2018 memperlihatkan bahwa dari 94,7% masyarakat yang menyikat gigi setiap hari, hanya 2,8% yang melakukannya di waktu yang tepat, yaitu dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.

”kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi,” tutur drg. R. M. Sri Hananto Seno.

Dalam acara tersebut, hadir pula para Dekan dari seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia serta ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi di wilayah DKI Jakarta, acara ditutup dengan penghargaan terhadap para “Pahlawan Senyum” yang telah berdedikasi membantu masyarakat Indonesia terbebas dari masalah gigi berlubang.

Sementara itu, artis dan ibu dari tiga orang anak, Donna Agnesia menambahkan bahwa Kesehatan gigi dan mulut keluarga merupakan salah satu prioritas utama.

”Sejak anak-anak masih kecil, aku selalu menanamkan kebiasaan untuk menyikat gigi dua kali sehari, dan rutin mengajak mereka ke dokter gigi. Kini saat mereka sudah semakin besar, tidak jarang justru mereka yang mengingatkan aku dan suami jika salah satu dari kami mungkin terlupa dengan kebiasaan ini. Jadi, aku setuju banget bahwa kita semua bisa menjadi ‘Pahlawan Senyum’, siapapun dan dimanapun kita berada,” ujar Donna.

Nantinya, BKGN bakal digelar di 24 Fakultas Kedokteran Gigi dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang. BKGN 2019 memiliki target menjangkau 64.000 orang.

Tunggu apalagi, ayo ajak keluarga memeriksakan gigi gratis di BKGN, info lebih lanjut klik tautan berikut ini.

(Adv)

Virus dari Gigitan Nyamuk, Pria Michigan Mati Otak 9 Hari Kemudian

Liputan6.com, Michigan Hanya dalam waktu sembilan hari, seorang pria terkena virus yang ditularkan nyamuk mengembuskan napas. Gregg McChesney (64) awalnya sehat, lantas mendadak mati otak.

Ia menderita kejang. Akhirnya, nyawanya tak terselamatkan. Gregg meninggal dua minggu setelah tertular virus Eastern equine enchephalitis dari nyamuk.

Sang kakak, Mark McChesney asal Michigan, Amerika Serikat pun sangat terkejut melihat kondisi adiknya.

“Dalam hitungan sembilan hari, dia berubah drastis, dari sangat sehat menjadi mati otak,” ujar Mark, dikutip dari The Sun, Jumat (19/9/2019). “Tiba-tiba dia mengalami kejang dan tahu-tahu masuk UGD. Dan dia tidak pernah keluar dari sana (meninggal dunia).”

Mark menyampaikan, pihak keluarga bingung atas kematian Gregg karena virus dari nyamuk yang mengejutkan. Mereka mempertanyakan secara rinci bagaimana hal itu bisa terjadi.

“Kami tidak tahu dan dokter hanya melakukan segala upaya yang bisa dilakukan. Tapi mereka tidak bisa mengetahuinya juga,” lanjut Mark.

Bekerja di Lahan Pertanian

kepribadian
Gregg dan saudaranya bekerja di lahan pertanian kurang dari sebulan lalu. Photo by kudung setiawan on Unsplash

Mark menceritakan, ia bekerja bersama Gregg di lahan pertanian kurang dari sebulan lalu, sebelum kematian Gregg pada 19 Agustus 2019. Di mata Mark, Gregg sebagai seorang pria yang mencintai kehidupan.

Gregg tak segan-segan menakuti beruang ketika keduanya sedang backpacking. Michigan Department of Health and Human Services pun mengkonfirmasi, ada tujuh kasus Eastern equine enchephalitis di Michigan Barat Daya. Dari tujuh kasus tersebut, tiga kasus di antaranya sebabkan kematian.

Virus Eastern equine enchephalitis yang dikenal sebagai triple E (EEEV) atau penyakit tidur adalah penyebab yang langka dari infeksi otak. Kondisi ini menyebar ke manusia dari nyamuk yang terinfeksi virus EEEV.

