Sensasi Menyenangkan Bercinta Saat Berkemah

Liputan6.com, Jakarta Sensasi menyenangkan bercinta saat berkemah (camping) bisa menjadi dambaaan pasangan. Ini karena nuansa berkemah yang begitu kental dengan  pemandangan alam.

“Melakukan aktivitas intim saat berkemah bisa menyenangkan bagi pasangan. Ini karena ada perubahan pemandangan dan membawa Anda keluar dari zona nyaman,” kata Jennifer Berman, penulis buku For Women Only, dikutip dari Women’s Health Magazine, Jumat (18/10/2019).

“Udara segar, bunga, serta suara pohon dan satwa liar dapat meningkatkan pengalaman sekaligus menambah kegembiraan. Tentunya, bukan seks normal di kamar tidur atau kamar mandi.”

Mungkin seks berkemah terdengar menyenangkan, tetapi Anda dan pasangan perlu berhati-hati agar tidak terganggu dengan ‘jebakan’ yang ada. Misal, serangga dan batu yang bertebaran.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

Atur Petualangan

Atur petualangan bercinta saat berkemah. copyright shutterstock.com

Berman memberikan beberapa tips persiapan seks saat berkemah sehingga nyaman dan menyenangkan. Petualangan di luar ruangan perlu diatur sebaik mungkin.

1. Pilih lokasi berkemah dengan bijak

Memilih lokasi berkemah itu penting untuk memastikan bahwa tempat tersebut aman. Kini, ada beberapa vila yang menyediakan lokasi berkemah. 

Carilah area datar dan berumput serta bebas dari akar dan batu. Rasakan sekeliling dengan tangan sebelum Anda mendirikan tenda. “Kenyamanan adalah kuncinya,” kata  Berman.

2. Perhatikan barang-barang yang dibawa demi kenyamanan

Berbicara tentang kenyamanan, tatkala seks ada dalam jadwal kegiatan berkemah, Anda akan mengemas lebih banyak perlengkapan daripada yang biasanya dilakukan.

“Minimal, bawa alas semacam alas yoga untuk diletakkan di bawah kantong tidur. Pertimbangkan menumpuk seprai pada bagian dalam atau di atas kantong tidur,” ujar Berman.

3 dari 4 halaman

Kondom dan Posisi Seks

Atur posisi seks dan bawa kondom. copyright unsplash.com/HOP DESIGN

3. Bawa kondom

Meski di alam bebas, berkemah bukan berarti Anda harus ‘bebas’ (tanpa perlindungan), lanjut Berman.

Kondom perlu dibawa.Bawa kondom di ransel hiking, jika Anda memutuskan sedikit sensasi panas bercinta.

“Sebaiknya menyimpan kantong plastik di tenda sebagai tempat sampah. Ini merupakan langkah yang baik untuk menaruh kondom bekas. Hanya saja berhati-hatilah, produk apa pun yang Anda gunakan meski tidak beraroma dapat memancing hewan yang tidak diinginkan mampir,” Berman menjelaskan.

4. Memilih posisi seks tertentu

Posisi seks menyendok dan misionaris adalah pilihan yang tepat. Anda bisa juga menerapkan posisi seks doggy dan 69.

“Terlepas dari posisi seks apa yang Anda pilih, keintiman adalah hal utama, terlebih lagi hampir setiap posisi seks bisa menjadi lebih intim,” ujar Berman.

Pada akhir liburan berkemah, Anda akan merasa lebih terhubung dengan pasangan. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

8 Fakta dan Mitos Seputar Sembelit yang Perlu Kamu Ketahui

Liputan6.com, Jakarta Sembelit merupakan kondisi kesulitan buang air besar (BAB) karena feses yang keluar keras maupun sudah lama tidak BAB sehingga yang membuat perut terasa sangat sakit dan tidak nyaman. Apabila didiamkan begitu saja dan tidak diobati, sembelit dapat gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan kondisinya, setiap orang tentu pernah mengalami sembelit baik pada tingkatan kecil maupun berat. Sebagian orang mengalami sembelit untuk waktu yang singkat saja. Pada beberapa orang, sembelit juga dapat terjadi secara kronik atau berlangsung lama sehingga menyebabkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan mempengaruhi kualitas kehidupan penderitanya.

Berkenaan dengan sembelit, berikut fakta dan mitos sembelit yang perlu kamu ketahui sehingga tidak salah dalam bertindak.

1. BAB harus setiap hari? MITOS

© Shutterstock

Faktanya: Setiap orang memiliki standar yang berbeda-beda. Ada yang BAB 2x sehari, 1x sehari atau bahkan 1x dalam 2hari. Umumnya memang rutin setiap hari, namu bila ternyata tidak juga tak apa-apa. Seseorang dapat dikatakan mengalami sembelit jika BAB-nya kurang dari tiga kali seminggu atau setiap BAB selalu keras dan sakit.

2. Kerap menahan BAB tidak akan melukai tubuh? MITOS

Faktanya: Terlalu sering menahan BAB yang ujung-ujungnya tidak jadi BAB tentu berdampak pada tubuh. Perut dapat kembung atau begah dan membuat tubuh tidak nyaman. Jika keterusan, malah dapat memicu sembelit.

3. Kopi membantu menyembuhkan sembelit? MITOS

© Shutterstock

Faktanya: Kafein dalam kopi memang bisa menstimulasi otot sistem cerna agar berkontraksi, tapi kopi tak bisa membantu menyembuhkan sembelit karena sifat diuretik-nya justru memicu tubuh sering buang ari kecil. Padaha tubuh butuh air agar ketika BAB agar lebih lancar.  

4. Apakah sembelit hanya diderita oleh orang dewasa? MITOS

Faktanya: Sembelit bisa menyerang siapa saja , mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, dan orang berusia lanjut. Semua tergantung pada pola makan, gaya hidup dan kondisi penyakit yang dialami. Ibu hamil dan melahirkan pun dapat menderita sembelit.

5. Olahraga tidak membantu BAB teratur? MITOS

© Shutterstock

Faktanya: Olahraga dapat meredakan stres, membantu organ tubuh lain berfungsi dengan baik. Peregangan dan yoga bisa membantu kamu menyembuhkan sembelit dan memperlancar BAB

6. Liburan tidak menyebabkan seorang terkena sembelit. MITOS

Faktanya: Perubahaan aktivitas yang signifikan saat traveling dapat memengaruhi saluran pencernaan yang berujung pada sulitnya BAB. Kerap mengalami hal ini tentunya dapat menyebabkan sembelit.

7. Sembelit hanya membuat perut dan anus sakit. MITOS

Faktanya: Masalah sembelit dapat mempengaruhi banyak organ di tubuh kita. Mulai dari tingkat ringan hingga kronis. Mulai dari resiko radang usus, gagal ginjal, jantung hingga kanker usus.

8. Obat sembelit atau pencahar bisa untuk diet? MITOS

Faktanya: Cara kerja obat pencahar dibedakan menjadi dua. Pertama untuk melunakkan feses. Obat pencahar bekerja dengan cara memudahkan air di dalam saluran pencernaan untuk terserap ke feses sehingga dapat melunakkan tekstur feses. Kedua, sebagai stimulus kerja usus. Obat pencahar bekerja dengan merangsang saraf di usus sehingga mempercepat gerakan usus untuk membuang feses. Salah jika kamu berpikir obat pencahar bisa menghilangkan lemak. Karena pada dasarnya yang dikeluarkan ada feses yang berasal dari kotoran makanan yang tidak dapat diserap oleh tubuh.

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar sembelit yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai kamu keliru ya dan malah memicu hal-hal yang tidak kamu inginkan. Nah, jika kamu mengalami sembelit, segera atasi dengan pertolongan pertama yakni dengan mengkonsumsi laksatif yang pastinya sudah dipercaya di seluruh dunia, Dulcolax.

Dulcolax memiliki onset kerja terprediksi, cepat atasi sembelit dan memberikan rasa nyaman, sehingga setiap orang dapat kembali melakukan aktivitasnya. Dulcolax sendiri memiliki sediaan yang lengkap untuk atasi sembelit, yaitu tablet, suppositoria, dan sirup.

Dulcolax tablet memiliki kandungan utama Bisacodyl yang berfungsi menstimulasi pergerakan usus dan memiliki waktu kerja 6-12 jam. Dulcolax suppositoria adalah tablet suppo yang penggunaannya melalui dubur dan akan meleleh seluruhnya pada suhu tubuh, memiliki waktu kerja lebih cepat, yaitu 30 menit.

Dulcolactol dengan format sirup mengandung lactulosa cocok untuk dipakai oleh anak-anak hingga lanjut usia karena bekerja melunakan feses, sehingga memberikan efek nyaman tanpa mengejan saat BAB.

Ketiga varian Dulcolax dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat, health and beauty drugstore di mall, serta minimarket dan supermarket tertentu. Info lebih lanjut, klik di sini.

(Adv)

Pria Taiwan Punya Tiga Testis, Ternyata Salah Satunya Tumor

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria di Taiwan datang ke dokter dan mengaku memiliki tiga testis. Dia tidak tahu bahwa itu adalah tumor yang harus segera diangkat.

Qio Hongjie, Kepala Departemen Urologi Asia University Hospital mengungkapkan bahwa pemeriksaan menunjukkan bahwa ada benjolan yang berbentuk telur menonjol di sisi kanan skrotum pria 30 tahun itu.

Dilansir dari Asia One pada Jumat (18/10/2019), Qiu mengatakan bahwa tonjolan itu memiliki jaringan elastis yang sama seperti testis biasa. Ketiganya bahkan bisa disejajarkan dalam posisi diagonal.

Dengan pemindaian ultrasonografi dan MRI, terungkap bahwa jaringan itu adalah kista padat. Beruntungnya, benda itu termasuk dalam tumor jinak.

Walau begitu, Qiu khawatir apabila tumor itu tumbuh yang akan menekan korda spermatika dan merusak testisnya. Dia pun berdiskusi dengan pasien dan keduanya sepakat mengangkat tumor itu.

2 dari 3 halaman

Kasus yang Langka

Ilustrasi Alat Kelamin Pria (iStockphoto)

Para dokter mengangkat tumor berukuran 5 sentimeter itu. Mereka menyatakan bahwa itu adalah pseudotumor. Qiu percaya bahwa pertumbuhannya adalah hasil dari edema skrotum atau kondisi yang disebabkan oleh trauma pada tubuh bagian bawah.

Pseudotumor sendiri jarang terjadi dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Yang membuatnya lebih langka, kondisi ini biasanya ditemukan di paru-paru. Maka dari itu, kasus ini sedang dipelajari oleh Taiwan Urology Association.

“Jarang melihatnya di skrotum,” kata Qiu seperti dikutip dari ET Today.

Selain itu, Qiu mengatakan bahwa jika tumor itu ganas, seluruh testis kanan dan korda spermatikanya harus diangkat.

Maka dari itu, Qiu merekomendasikan pria untuk secara teratur memeriksakan organ intim secara teratur. Jika merasa ada yang janggal, jangan malu untuk memeriksakannya ke dokter.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Gebetan Jadi Pasif Saat Bertemu Langsung, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda yang merasa cocok dengan gebetan yang ‘bertemu’ di dunia maya pastikan juga untuk menemui secara langsung. Orang yang ‘ramai’ saat dihubungi lewat teks, saat bertemu langsung bisa berbeda 180 derajat dibandingkan saat berbincang lewat pesan teks. 

“Memang mengejutkan hal seperti itu. Ada orang bisa jadi sangat cocok berhubungan lewat teks tapi tidak demikian saat bertemu langsung. Inilah pentingnya bertemu setelah terhubung di dunia daring,” kata coach hubungan, Trina Leckie kepada Elite Daily.

Jika chemistry itu hilang bertemu, kemungkinan Anda, gebetan ataupun keduanya sebelumnya tidak menjadi diri sendiri dan ini mengecewakan.

“Teks dapat menurunkan hambatan karena ruang di antara Anda membuatnya terasa kurang nyata daripada saat berkencan. Baik disadari atau tidak, Anda bisa menjelma jadi pribadi yang diinginkan,” kata CEO Regroop Online Life Coaching, Pricilla Martinez.

2 dari 3 halaman

Percaya Diri Berkomunikasi di Dunia Maya

Ilustrasi Foto Kencan Online (iStockphoto)

Menurut ahli hubungan Damona Hoffman memang saat berhubungan di dunia maya ada rasa percaya diri dibanding saat bertemu empat mata.

“Saat bertemu langsung, kebanyakan orang jauh lebih sadar dan menghindari aneka risiko itu sebabnya dia jadi seolah-olah menahan diri. Sedangkan saat berbincang lewat teks, seseorang punya waktu untuk memilih kata-kata yang sempurna dan keberanian untuk mengatakan apapun di layar tanpa takut dihakimi,” kata Hoffman.

Bila Anda termasuk orang pendiam saat bertemu langsung gebetan, Hoffman menyarankan untuk mengambil napas dalam dan tidak melakukan apapun secara impulsif.

“Walaupun keseruan sebelum bertemu itu hilang, cobalah untuk bertemu sekali atau dua kali lagi. Lalu amati apakah chemistry itu bisa muncul seiring bertumbuhnya rasa nyaman,” kata Hoffman.

Jika kondisinya tidak berubah, sebaiknya dibicarakan baik-baik. Cari tahu perasaan apa yang menghambat. Namun jika memang dirasa kurang cocok, Leckie mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk mundur dengan sopan.

“Terimalah bahwa Anda tidak cocok. Jangan menyesali waktu yang diluangkan untuk bertemu. Sebaliknya, berbanggalah bahwa Anda berani bertemu langsung dengannya,” kata Leckie.

Penulis : Selma Vandika

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Ikut Uji Klinis Vaksin, Wanita di Florida Dinyatakan Bebas dari Kanker Payudara

Liputan6.com, Jakarta Lee Mercker didiagnosis terkena kanker payudara stadium awal pada bulan Maret lalu. Namun baru-baru ini, dirinya sembuh setelah melakukan sebuah uji klinis pertama terhadap sebuah vaksin baru.

Saat dirawat di Mayo Clinic, perempuan asal Florida, Amerika Serikat itu diberikan vaksin kanker payudara dalam periode 12 minggu. Selain itu, pengecekan darah secara rutin dilakukan.

“Tiga kali suntik, semuanya berturut-turut, bergantian lengan, empat suntikan, terpisah selama dua minggu,” kata Mercker seperti dilansir dari Prevention pada Sabtu (19/10/2019).

Ternyata, vaksin itu bekerja. Tumor Mercker menyusut. Sistem kekebalan tubuhnya mulai membunuh sel-sel kanker. Selain itu, dia juga menjalani masektomi ganda untuk memastikan kankernya hilang.

2 dari 4 halaman

Temuan yang Menjanjikan

Kanker Payudara (sumber: iStockphoto)

Para peneliti mempelajari jaringan tubuh Mercker yang telah diambil untuk diteliti lebih lanjut, serta melihat bagaimana cara kerja vaksin tersebut. Tujuh bulan usai diagnosis pertamanya, dia dinyatakan sehat.

“Saya amat senang,” kata Mercker.

Peneliti dari Mayo Clinic yang terlibat dalam pengujian tersebut, Keith L. Knutson mengatakan bahwa meski pengobatan ini masih membutuhkan proses yang panjang, tentu saja temuan ini menjanjikan.

“Masuk akal untuk mengatakan bahwa kita bisa memiliki vaksin dalam waktu delapan tahun. yang mungkin tersedia untuk pasien melalui farmasi atau dokter,” kata Knutson.

3 dari 4 halaman

Jenis Perawatan Imunoterapi

Ilustrasi Kanker Payudara (iStock)

Peneliti vaksin kanker Pravin Kaumaya di Ohio State University Wexner Medical Center, AS mengatakan bahwa pengobatan ini pada dasarnya adalah salah satu jenis imunoterapi. Prosedur ini secara khusus mmerangsang sistem kekebalan tubuh untuk menargetkan dan membunuh sel kanker.

“Ketika uji coba ini berlangsung, harapannya adalah bahwa vaksin ini akan terjadi untuk siapa saja,” kata Kaumaya. Dia menambahkan, bukan tidak mungkin suatu saat vaksin tersebut tersedia bagi mereka yang bukan pasien.

“Pada orang-orang yang tidak menderita kanker, vaksin dapat mengaktifkan sel-sel tertentu, mengembangkan antibodi dan kemudian mencegah tumor tumbuh,” ujarnya.

Terkait vaksin yang diteliti Knutson, dia dan timnya telah mulai menguji obat itu pada dua pasien lagi. “Vaksin melawan kanker payudara menurut saya hanya tinggal masalah waktu saja,” ujarnya pada Fox 35.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Alasan Penyedia Jasa Jual Beli Online Masih Sulit Awasi Rokok Elektrik

Liputan6.com, Jakarta Belum adanya kejelasan tentang status rokok elektrik di Indonesia dari kementerian terkait membuat penyedia jasa jual beli daring belum bisa melakukan pengawasan terhadap penjualan dan pembelian di layanan mereka.

Hal tersebut diungkap oleh Agnes Susanto, Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) pada Health Liputan6.com ditemui di Jakarta pada Kamis kemarin.

“Pada intinya, benar bahwa dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) belum ada izin edar. Kedua, itu masih agak gamang apakah masuk ke Kemendag (Kementerian Perdagangan) soalnya kan dia perangkat. Kalau dia perangkat, sepengetahuan kami itu harus SNI, sedangkan kalau produk tembakau masuknya jalur pengawasan Badan POM,” kata Agnes usai penandatanganan kerja sama penyedia e-commerce dengan BPOM.

Karena belum adanya kesepakatan resmi dari pemerintah, Agnes mengakui belum bisa secara penuh melakukan pengawasan terkait produk-produk yang berhubungan dengan rokok elektrik.

“Karena belum jelas yang mengawasi apakah Kemendag karena itu terkait perangkat atau masuknya di label produk tembakau sehingga diawasi oleh Badan POM.”