Meskipun rata-rata ada tujuh kasus virus EEEV yang dilaporkan di Amerika Serikat setiap tahun, akibat fatal meningkat sekitar 30 persen seiring waktu, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Risiko Terkena Virus EEEV

Menghilangkan bekas gigitan nyamuk
Virus EEEV dari nyamuk. (sumber: Pixabay)

CDC juga menulis, orang yang berusia di atas 50 tahun dan di bawah 15 tahun tampaknya punya risiko terbesar kena penyakit parah ketika terinfeksi EEEV.

“Infeksi EEEV dapat menyebabkan sistemik atau ensefalitis (melibatkan pembengkakan otak, disebut di bawah ini sebagai EEE),” tulis CDC.

“Jenis penyakit tergantung pada usia orang tersebut dan faktor-faktor inang lainnya.”

Gejala Tertular Virus

Ilustrasi Sakit Flu dan Demam
Gejala kena virus langka nyamuk. (iStockphoto)

Orang yang tertular virus biasanya mulai merasakan gejala sekitar empat hingga 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi virus EEEV, menurut CDC. Gejala berupa demam, sakit kepala, kedinginan, diare, dan mudah marah.

“Kematian biasanya terjadi dua hingga 10 hari setelah timbulnya gejala, tetapi dapat terjadi jauh kemudian. Di antara pasien yang pulih, banyak yang mengalami cacat mental dan fisik sehingga melumpuhkan,” tambah CDC.

“Mereka alami disfungsi otak minimal hingga gangguan intelektual yang parah, gangguan kepribadian, kejang, kelumpuhan, dan disfungsi saraf kranial. Banyak pasien dengan gejala sisa yang parah meninggal dalam beberapa tahun.”

Direktur dan pejabat kesehatan Joneigh Khaldun dari Departemen Kesehatan Detroit ikut menyampaikan. Bahwa Michigan saat ini mengalami wabah Eastern Equine Encephalitis terburuk yang terburuk dalam lebih dari satu dekade,” lanjut Joneigh.

“Kasus yang dilaporkan pada manusia dan hewan dan keparahan penyakit ini menggambarkan pentingnya mengambil tindakan pencegahan terhadap gigitan nyamuk.”

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Mitos atau Fakta? Inilah 10 Hal Mengenai HPV

Liputan6.com, Jakarta – Penyakit kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh wanita. HPV merupakan salah satu alasan pertama penyebab munculnya kanker serviks pada leher rahim wanita.

HPV atau Human Papillomavirus bisa mengakibatkan tubuh terinfeksi melalui hubungan seks, baik itu yang dilakukan melalui vaginal, anal ataupun oral.

Informasi mengenai virus HPV ini masih simpang siur di masyarakat mengenai beberapa hal akan  kebenaran dan faktanya.

Lalu apa saja mitos dan fakta mengenai virus HPV ini? Yuk, simak selengkapnya di channel Klikdokter.com di Vidio berikut ini.

Tingkatkan Produksi Obat dalam Negeri, Industri Farmasi Didorong Lakukan Penelitian

Liputan6.com, Jakarta Indonesia merupakan negara yang kaya dengan beragam sumber daya alam. Maka dari itu, industri farmasi dalam negeri didorong untuk memanfaatkan potensi tersebut dengan meningkatkan penelitian.

“Kita jangan sampai tergantung dengan obat-obatan impor,” kata Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Kuwat Sri Hudoyo di Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Jumat (20/9/2019).

“Kalau bisa tentu kita memproduksi obat-obatan sendiri, termasuk obat tradisional pun harus jadi target kita agar ke depannya bisa produksi dalam negeri,” ujarnya dalam Forum Merdeka Barat 9 pada Senin lalu.

Kuwat mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan menargetkan agar produksi obat dalam negeri terus meningkat setiap tahunnya. Maka dari itu, Kemenkes meminta agar industri farmasi lebih banyak melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya alam di Indonesia.

“Yang bisa kami sampaikan pada dunia farmasi tadi, untuk melakukan berbagai penelitian yang (seringkali) membutuhkan biaya dan sumber daya besar sekali, serta waktu yang lama.”