2 dari 3 halaman

Belum Bisa Penuhi Permintaan Penurunan Produk

Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

Agnes mengatakan karena belum ada kejelasan soal produk ini, asosiasi belum bisa memenuhi permintaan untuk pelarangan atau menurunkan produk terkait rokok elektrik dari penyedia jasa jual beli daring.

“Jadi secara pengawasan kita masih terus berkoordinasi. Jadi misalnya nanti sudah clear siapa yang menjadi pengawasnya, kita akan tindaklanjuti,” Agnes menjelaskan.

Beberapa waktu lalu, BPOM menegaskan bahwa mereka tidak memberikan izin edar terhadap rokok elektrik. Namun, pihaknya telah melakukan focus group discussion dan kajian terkait bahaya dan kandungan dalam rokok elektrik.

Mereka juga telah memberikan hasil dari kajian berupa policy paper tersebut, kepada kementerian yang dirasa lebih berhak membuat kebijakan dan regulasi.

“Untuk yang menerapkan apakah dilarang atau tidak, itu bukan dari Badan POM,” kata Penny usai Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Karena belum adanya payung hukum terkait pengawasan, BPOM mengakui mereka belum bisa melakukan pengawasan terkait produk itu.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Garuk Bekas Gigitan Nyamuk, Pria di Tiongkok Nyaris Meninggal

Liputan6.com, Jakarta Pria bermarga Hu sedang berlibur ke Hainan, Tiongkok ketika dirinya digigit nyamuk suatu malam saat tertidur. Tanpa sadar, dia menggaruknya dengan keras hingga mengalami infeksi.

Saat bangun tidur, pria 67 tahun itu merasakan wajah dan matanya bengkak setelah dirinya digigit nyamuk. Namun kondisi itu ia abaikan hingga tiga hari kemudian, bengkak tersebut semakin parah hingga mengeluarkan nanah.

Hu segera pergi ke dokter di sebuah rumah sakit di Shenyang, tempat asalnya. Dokter menemukan bahwa kondisi wajah pria itu sangat buruk karena satu matanya sudah tak bisa membuka.

Selain itu, wajah Hu mengalami luka hingga 5 sentimeter. “Infeksi lokal telah mengikis sampai ke tulang,” kata dokter bernama Liu Zhongbo itu seperti dikutip dari ET Today pada Jumat (18/19/2019).

2 dari 3 halaman

Mengancam Nyawa

Ilustrasi Foto Nyamuk (iStockphoto)

Dilansir dari World of Buzz, dokter mengatakan bahwa Hu mengalami bengkak karena infeksi dari luka yang terjadi karena ia menggaruk gatalnya dengan terlalu keras. Bahkan kulitnya mengalami nekrosis.

Nekrosis bisa mengancam jiwa apabila kondisinya memburuk dan menjadi sepsis serta infeksi intrakranial. Untunglah, pengobatan segera dilakukan dan kondisi pasien mulai pulih.

Zhongbo meminta agar orang-orang lebih berhati-hati ketika menggaruk gigitan nyamuk, terutama yang ada di wajah. Hal itu karena mereka sangat mudah terkena infeksi.

Dia menjelaskan kondisi ini lebih mudah terjadi di udara panas karena ketika Anda menggaruknya hingga terluka, kemudian terpapar keringat dan kotoran, infeksi lebih mungkin terjadi. Selain itu, apabila ditemukan ulserasi pada kulit dan terserang demam, seseorang harus segera mencari pertolongan dari petugas medis.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Rajin Olahraga dan Tak Pernah Merokok, Matt Meninggal Tak Lama Usai Didiagnosis Leukemia

Liputan6.com, Jakarta Matt Meads punya gaya hidup sehat. Dia rajin berolahraga, menjauhi rokok, alkohol, dan junk food. Namun, usia seseorang memang tak ada yang tahu. Dia meninggal tak lama usai didiagnosis terkena leukemia.

Pria 33 tahun asal Nottingham, Inggris ini terkejut ketika dokter mendiagnosisnya dengan leukemia. Sang istri Abi menceritakan bahwa selama ini, pria yang berprofesi sebagai guru itu selalu menjaga kesehatannya.

“Dia menyukai olahraganya. Dia pergi ke gym, dia senang berada di luar dan jalan-jalan. Dia suka bersepeda. Dia berhati-hati soal apa yang dia makan,” kata Abi seperti dilansir dari Metro pada Jumat (18/10/2019).

“Semua yang diperingatkan dokter pada Anda, tidak ia lakukan. Dia tidak minum alkohol, dia tidak merokok, dietnya baik, dia berolahraga.” Bahkan, karena takut terkena kanker kulit, Matt selalu memakai krim matahari saat bepergian ke luar ruangan.

2 dari 3 halaman

Minta Orang Lain Segera Lakukan Pemeriksaan

Ilustrasi Leukemia (sumber: iStockphoto)

Matt awalnya mengalami sakit perut dan berkeringat di malam hari. Selain itu, dia sering merasa lelah. Mereka sempat mengira hal itu hanya kelelahan biasa.

Pemeriksaan darah menunjukkan bahwa dia menderita leukemia limfoblastik akut, sebuah bentuk kanker darah yang langka dan agresif. Matt sempat melakukan tiga kali sesi kemoterapi. Meskipun begitu, 20 hari setelah didiagnosis, dia meninggal karena emboli paru.

Abi sendiri berharap agar orang lain bisa belajar dari kejadian yang menimpa suaminya. Dia ingin agar ketika seseorang mengalami gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan darah.

“Anda yang tahu tubuh Anda sendiri,” kata wanita 27 tahun itu. “Jika Anda mengalaminya selama berhari-hari dan tidak membaik, jika Anda ragu, periksalah.”

Meskipun banyak orang di sekitar Abi yang mendukungnya, namun dirinya tetap kesepian ketika Matt meninggal dunia.

“Matt adalah orang yang benar-benar bahagia. Dia benar-benar positif. Dia baik, peduli, penuh kasih, selera humornya. Dia akan membuat lelucon apa saja dan itu sangat cerdas.”

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Jelang Akhir Masa Jabatan, Menkes Nila Sampaikan Pesan Khusus

Liputan6.com, Jakarta Menjelang akhir masa jabatan, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat. Nila mengungkapkan bahwa tindakan pencegahan penyakit secara dini perlu gencar disosialisasikan. 

“Kita harus terus melakukan pencegahan secara dini dan promotif. Cara ini akan mengubah kesadaran masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan,” ucap Nila usai konferensi pers Launching Prevalensi Data Stunting Tahun 2019 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

“Tanpa kesehatan yang baik, kita tidak bisa beraktivitas secara produktif.”

Nila juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak makan sayur dan buah. Selain itu, perlu cek kesehatan secara berkala.

“Artinya, tidak sekadar, ‘mari makan sehat sayur dan buah’ tapi juga cek kesehatan berkala karena penyakit tidak menular bisa saja meningkat, seperti diabetes,” lanjut Nila. 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Jalin Kerjasama yang Baik

Dalam konferensi pers di Kemnterian Kesehatan pada Jumat (18/10/2019), Menkes Nila menyampaikan, kerjasama yang baik lintas sektor dapat membuat penurunan stunting berhasil. (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Wanita 70 tahun ini  juga berharap model pendekatan keluarga Indonesia Sehat dilaksanakan di tiap rumah.

“Setiap warga dan rumah mendapat sentuhan kesehatan. Caranya, para petugas atau tenaga kesehatan mampu menemukan sedini mungkin penyakit yang dialami warga lalu mengobatinya,” tambahnya.

Menilik angka stunting yang menurun sebesar 27,67 persen pada tahun 2019, Kementerian Kesehatan tak bisa bergerak sendiri dalam menurunkannya. Perlu ada kerja sama  terus menerus dengan kementerian/lembaga lain.

“Enggak mungkin kita kerja sendiri. Stunting berhasil turun juga berkat kerjasama dengan kementerian/lembaga lain. Contohnya, kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyediakan akses air bersih,” Nila menerangkan. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

VIDEO: Game Online, Candu atau Hiburan?

Liputan6.com, Jakarta Permainan video game online memiliki dua sisi bertentangan. DI satu sisi dapat mengedukasi dan mengasah kreatifitas, di sisi lainnya ternyata dapat menimbulkan kecanduan yang merusak otak para pecandunya.

Menkes Nila: Stunting pada 2019 Turun Jadi 27,67 Persen

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyampaikan angka stunting pada tahun 2019 turun menjadi 27,67 persen. Penurunan tersebut berdasarkan Prevalensi Data Stunting Tahun 2019 dari hasil riset studi status gizi balita di Indonesia.

Kabar angka stunting yang turun dinilai sangat menggembirakan. Jika dibandingkan data stunting berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yang angkanya mencapai 30,8 persen, maka penurunan tersebut cukup signifikan.

“Sebelumnya, Riskesdas 2018 kan stuntingnya 30,8 persen, sekarang kita sudah turun ya 27,67 persen,” ungkap Menkes Nila saat konferensi pers Launching Prevalensi Data Stunting Tahun 2019 di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Harapan Nila, menteri kesehatan yang akan menjabat selanjutnya dapat meneruskan upaya penurunan stunting, baik dari pencegahan dan penanganan. Ia berharap angka stunting akan terus turun 3 persen setiap tahunnya. 

“Saya melimpahkan pekerjaan ini kepada kepemimpinan selanjutnya. Kalau kita hitung, setiap tahunnya stunting turun 3 persen, di tahun 2024 nanti angkanya bisa di bawah 20 persen,” ujar Menkes Nila.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Dalam 5 Tahun Turun 10 Persen

Ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan pada Jumat (18/10/2019), Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Bambang Widianto mengapresiasi penurunan angka stunting thaun 2019 sebesar 27,67 persen. (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Angka stunting yang turun menjadi 27,67 persen mendapat sambutan bahagia dari Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Bambang Widianto. Ia memuji upaya Menkes Nila beserta jajarannya yang juga didukung lintas sektor dalam menangani permasalahan stunting.

“Ini turunnya sampai 3,1 persen ya. Artinya, di era pemerintahan Joko Widodo periode pertama (2014-2019), kepemimpinan Bu Menkes berhasil menurunkan angka kekerdilan hingga 10 persen dalam lima tahun,” puji Bambang. 

Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat, prevalensi stunting 37,2 persen. Sementara pada Riskesdas 2018 angka stunting mengalami penurunan menjadi 30,8 persen.

Keberhasilan penurunan stunting berkat komitmen pemimpin tertinggi (Presiden Joko Widodo). 

“Ketika komitmen itu dimiliki pimpinan tertinggi, percepatan upaya penurunan stunting bisa dilakukan maksimal. Dalam hal ini, kita pun punya komitmen tinggi, bersama-sama menurunkan angka stunting,” Bambang menerangkan. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

7 Risiko Kesehatan Bila Terlalu Banyak Minum Kopi

Liputan6.com, Jakarta Minum kopi kini sedang jadi tren di Indonesia. Entah itu kopi hitam atau aneka kopi kekinian. Namun ingat agar tidak berlebihan mengonsumsi kopi.

Untuk mendapatkan manfaat baik kopi untuk kesehatan disarankan tidak lebih dari empat cangkir per hari. Hal ini dikemukakan dalam penelitian yang dipublikasikan British Medical Journal. Jika lebih dari itu, akan muncul beberapa masalah kesehatan.

Dilansir dari The Healthy, berikut sejumlah masalah ketika overdosis minum kopi. Yakni:

1. Muncul rasa cemas

Tekanan pekerjaan sering membuat kopi jadi pilihan minumanmu untuk menyemangati diri. Namun, menonsumsi kopi ini justru dapat meningkatkan kecemasan.

Meningkatnya kecemasan ini disebabkan salah satunya karena kurang tidur akibat kebiasaan mengonsumsi kopi. Sebuah penelitian mengungkap bahwa seorang pria pengonsumsi kopi cenderung memiliki tekanan darah, hormon stres, serta tingkat stres yang lebih tinggi dibanding pada orang yang tak mengonsumsi minuman ini.

2. Nyeri perut

Banyak orang hanya menghubungkan masalah nyeri di perut hanya disebabkan oleh kram akibat PMS atau keracunan makanan. Namun, sesungguhnya kopi juga bisa menyebabkan masalah ini.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 mengungkap bahwa kandungan tertentu pada kopi menstimulasi sekresi dari asam perut melalui sel. Hal ini memang bisa diatasi dengan konsumsi obat tertentu, namun tentu lebih baik jika mengurangi konsumsi minuman ini ketika kamu mengalami masalah tersebut.

2 dari 4 halaman

3. Detak jantung semakin cepat

Jika keluarga memiliki riwayat penyakit jantung, perlu memperhatikan beberapa hal. (iStock)

Detak jantung yang semakin cepat ini bisa disebabkan oleh konsumsi terlalu banyak kopi, nikotin, dan alkohol. Pada orang yang mengalami masalah ini, disarankan untuk berhenti mengonsumsi kopi.

4. Diare

Kopi diketahui bisa sangat bermanfaat membantu lancarnya pencernaan seseorang. Namun ketika kamu mengonsumsi lebih dari dua atau tiga cangkir sehari, kamu bakal mengalami diare.

5. Tidak bisa tidur

Konsumsi kopi bisa menyebabkan kamu lebih sering terbangun saat tidur dan mengurangi jam tidur. Untuk mengatasi masalah ini, usahakan agar jangan minum kopi selepas jam 12 siang.

3 dari 4 halaman

6. Gugup

Kopi bisa membuatmu mernjadi lebih waspada, namun mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa menyebabkan masalah. Hal ini bisa berujung menjadi munculnya rasa gugup. Kafein bisa mempercepat sistem saraf pusat tubuh sehingga kamu menjadi terasa gugup.

7. Sakit kepala

Kafein dalam jumlah tepat bisa mengatasi sakit kepala, namun ketika terlalu banyak mengonsumsinya, maka hal ini justru bisa jadi penyebab masalah tersebut. Konsumsi sekitar lima gelas kopi bisa membuatmu jadi merasa pusing.

Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Ingin Sehat Saat Tua? Perhatikan Makanan Anda

Liputan6.com, Jakarta Pola makan sehari-hari memang menjadi penentu bagi kesehatan tubuh. Maka penting untuk memperhatikan makanan dan minuman apa yang dikonsumsi.

“Kita harus beralih dari makan untuk foto, menjadi makan untuk sehat. Karena penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, padahal itu semua bisa dicegah,” ucap Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, pakar gizi dan keamanan pangan Institut Pertanian Bogor Jawa Barat.

Konsep diet sehat bisa dijadikan acuan untuk melakukan aksi terkait pangan. Aksi ini tak hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga pada bumi di masa depan.

“Orang harus memahami kalau dia makan sembarangan waktu muda, maka masa tuanya ia bisa menderita banyak penyakit,” jelas Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2019 bersama Danone Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

Salah satu cara mencegah munculnya penyakit akibat pola makan yang buruk dapat dimulai dengan mengubah pola hidup. Seperti dengan memperbaiki pola makan dan melakukan diet sehat.

“Bagaimana cara kita mengonsumsi pangan yang sehat? Kita bisa menerapkan healthy diet dengan mengonsumsi makanan organik,” jelas Ahmad.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Perhatikan asupan pangan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/RossHelen

Perhatikan asupan panganMenurut Food and Agriculture Organization (FAO), selain diversifikasi pangan, cara produksi, pemasokan, hingga konsumsi makanan harus berubah sesuai dengan kebutuhan healthy diet.

“Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengimplementasikan healthy diet adalah makan dengan kuantitas yang cukup, aman, bergizi, dan beragam,” ucap Coorporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin.

Hal tersebut sangat berkaitan dengan konsep pangan yang yakni gizi seimbang, keamanan pangan, food waste, dan ketahanan pangan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Kisah-kisah Horor Alergi Makanan dari Ketinggian 35.000 Kaki

Liputan6.com, Jakarta Bayangkan, ketika seseorang mengalami serangan alergi makanan saat berada dalam pesawat dengan ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut. Gejala alergi makanan yang bisa berujung mematikan termasuk keadaan darurat. Apalagi di pesawat tidak ada yang terlatih memberikan pertolongan secara medis.

Kisah alergi makanan datang dari pasangan Jennifer dan Ed McDonald yang pulang ke Rhode Island, Amerika Serikat pada tahun 2014. Keduanya beserta putri mereka yang berusia 8 tahun, Nikki baru selesai melakukan pelayaran yang menyenangkan.

Namun, saat di pesawat, Nikki mulai bertingkah aneh. Gadis kecil itu menggosok-gosok matanya. Sebelum Nikki masuk ke dalam pesawat, McDonald menyeka kursi kain, sandaran lengan, dan meja nampan. Khawatir alergi Nikki kambuh terhadap semua jenis kacang-kacangan dan gandum. 

Tanpa diketahui McDonald, seorang penumpang dalam penerbangan sebelumnya makan kacang pistachio. Petugas gagal membersihkan seluruh kulit kacang pistachio. Beberapa kulit tersembunyi dari pandangan bawah kursi Nikki.

Tenggorokan Nikki mulai membengkak dan napasnya menjadi sesak. Ia mengalami gejala-gejala anafilaksis–reaksi alergi yang parah. Jennifer menggunakan injektor otomatis untuk memberikan epinefrin dan memberi tahu pramugari bahwa Nikki mungkin memerlukan bantuan darurat tambahan, bahkan mungkin pendaratan darurat.

Reaksi pramugari, katanya, sama sekali tidak terduga.”Mereka menertawakanku dan tidak menganggap gejala alergi serius,” ujar McDonald, dikutip CNN, Jumat (18/10/2019). “Saat itu ada tiga penumpang yang mengaku, dokter datang untuk memeriksa tanda-tanda vital Nikki, mereka (pramugari) tidak membiarkan ketiganya mendekati Nikki. Karena mereka tidak memiliki identitas yang membuktikan bahwa mereka adalah dokter.”