2 dari 3 halaman

Cara Kemenkes Dukung Industri Dalam Negeri

Pengunjung melihat produk yang di pamerankan dalam ajang pameran niaga bahan baku farmasi dan pangan fungsional terkemuka se-Asia Tenggara di JIEXPO, Jakarta, Rabu (22/3). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kuwat mengatakan, salah satu cara Kemenkes mendukung produk obat-obatan dalam negeri adalah pengadaan melalui e-Katalog. Hal ini juga menjadi strategi pemerintah agar obat dan alat kesehatan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat seluruh Indonesia.

“Di situ kita bisa mendapatkan obat yang berkualitas, harga murah, dan biasanya sebagian besar dalam negeri. Yang produk-produk luar negeri itu terlalu mahal,” ujarnya.

Selain obat-obatan, Kemenkes juga mendorong produksi alat kesehatan dalam negeri.

“Saat ini yang jelas adalah alat kesehatan produksi dalam negeri kita sudah banyak yang dimanfaatkan oleh kita sendiri. Sampai kita bisa ekspor ke luar,” Kuwat menambahkan.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Mobil Oksigen Berikan Udara Bersih bagi Warga Kalteng Terdampak Kabut Asap

Liputan6.com, Palangkaraya Mobil Oksigen menjadi salah satu layanan yang disediakan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk warga yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sampai saat ini ada dua unit Mobil Oksigen untuk memenuhi kebutuhan udara bersih.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menerangkan, Mobil Oksigen baru dioperasikan sejak 18 September 2019. Pada hari pertama beroperasi tercatat 30 masyarakat telah menikmati udara bersih.

“Mobil Oksigen (dalam bentuk bus) ini berkeliling menuju permukiman warga. Dua daerah padat penduduk yang dikunjungi terdampak kabut asap, yaitu Pelabuhan Rambang dan Pasar Besar Palangkasari,” jelas Suyuti sebagaimana keterangan yang diterima Health Liputan6.com, Jumat (20/9/2019).

Tabung-tabung oksigen tersebut dibawa menggunakan dua bus secara beriringan. Selanjutnya, bus berkeliling menuju perkampungan padat atau pemukiman warga yang memerlukan udara bersih dan terdampak kabut asap.

“Siapapun bebas mendapatkan udara bersih. Satu bus dapat menampung sekitar 3–4 tabung oksigen yang dioperasikan tiga tenaga kesehatan, antara lain dua perawat dan satu penyuluh kesehatan. Mobil Oksigen beroperasi mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

2 dari 4 halaman

Sediakan Rumah Oksigen

Mobil Oksigen berikan layanan udara bersih bagi warga Kalimantan Tengah yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI)

Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng juga menyediakan Rumah Oksigen untuk memberikan layanan udara yang bersih kepada masyarakat selama bencana karhutla berlangsung. Hingga saat ini sudah ada sekitar 122 Rumah Oksigen di beberapa titik di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah.

“Kami telah menyiapkan cukup banyak Rumah Oksigen untuk masyarakat. Tapi itu masih belum bisa menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Suyuti.

Untuk itu, kami siagakan Mobil Oksigen yang dapat memperluas layanan, sehingga masyarakat yang terdampak kabut asap di pedalaman dapat menikmati udara bersih.”

3 dari 4 halaman

Efektif Dinikmati Masyarakat

Mobil Oksigen berikan layanan udara bersih bagi warga Kalimantan Tengah yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI)

Ide Mobil Oksigen muncul tatkala ada petugas yang mengalami sesak napas dan ingin mendapatkan oksigen di dalam ambulans. Melihat hal itu, tim kesehatan merasa, kenapa oksigen ini tidak dibawa berkeliling menggunakan mobil yang cukup besar, dalam bentuk bus.

Upaya tersebut agar jumlah warga yang dilayani semakin banyak.

“Ke depan, jumlah mobil oksigen dan tampungan oksigen akan ditambah. Hal ini dirasa lebih efektif untuk dilaksanakan dan langsung dinikmati masyarakat yang tidak memiliki akses ke Rumah Oksigen,” ucap Suyuti.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Sushi Memang Tampak Lezat, tapi Apakah Sehat?

Liputan6.com, Jakarta Sushi bisa menjadi makanan yang menggugah selera, terutama bagi para pecinta sushi. Sushi yang berisi ikan segar, seperti salmon, tuna, dan sayuran tampak lezat dimakan.

Lantas apakah sushi termasuk makanan yang sehat? Ahli diet dan gizi Rebekah Blakely menjawab, tidak semua sushi itu sehat, tergantung bahan dan cara menyiapkannya.

“Banyak orang menganggap sushi sebagai salah satu pilihan makanan paling sehat saat makan di luar. Ya, dan itu bisa saja,” kata Blakely, dikutip dari MSN, Jumat (20/9/2019). “Namun, tidak semua sushi adalah makanan sehat untukmu. Itu sangat tergantung pada bahan yang digunakan dan bagaimana persiapannya.”

Yang perlu diperhatikan, sushi roll biasanya berisi makanan laut dan sayuran yang dibalut nasi putih. Nasi dicampur dengan cuka dan gula lalu digulung rapat.

“Satu gulungan sushi dapat berisi setengah cangkir hingga satu cangkir beras. Biasanya 300 hingga 500 kalori (untuk sebagian besar gulungan spesial). Banyak orang memesan dua atau tiga sushi roll,” lanjut Blakely.

“Penelitian menunjukkan hubungan antara asupan tinggi karbohidrat olahan, misal nasi putih dan peningkatan gula darah dan insulin, yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.”

2 dari 5 halaman

Manfaat Kesehatan dari Sushi

Manfaat dari sushi. (AFP)

Blakely menambahkan, ada penelitian tentang seseorang yang mematuhi pedoman makanan Jepang memiliki tingkat kematian 15 persen lebih rendah.

“Ini termasuk makan makanan contohnya sushi, ikan, acar sayuran, miso, dan rumput laut,” jelasnya. “Sushi menawarkan banyak manfaat kesehatan, dari yodium dalam rumput laut (meningkatkan kesehatan tiroid) hingga vitamin A (untuk kulit bercahaya dan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat).

Penelitian lain menunjukkan manfaat dari mengonsumsi ikan (yang ada pada sushi) secara teratur, yakni kebutuhan asam lemak omega-3 terkait penurunan risiko penyakit jantung, stroke, masalah autoimun, dan depresi.

3 dari 5 halaman

Kandungan Merkuri

Kandungan merkuri pada sushi. copyright shutterstock.com

Kekhawatiran lain bagi seseorang yang makan sushi secara rutin adalah kandungan merkuri. Beberapa ikan, termasuk king mackerel, marlin, orange roughy, hiu, swordfish, tilefish, ahi tuna, dan bigeye tuna mengandung jauh lebih tinggi merkuri daripada yang lain.

“Paparan merkuri yang tinggi mengakibatkan masalah kesehatan, di antaranya kelelahan, depresi, penurunan berat badan, kehilangan memori, dan masalah neurodegeneratif yang lebih serius,” jelas Blakely.

“Ada beberapa penelitian yang mengeksplorasi efek merugikan dari keracunan merkuri. Tuna adalah sumber paparan merkuri paling umum, jadi ingatlah saat memesan sushi.”

4 dari 5 halaman

Sushi Lebih Sehat

Makan sushi lebih sehat. copyright Shutterstock

Anda bisa makan sushi yang mendapatkan lebih banyak manfaat sehat. Blakely memberikan tips.

Pilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti salmon, udang, belut, kepiting, dan trout. Hindari jenis ikan dengan merkuri tinggi seperti yang disebutkan di atas.

“Pesan satu roll. Jika Anda suka sushi roll, pilih satu saja, lalu kombinasikan dengan opsi lain yang lebih rendah karbohidrat dan kalori, misal edamame, sup miso, dan salad,” Blakely menambahkan.