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

‘Aku Tidak Ingin Mati’

Alergi makanan di pesawat. (Pixabay)

Nikki yang panik terus berkata, “Bu, aku tidak ingin mati. Aku tidak ingin mati,'” kenang McDonald dengan isak tangis. “Itu memilukan sekaligus menyedihkan. Sebagai orang tua, sungguh luar biasa menyaksikan ini terjadi di depan mata dan Anda tidak bisa berbuat apa-apa.”

Serupa dengan Nikki, kisah menakutkan didera alergi makanan diceritakan Alexa Jordon. Pada Mei beberapa tahun silam, Alexa pulang ke Chicago, Amerika Serikat setelah menyelesaikan studi tahun pertamanya di Harvard, Inggris.

Ia memakan salad yang dibeli di Bandara Boston yang seharusnya tidak mengandung kacang. Sayangnya, ia menjadi sangat alergi.

Bepergian sendirian dan ketakutan, Jordon memberi tahu pramugari bahwa ia mengalami syok anafilaksis. Ia pergi ke kamar mandi untuk menggunakan satu-satunya injektor otomatis yang dibawa. Apa yang terjadi selanjutnya, kata Jordon, sulit dipercaya.

Pramugari tidak hanya gagal menawarkan epinefrin atau antihistamin tambahan, mereka menguncinya di dalam kamar mandi pesawat selama sisa penerbangan hampir tiga jam.

“Aku dibiarkan sendirian di dalam kamar mandi,” kenang Jordon. “Aku takut tidak akan membaik, tanpa suntikan kedua. Mereka seharusnya tidak membiarkanku masuk ke sana sendirian.” 

Walaupun sempat mengalami pengalaman tak menyenangkan saat didera alergi makanan, Alexa Jordon dan Nikki McDonald beruntung. Mereka selamat. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Dimasukkan dalam Pot dan Dikubur Hidup-Hidup, Bayi di India Masih Bernyawa

Liputan6.com, Jakarta Seorang bayi yang baru lahir ditemukan terkubur hidup-hidup dalam sebuah kuburan dangkal di India. Meski berada dalam kondisi itu, ia ditemukan selamat.

Independent melaporkan bahwa bayi tersebut dimasukkan dalam sebuah pot dari tanah dan dikubur dengan kedalaman sekitar tiga kaki di bawah tanah. Diduga, dia sengaja akan dibunuh oleh orangtuanya.

Uniknya, warga yang menemukannya, Hitesh Kumar dan sang istri, baru saja kehilangan putrinya yang meninggal saat dilahirkan. Tentu saja kejadian yang terjadi pada Kamis pekan lalu itu membuatnya terkejut.

“Pada satu titik saya berpikir bahwa putri saya hidup. Namun ternyata suara itu sebenarnya datang dari dalam sebuah pot,” kata Kumar dilansir dari New York Post pada Kamis (16/10/2019).

2 dari 3 halaman

Bisa Bertahan Hidup

Ilustrasi Bayi (iStockphoto)

Petugas kepolisian menyebutkan bahwa bayi itu berusia sekitar 5 hari. Diketahui, Kumar segera memanggil penjaga kuburan karena sempat melihat orangtua dari bayi tersebut.

Anak dengan berat 2,4 kilogram itu akhirnya dibawa ke unit perawatan bayi baru lahir di Maharana Pratap District Hospital.

Dokter menyatakan, bayi itu bisa selamat karena baru sebentar dikuburkan. Selain itu, ukurannya yang masih kecil juga membuatnya bisa bertahan dengan lebih sedikit oksigen.

Kepolisian pun segera melakukan investigasi untuk mencari tahu siapa orangtua sesungguhnya dari bayi tersebut.

Human Rights Watch mengungkapkan bahwa banyak daerah di India yang memperlihatkan adanya kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan. Dilaporkan, banyak keluarga melakukan aborsi dengan alasan seleksi jenis kelamin meskipun hal itu adalah ilegal.

Laporan dari pemerintah India bulan Juli lalu juga menemukan menurunnya angka perempuan. Salah satunya dikarenakan praktik aborsi pada janin perempuan, yang dianggap akan menjadi beban pada keluarga pada saat mereka menikah.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Studi Ungkap Hubungan Sakit Kepala dan Nyeri Punggung

Liputan6.com, Jakarta Sakit kepala kronis dan nyeri punggung merupakan kondisi yang dapat melemahkan seseorang. Pada beberapa kasus, kedua kondisi ini seringkali muncul secara bersamaan

Para ahli seringkali menangani kondisi ini secara terpisah. Namun, penelitian baru-baru ini menemukan hubungan antara keduanya.

Menurut data World Health Organization (WHO), hingga empat persen individu dalam populasi global mengalami sakit kepala selama 15 hari atau lebih setiap bulannya.

Sementara itu, menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, AS, sekitar 80 persen orang dewasa mengalami nyeri punggung setidaknya sekali seumur hidup, dan 20 persen dari populasi tersebut mengalami sakit yang kronis.

Pada 2013 lalu, sebuah penelitian di Jerman menemukan hubungan antara sakit kepala kronis dan nyeri punggung. Penelitian ini kemudian diperkuat oleh para peneliti di University of Warwick, Inggris.

Penelitian dalam Journal of Headache and Pain melibatkan 14 studi dengan berbagai sampel. Riset terkecil menggunakan 88 peserta dan yang terbesar menggunakan 404.206 peserta.

Dikutip dari Medical News Today, peneliti mencatat sakit kepala yang terjadi selama minimal 3 bulan dan yang merasakan sakit di bagian bawah tulang iga dan lipatan bokong. Hasilnya adalah orang yang menderita satu gangguan, rata-rata dua kali lebih mungkin memiliki gangguan lain, dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami sakit kepala atau sakit punggung.

“Temuan ini sangat menarik, karena biasanya ini dilihat sebagai gangguan yang terpisah dan kemudian diatasi dengan cara dan orang yang berbeda,” ucap Prof. Martin Underwood, peneliti dari Warwick Medical School.

“Ini membuat kita berpikir bahwa mungkin ada pada beberapa orang yang memiliki penyebab yang sama ketika mengalami sakit kepala dan punggung,” tambahnya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Kemungkinan Terkait Hubungan Biologis

Ilustrasi stres – sakit kepala – lelah (iStockphoto)

Para peneliti belum yakin mengenai penyebabnya.. Tetapi mereka percaya bahwa mungkin ada hubungan biologis yang mendasari sakit kepala dan punggung.

“Mungkin ada suatu hubungan antara orang bereaksi terhadap rasa sakit. Hal ini membuat orang lebih sensitif terhadap sakit kepala dan punggung, dan bagaimana tubuh bereaksi terhadap keduanya,” ucap Underwood.

Memastikan bahwa orang dengan kedua gangguan tersebut menerima dukungan dan penanganan yang tepat dapat membantu kualitas hidup mereka.

Metode pengobatan gabungan antara dua penyakit ini juga dapat memberikan manfaat finansial dan mengurangi obat yang diberikan.

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Membedakan Gatal karena Ketombe atau Kutu Rambut

Liputan6.com, Jakarta – Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kepala gatal. Dua penyebab gatal ini bisa karena ketombe atau kutu. Orang pun sulit membedakannya.

Direktur penelitian kosmetik dan klinis dermatologi di Mount Sinai Hospital, Amerika Serikat, Joshua Zeichner, menjelaskan bahwa ketombe muncul karena peradangan di area kepala yang menyebabkan kulit mengelupas dan gatal. 

Ketombe merupakan respon tubuh terhadap ragi yang ada di kulit kepala, bukan pertanda higienitas yang rendah. Semua orang punya ragi di kepalanya. Namun beberapa orang lebih reaktif terhadapnya, sehingga kulit lebih cepat terlepas.

Sedangkan kutu atau pediculus humanus capitis, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), merupakan serangga parasit yang bisa ditemukan di kepala, alis dan bulu mata. Mereka memiliki tiga bentuk, yaitu telur, nimfa, dan dewasa.

Telur diletakkan di ujung rambut yang dekat kulit kepala. Kecil sekali, menempel lekat dengang rambut dan berbentuk oval. Nimfa menetas dari telur dan harus minum darah. Kutu dewasa berukuran sebesar biji wijen dan mengonsumsi darah juga.

Ketombe bukanlah kondisi yang menular, sementara kutu rambut bisa menyebar ke orang lain dengan sangat cepat. Khususnya di lingkungan anak-anak.

Namun tenang saja, kutu rambut tidak membawa atau menularkan penyakit seperti parasit lainnya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Ketombe atau Kutu

Ilustrasi ketombe. (iStockphoto)

Ketombe ringan menimbulkan serpihan kulit berwarna putih atau terkadang kuning, jelas asisten profesor klinis dermatologi Icahn School of Medicine, Mount Sinai Hospital, Amerika Serikat, Gary Goldenberg.

“Di kasus yang lebih parah, pasien mengalami kemerahan, gatal, rasa terbakar, kerak tebal dan berminyak,” kata Goldenberg.

Menurut CDC, telur kutu berwarna kuning atau putih atau terkadang sama dengan warna rambut Anda dan berbentuk seperti nasi. Sehingga terkadang dikira sebagai ketombe, keropeng, atau tetesan semprotan rambut.

Goldenberg juga mengatakan bahwa ketombe putih bisa dilihat dengan mudah. Kutu rambut dewasa punya enam kaki dan berwarna cokelat sampai putih keabu-abuan. Nimfa kutu memiliki penampilan yang sama, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Gejala ketombe dan kutu rambut

Ketombe bisa terasa sangat gatal, khususnya bila kulit kepala Anda kering. Namun gejala itu sama dengan kutu.

“Pasien yang terkena kutu biasanya mengeluhkan gatal parah di kulit kepala. Gatal biasanya lebih parah di bagian belakang kulit kepala. Di mana biasanya ada lebih banyak kutu,” kata Zeichner.

Namun kutu biasanya tidak menyebabkan kulit kepala menjadi bersisik dan timbul butiran seperti ketombe. Berikut gejala keduanya;

Gejala ketombe 

  1. Kulit kepala gatal
  2. Kulit kepala bersisik atau berkerak
  3. Butiran kulit berwarna putih atau kuning di kepala, alis atau pundak
  4. Kulit memerah akibat digaruk
  5. Gejalanya bertambah parah di udara dingin

Gejala kutu 

  1. Perasaan gelitik atau ada yang merangkak di kulit kepala maupun rambut
  2. Sangat gatal
  3. Sulit tidur (kebanyakkan kutu aktif di malam hari)
  4. Benjolan merah atau radang di kulit kepala, leher maupun pundak
  5. Bintik-bintik hitam atau coklat kecil di pangkal rambut
3 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Kutu dan Ketombe

Permasalahan ketombe yang membandel kerap membuat Anda frustasi. Yuk kita coba dua jenis perawatan alami berikut ini. (iStockphoto)

Penting untuk segera menanganinya agar tidak menjadi infeksi akibat terlalu banyak menggaruk.

Zeichner mengatakan bahwa ketombe bisa diatasi oleh zinc pyrithione, yang menurunkan jumlah ragi di kulit kepala dan biasanya terkandung di sampo anti ketombe. Sehingga rasa gatal peradangan, dan serpihan kulit kepala bisa berkurang. Jika ketombenya parah, obat steroid topikal mungkin diperlukan untuk mengurangi peradangan

Penanganan kutu rambut biasanya menggunakan pengobatan topikal yang mengandung permetrin atau piretrin pembunuh hama. Ini biasanya bisa membunuh nimfa juga.

Setelah itu, Anda bisa menggunakan sisir untuk mengangkat kutu yang sudah mati maupun yang masih hidup. Jika itu masih tidak berhasil, dokter Anda dapat merekomendasikan obat resep yang lebih kuat seperti benzyl alcohol, lotion ivermectin, atau malathion.

Jika masih tidak yakin dengan apa yang sedang dihadapi, temui dokter umum atau dokter kulit secepatnya. Mereka bisa mendiagnosis Anda dengan cepat dan memberikan perawatan yang tepat.

Penulis : Selma Vandika

Generasi Milenial Diajak Bertani Organik, Minat?

Liputan6.com, Jawa Barat – Makanan organik menjadi semakin menarik belakangan ini. Cara pengolahan yang berbeda dari tanaman biasa membuat khasiatnya dinilai baik bagi kesehatan.

“Banyak orang bilang kalau makan organik dan tidak, sama saja. Padahal, makanan organik ini tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak lingkungan dan tubuh kita sendiri,” kata pemilik kebun organik Boja Farm, Bogor, Jawa Barat, John Tumiwa.

John juga menceritakan pengalamannya bertemu orang-orang dengan penyakit kanker. Para dokter menyarankan mereka untuk mengonsumsi makanan organik.

“Mereka bilang kalau sudah berobat ke luar negeri, dan ketika pulang ke Indonesia mereka disarankan untuk mengonsumsi makanan organik,” John menambahkan.

Karena ternyata, bahan-bahan kimia yang ada pada makanan dapat memicu munculnya penyakit tersebut.

2 dari 3 halaman

Organik Baik Bagi Lingkungan

Cara Membuat Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga (Sumber: iStockphoto)

Tak hanya itu, makanan organik yang dihasilkan dari pertanian organik juga dinilai lebih baik bagi lingkungan.

“Menanam pangan organik memang tidak mudah. Para petani mungkin akan menemukan kesulitan bahkan kegagalan di tiga bulan pertama,” ucap John.

Kondisi tersebut disebabkan karena tanah harus menghadapi penyesuaian. Karena pertanian organik melarang penggunaannya bahan kimia seperti pestisida.

Tanaman yang biasanya langsung tumbuh dengan subur harus beradaptasi dengan alami. Namun, ketika sudah terbiasa, tanah bisa tumbuh menjadi lebih sehat.

3 dari 3 halaman

Mengajak Generasi Milenial

Inilah isi surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait produk susu kental manis (SKM). (Ilustrasi: iStockphoto)

Perkebunan Boja Farm awalnya dibangun di Sulawesi Utara, dengan membina 1250 petani dan memberikan sertifikasi petani organik.

“Kita membuka kesempatan sebenarnya, terutama generasi milenial untuk belajar menanam organik. Kita bisa memulai dengan menanam apa pun yang biasa kita butuhkan di rumah,” ucap John.

Semakin banyaknya orang yang sadar akan kesehatan juga membuat makanan organik menjadi semakin banyak diminati. Tetapi perlu diingat, bertani organik juga membutuhkan kesabaran.

“Kita harus sabar ketika berhubungan dengan bertani organik. Karena kalau tidak, baru gagal panen sekali dua kali sudah menyerah,” tutup John dalam acara Jelajah Gizi bersama Danone Indonesia, Selasa (15/10/2019).

Penulis: Diviya Agatha

Komplikasi Diabetes Dapat Dihindari Bila Pasien Lakukan Ini

Liputan6.com, Jakarta – Angka pasien diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 epidemi penyakit diabetes di Indonesia cenderung meningkat.

IDF memperkirakan bahwa jumlah orang dengan diabetes berumur 20 sampai 79 tahun di Indonesia sekitar 10,3 juta orang pada 2017, dan akan bertambah menjadi 16,7 juta orang di 2045. Mayoritas pengidapnya tinggal di daerah perkotaan.

Salah satu faktor penyebab tingginya angka diabetesi di Indonesia adalah masih kurangnya edukasi mengenai kondisi ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pasien diabetes yang terlambat didiagnosis karena mereka tidak mengetahui gejala dan bagaimana mengelola kondisi tersebut.

Bahkan, 52 persen pasien diabetes sudah mengalami komplikasi saat pertama terdiagnosis. Komplikasi ini bisa menyebabkan berbagai kerusakan organ tubuh, seperti;

  1. Diabetes retinopati : Penyebab utama kebutaan pada orang dewasa
  2. Diabetes nefropati : Penyebab utama penyakit ginjal tahap akhir, serta peningkatan antara dua hingga empat kali lipat mortalitas akibat penyakit kardiovaskular dan stroke.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Ir Koentjoro MPd, salah seorang pasien diabetes tipe dua selama 24 tahun. Dia bercerita bahwa saat dokter mendiagnosis dengan diabetes, dia sendiri belum tahu tentang penyakit tersebut yang malah membuatnya stres.

Saking stresnya, Koentjoro tidak hanya berobat ke dokter, tapi sempat juga ke pengobatan alternatif yang malah membuat fluktasi gula darah naik turun terus.

“Sampai 2005 dan 2006 saya mulai berobat di Klinik Diabetes Terpadu di Bogor, barulah saya mendapatkan edukasi mengenai diabetes dan bagaimana mengelola penyakit tersebut,” kata Koentjoro seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 17 Oktober 2019.

“Jadi, dibutuhkan waktu sampai 10 tahun dari saya terdiagnosis sampai mendapatkan edukasi yang benar tentang diabetes,” ujarnya.

Di salah satu klinik, Koentjoro baru memeroleh informasi mengenai penyakit diabetes, termasuk mengenai pentingnya mengatur pola makan, berolahraga, serta melakukan tes HbA1c secara berkala untuk mengontrol gula darah.

Koentjoro juga mengatakan bahwa masih ada teman-teman sesama penyandang diabetes yang belum sadar akan pengelolaan diabetes, terutama tes HbA1c.

Padahal, pemeriksaan HbA1c adalah salah satu faktor penting penatalaksanaan diabetes. HbA1c bisa dijadikan parameter untuk mendeteksi dan mengurangi komplikasi jangka panjang.

HbA1c ini mencerminkan rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir, jauh lebih akurat dibandingkan pemeriksaan gula darah harian yang sangat fluktuatif.

2 dari 3 halaman

Risiko dari Diabetes

Ilustrasi diabetes (iStockphoto)

Menurut Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Dr Ketut Suastika SpPD-KEMD, kontrol HbA1c yang baik berkaitan erat dengan risiko komplikasi kesehatan jangka panjang yang lebih rendah. Jika nilai HbA1c terus tinggi, risiko komplikasi juga tinggi, baik komplikasi makrovaskular seperti penyakit jantung dan stroke, maupun komplikasi mikrovaskular seperti kerusakan saraf, mata, dan ginjal.

Dengan menurunkan 1 persen HbA1c dapat mengurangi komplikasi diabetes jangka panjang, seperti amputasi sebanyak 43 persen, komplikasi mikrovaskuler sebanyak 37 persen, gagal jantung sebanyak 16 persen, dan strok sebanyak 12 persen.

“PERKENI menyarankan agar pasien diabetes melakukan pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan sekali. Nilai HbA1c pasien diabetes sebaiknya di bawah tujuh persen,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, pemeriksaan HbA1c sudah ditanggung BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat dua. Tetapi sayangnya fasilitas untuk tes HbA1c belum merata di semua daerah.

“Kendala lain pemeriksaan HbA1c adalah harganya relatif mahal, di rumah sakit swasta mungkin sekitar Rp200.000,” kata dia.

Nilai HbA1c bisa menjadi indikator inisiasi penggunaan insulin. Apabila pasien diabetes sudah terdiagnosis dan sudah mendapat terapi dengan obat antidiabetik oral (OAD), dengan dosis maksimal tapi gula darah masih belum terkontrol (HbA1c lebih dari 7 persen), sudah dapat memulai inisiasi insulin.

Terlebih lagi, jika pasien pertama kali terdiagnosis diabetes dengan HbA1c lebih dari sembilan persen dengan adanya gejala dekompensasi metabolik, dianjurkan untuk inisiasi pemberian insulin untuk dapat mengendalikan gula darah penderita.

“Faktanya, sebanyak 68 persen pasien diabetes yang menerima pengobatan tidak mencapai target HbA1c. BPJS mensyaratkan, ketika HbA1c nilainya di atas sembilan persen, baru pasien mendapatkan insulin yang dicover BPJS.

Namun, sebenarnya indikasi pemberian insulin bukan hanya dari HbA1c saja,” katanya menjelaskan.

Ketut menambahkan, “Memang pada pasien tertentu dengan kadar HbA1c di atas 9 persen dan disertai gejala katabolik yang berat, bahkan sampai kegawatdaruratan, harus langsung diberikan insulin. Tetapi memang masih banyak kendala pemberian insulin ini, termasuk dari sisi pasien itu sendiri. Misalnya, takut jarum suntik dan takut kalau insulin akan membuat ketergantungan.”

Pemeriksaan HbA1c memang salah satu hal penting dalam penatalaksanaan diabetes tapi pemeriksaan ini belum menjadi alat wajib di puskesmas di Indonesia. Hal ini terkait efisiensi dan efektivitas alat terkait harga yang mahal dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengoperasionalkannya.

3 dari 3 halaman

Pasien Diabetes Datang ke Puskesmas

Karbohidrat dengan Glikemik Tinggi / Sumber: iStockphoto

Direktur Pelayanan Primer, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Drg Saraswati MPH, mengatakan bahwa saat ini, jika pasien datang ke puskesmas dan membutuhkan pemeriksaan HbA1c, digunakan fasilitas rujukan ke pusat pelayanan kesehatan tingkat dua.

“Mekanismenya bisa dengan berjejaring dengan laboratorium klinik yang bekerjasama dengan BPJS. Karena pemeriksaan HbA1c ini sudah menjadi standar dari pelayanan diabetes melitus, faskes tingkat pertama pun sudah menyosialisasikannya kepada pasien diabetes,” katanya.

Jika pasien memiliki nilai HbA1c tinggi dan disarankan menggunakan insulin, bisa diberikan di Puskesmas melalui sistem rujuk balik. Tetapi pemberian resep insulin yang pertama harus dari dokter spesialis.

Dalam upaya mengendalikan angka prevalensi diabetes, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan keputusan untuk penggunaan insulin bagi pasien diabetes tipe 2 yang kadar HbA1c-nya sembilan persen dan tidak terkendali dengan pemberian kombinasi obat oral anti-diabetes.

Program ini menjadi wujud usaha untuk memberikan pertolongan untuk pasien diabetes dalam mengatur kadar gula darah dan meminimalisir komplikasi.

Namun, Indonesia merupakan negara di kawasan Asia dengan penggunaan insulin terendah pada 7,6 unit per pasien diabetes yang diobati, dibandingkan dengan lebih dari 70 unit di Thailand dan 178 unit di Malaysia (23 kali lebih besar dibandingkan dengan Indonesia).

Selain dengan pemeriksaan HbA1c yang diikuti dengan pengobatan medis, pengaturan gizi, dan penerapan pola hidup sehat juga sangat penting untuk pengelolaan diabetes.

Saraswati mengimbau pasien diabetes harus menjaga asupan makanan, olahraga dengan teratur, dan menaati rencana pengobatan yang diberikan oleh dokter, demi kontrol penyakit diabetes yang lebih maksimal.

Dokter Tekankan Minum Obat Hipertensi Tidak Rusak Ginjal

Liputan6.com, Jakarta Bagi pasien hipertensi yang diresepkan obat oleh dokter tak perlu khawatir mengonsumsi obat tersebut. Obat untuk pasien hipertensi malah ditujukan untuk melindungi ginjal.

“Obat antihipertensi, obat antidiabetes, obat antikolesterol itu tidak mengganggu ginjal. Obat untuk hipertensi itu untuk melindungi ginjal,” kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI), Tunggul Situmorang.

Ketika seorang pasien hipertensi mengalami gagal ginjal, itu bukan karena konsumsi obat dari dokter. Melainkan karena obat yang dikonsumsi kurang atau malah disetop atas inisiatif pribadi belum lagi tekanan darah pasien naik tidak terkontrol seperti disampaikan Tunggul dalam diskusi Gerakan Peduli Ginjal bersama Bayer di Jakarta Pusat ditulis Jumat (18/10/2019).

Namun, Tunggul tidak menampik bahwa ada obat-obat jenis lain yang memang bisa merusak ginjal bila dikonsumsi sembarangan atau tanpa resep dokter.

“Obat-obat yang bisa merusak itu obat-obatan untuk rasa sakit, obat penurun berat badan, dan obat tidak jelas (bisa diperoleh bebas) lainnya. Sementara, kalau obat untuk hipertensi dan gula (diabetes) itu untuk melindungi ginjal,” tekannya lagi.

2 dari 3 halaman

Tak Semua Pasien Hipertensi Minum Obat

Ilustrasi Foto Sepatu Olahraga (iStockphoto)

Tunggul juga meluruskan bahwa seseorang yang sudah kena hipertensi tidak selalu membutuhkan obat. Pada hipertensi yang derajat 1 yakni seseorang dengan tekanan darah 140/90mmHG – 159/100mmHG tidak memerlukan obat-obatan.

“Masih bisa dikonsultasikan dan mengubah gaya hidup,” katanya.

Pada hipertensi derajat dua dan tiga perlu mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter. Serta tak ketinggalan perlu melakukan modifikasi gaya hidup yang lebih baik.

“Bagi yang berat badan berlebih diminta untuk menurunkan berat badan, lalu jangan lupa olahraga, konsumsi makanan sehat, mengurangi garam,” saran Tunggul.

Jika, tekanan darah pasien sudah bisa terkontrol dokter juga akan menyesuaikan obat yang dikonsumsi. Jadi, pastikan untuk selalu rutin kontrol. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Mendengar Nama Disebut Saat Bercinta, Kenapa Bikin Lebih Bergairah?

Liputan6.com, Jakarta Mendengar pasangan menyebutkan nama Anda saat bercinta bisa membuat gairah seks jadi meletup-letup. Mengapa bisa begitu?

Profesor psikologi di Purdue University Fort Wayne, Amerika Serikat, Michelle Drouin menjelaskan bahwa pada dasarnya, mendengar nama Anda dipanggil memang selalu menarik perhatian.

“Pada dasarnya, kita membutuhkan rasa dimiliki dan dicintai. Saat nama dipanggil, itu jadi tanda pengakuan dan adanya rasa memiliki. Sehingga rasa dicintai, diinginkan dan diakui jadi terpenuhi,” jelas Drouin seperti dikutip Elite Daily, Kamis (17/10/2019). 

Seksolog klinis, Cyndi Darnell setuju dengan pendapat tersebut. Bahwa mendengar nama Anda di kasur, merupakan bentuk validasi yang memicu perasaan terangsang, jika ini memang sumber gairah seksual untuk Anda. 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

Selain Memanggil Nama

Hubungan Intim/Seks
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Bangkok Click Studio

Selain memanggil namanya, ada beberapa cara lain untuk membuat dia makin bergairah. Yakni lewat desahan dan mengelus punggung pasangan merupakan bagian dari pengalaman seksual yang positif.

“Bagi beberapa orang, seks bisa memicu kecemasan. Mereka memiliki ketakutan akan kurangnya performa, fisik atau cara tubuh menanggapi rangsangan. Saat pasangan memberikan sinyal bahwa mereka menikmati hubungan intim, rasa cemas itu bisa berkurang, meningkatkan harga diri dan kepuasan seksual,” kata Drouin.

Penulis: Selma Vandika

Saksikan juga video menarik berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Testis Tampak Berwarna Biru Samar dan Nyeri, Kenapa Ya?

Liputan6.com, Jakarta Kondisi bola biru (blue balls) pada testis bisa saja membuat pria tidak nyaman. Gejala dari bola biru di antaranya, nyeri testis, sensasi pegal di pangkal penis, berat, dan warna biru samar pada testis. 

Ahli urologi Paul Turek menjelaskan, bola biru pada testis terjadi karena penumpukan yang disebut fase emisi, yang mana air mani terkumpul di saluran ejakulasi di dalam prostat. 

“Jika foreplay (atau apa pun yang membangkitkan gairah pria) tiba-tiba berhenti, testis tidak bisa lagi melepaskan air mani yang terkumpul. Ini ketidaknyamanan ringan sesaat. Saya ulangi, ini hanya sesaat, ringan, dan memang tidak nyaman. Saking nyerinya, Anda mungkin berjalan dengan tumit bertumpu sambil menangis dengan suara keras,” ujar Turek, dikutip dari Cosmopolitan, Kamis (17/10/2019).

“Yang pasti, bola biru pada testis bersifat sementara dan tidak berbahaya. Saat pria sedang rileks, rasa tidak nyaman akan hilang. Bukan menjadi lebih buruk.”

2 dari 3 halaman

Ringankan dengan Orgasme

Cara membebaskan dari bola biru testis dengan orgasme. copyright unsplash/Sharon Garcia

Menurut ahli urologi Richard K Lee, biasanya kondisi bola biru hanya terjadi ketika ada beberapa jenis penyumbatan.

“Obat-obatan disfungsi ereksi atau alat pengikat aliran darah, seperti cincin penis bisa menyebabkan bola biru. Tetapi itu tidak mungkin terjadi secara alami, kecuali Anda menggunakan Cialis atau mainan seks baru di kamar tidur, testis kemungkinan tidak akan menjadi biru benaran. Anda mungkin hanya mengalami sedikit ketidaknyamanan ringan,” jelasnya, dikutip dari Men’s Health, Kamis (17/10/2019).

Kunci terbebas dari bola biru testis hanya dengan orgasme. Orgasme dapat meringankan gejala bola biru.

Di sisi lain, beberapa orang menyarankan, mengoleskan es atau air dingin, serta berolahraga dapat membantu meringankan gejala. Namun, tidak banyak penelitian yang mendukung hal itu. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Berhubungan Seks dengan Mata Tertutup Makin Bergairah

Liputan6.com, Jakarta Menutup mata saat berhubungan seks bukanlah kebiasaan yang dilakukan pasangan pada umumnya. Cara tersebut tidak selalu dilakukan oleh semua orang dan setiap saat. 

Aaron Ben-Ze’ev yang berfokus pada studi tentang emosi menerangkan, menutup mata saat berhubungan seks biasanya diiringi berbagai kebiasaan, seperti bercinta dengan lampu mati, lantas seseorang menjadi bergairah seks saat matanya ditutup.

Kegembiraan seks dengan mata tertutup, khususnya menggunakan kain atau penutup mata. Penutup mata berupa kain yang diikat di kepala seseorang digunakan untuk menutupi mata.

“Ini melumpuhkan pandangan seseorang karena matanya ditutup. Dengan menyerahkan kendali Anda sendiri kepada pasangan, permainan seks dengan mata tertutup dapat meningkatkan gairah berhubungan seks,” tulisan Aaron dalam artikel berjudul  Do You Have Sex with Your Eyes Closed? di laman Psychology Today, Kamis (17/10/2019).

2 dari 3 halaman

Daya Tarik Mata Ditutup

Daya tarik seks dengan menutup mata. copyright shutterstock.com

Aaron menambahkan, ada enam daya tarik seks menutup mata, sebagai berikut:   

  • Seks dengan mata tertutup mata dapat membumbui segalanya.   
  • Tidak bisa melihat dapat mengurangi hambatan yang ada.   
  • Mematikan satu indera (mata), tapi menstimulasi indera lain menjadi sensitif.   
  • Penutup mata meningkatkan kepercayaan di antara mitra.   
  • Seks dengan menutup mata menambah sensasi kejutan.   
  • Menutup mata pasangan membuat Anda memegang kendali penuh selama bercinta.

Cara pasangan meningkatkan gairah seksual sering menggabungkan antara menutup dengan membuka mata. Banyak pasangan senang membuka mata mereka di awal interaksi bercinta.

Hal itu bisa dipicu dari lampu menyala atau sengaja mengintip sesekali. 

“Menutup mata bisa saja cukup umum dilakukan pasangan di kemudian hari, demi menuju klimaks. Seks dengan mata tertutup bisa ditambah dengan meredupkan lampu ruangan,” tambah Aaron.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Pendarahan Hebat Saat Menstruasi, Ada Tumor di Leher Rahim Remaja Inggris Ini

Liputan6.com, Jakarta Remaja di Inggris ini mengalami pendarahan berat selama menstruasi. Awalnya, dokter mengira itu disebabkan oleh hormon. Padahal, kejadian itu diakibatkan oleh adanya tumor yang tumbuh di leher rahimnya.

Remaja bernama Megan Burgeen ini awalnya mengalami menstruasi yang tidak teratur dan sakit perut pada September tahun lalu. Pendarahannya parah hingga membuatnya tak bisa berjalan.

Hingga pada April lalu, gumpalan darah keluar saat dia menstruasi. Gadis 19 tahun ini segera mengirimkan foto kejadian itu pada dokternya.

“Itu nyaris seperti saya akan melahirkan, itu sangat besar,” kata Megan seperti dilansir dari New York Post pada Kamis (16/10/2019).

Gumpalan itu ternyata bagian dari tumor yang tumbuh di leher rahimnya. Dokter mendiagnosisnya dengan kanker serviks jenis langka rhabdomyosarcoma. Ini merupakan kanker jaringan lunak yang dapat tumbuh di otot.

2 dari 3 halaman

Kesal Karena Tak Bisa Mengandung

Ilustrasi darah menstruasi (iStockphoto)

Sang ibu, Jenny menceritakan bahwa dokter terkejut karena Megan tidak melakukan pemeriksaan internal. Hal itu baru dilakukannya setelah mengirimkan foto ke dokter. Di situlah ia baru merasakan adanya massa yang tumbuh di serviksnya.

Bulan April kemarin, Megan melakukan kemoterapi dan dilanjutkan dengan histerektomi pada bulan September. Dokter juga mengambil beberapa indung telurnya sehingga suatu hari dia ingin memiliki anak biologis lewat ibu penganti.

Dalam menjalani pengobatan, Megan tetap berpikir positif meski kegiatan itu melelahkan. Saat ini, ia pun dinyatakan bebas kanker.

“Awalnya saya kesal terhadap kenyataan bahwa saya kehilangan rambut dan tidak bisa mengandung anak, tapi pada akhirnya, saya bisa melihat hal-hal positif seperti fakta bahwa saya bisa melihat rambut saya tumbuh lagi dan punya anak lewat pengganti.”

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Sakit Ginjal Tak Selalu Nyeri Pinggang

Liputan6.com, Jakarta – Banyak orang awam berpikir bahwa ketika muncul nyeri di area pinggang berarti ada masalah pada ginjal. Nyatanya banyak yang sakit pinggang tapi tidak memiliki sakit ginjal seperti disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Tunggul Situmorang.

“Dan, banyak yang sakit ginjal sama sekali tidak sakit pada pinggang,” kata Tunggul saat dalam Gerakan Peduli Hipertensi bersama Bayer di Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Meski begitu ada sakit ginjal yang membuat orang mengalami sakit pinggang yakni batu ginjal. Penyakit ginjal yang satu ini, kata Tunggul, merupakan yang paling mudah diatasi serta bisa sembuh secara total dibandingkan masalah ginjal lain di bidang nefrologi.

“Jadi, di luar itu penyakit ginjal sangat kompleks baik karena hipertensi maupun diabetes,” kata Tunggul.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Terkait Lokasi Ginjal

Gagal ginjal (iStockphoto)

Bukan tanpa sebab masyarakat kerap mengaitkan sakit pinggang dengan penyakit ginjal. Hal ini terkait dengan lokasi ginjal yang berdekatan di pinggang.

“Bentuk ginjal kan seperti kacang buncis, letaknya dekat pinggang, maka itu ginjal juga disebut buah pinggang,” jelas Tunggul.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Infeksi yang Dialami Ibu Baru Setelah Melahirkan

Liputan6.com, Jakarta – Rasa sakit saat melahirkan masih terasa saat bayi sudah berada di gendongan kita.  Setelah melahirkan, seorang perempuan masih harus menahan rasa sakit selama beberapa pekan, bahkan ada yang sampai berbulan-bulan. Terkadang rasa sakit itu diabaikan begitu melihat sang buah hati yang sudah lahir dengan sehat dan selamat.

Walau begitu, kesehatan ibu pasca melahirkan tetap harus diperhatikan. Apabila tidak mendapatkan perawatan dan penanganan tepat saat dan setelah melahirkan, ada macam-macam infeksi yang menghantui.