Hindari nasi. Alih-alih sushi roll yang dibalut nasi, mintalah sushi dibalut mentimun atau bisa memesan sashimi.

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Ikut Touring jadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat, Begini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang suka dilarang pasangan saat mau pamit untuk ikutan touring? Kini, kamu punya alasan tepat untuk berkendara motor jarak jauh dengan komunitasmu. Ajukan fakta kalau mengikuti touring bisa bikin tubuh sehat dan stres menghilang. Jika dilakukan secara rutin dan dengan cara yang tepat, ancaman penyakit kritis pun bisa ditekan. Begini faktanya

Lutut dan Paha Jadi Lebih Kuat dan Sehat

Ahli bedah ortopedi telah membuktikan jika pengendara sepeda motor lebih sedikit masalah lutut. Pasalnya, kebiasaan ini dapat memperkuat otot-otot penting yang digunakan untuk menahan tulang-tulang di lutut tetap pada tempatnya.

Meningkatkan Kesehatan Mental

Selain mengoptimalkan fungsi otak, mengendarai sepeda motor terbukti berdampak positif bagi kesehatan mental. Suasana hati meningkat dan stres berkurang saat menyusuri jalanan. Setiap kali melaju dengan motor, kamu juga merasakan adrenalin maupun endorfin yang dilepas oleh tubuh. Hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh yang meningkat sebagai tameng dari penyakit yang menyerang.

Meningkatkan Kekuatan Tubuh

Mungkin nggak nyangka jika kebiasaan melakukan perjalanan jarak jauh bisa meningkatkan kekuatan inti tubuh. Jaga diri tetap tegak saat mengendarai sepeda motor karena dengan mempertahankan postur tubuh yang benar kamu akan melatih bagian tengah tubuh, menguatkan leher, dan melatih otot-otot punggung. Semua kegiatan yang terlibat dalam menyetir sepeda motor dan menjaganya tetap stabil dalam kecepatan lambat juga dapat memperkuat otot perut.

Membakar Kalori

Bukan hanya olahraga saja yang bisa membakar kalori, menaiki sepeda motor juga bisa, lho. Bukan hanya menyajikan latihan fisik dan mental, touring juga meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Selain membakar kalori, menggunakan tubuh untuk menjaga keseimbangan dan menyetir sepda motor dengan aman juga membutuhkan usaha yang nggak sedikit. Tuntutan untuk menggunakan hampir semua otot ini lumayan dijadikan latihan pengencangan seluruh tubuh.

Ada banyak manfaat yang bisa didapat saat mengikuti touring. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, pastikan tubuh fit dan sehat sebelum berkendara. Rencanakan kapan waktu yang tepat untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan, misalnya setiap dua jam berhenti untuk beristirahat, minum, dan meregangkan tubuh.

Selain itu, kenakan atribut keselamatan seperti helm, sarung tangan, jaket, sepatu dan masker. Jangan lupa juga untuk bekali diri dengan asuransi yang memproteksi diri dari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Bukan hanya asuransi jiwa saja, tapi juga asuransi penyakit kritis yang dapat melindungi diri dari ancaman penyakit tanpa harus menguras tabungan yang dimiliki. Siap touring bareng komunitasmu?

(*)

Jauhi Kabut Asap Karhutla, Sunarto Hirup Udara Bersih di Rumah Oksigen

Liputan6.com, Palangkaraya Sejenak menjauhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sunarto (41) bahagia menghirup udara bersih di Rumah Oksigen.

Pria asal Jawa Tengah yang tinggal di Jalan Kutilang, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah segar kembali saat udara bersih masuk ke saluran pernapasannya. Kabut asap pun tidak terhirup lagi.

“Saya ke sini (Rumah Oksigen) dengan anak saya, Fariz (5), supaya kami tetap segar dan terjaga kesehatannya,” ungkap Sunarto dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com, Jumat (20/9/2019).