Untuk menigkatkan kesadaran tentang risiko infeksi ini, Sahabat Dream bisa membaca ulasan singkat mengenai macam-macam infeksi yang mungkin terjadi setelah melahirkan beserta tanda-tandanya.

2 dari 2 halaman

Infeksi Setelah Melahirkan

Ilustrasi Proses Melahirkan (iStockphoto)

Seorang perempuan yang hendak melahirkan memiliki waktu penyembuhan berbeda-beda. Ada yang sudah sembuh dalam waktu singkat, tapi ada pula yang membutuhkan waktu cukup lama. Umumnya, ibu dan bayi, diperbolehkan pulang dari rumah sakit 2-5 hari setelah melahirkan, tergantung kondisi ibu dan bayi.

Tanda infeksi pasca melahirkan, biasanya baru muncul setelah sampai di rumah. Namun, tidak menutup kemungkinan infeksi bisa dialami dan diketahui sesaat setelah melahirkan. Ada beberapa macam infeksi yang umum terjadi pada perempuan setelah melahirkan, seperti infeksi vagina hingga infeksi kandung kemih.

Setiap infeksi memiliki penyebab dan tanda berbeda-beda. Waktu kemunculan dan penyembuhannya juga beragam, tergantung pada kondisi ibu. Ada infeksi yang baru diketahui beberapa pekan pasca melahirkan, ada juga infeksi yang langsung bisa diketahui.

Penulis : Siwi Nur/ Dream.co.id

Tambahkan Stevia, Pasien Diabetes Tak Perlu Takut Lagi Konsumsi Manis

Liputan6.com, Jakarta – Makanan manis yang mengandung gula menjadi musuh bagi para pasien diabetes. Akan tetapi, ternyata ada cara baru untuk menikmati makanan atau minuman manis tanpa rasa takut, dengan menggunakan daun stevia.

“Tanaman stevia ini mengandung beberapa zat salah satunya alkaloid. Biasanya alkaloid ini pahit, tapi pada daun stevia justru menjadi manis,” kata pakar gizi dan keamanan pangan Institut Pertanian Bogor, Prof Ir Ahmad Sulaeman pada Selasa, 15 Oktober 2019.

Rasa manis yang dihasilkan oleh daun stevia ini berasal dari senyawa stevioside. Senyawa ini menghasilkan rasa manis seperti gula, tetapi tidak mengandung kalori.

Sejak 1985, daun stevia sudah dianjurkan untuk digunakan pada makanan dan minuman. Tetapi, Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat baru mengizinkan penggunaan stevia pada 2000-an, setelah melalui uji kesehatan terlebih dahulu.

2 dari 3 halaman

Daun Stevia untuk Diet Pasien Diabetes

Karbohidrat dengan Glikemik Rendah untuk Pasien Diabetes / Sumber: iStockphoto

Daun stevia yang baik untuk pengguna diabetes ini mengandung pemanis non-kalori dan alami. Sehingga, penggunaannya juga diperbolehkan bagi orang yang sedang menjalankan diet.

“Para penderita diabetes dan orang yang mau diet bisa menggunakan pemanis ini. Karena daun stevia dapat membuat rasa manis yang sama,” kata Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2019 bersama Danone Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

Ahmad menambahkan, penggunaannya bisa diakali dengan mengombinasikan gula pasir dengan daun stevia. Sehingga, rasa manisnya masih akan tetap ada. Tetapi menjadi versi yang lebih sehat.

“Tanpa gula pasir pun, daun stevia ini bisa tetap menghasilkan rasa manis. Tetapi mungkin ada aftertaste yang tidak selalu disukai, karena dia ini kan memang tanaman,” katanya.

Selain mengandung senyawa alkaloid dan stevioside, daun stevia juga mengandung asam amino. Asam amino ini berperan memberikan rasa manis pada daun stevia.

3 dari 3 halaman

Tidak untuk Bayi

Bayi punya waktu tidur yang khusus agar dia bangun dalam keadaan bugar (Ilustrasi/iStockphoto)

Daun stevia ini tidak dianjurkan untuk bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun. Akan tetapi memang bayi tidak dianjurkan untuk diberikan pemanis dalam bentuk apa pun.

“Bayi membutuhkan energi dari rasa manis. Nah, kalau dari stevia ini tidak ada energinya. Bayi juga seharusnya sampai usia enam bulan hanya mengonsumsi laktosa dari ASI saja,” jelas Ahmad.

Penulis: Diviya Agatha

Cyber Patrol, Upaya BPOM Awasi Peredaran Obat dan Makanan di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia belum memiliki kerja sama dengan perusahaan media sosial (medsos) terkait pengawasan peredaran obat dan makanan. Namun, BPOM tetap melakukan pemantauan obat dan makanan yang ada di medsos.

“Untuk kerja sama secara khusus dengan media sosial memang belum tapi melalui upaya tugas kami dalam cyber patrol itu, medsos ada dalam pengawasan kami juga,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito pada Health Liputan6.com di Jakarta, Kamis (17/18/2019).

Walau begitu, BPOM tidak menutup kemungkinan apabila nanti akan ada kerja sama terkait pengawasan obat dan makanan dengan perusahaan media sosial. Tentu dengan mekanisme tertentu.

“Upaya kerja sama dengan medsos akan kita kembangkan, tapi tetap medsos dalam pantauan cyber patrol-nya Badan POM dan kepolisian tentunya,” kata Penny menegaskan.

2 dari 3 halaman

Kerja sama dengan penyedia jasa perdagangan elektronik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan asosiasi E-Commerce Indonesia (Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)

Terkait peredaran obat dan makanan secara daring, BPOM sepakat melakukan kerja sama dengan penyedia jasa perdagangan elektronik. Salah satu tujuannya adalah untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran produk obat dan makanan yang dijual secara daring.

“Kami menyamakan kesepakatan, kami membangun mekanisme yang utamanya adalah melindungi masyarakat,” kata Penny dalam konferensi persnya.

Penny mengatakan bahwa ada tiga hal yang menjadi dicakup dalam kerja sama ini.

Pertama, terkait pengawasan peredaran produk obat dan makanan yang dijual di laman perdagangan elektronik. Selain penyedia jasa yang melakukan penyaringan, BPOM juga melakukan patroli siber untuk melalukan pengawasan produk obat dan makanan dan bisa melakukan rekomendasi untuk penurunan produk apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan.

Kerja sama kedua juga dilakukan dalam pertukaran data dan informasi terkait pengawasan, peredaran, pengiriman, promosi, dan iklan obat dan makanan serta produk tembakau dalam sistem elektronik.

Ketiga adalah dalam pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya terkait iklan.

“Jangan sampai penjualan online memberikan sebebas-bebasnya iklan yang tidak tepat, tidak obyektif, tidak sesuai, dan berlebihan yang akan membahayakan konsumen,” ujar Penny.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan BPOM, Asosiasi e-Commerce Indonesia, serta Bukalapak, Tokopedia, Klikdokter, Halodoc, Gojek, dan Grab.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Viral Tidur Terlalu Malam Sebabkan Kanker Hati, Mitos atau Fakta?

Liputan6.com, Jakarta Pesan berantai di grup-grup WhatsApp tentang kebiasaan tidur terlalu malam bisa menyebabkan kanker hati kembali muncul ke permukaan.

Broadcast ini menyebutkan bahwa jam-jam tertentu tubuh melakukan detoksifikasi. Dalam broadcast yang tidak jelas siapa penulisnya ini menyebutkan tidur terlalu malam menyebabkan kerusakan hati.

Tak cuma di WhatsApp, pesan tersebut pun banyak bertebaran di beberapa blog. Berikut bunyi pesan itu:

Para dokter di NATIONAL TAIWAN Hospital melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.

Jangan tidur lewat dari jam 10 malam, karena malam hari Pkl 11 s/d dini hari Pkl 01 adalah Proses Detox di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas

.Pkl 01 s/d 03 Proses Detox di bagian Empedu dalam kondisi tidur

.Pkl 03 s/d 05 Proses Detox bagian Paru-paru

.Pkl 05 s/d 07 Proses Detox bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar…

.Pkl 07 s/d 09 Proses Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi.

Begadang dan bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh, selain itu dari tengah malam s/d Pkl 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang untuk memproduksi darah.

Penjelasan Pakar

Health-Liputan6.com menanyakan pesan ini kepada dokter spesialis penyakit dalam konsultan Tunggul Sutumorang. Dia tidak menampik bahwa pesan-pesan seperti itu memang sangat dinikmati oleh banyak orang. Sayangnya, pesan  itu hanya menghubung-hubungkan tapi tidak betul isinya.

“Pesan seperti ini mengajukan fakta-fakta tapi (dia) membuat hubungan sendiri,” kata Tunggul saat ditemui di Jakarta Pusat pada Kamis (17/10/2019).

Misalnya dalam kalimat begadang bisa mengacaukan metabolisme tubuh. Hal itu ada yang benar. “Jangankan begadang, yang makan tidak benar itu juga bisa mengacaukan metabolisme tubuh,” katanya.

Tunggul mengatakan pesan ini tidak ilmiah, terlebih dalam dunia kedokteran segala sesuatu harus berdasarkan bukti ilmiah.

“Kita harus berdasarkan evidence. Jadi, bicaralah yang terukur ada evidence (bukti), terukur dan berdasarkan ilmu pengetahuan,” pesannya.

2 dari 2 halaman

Penjelasan di Laman Kominfo

Mengatasi Badan Lemas karena Begadang (Roman Samborskyi/Shutterstock)

Pesan berantai ini pun juga sudah ditelusuri di laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, kominfo.go.id. Diluruskan oleh Kominfo bahwa kurang tidur sendiri sebenarnya memiliki dampak negatif diantaranya berikut ini:

1. Konsentrasi berkurang

2. Berdampak pada kesehatan antara lain; tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan sebagainya.

3.Menurunkan gairah seksual

4. Menjadi pelupa

5. Penyebab depresi

6.Obesitas

7. Berpengaruh pada kesehatan kulit

8. Meningkatkan risiko kematian

9. Cepat tua.

Tetap Ngemil Sehat Meski Sibuk Bekerja, Intip Saran Dokter Jantung

Liputan6.com, Jakarta Saat sibuk bekerja Anda bisa tetap mengemil secara sehat. Camilan sehat ini pun mendukung ketercukupan nutrisi sehingga energi Anda terjaga kuat.

Apalagi Anda yang bekerja di dunia industri kreatif, yang selalu aktif berinovasi. Otak dan tubuh harus berenergi setiap saat.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A Damay memberikan saran agar Anda bisa mengemil dan mengonsumsi makanan sehat disela-sela bekerja.

“Kalau saya selalu sedia buah. Buah-buah segar lebih bagus daripada jus sebenarnya. Saya selalu sedia apel di mobil untuk ngemil,” tutur Vito kepada Health Liputan.com, ditulis Kamis (17/10/2019).

Ketika menghabiskan waktu di rumah, mengemil buah-buahan juga bisa menjadi pilihan sehat. Rasa lapar akan terobati walaupun belum waktunya makan besar.

“Di rumah bisa potong buah mangga atau pepaya. Manisnya buah itu memuaskan otak sehingga membuat kita enggak merasa lapar,” ujar Vito.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Kalori Tidak Berlebihan

Mengemil buah-buahan segar. copyright shutterstock.com/RossHelen

Pilihan mengemil buah-buahan segar lebih aman dibanding biskuit. Ini karena kalori dalam buah-buahan secara alami tidak berlebihan.

“Tentunya lebih aman (mengemil buah) daripada makan biskuit atau es krim. Kalorinya (buah) enggak berlebihan,” ungkap Vito, yang berpraktik di Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci.

Jika Anda ingin mengemil roti tawar, sebaiknya pilih roti tawar gandum dengan selai kacang. 

“Enak itu, ada protein juga karbohidratnya. Cukup satu helai roti untuk ngemil,” Vito menerangkan.

Vito juga mengingatkan, selalu jaga kecukupan cairan. Cairan yang cukup membuat kita tidak tergoda untuk terlalu sering mengemil. Tapi ingat minum air putih saja. hindari minuman berwarna atau bersoda. Minumlah jus segar, tanpa gula.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

BPOM: Obat Keras Tak Boleh Dijual di Penyedia Jasa Jual Beli Online

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menegaskan bahwa obat keras tidak boleh diperjualbelikan secara online lewat penyedia jasa perdagangan elektronik.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan bahwa aturan obat dan makanan yang beredar di penyedia jasa perdagangan elektronik sama dengan yang beredar secara reguler.

“Misalnya obat keras, itu tidak bisa diperjualbelikan secara online ketentuannya. Harus melalui jaringan distribusi yang sudah mendaftarkan sertifikasi dari Badan POM,” kata Penny usai penandatanganan kerja sama dengan beberapa penyedia jasa perdagangan elektronik pada Kamis (17/10/2019).

Selain itu, Penny mengatakan bahwa obat keras harus diserahkan pada pasien bersama resep dokter dan diberikan lewat apoteker.

Penny juga menegaskan bahwa obat dan makanan yang dijual secara daring di penyedia jasa perdagangan elektronik, harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya memiliki izin edar dari BPOM.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/megaflopp

Dalam sambutannya, Penny mengatakan bahwa layanan jual beli di dunia maya sudah tidak bisa terpisahkan dari masyarakat. Saat ini, Indonesia masuk dalam 20 besar pasar perdagangan elektronik terbesar di dunia.

Hal ini dinilai memiliki dampak positif secara ekonomi masyatakat serta kemudahan bagi konsumen. Namun, juga ada tantangannya. 

“Namun di satu sisi, khususnya untuk produk obat dan makanan juga memberikan satu tantangan, risiko dan tantangan yang harus kita tanggulangi bersama,” kata Penny menambahkan.

Maka dari itu, penyedia jasa perdagangan elektronik dinilai menjadi garda terdepan terkait pengawasan produk obat dan makanan yang dijual ke masyarakat.

Marketplace ada di depan sebagai benteng pertama yang menyaring produk-produknya ke dalam marketnya, itu tentunya harus memenuhi persyaratan, tentunya harus mendapat izin edar Badan POM,” kata Penny. 

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

BPOM Kerjasama dengan Penyedia Jasa E-Commerce, Pantau Penjualan Obat Secara Daring

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sepakat melakukan kerja sama dengan penyedia jasa e-commerce (e-dagang). Salah satu tujuannya untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran produk obat dan makanan yang dijual secara daring (online).

“Kami menyamakan kesepakatan, kami membangun mekanisme yang utamanya adalah melindungi masyarakat,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito di Jakarta pada Kamis (17/10/2019).

Penny mengatakan, saat ini layanan jual beli di dunia maya sudah tidak bisa terpisahkan dari masyarakat. Dia mengungkapkan bahwa saat ini, Indonesia masuk dalam 20 besar pasar e-dagang terbesar di dunia. Hal ini dinilai memiliki dampak positif secara ekonomi serta kemudahan bagi konsumen.

“Namun di satu sisi, khususnya untuk produk obat dan makanan juga memberikan satu tantangan, risiko dan tantangan yang harus kita tanggulangi bersama,” kata Penny dalam sambutannya.

Penny mengatakan bahwa ada tiga hal yang menjadi dicakup dalam kerja sama ini. Pertama terkait pengawasan peredaran produk obat dan makanan yang dijual di laman e-commerce.

Marketplace ada di depan sebagai benteng pertama yang menyaring produk-produknya ke dalam marketnya, itu tentunya harus memenuhi persyaratan, tentunya harus mendapat izin edar Badan POM,” Penny menjelaskan.

Selain itu, BPOM juga akan melakukan patroli siber untuk melalukan pengawasan produk obat dan makanan dan bisa melakukan rekomendasi untuk penurunan produk apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan.

Kerja sama juga dilakukan dalam pertukaran data dan informasi terkait pengawasan, peredaran, pengiriman, promosi, dan iklan obat dan makanan serta produk tembakau dalam sistem elektronik.

Cakupan ketiga adalah dalam pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya terkait iklan.

“Jangan sampai penjualan online memberikan sebebas-bebasnya iklan yang tidak tepat, tidak obyektif, tidak sesuai, dan berlebihan yang akan membahayakan konsumen.”

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 2 halaman

Disambut Baik

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menjalin kerjasama dengan asosiasi E-Commerce Indonesia (Giovani Dio Prasasti/Liputan6.com)

Kerjasama ini sendiri disambut baik oleh pihak penyedia jasa perdagangan elektronik.

“Pada intinya kami terus mendukung Badan POM dalam mengawasi obat dan makanan. Kami sadar di era sekarang ini, penggunaan teknologi internet tidak terelakkan. Jadi kita mesti memiliki kemudahan untuk pengguna internet,” kata Agnes Susanto, Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA).

Pihak asosiasi juga mengatakan akan terus melakukan pembinaan dan edukasi terkait hal tersebut. Tidak hanya bagi penyedia layanan tapi juga kepada para penjual.

“Jadi bagaimana masyarakat itu bijak bertransaksi melalui internet,” Agnes menegaskan.

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut, selain BPOM dan IdEA, juga dihadiri oleh pihak penyedia layanan perdagangan elektronik Bukalapak, Tokopedia, Klikdokter, Halodoc, Gojek, dan Grab yang ikut menandatangai kesepakatan ini.

Pasien Oftalmopati Graves Parah Butuh Operasi Mata Berkali-kali

Liputan6.com, Jakarta Pasien oftalmopati Graves (OG) dalam kondisi parah perlu menjalani operasi mata berkali-kali. Kondisi parah pasien OG ditandai mata menonjol keluar atau istilah medisnya proptosis.

Usai konferensi pers “Kolaborasi dalam Pengelolaan Tiroid di Indonesia”, dokter spesialis penyakit dalam Imam Subekti menyampaikan, perbaikan mata pada pasien OG memerlukan beberapa kali operasi.

“Di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, kurang lebih 3 sampai 5 persen (pasien OG) kategori berat. Lalu sekitar 40 sampai 50 persen ringan,” jelas Imam saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (14/10/2019).