Sunarto mengaku sangat bersyukur karena jarak Rumah Oksigen tidak jauh dari tempat tinggalnya, yang dikepung kabut asap. Hanya perlu menempuh waktu 5 menit menggunakan motor atau mobil.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih telah disiapkan rumah oksigen ini. Berkat adanya rumah ini sangat membantu kami semua yang memerlukan udara bersih,” terangnya.

2 dari 4 halaman

Rumah Oksigen yang Selalu Ada

Di Rumah Oksigen, Sunarto bisa menghirup udara bersih dan tersingkir sejenak dari kabut asap karhutla. (Dok Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI)

Selama kejadian kabut asap, layanan Rumah Oksigen menjadi salah satu idaman bagi masyarakat yang terdampak. Sunarto berharap Rumah Oksigen selalu ada, bukan hanya kejadian karhutla sekarang saja, tapi bencana kebakaran di tahun-tahun mendatang.

“Saya akan kembali lagi ke sini dan memberitahukan kepada orang di sekitar tempat tinggal. Bahwa ada Rumah Oksigen yang disiapkan untuk masyarakat. Siapapun boleh menggunakan fasilitasnya,” pungkas Sunarto.

Sang anak, Fariz juga mengaku senang saat diajak ayahnya ke Rumah Oksigen. Ia bisa menghirup udara yang segar.

“Di sini enak, anginnya dingin pas masuk ke hidung, enggak ada asapnya,” ucap Fariz.

3 dari 4 halaman

Layani Masyarakat

Mobil oksigen yang juga disiapkan untuk menghindar dari kabut asap karhutla dengan tawaran udara bersih. (Dok Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI)

Rumah Oksigen adalah salah satu dari 122 Rumah Oksigen yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk melayani masyarakat yang terdampak kabut asap.

Sasaran layanan ini khususnya ditujukan kelompok rentan, seperti bayi, balita, dan ibu hamil. Namun, fasilitas ini juga terbuka untuk masyarakat yang sesak napas akibat terdampak kabut asap.

Rumah Oksigen ini berlokasi di Gedung RMC, Jalan Sudirman, Palangkaraya. Setiap hari, Rumah Oksigen melayani 5 – 10 warga masyarakat di sekitar Palangkaraya.

Waktu operasional mulai pukul 07.00-14.00 Wib, yang menempatkan 4 orang tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Waspada, Risiko Kecacatan Akibat Hipertensi

Liputan6.com, Jakarta Risiko kecacatan akbat tekanan darah tinggi (hipertensi) patut diwaspadai. Hipertensi bisa terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6 persen), umur 45-54 tahun (45,3 persen), umur 55- 64 tahun (55,2 persen)

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018 Kementerian Kesehatan, jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebanyak 63.309.620 orang. Angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian.

“Jika hipertensi tidak dikelola dengan baik, bukan hanya faktor risiko kematian yang dapat terjadi, tapi juga meningkatnya risiko kecacatan yang ditandai berkembangnya penyakit dan kerusakan organ penting. Misalnya, hipertensi dapat menyebabkan sekitar 50 persen stroke iskemik (penyumbatan) juga meningkatkan risiko stroke hemoragik (perdarahan),” papar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Tunggul D Situmorang kepada Health Liputan6.com melalui keterangan tertulis, ditulis Kamis (19/9/2019).

Sebagian besar pasien mengaku tidak mengetahui dirinya telah menderita tekanan darah tinggi. Ini karena seringkali hipertensi tidak ada muncul gejala. Oleh karena itu, hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap (silent killer).

Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi.

2 dari 4 halaman

Hipertensi dan Stroke

Hipertensi berujung stroke. (iStockphoto)

Stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang yang parah. Pasien yang mengalami stroke juga memiliki riwayat hipertensi. Ketika terjadi tekanan darah tinggi akan merusak arteri di seluruh tubuh.

“Kondisi ini menciptakan arteri menjadi tebal dan kaku lantas pecah atau terjadi penyumbatan-penyumbatan. Hal ini terjadi juga pada pembuluh-pembuluh darah di otak akibat tekanan darah tinggi sehingga akan memperparah risiko stroke jauh lebih tinggi,” lanjut Tunggul.

Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Kondisi itu sedikitnya 3 kali pengukuran dengan cara dan alat yang benar selang waktu satu menit.

Tunggul juga menganjurkan untuk mengulang-ulang pengukuran tekanan darah pasien sendiri di rumah (Home Blood Pressure Monitoring/HBPM). Jika tidak ada alat pengukur tekanan darah, seseorang bisa datang ke fasilitas kesehatan yang mengukur tekanan darah dengan alat khusus (Ambulatory Blood Pressure Monitoring/ABPM).

“Pasien harus memahami bahwa hipertensi primer tidak dapat sembuh total, tapi bisa dikendalikan tetap normal secara total,” lanjut Tunggul.

3 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Bukan Hanya Sepak Bola, Olahraga Ngehits Ini Ampuh Perangi Penyakit Kritis

Liputan6.com, Jakarta Tren gaya hidup sehat di tengah anak zaman now mulai berkembang. Selain kesadaran untuk menjaga kesehatan dari berbagai penyakit kritis, melatih fisik juga membuat mereka lebih bugar dan siap menghadapi hari-hari yang sibuk. Bukan hanya sepakbola saja, ada berbagai pilihan olahraga ngehits yang bantu jaga kesehatan tubuh.

TRX

Mulai populer di awal tahun 2000an, TRX awalnya dirancang khusus buat pasukan angkatan laut Amerika agar lebih lentur dan energik. Saat dikenalkan ke ruang gym, olahraga ini terbukti mampu membantu pembakaran kalori dan melengkapi latihan fitness. Buat yang ingin menjajal olahraga yang satu ini, kini kan banyak tempat gym yang menawarkan kelas TRX.

Pound Fit

Jenis olahraga ini memang tengah ngehits di kota-kota besar dan digemari perempuan tapi juga para pria yang sedang mencari alternatif olahraga yang dapat menghilangkan stres. Diiringi musik yang rancak, olahraga ini melibatkan alat mirip stik drum dan menggunakan teknik gerakan tangan seperti sedang menabuh drum. Selain membakar kalori, olahraga ini cocok banget buat kamu yang ingin melatih otot seluruh tubuh.

Piloxing

Ada banyak variasi olahraga tinju, seperti muay thai dan kick boxing. Kali ini muncul olahraga baru yang mengadaptasi gerakan-gerakan tinju yang dikenal dengan Piloxing alias Pilates dan Boxing. Dipopulerkan oleh Viveca Jensen, olahraga ini ampuh menurunkan berat badan, meningkatkan stamina, membentuk tubuh, hingga menghilangkan stres. Walau tergolong baru, sudah ada beberapa tempat yang menawarkan kelas piloxing.

Yoga

Dikenal memiliki banyak manfaat, yoga bukan hanya melatih kelenturan tapi juga membantu menghilangkan stres. Kini Yoga punya banyak variasi dan mulai diminati generasi melenial, salah satunya hot yoga yang dilakukan di dalam ruangan dengan suhu udara panas. Di luar negeri, olahraga ini sebenarnya sudah populer sejak tahun 70an, tapi di Indonesia yoga ini mulai menarik minat karena memberikan banyak manfaat. Mulai dari memperlancar peredaran darah dan pernafasan, menurunkan berat badan, dan memicu detoksifikasi.

Selain hot yoga, ada juga Anti Gravity Yoga. Melihatnya mungkin muncul keraguan karena kamu bakal memperagakan gerakan yoga dengan bertumpu pada kain yang digantung mirip ayunan. Berbeda dengan yoga pada umumnya, ada gerakan yang hanya bisa dilakukan jika bergantung di udara. Tidak heran sensasinya pun memancing pecinta gaya hidup sehat untuk mencobanya.

Selain olahraga, nggak ada salahnya untuk memproteksi diri dengan asuransi penyakit kritis yang akan menanggung biaya pengobatan jika suatu saat nanti mengalami gangguan kesehatan. Dari sekian banyak olahraga yang lagi ngehits ala, mana yang bakal kamu coba buat menjaga kesehatan?

(*)