“Kalau pasien OG yang berat perlu perbaikan mata dengan operasi berkali-kali. Karena yang kena mata dua-duanya. Jadi, satu-satu operasinya.”

Operasi mata pada pasien OG berupa penarikan otot mata sehingga bentuk mata pasien setidaknya simetris. Peradangan yang terjadi pada pasien OG menyebabkan pembengkakan pada jaringan lemak dan otot di belakang bola mata.

Kondisi tersebut menyebabkan kelainan bentuk mata pasien, yaitu mata menonjol dan perbedaan posisi bola mata.

“Sekiranya operasi mata tidak membuat pasien mengalami dobel pandangan (penglihatan ganda). Kadang mata yang satu melihat ke bawah, yang satunya lagi melihat ke atas,” tambah Imam yang sehari-hari praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Bentuk bola mata yang berbeda dan mata menonjol karena terjadi tarik menarik antara otot mata kanan dan kiri.”

EVALI, Nama Baru Penyakit Paru Akibat Penggunaan Rokok Elektrik

Liputan6.com, Jakarta Penyakit paru terkait rokok elektrik yang membuat jatuh sakit lebih dari 1.000 orang, serta menelan korban jiwa lebih dari 20 orang di Amerika Serikat baru-baru ini akhirnya diberikan sebuah nama oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Dalam laporannya di Morbidity and Mortality Weekly Report pada 11 Oktober, CDC menyebut penyakit paru itu sebagai EVALI atau singkatan dari “e-cigarette or vaping product use associated lung injury” yang dalam bahasa Indonesia berarti penyakit paru terkait penggunaan produk rokok elektrik atau vaping.

Dilansir dari People pada Kamis (17/10/2019), para pasien yang mengalami EVALI akan terkena gejala seperti pneumonia yaitu batuk, nyeri dada, dan sesak napas. Di samping itu, gejala lainnya adalah sakit perut, mual, muntah, dan diare disertai demam, rasa dingin, dan penurunan berat badan.

“Semua penyedia layanan kesehatan yang mengevaluasi pasien EVALI harus bertanya tentang penggunaan produk rokok elektrik atau vaping, dan idealnya harus bertanya tentang jenis zat yang digunakan,” tulis CDC dalam laporan tersebut.

2 dari 4 halaman

Lebih dari 1.000 Kasus

Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

Laporan CDC juga mengungkapkan, per 8 Oktober, sudah ada 1.299 kasus EVALI yang ditemukan di negeri Paman Sam itu. Dari seluruhnya, ada 26 korban meninggal dunia di 21 negara bagian.

“Sayangnya, lebih banyak orang dirawat di rumah sakit karena penyakit paru setiap minggunya,” kata Anne Schuchat, wakil direktur utama CDC dikutip dari Scientific American.

Selain itu, beberapa pasien yang sempat dirawat dan telah dipulangkan karena penyakit tersebut, diketahui kembali ke rumah sakit. Umumnya, hal itu terjadi antara lima sampai 55 hari usai mereka kembali ke rumah.

Schuchat mengatakan belum ada kejelasan mengapa itu bisa terjadi. Beberapa pihak sedang melakukan penyelidikan, salah satunya terkait apakah diakibatkan melemahnya paru-paru karena penyakit atau obat kortikosteroid yang digunakan dalam perawatan. Bisa juga diakibatkan penggunaan rokok elektrik lagi oleh pasien.

3 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit Masih Diselidiki

Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

CDC dan Food and Drug Administration sendiri masih kesulitan dalam melakukan investigasi terkait kasus ini sejak penemuan awal. Hal itu dikarenakan banyaknya ragam jenis produk yang tersedia.

Hampil 60 persen pasien menggunakan produk dengan nikotin, sementara 76 persen menggunakan produk berbasis THC atau Tetrahydrocannabinol (senyawa yang terkandung dalam ganja).

“Mungkin ada lebih dari satu penyebab wabah ini,” kata kepala FDA Ned Sharpless mencurigai.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Studi: Merokok Banyak atau Sedikit Tetap Ganggu Fungsi Paru

Liputan6.com, Jakarta Apabila Anda berpikir bahwa merokok dalam jumlah yang sedikit dalam sehari tidak akan menimbulkan dampak kesehatan, sebuah studi terbaru membuktikan bahwa hal itu salah.

Dalam penelitian yang dilakukan di Vagelos College of Physicians and Surgeons University of Columbia, Amerika Serikat, menyatakan bahwa merokok lima batang sehari sama-sama berdampak pada paru-paru seseorang, serupa dengan mengonsumsi dua bungkus dalam satu hari.

Dilansir dari New York Post pada Kamis (17/10/2019), para ilmuwan menganalisis data pada paru-paru 24.352 dewasa. Setidaknya, tes tersebut dilakukan sebanyak dua kali di antara tahun 1983 hingga 2014.

Para peneliti menemukan bahwa fungsi paru pada perokok dalam jumlah sedikit, sama-sama menurun dengan cepat hampir serupa dengan mereka yang memiliki kebiasaan merokok berat. Ini apabila dibandingkan dengan bukan perokok.

Apabila orang bukan perokok kehilangan nol mililiter kapasitas paru dalam setahun, perokok kehilangan sekitar 7,65 mililiter dan perokok berat kehilangan hingga 11,24.

2 dari 3 halaman

Fungsi Paru-Paru Akan Berubah

Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Pimpinan studi, Dr. Elizabeth Oelsner mengatakan bahwa banyak orang beranggapan bahwa merokok hanya beberapa batang dalam satu hari tidak begitu buruk.

“Tapi ternyata perbedaan dalam kehilangan fungsi paru antara seseorang yang merokok lima batang sehari dengan dua bungkus sehari relatif kecil,” kata Oelsner.

Selain itu, tim menemukan bahwa pemulihan kapasitas paru-paru pada mereka yang berhenti merokok mencapai 8 mililiter per tahun dibandingkan dengan mereka yang masih merokok. Namun, fungsinya tidak akan kembali ke kondisi normal hingga 30 tahun.

“Ada perbedaan anatomi paru-paru yang menetap selama bertahun-tahun setelah perokok berhenti. Aktivitas gen juga tetap diubah,” kata Oelsner.

Dia menyatakan bahwa meski sedikit atau sudah berhenti, kebiasaan itu akan berdampak banyak pada hidup seseorang.

“Semua orang harus didorong berhenti merokok, tidak peduli berapa banyak rokok yang mereka gunakan.”

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Alasan Anak Kecil Rentan Terserang Batuk Pilek

Liputan6.com, Jakarta Anak kecil lebih rentan terkena batuk pilek dipengaruhi jumlah paparan kuman dan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh anak kecil belum mampu menerima paparan kuman yang begitu banyak dan bertebaran di lingkungan sekitar.

“Kenapa anak kecil mudah batuk pilek. Ya, karena kuman yang jenisnya jutaan itu belum ‘dikenal’ semua oleh tubuhnya. Beda dengan kita yang hidup 20 atau 30 tahun. Tubuh kita sudah terbiasa dengan paparan kuman. Itulah kenapa kita (orang dewasa) tidak mudah sakit atau serentan anak kecil dan bayi,” papar dokter spesialis anak Kanya Fidzuno saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ditulis Rabu (16/10/2019).

Pada prinsipnya, ketika ada kuman masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan kita akan berupaya mengenali kuman asing. Secara normal, tubuh mulai beradaptasi dengan kuman.

“Kalau kita pertama kali terpapar suatu kuman, misalnya, bisa saja kita langsung sakit. Tapi begitu tubuh kita mengenali, ‘Oh, ini kuman yang waktu itu masuk.’ Tubuh membentuk sistem kekebalan. Jadi, kita enggak gampang sakit atau kena batuk pilek,” lanjut Kanya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Jangan Sembarangan Gunakan Antibiotik

Hindari sembarangan gunakan antibiotik. (iStockphoto)

Kanya menambahkan, sistem kekebalan tubuh bisa saja tidak mempan melawan kuman yang masuk. Ini terjadi karena kuman yang masuk termasuk kuman yang resisten (kebal). 

 “Tubuh memang alamiah melawan kuman. Kita sendiri juga harus peduli, jangan mudah menggunakan antibiotik. Kalau sembarangan minum antibiotik, kuman bisa bermutasi dan kebal sehingga sulit dibunuh,” tambah Kanya, yang berpraktik di RS Hermina Jatinegara.

Kanya mencontohkan, bila ada orang yang mungkin lupa atau tidak mencuci tangan, tapi tetap sehat-sehat bisa saja mikroflora dalam usus sudah kenal terhadap kuman. 

“Tubuhnya sudah terbiasa dan membentuk kekebalan terhadap lingkungannya. Itu bisa saja. Namun, sebaiknya kita harus cuci tangan pakai sabun, terlebih lagi sebelum makan dan setelah toilet. Selalu jaga kebersihan tangan,” tutup Kanya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Penyakit Akibat Konsumsi Garam Berlebihan Juga Didapat Perokok Berat

Liputan6.com, Jakarta – Studi dari US National Library of Medicine menemukan sebuah fakta bahwa indera pengecap mengalami penurunan fungsi akibat paparan asap rokok yang terlalu tinggi.

Hal ini mengakibatkan para perokok berat jadi mengonsumsi garam terlalu banyak, sehingga berisiko mengidap sejumlah penyakit dari kebiasaan tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam dan profesor di di University of Calgary, Kanada, Norm Campbell menjelaskan bahwa salah satu risiko dari ketergantungan nikotin, membuat lidah perokok semakin tidak peka terhadap rasa. Sulit bagi mereka untuk memastikan makanan yang akan disantap cukup asin atau manis.

Saat ini, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menargetkan beberapa negara untuk mengurangi asupan natrium sebesar 30 persen pada 2025. Pemerintah dan industri makanan pun diminta untuk bekerja sama guna mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan asin, termasuk makanan yang diproses. 

Sebab, konsumsi garam berlebihan telah mengakibatkan tiga juga kematian secara global pada 2017. Oleh sebab itu, perlu tindakan nyata untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap bahaya ini. 

“Banyak orang tidak sadar bahwa takaran garam yang mereka konsumsi dapat meningkatkan tekanan darah dan memperpendek usia hidup. Mencantumkan label imbauan di kemasan garam adalah cara lain untuk mempermudah dalam membuat pilihan sehat,” kata rekan Norm, Dr Tom Frieden.

Tidak Mudah Bagi Perokok

Bungkus Rokok atau Kemasan Rokok
Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Namun, langkah pencegahan ini tidak mudah untuk mereka yang seorang perokok berat. Mau tidak mau, kata Tom, para perokok harus menghentikan kebiasaan buruk ini terlebih dahulu. 

Perlu diketahui bahwa natrium, salah satu komponen utama di dalam garam, dapat meningkatkan tekanan. Kenaikan ini bisa berujung pada penyakit jantung dan stroke. Bahkan, ada pasien-pasien yang mengalami kerusakan jantung dan ginjal tanpa indikasi darah tinggi. 

Oleh sebab itu, perlu adanya pembatasan konsumsi garam setiap harinya. Dalam sehari, disarankan tidak lebih dari 2,4 gram. Dan, sumber terbesar natrium adalah makanan yang sudah diproses seperti makanan siap saji, keripik, roti lapis, saus pasta dan daging yang diawetkan.

‘Seenak’ apa pun makanan itu, tetap saja tidak akan terasa apa-apa bagi perokok. Tentu ini sangat berbahaya bila dibiarkan terlalu lama. 

Penulis : Selma Vandika

Lanjutkan Membaca ↓

Puskesmas di Banyuwangi Rutin Gelar Lomba Balita Kurang Gizi

Liputan6.com, Banyuwangi Sebuah puskesmas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rutin menggelar lomba balita kurang gizi. Di Puskesmas Singotrunan, setahun dua kali melakukan evaluasi gizi buruk di wilayah kerja dengan lomba festival gizi buruk (balita kurang gizi).

Lomba tersebut termasuk salah satu kegiatan Puskesmas Singotrunan demi memantau perkembangan balita yang kurang gizi. Berat dan tinggi badan serta  kesehatan balita akan dinilai dalam jangka waktu enam bulan oleh para petugas puskesmas.

“Iya, lomba balita kurang gizi ini salah satu inovasi  dari Puskesmas Singotrunan. Mungkin terdengar unik ya, di mana-mana mah lomba balita sehat, ini malah lomba balita kurang gizi,” komentar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Widji Lestariono saat ditemui di Aston Hotel Banyuwangi beberapa waktu silam.

“Program lomba balita kurang gizi di puskemsas ini mendeteksi dan mendata balita kurang gizi di wilayah kerjanya. Kemudian balita kurang gizi diberikan intervensi makanan tambahan.”

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Balita Naik Berat Badan Jadi Juara

Lomba balita kurang gizi, yang jadi juara balita yang naik berat badan. copyright Pixabay

Setelah dilakukan pemberian makanan tambahan, balita yang kurang gizi tersebut setiap bulan dievaluasi perkembangan berat badan dan kesehatannya. Penimbangan pun dilakukan untuk melihat berat badan balita. 

“Bagi balita yang kenaikan berat badannya mencapai kemajuan, dialah juaranya,” tambah Rio, sapaan akrabnya.

Adanya lomba balita kurang gizi merupakan bagian dari inovasi SIRAMI GIZI (Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi) di Puskesmas Singotrunan. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 2013.

Tujuan dari SIRAMI GIZI menjadikan anak-anak yang kurang gizi berubah TOKCER (Anak Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas). Balita yang menjadi juara pada lomba balita kurang gizi diharapkan menginspirasi para ibu betapa penting gizi sehat untuk anak.

Selain itu, menggerakkan kesadaran orangtua  mengatasi masalah gizi anaknya. Mengutip laman Dinas Provinsi Jawa Timur, sebagian besar lomba balita kurang gizi diikuti oleh orangtua yang memiliki anak dengan gizi buruk dan gizi kurang. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Sebab Perut Jadi Gampang Maju Seiring Usia yang Terus Bertambah

Liputan6.com, Jakarta – Lemak perut tidak selalu disebabkan karena terlalu banyak makan. Seiring bertambahnya usia, sedikit saja gangguan pada kadar hormon dapat menyebabkan lemak perut jadi membandel. Perut pun semakin maju.

“Semakin bertambah tua, tubuh menjadi lebih tahan insulin. Alhasil tubuh menyimpan lemak di perut dan bukan membakarnya,” kata penulis The Hormone Cure and The Hormone Reset Diet, Sara Gottfried, MD.

Bagi perempuan yang telah memasuki tahap pra-menopause, kadar estrogennya akan meningkat. Dominasi hormon ini mendorong resistensi insulin, sehingga lemak perut menumpuk.

Mengidam banyak gula

Menurut Sara, resistensi insulin juga memiliki dampak yang lain, yaitu timbulnya keinginan untuk terus makan tanpa merasa kenyang. Karena resistensi itu tidak hanya menimbulkan peningkatan insulin tapi juga leptin, hormon yang mengirimkan sinyal kenyang.

2 dari 4 halaman

Tambah Gemuk Seiring Usia

Ilustrasi Foto Perut Gemuk (iStockphoto)

Moody

Menurut studi University of Wisconsin, Amerika Serikat, perempuan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menjadi moody dan mengalami kenaikan berat badan dibandingkan laki-laki. Ini lantaran perempuan yang telah memasuki tahapan menopause akan mengalami perubahan kadar estrogen.

“Saat kesulitan menghilangkan berat badan yang berlebih, jangan salahkan diri sendiri. Karena hal itu bisa disebabkan oleh hormon,” kata penulis buku itu.

Anda bisa mengatasinya dengan mengatur diet dan rutin berolahraga. Pastikan ada sayuran, protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat dalam hidangan.

Sering stres

Salah satu penyebab utama lemak perut bertambah adalah kortisol, hormon stres yang meningkat saat tubuh mendeteksi kecemasan yang tinggi dan bisa meningkatkan berat badan.

“Stres dan kecemasan tingkat tinggi bisa membuat tubuh memasuki mode bertahan hidup. Sehingga kadar kortisol meningkat dan mengirimkan sinyal agar tubuh menyimpan lebih banyak lemak,” jelas dokter obat darurat bersertifikat dan perawatan kritis, serta pemilik GreenMed MD, Jacqueline Montoya.

3 dari 4 halaman

Kurang Tidur Bikin Gendut

Ilustrasi Foto Perut Gemuk (iStockphoto)

Lelah tapi tidak bisa tidur

Insomnia dan rasa letih juga merupakan pertanda bahwa kenaikan berat badan disebabkan oleh hormon. Kekurangan tidur menyebabkan kelelahan, yang mengakibatkan stres dan insomnia. Serta menyebabkan gangguan kadar hormon, khususnya kortisol.

“Kortisol tinggi bisa menurunkan tiroid, yang menyebabkan berat badan naik. Serta menurunkan perkembangan hormon, yang berfungsi membangun jaringan, perkembangan otot dan kesehatan,” katanya.

4 dari 4 halaman

Cara Atasi Ketidakseimbangan Hormon

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Permasalahan utama dalam mengatasi ketidaseimbangan hormon, yang menimbulkan lemak di perut, adalah bagaimana satu isu menyebabkan masalah lainnya. Itulah sebabnya banyak perempuan yang kesulitan mengecilkan perut.

Selain penanganannya secara medis, ada perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk menghentikan siklus tersebut dan menormalisasikan hormon.

“Memperhatikan apa yang Anda makan, olahraga, lama tidur dan cara menangani situasi yang membuat stres adalah kunci memerangi ketidakseimbangan hormon,” kata pemilik GreenMed MD itu.

Jacqueline merekomendasikan mengurangi gula, gluten, susu, alkohol, dan kafein selama 40 hari. Lalu konsumsi setengah kilogram sayuran, beserta protein anti-inflamasi. Tujuannya adalah mengurangi stres gizi dengan memotong makanan yang sangat reaktif.

Selain itu, dokter tersebut juga menyarankan untuk mengurangi frekuensi makan, yakni dengan metode 16:8. Berarti makan dengan bebas selama 8 jam dan berpuasa selama 16 jam. Anda bisa menentukan periode waktunya sendiri, siang atau malam.

Selain itu, disarankan pula untuk melakukan olahraga High Intensity Interval Training (H.I.I.T) atau olahraga yang intens dalam waktu singkat dan tidur selama 7-8 jam.

“Kualitas tidur yang buruk merusak biokimia internal dan menyebabkan terlalu banyak makan saat lelah,” kata Jacqueline.

Penulis : Selma Vandika

Minyak Esensial Bunga Mawar Tingkatkan Gairah Seks

Liputan6.com, Jakarta Minyak esensial bunga mawar rupanya mampu meningkatkan gairah seks pada pria.

Mengutip Medical Daily, Rabu (16/10/2019), studi acak yang diterbitkan pada tahun 2015 mendokumentasikan reaksi minyak esensial bunga mawar terhadap 60 pasien pria yang menderita depresi. Rupanya, bisa lho minyak wangi ini membuat gairah kembali ‘menyala’.

“Mereka juga mengonsumsi antidepresan dan mengalami disfungsi seksual. Studi menunjukkan bahwa minyak esensial bunga mawar meningkatkan libido pada pria secara luar biasa dan meringankan depresi,” tulis peneliti Vahid Varnia dalam jurnalnya.

Jurnal terkait minyak esensial bunga mawar dan gairah seks ini berjudul Rosa damascena oil improves SSRI-induced sexual dysfunction in male patients suffering from major depressive disorders: results from a double-blind, randomized, and placebo-controlled clinical trial dipublikasikan Neuropsychiatr Dis Treat pada 2015.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 4 halaman

Kurangi Kram Saat Menstruasi

Kram menstruasi bisa diredakan dengan minyak esensial bunga mawar. (iStockphoto)

Minyak esensial bunga mawar juga mengurangi kram kram menstruasi di perut bagian bawah. Satu studi yang dikutip dokter chiropraktik Axe membandingkan dua kelompok yang terdiri dari 100 wanita yang menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid. 

Satu kelompok yang terdiri dari dua wanita menggunakan aromaterapi dengan minyak bunga mawar. Setelah 30 menit, kelompok kedua melaporkan adanya pengurangan rasa kram.

3 dari 4 halaman

Membersihkan Jerawat

Jerawat juga bersih dengan minyak esensial bunga mawar. (Sumber: iStockphoto)

Penelitian juga membuktikan, minyak atsiri mawar memiliki sifat antibakteri yang dapat secara efektif meredakan jerawat dalam waktu lima menit.

Ramuan ini mengandung minyak esensial thyme, lavender dan kayu manis. Ketika menambahkan beberapa tetes minyak bunga mawar ke krim buatan rumah dan lotion, ini bertindak sebagai obat alami untuk kulit.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Awas, Stres Pekerjaan Bikin Susah Capai Klimaks Saat Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Kesulitan mencapai klimaks terjadi saat seseorang didera stres pekerjaan. Sebanyak 13 persen orang yang stres lebih kecil kemungkinannya untuk mencapai klimaks saat berhubungan seks.

Hasil temuan tersebut berdasarkan studi, Survey: How does stress impact your sex life? yang dipublikasikan di Remedy Review pada 3 Oktober 2019. Para peneliti mensurvei lebih dari 800 orang tentang stres yang dipengaruhi pekerjaan dan pengaruh terhadap kehidupan seks mereka. 

Survei menunjukkan, peserta dengan pekerjaan stres tinggi memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah. Bahkan 74 persen mengakui menolak hubungan intim karena tingginya stres terkait pekerjaan yang dilakoni.

“Data kami menunjukkan, pekerja yang stres (dan pasangannya) jauh kurang bahagia secara keseluruhan dari segi kehidupan seks mereka. Pasangan yang punya tingkat stres tinggi, 23 persen lebih kecil kemungkinannya untuk puas dengan kehidupan seks daripada pasangan yang punya tingkat stres rendah,” tulis ahli saraf Marc Lewis, dikutip dari Mirror Online, Rabu (16/10/2019).

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Stres dan Kehidupan Seks

Capai klimaks dengan kegembiraan. copyright shutterstock.com

Stres di kantor tampaknya berperan dalam kehidupan seksual seseorang yang sudah berkeluarga. Sementara itu, orang dengan pekerjaan stres rendah bisa mencapai klimaks 79 persen dari waktu ke waktu. 

Adapun orang-orang dengan pekerjaan tingkat stres rendah mengaku mereka malas bercinta ada 9 persen, sedangkan mereka yang memiliki pekerjaan stres tinggi harus berjuang 20 persen mencapai klimaks.

“Stres berdampak pada kinerja seksual, baik pria maupun wanita. Bahkan hal itu dapat mengarah pada kondisi kecemasan kinerja (performance anxiety),  menurut para profesional medis. Ini benar-benar normal, tetapi tidak menyenangkan untuk ditangani,” tulis para peneliti.

“Tambahkan lebih sedikit kegembiraan untuk mencapai klimaks. Dan, Anda mungkin akan terbebas dari ketidakpuasan.”

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Pakar Sampaikan Cara Sehat Adu Argumen dengan Pasangan

Liputan6.com, Jakarta Pasangan ketika bertengkar umumnya akan saling mengomunikasikan masalah lalu mencari solusi. Namun, jika pasangan memilih menyimpan hingga lama malah nanti bisa membuat hubungan jadi rusak. 

“Diskusikan sebagai pasangan, bagaimana Anda ke depannya ingin membicarakan topik yang sulit. Pertahankan fokus pada masalah saat itu saat berdebat,” kata terapis keluarga dan hubungan Keriann Long kepada Elite Daily.

Bila sudah berjalan demikan, Anda dan pasangan tidak lagu khawatir dihantui oleh masalah lampau yang belum diselesaikan dengan tuntas. 

Saat ada permasalahan, Long menyarankan untuk saling brempati ketika mendengarkan alasan pasangna. Jika kedua pihak saling memberikan ruang untuk mendengarkan isi pikiran dan memahami emosi satu sama lain, kemarahan itu bisa lebih mudah reda.

“Argumen yang paling produktif adalah ketika kedua pihak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka,” kata terapis pernikahan dan keluarga itu.

Selain itu, pastikan Anda dan pasangan sudah tenang saat membahas masalah. Beri jeda bila mulai salah satu pihak mulai tersulut amarah. Baru ketika sudah tenang kembali membahas masalah tadi. Sehingga masalah tidak akan semakin larut dan timbul solusi yang baik.

Pastikan juga pembicaraan tetap terarah untuk membahas masalah utama. Jika ada masalah lain yang perlu dibahas, bicarakan satu per satu setelah isu utama selesai.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Jangan Pendam Masalah

Ilustrasi Pertengkaran Suami Istri (iStockphoto)

Terakhir, jangan sampai ada masalah yang dilewatkan atau dipendam. Long mengatakan bahwa sebaiknya masalah yang kecil juga dibicarakan sebelum menumpuk yang nanti bisa menjadi ‘bom’.

“Argumentasi biasanya lebih produktif bila masalahnya dibahas sebelum rasa marah memuncak,” jelas Long.

Jadi, pastikan percakapan diselesaikan lewat percakapan yang jujur, fokus dan terarah. Serta kesepakatan untuk menyelesaikan masalah hingga tuntas. 

Penulis : Selma Vandika

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Mengakhiri Rasa Cemburu dengan Mantan Kekasih si Dia

Liputan6.com, Jakarta Bukan hal aneh bila penasaran mengenai sosok mantan kekasih si Dia sebelum menjalin hubungan dengan Anda. Rasa ingin tahu tentang hubungan pasangan dengan sang mantan adalah hal yang normal. 

“Sama sekali tidak aneh untuk bertanya-tanya tentang riwayat hubungan pasangan. Setiap orang butuh kepastian bahwa dirinya adalah satu-satunya. Namun,rasa ingin tahu itu berbeda ya dari rasa khawatir dan cemas,” kata psikoterapis klinis berlisensi, Dr LeslieBeth Wish kepada Elite Daily, dilansir Rabu (16/10/2019).

Ada berbagai alasan seseorang penasaran dengan mantan kekasih pasangan. Salah satunya dugaan masih adanya perasaan sayang pasangan Anda kepada mantannya.

Tentu hal yang wajar bila Anda merasa kurang nyaman ketika dia masih berteman dengan sang mantan. Terkadang hubungan seseorang dengan mantan kekasih hanya berlandaskan pertemanan semata. Tidak lebih.

Namun, jika dia terlalu protektif serta defensif ketika ditanya soal pertemanan dia dengan mantan kekasihnya, wajar bila Anda khawatir.

2 dari 2 halaman

Memahami hubungan dia dengan mantan

Psikoterapis itu juga menyarankan untuk menyimpan sebuah buku jurnal agar Anda tidak larut dalam perasaan stres dan bisa lebih memahami sikap serta pemikiran terkait hubungan si Dia dengan mantan. Anda bisa menyelidiki isi pikiran sendiri dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan berikut :

– Apa yang menarik dari pasangan?

– Apakah saya sering terjebak dalam pola hubungan yang sama?

– Seperti apakah pola itu?

– Seberapa terburu-burunya saya dalam mencari pasangan?

– Seperti apa kemampuan saya dalam ‘membaca’ seseorang?

Jika menulis jurnal tidak terlalu membantu menenangkan pikiran Anda, cobalah bercerita dengan orang terpercaya seperti sahabat atau anggota keluarga. 

Penulis : Selma Vandika

Saat Batuk Pilek, Hindari Mencium Bayi di Area Tubuh Ini

Liputan6.com, Jakarta Saat didera batuk pilek (commond cold), kita harus berhati-hati bila berdekatan dengan bayi, terlebih lagi menciumnya. Ini karena bayi bisa saja tertular batuk pilek.

“Kalau lagi batuk pilek, saya selalu sarankan kepada klien, jangan mencium bayi pada area wajah dan telapak tangan. Karena pada area ini bakteri mudah masuk,” jelas dokter spesilalis anak Kanya Fidzuno saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ditulis Rabu (16/10/2019).

Ketika kita memang merasa batuk pilek, sebaiknya tidak terlalu dekat dengan bayi. Untuk sementara waktu, Anda tidak perlu menggendong, memeluk, dan mencium bayi.

“Ya, pokoknya, jangan dekat-dekat dulu sama bayi kalau lagi batuk pilek. Ini perlu juga dikasih tahu terhadap orang-orang di sekitar bayi, mungkin di antara mereka ada yang lagi batuk pilek,” lanjut Kanya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Percikan Ludah Terhirup

Bayi bisa tertular batuk pilek. copyright unsplash.com/Brytny.com

Mungkin beberapa orang tidak tahan melihat tingkah lucu bayi. Terkadang candaan sederhana bisa membuat bayi tertawa. Walaupun begitu, bila sedang batuk pilek, tetap harus menghindari dekat bayi.

“Okelah, kita enggak cium sih atau gendong, hanya bercanda main ‘Cilukba’ misalnya. Nah, ternyata pas ngomong, ‘Cilukbaaa’ ada percikan ludah yang enggak kita sadar keluar. Hal ini pun enggak sengaja kena bayi dan terhirup. Karena itu, bayi bisa tertular batuk pilek,” jelas Kanya, yang berpraktik di RS Hermina Jatinegara.

Di sisi lain, agar menjaga bayi tetap sehat dan terhindar dari penularan penyakit, Kanya menyarankan, sebelum memegang bayi, kita perlu cuci tangan pakai sabun. Tangan yang bersih akan menghindari kuman menempel dan menular pada bayi.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Pada 2019 JKN Sudah Dimanfaatkan 277 Juta Kali

Liputan6.com, Jakarta Pada 2019, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sudah dimanfaatkan sebanyak 277,9 juta kali hingga Agustus. 

Pemanfaatan JKN yang dimaksud antara lain kunjungan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (seperti puskesmas, dokter praktik perorangan), kunjungan ke poliklinik rawat jalan di rumah sakit, dan kunjungan rawat inap di rumah sakit.

Pemanfaatan JKN terus meningkat sejak asuransi sosial ini hadir di Januari 2014 . Di tahun pertama penyelenggaraannya, total pemanfaatan JKN berjumlah 92,3 juta kunjungan, kemudian 2015 menjadi 146,7 juta kunjungan lalu, pada 2016 meningkat jadi 192,9 juta kunjungan.

Angka pemanfaatan JKN mencapai dua ratus juta kunjungan pada 2017 tepatnya 219,6 juta kunjungan. Lalu, pada 2018 menjadi 233,75 juta kunjungan, dan tahun ini hingga Agustus mencapai 277,9 juta jiwa.

Selain angka kunjungan yang meningkat, cakupan kepesertaan JKN juga terjadi kenaikan. Data per 30 September 2019 sebanyak 221,2 juta jiwa sudah menjadi peserta JKN atau kurang lebih 84 persen dari jumlah penduduk.

“Peningkatan cakupan kepesertaan JKN terus kita upayakan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC). Dimana masyarakat sudah terjamin semua secara pembiayaan kesehatan,” kata Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek di Bogor, Jawa Barat dikutip dari rilis Kementerian Kesehatan RI, Rabu (16/10/2019).

Untuk mencapai UHC, kata Nila, tidak sebatas cakupan kepesertaan JKN saja yang diusahakan. Perlu juga ada upaya mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan kelengkapan alat kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

“Itu yang harus terus kita upayakan,” kata Nila di hadapan peserta Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Program (Rakorpop) saat itu. 

2 dari 3 halaman

Puskesmas, Garda Terdepan

Menkes Nila Moeloek (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Nila juga mengungkapkan bahwa Kemenkes memposisikan puskesmas sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

“Maksudnya, masalah kesehatan dapat ditangani di puskesmas sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit, bahkan lebih bagus tidak sampai dirujuk,” katanya.

Itu sebabnya saat ini pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas tidak hanya mengobati tapi juga pencegahan lewat upaya promotif dan preventif. Lalu, ada juga pemberdayaan masyarakat melalui kader puskesmas.

Saat ini, Kemenkes juga telah membangun ratusan puskesmas di perbatasan. Hingga saat ini sudah ada 249 Puskesmas yang sudah dibangun.

“Ini termasuk alat-alat kesehatan, ambulans, dan transportasi untuk tenaga kesehatan saat bertugas,” kata Nila.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Kabut Asap Pekat, Pemkot Jambi Imbau Perusahaan Liburkan Karyawan Hamil

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Jambi memberikan libur kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang tengah hamil saat kabut asap tingkat membahayakan kesehatan. Pemkot Jambi juga mengimbau hal yang sama pada perusahaan swasta.

Pada Rabu, 16 Oktober 2019, data AQMS Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Jambi memperlihatkan bahwa kualitas udara dengan kategori berbahaya. Itu sebabnya pemerintah setempat meliburkan ASN dan PTT yang tengah hamil.

Humas Kota Jambi menyebutkan hal ini berpedoman pada maklumat Walikot Jambi nomor: 180/179/HKU/2019 tentang antisipasi dampak kabut asap seperti mengutip Antara.

Pemkot Jambi juga meminta SD dan SMP negeri maupun swasta memulangkan siswa lebih awal. Untuk anak-anak PAUD dan TK tetap libur sampai hari Jumat, 18 Oktober 2019.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Efek Kabut Asap pada Ibu Hamil

Lantaran pekatnya kabut asap, Bandara Sultan Thaha, Jambi lumpuh siang tadi.

Di kesempatan yang lalu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ali Sungkar mengatakan bahwa ada risiko bila ibu hamil menghirup udara yang tidak sehat seperti kabut asap. Semakin sering ibu hamil menghirup udara yang tidak sehat meningkatkan potensi hipoksia atau yang disebut sebagai kekurangan pasokan oksigen pada sel darah.

“Menghirup udara yang buruk kemungkinan menyebabkan parunya terganggu. Jika sudah terganggu mengakibatkan infeksi paru, penumpukan gas. Yang pasti ibunya mengalami hipoksia,” kata Ali.

Kondisi hipoksia yang terjadi pada ibu hamil berdampak pula pada janin yang dikandung. Hal tersebut terjadi karena aliran darah yang diangkut oleh si ibu mengalir ke janin dalam kandungan.

“Ibunya hipoksia bagaimana dengan bayinya? Bayinya juga akan terdampak dengan aliran darah yang tidak membawa oksigen,” tambah Ali.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Daun Kratom, Tanaman Liar yang Bila Dikonsumsi Rentan Disalahgunakan

Liputan6.com, Jakarta Polisi Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengamankan dua truk bermuatan 12 ton daun kratom yang hendak dikirim ke luar negeri. Pengamanan terhadap produk ini dilakukan karena daun kratom mengandung bahan seperti obat penenang.

“Daun kratom ini berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur hendak dibawa ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan rencananya akan dikirim ke luar negeri,” kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar pada Senin, 16 Oktober 2019 seperti dilansir Antara.

Lalu, apa sebenarnya daun kratom?

Kratom memiliki nama Latin Mitragina speciosa. Ini adalah tanaman yang tumbuh subur di Kalimantan hingga Malaysia. Biasanya tanaman ini digunakan warga setempat sebagai obat herbal untuk mengatasi demam, diare, dan penghilang nyeri.

Padahal, konsumsi daun kratom ternyata memiliki efek berbahaya seperti narkotika yang sudah dilarang seperti disampaikan Livia Elsa yang penelitian dalam sebuah tesis di Universitas Airlangga mengenai daun kratom berjudul “Pengembangan Metode Isolasi dan Identifikasi Mitragynine dari Daun Kratom” pada 2016 lalu.

“Orang-orang dengan mudah saja menggunakan tanaman itu, yang ternyata efeknya bisa lebih besar daripada narkotika yang sudah dilarang,” kata Livia seperti mengutip laman resmi Universitas Airlangga diakses Rabu (16/10/2019).

*** Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Efek Stimulan dan Penenang

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun sudah mengeluarkan surat edaran bertanggal 30 September 2019 mengenai pelarangan penggunaan daun kratom pada obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Mitragyna speciosa (kratom atau ketum) termasuk ke dalam Daftar Bahan yang Dilarang Digunakan dalam Suplemen Makanan dan Obat Tradisional,” begitu bunyi Surat Edaran BPOM tersebut dikutip dari laman resmi pom.go.id.

BPOM menyebutkan bahwa kandungan alkaloid mytragynine pada dosis rendah memiliki efek sebagai stimulan. Sementara pada dosis tinggi dapat memiliki efek sebagai penenang (sedative-narkotika).

Dalam abstrak tesis Livia disebutkan juga bahwa daun kratom masuk ke dalam new pyshypsychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid (penghilang rasa sakit yang bekerja dengan reseptor opioid di dalam sel tubuh) seperti heroin dan ganja.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Jadi Ibu dari Anak Asma, Zaskia Adya Mecca Ingin Semua Puskesmas Punya Nebulizer

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang ibu dari anak dengan asma membuat aktris Zaskia Adya Mecca berharap agar semua puskesmas di Indonesia, memiliki layanan kesehatan berupa alat uap nebulizer. Hal ini karena fasilitas itu bisa lebih dekat dengan masyarakat.

“Saya berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat untuk menanggulangi asma,” kata Zaskia Adya Mecca di Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Selasa (15/10/2019).

Dalam temu media Senin kemarin, istri sutradara Hanung Bramantyo itu mengatakan bahwa dalam sebuah program penanggulangan asma di mana dirinya terlibat, terungkap bahwa banyak puskesmas yang belum memiliki peralatan nebulizer untuk penderita asma.

“Padahal alat uap itu pertolongan pertama untuk asma. Bayangkan orang dari rumah kena asma, sampai puskesmas saja alhamdulillah. Tahunya sampai ke sana tidak ada alat inhalasinya harus ke rumah sakit. Itu tidak masuk bayanganku,” kata Zaskia.

2 dari 3 halaman

Puskesmas Lebih Terjangkau Masyarakat

Zaskia Adya Mecca (paling kiri) bersama dr. Rosye Arosdiani Apip, M.Kom; Kabid P2P Dinkes Kota Bandung, dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan RI, Krishnanand dalam temu media Healthy Lung Indonesia (Istimewa)

Zaskia mengungkapkan dirinya pernah mengalami kejadian di mana anaknya Bhai Kaba, mengalami asma kumat ketika mereka berada di tengah jalan tol. Dia dan Hanung mengatakan sempat kesulitan mencari alat inhalasi di puskesmas sehingga harus mencari rumah sakit.

“Itu sedih banget. Jadi aku berharap pemerintah bisa menyediakan fasilitas nebulizer di seluruh puskesmas. Kenapa puskesmas? Karena puskesmas lebih mudah dijangkau, masyarakat lebih pede ke puskesmas, kita tidak takut biaya mahal atau tidak dan banyak titiknya di Indonesia,” kata wanita 32 tahun ini.

Theresia Sandra Dian Ratih, Kepala Subdirektorat Penyakit Paru Kronis dan Gangguan Imunologi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengatakan bahwa puskesmas sesungguhnya berperan penting bagi perawatan penderita asma. Selain karena lebih murah di masyarakat, negara juga tidak ikut terbebani tanggungan BPJS Kesehatan.

“Kita berharap puskesmas bisa menyelesaikan lebih banyak kasus, dengan harapan bisa ditekan di puskesmas agar tidak sampai ke rujukan. Ini berarti biayanya juga berkurang.”

“Dari sisi masyarakat penderita, tentu mereka yang terkena eksaserbasi terus menerus, misalnya anak-anak kena sebulan dua atau tiga kali, tentu dia tidak sekolah, kemampuan menerima pelajaran juga menurun. Akhirnya kualitas hidupnya menurun,” kata Sandra menambahkan.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Peduli pada Rekan Kerja, Salah Satu Cara Cegah Masalah Mental hingga Bunuh Diri di Kantor

Liputan6.com, Jakarta Memiliki pekerjaan yang menarik dan cukup memuaskan akan berdampak baik pada kesehatan mental. Akan tetapi, lingkungan kerja yang negatif atau menimbulkan stres terkait pekerjaan dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik maupun mental.

“Penting bagi pengusaha atau perusahaan untuk meningkatkan kesadaran atas kesehatan mental bagi karyawan mereka, juga mendukung mereka yang memiliki masalah pada kesehatan mental atau yang berisiko bunuh diri,” tulis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam situs resminya.

Berdasarkan data dari WHO, setiap 40 detik terdapat satu orang meninggal karena bunuh diri. Kecenderungan untuk bunuh diri juga meningkat setiap tahunnya.

Angka ini dapat terus menurun apabila Anda mengetahui bagaimana cara membantu siapa pun yang berpotensi melakukan tindakan bunuh diri, termasuk rekan kerja.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan jika Anda khawatir pada rekan kerja yang memiliki risiko bunuh diri menurut WHO.

1. Ungkapkan kepedulian dan rasa empati Anda, ajak mereka berbicara dan dengarkan tanpa menghakimi.

2. Tanyakan apakah mereka punya teman untuk diajak berbicara atau ingin bercerita pada Anda melalui telepon misalnya.

3. Dukung mereka untuk melakukan konsultasi pada ahli atau tawarkan mereka kesediaan Anda untuk menemani mereka berkonsultasi.

2 dari 3 halaman

Peran Atasan

Apa yang dapat Anda lakukan sebagai manajer atau atasan:

1. Memberikan informasi mengenai kesehatan mental dan cara pencegahan bunuh diri. Pastikan semua karyawan tahu siapa yang dapat memberikan dukungan, baik di dalam maupun luar kantor.

2. Menciptakan lingkungan kerja yang baik di mana rekan kerja dapat merasakan kenyamanan untuk berbicara tentang masalah yang berdampak pada produktivitas mereka dan memberikan dukungan satu sama lain dalam masa-masa sulit.

3. Membiasakan diri dengan kehadiran para ahli atau organisasi yang berhubungan dengan kesehatan mental.

4. Mengidentifikasi dan mengurangi tingkat stres terkait dengan pekerjaan yang dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.

5. Merancang dan mengimplementasikan rencana dalam mengelola dan mengomunikasikan upaya bunuh diri dengan meminimalisir penyebab mereka tertekan atau stres. Rencana ini dapat disusun dengan tenaga kesehatan terlatih atau layanan dukungan di tempat kerja (HRD) untuk karyawan.

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Cara Seru Christian Sugiono dan Titi Kamal agar Anak Rajin Cuci Tangan

Liputan6.com, Jakarta Pasangan selebritas, Christian Sugiono dan Titi Kamal tahu bahwa mencuci tangan punya peran besar mencegah anak jatuh sakit. Keduanya punya trik cerdik agar Arjuna Zayan Sugiono (5 tahun) dan Kai Attar Sugiono (1) mencuci tangan dengan senang hati.

“Di rumah itu, wastafel dilengkapi dekorasi lucu, kesannya familiar kayak tempat anak main. Mereka jadi senang pas cuci tangan,” ujar Christian saat peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2019 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ditulis Rabu (16/10/2019).

“Wastafelnya agak tinggi, jadi ditaruh bangku kecil buat anak-anak bisa cuci tangan di wastafel. Mereka bisa mandiri cuci tangannya.”

Untuk menghibur buah hati, Christian dan Titi terkadang membuat lomba cepat-cepatan cuci tangan.

“Anak-anak sih senang banget. Apalagi kalau Bapaknya (Christian) ikutan lomba juga,” tambah Titi.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Sering Memutar lagu

Christian Sugiono dan Titi Kamal kala menceritakan cara mereka mengajak anak-anaknya rajin mencuci tangan. (Foto: Fitri Haryanti Harsono)

Untuk menambah kesadaran cuci tangan pada Juna dan Kai, Titi menayangkan video atau memutar lagu soal kuman yang ada di tangan.

“Anak-anak aku kasih tayangan video dan lagu yang fun. Ujung-ujungnya concern ke cuci tangannya itu,” Titi melanjutkan.

Dalam tayangan video yang sering pasangan ini putarkandilengkapi suara kuman. Hal ini memberikan kesan kuman, terutama pada tangan berbahaya bila masuk ke tubuh.

“Jadi, kesannya kuman itu seram ya. Makanya, anak-anak jadi mau cuci tangan pakai sabun juga,” ujar Titi.

Selain itu, pemain di film Mendadak Dangdut itu kerap melibatkan Juna untuk mengajarkan adiknya mencuci tangan. Caranya lewat storytelling. 

“Baca buku storytelling juga. Bermanfaat banget. Bahkan Juna ngajarin cuci tangan ke adiknya, Kai.”

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Aneka Tantangan Pangan Sehat di Indonesia

Liputan6.com, Bogor Indonesia masih memiliki banyak tantangan perihal pangan yang sehat. Baik dari segi ketersediaan, kemampuan daya beli masyarakat, hingga kandungan gizi di dalamnya.

“Kekurangan gizi bisa terjadi karena kurangnya asupan pangan yang memadai, baik kuantitas maupun kualitas,” ucap pakar gizi dan keamanan pangan Institut Pertanian Bogor, Profesor Ir Ahmad Sulaeman di Bogor, Jawa Barat pada  Selasa (15/10/2019).

Menurut Ahmad, kondisi ini bisa disebabkan karena masih rendahnya literasi mengenai pangan dan gizi yang sehat. Sehingga masih banyak orang yang kurang mampu memanfaatkan sumber daya pangan yang ada.

“Makanya, berbagai pihak terkait seperti produsen, konsumen, sampai penjual makanan punya peran dan tanggung jawab penting dalam mengaplikasikan konsep healthy diets,” jelas Ahmad dalam acara Jelajah Gizi 2019 memeringati Hari Pangan Sedunia di Bogor, Jawa Barat.

Danone Indonesia berusaha untuk mengadopsi tema FAO Healthy Diet – Action is Our Future. Cara ini diharapkan agar bisa mengajak masyarakat untuk memperhatikan bagaimana konsep diet sehat yang baik.

Healthy diet ini juga mendukung tujuan Food and Agriculture Organization (FAO) tentang permasalahan kekurangan gizi,” ucap Ahmad.

Lewat healthy diet diharapkan bisa menjadi acuan oleh berbagai pihak dalam melakukan aksi terkait pangan, yang tentunya bisa berdampak positif pada kesehatan dan bumi di masa depan.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Eksplorasi Pangan Sehat

Memeringati Hari Pangan Indonesia, Danone Indonesia menggelar sebuah kegiatan edukasi yakni Jelajah Gizi untuk mengeksplorasi potensi pangan yang ada di berbagai kota. Di tahun ketujuh penyelenggaraannya, Jelajah Gizi diadakan di Kota Bogor, Jawa Barat. 

“Aksi ini begitu berkaitan dengan gerakan revolusi pangan dan visi One Planet One Health dari Danone sendiri. Kami percaya bahwa setiap pihak bisa melakukan aksi dan pilihan terkait pangan,” ucap Corporate Communication Directore Danone Indonesia, Arif Mujahidin.

Eksplorasi pangan sehat di Kota Bogor sendiri dimulai dengan mempelajari bagaimana proses penanaman berbagai jenis pangan di perkebunan Boja Farm, dilanjutkan dengan penanaman pangan di perkotaan yang difasilitasi Kebun Kumara.

Selanjutnya, para peserta Jelajah Gizi juga diajak untuk mengetahui proses pengolahan potensii pangan lokal yang dapat dikembangkan dengan mengunjungi Kampung Talas, Pala, dan Asinan Bogor.

“Kota Bogor sendiri dipilih karena punya banyak ragam kuliner khas dengan sumber bahan dari pangan lokal yang kemudian dioleh secara inovatif,” jelas Arif.

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Hari Pangan Sedunia 2019: Makanan Sehat Harus Bisa Diakses Semua Orang

Liputan6.com, Jakarta Memeringati Hari Pangan Sedunia 2019 yang jatuh pada 16 Oktober, Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization) dan Kementerian Pertanian RI menyorot ketersediaan makanan sehat harus bisa diakses semua orang. 

Konsep tersebut termaktub dalam pola pangan sehat yakni makanan yang dikonsumsi perlu memenuhi kebutuhan gizi individu. Oleh karena itu, ketersediaan makanan yang cukup, aman, bergizi, dan beragam sangat penting demi menjalani kehidupan yang aktif dan mengurangi risiko penyakit. 

“Hari Pangan Sedunia 2019 menyerukan, aksi membuat pola pangan sehat dan berkelanjutan dapat diakses dan terjangkau bagi semua orang. Untuk ini, kemitraan adalah hal mendasar. Baik petani, pemerintah, peneliti, sektor swasta dan konsumen, semua memiliki peran untuk mewujudkan hal tersebut,” terang Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Stephen Rudgard, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Rabu (16/10/2019).

Adapun pemenuhan pangan untuk masyarakat antara lain, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan yang rendah lemak (lemak jenuh), gula dan garam. Sayangnya, makanan bergizi termasuk pola pangan sehat tidak terjangkau bagi sebagian orang. 

“Ada solusi yang terjangkau dengan program Obor Pangan Lestari (Opal). Opal dirancang sebagai salah satu langkah kongkrit pemerintah dalam mengintensifkan peta ketahanan dan kerentanan pangan,” tambah Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga.

Program Opal untuk meningkatkan penyediaan sumber makanan keluarga yang Beragam, Seimbang dan Aman (B2SA). Dalam hal ini, masyarakat bisa menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan di pekarangan rumah masing-masing.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Mencapai Zero Hunger

Seruan pola pangan sehat di Hari Pangan Sedunia 2019. (Dok FAO Indonesia)

Program Opal juga sebagai salah satu upaya mengakhiri kelaparan dan bentuk-bentuk kekurangan gizi lainnya. 

“Mencapai ‘Tanpa Kelaparan’ (Zero Hunger) tidak hanya tentang mengatasi kelaparan, tetapi juga memelihara kesehatan manusia dan bumi. Tahun ini, Hari Pangan Sedunia menyerukan, tindakan lintas sektor untuk membuat pola pangan yang sehat dan berkelanjutan  dapat diakses dan terjangkau bagi semua orang. Kita mengajak semua orang untuk mulai berpikir tentang apa yang kita makan,” Rudgard menegaskan.

Dalam beberapa dekade terakhir, lanjut Rudgard, pola pangan berubah akibat terpaan globalisasi, urbanisasi, dan bertambahnya pendapatan. Bila dulu fokus pada pangan musiman (terutama produk nabati yang kaya serat) menjadi pengonsumsi makanan yang kaya akan pati, gula, lemak, garam, makanan olahan, daging, dan produk hewani lainnya.

Hari Pangan Sedunia 2019 menyoroti ketersediaan pangan bergizi. (Dok FAO Indonesia)

Permasalahan lainnya, waktu yang dihabiskan untuk menyiapkan makanan di rumah semakin sempit. Konsumen, khususnya di daerah perkotaan, semakin bergantung pada supermarket, gerai makanan cepat saji, makanan kaki lima dan makanan pesan antar.

“Kombinasi dari pola pangan yang tidak sehat serta gaya hidup yang kurang aktif menjadi faktor risiko pembunuh nomor satu di dunia. Kebiasaan ini telah membuat angka obesitas melonjak, tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara-negara berpendapatan rendah, yang mana kekurangan dan kelebihan gizi sering terjadi bersamaan,” lanjutnya.  

Data FAO menunjukkan, lebih dari 670 juta orang dewasa dan 120 juta anak perempuan dan laki-laki (5–19 tahun) mengalami obesitas. Lebih dari 40 juta anak balita kelebihan berat badan, sedangkan lebih dari 800 juta orang menderita kelaparan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Hari Pangan Sedunia 2019: Atasi Stunting dengan Obor Pangan Lestari

Liputan6.com, Jakarta Hari Pangan Sedunia 2019 yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober ikut menyoroti penanganan masalah stunting di Tanah Air. Salah satu cara menangani stunting melalui program pangan bernama Obor Pangan Lestari (Opal) yang dibesut Kementerian Pertanian RI pada 2019.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, 30,8 persen anak tergolong stunting (kekerdilan); 10,2 persen anak-anak di bawah lima tahun kurus, serta 8 persen mengalami obesitas.

“Program ini mendorong pemenuhan kebutuhan pangan nasional pada skala terkecil rumah tangga dengan nama Obor Pangan Lestari (Opal),” tegas Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Rabu (16/10/2019). 

Opal juga dirancang meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, pendapatan rumah tangga, akses pangan keluarga, konservasi sumber daya genetik lokal (tanaman pangan), dan mengurangi jejak karbon serta emisi gas pencemar udara.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Pengembangan Pertanian Berkelanjutan

Sejumlah murid SD Laboratorium Jakarta melihat tanaman hidroponik di Balaikota Farm, Jakarta, Selasa (15/10/2019). Kegiatan ini juga untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman sejak dini cara bercocok tanam di lahan yang sempit di perkotaan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dari buku Panduan Obor Pangan Lestari (Opal), yang diterbitkan Kementerian Pertanian konsep opal mulai dari pemanfaatan lahan di sekitar area perkantoran pemerintah. Seperti Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian, dan Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota. 

Pemanfaatan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura dan ternak unggas sebagai sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Selanjutnya, Opal terus dikembangkan menjadi gerakan nasional, yang mana menjadikan lahan pekarangan masyarakat ditanami berbagai sumber pangan.

Lewat Opal gizi keluarga bisa meningkat, selain itu pangan yang dikonsumsi pun sehat dan terjaga kebersihannya. Pendekatan Opal dilakukan melalui pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dan pemanfaatan sumber daya lokal (local wisdom).

“Opal memiliki kerangka jangka panjang untuk meningkatkan penyediaan sumber pangan keluarga yang Beragam, Seimbang, dan Aman (B2SA),” Boga menambahkan. 

Sebagai contoh, masyarakat bisa menanam sayuran (kangkung, seledri) dan buah-buahan (jeruk, jambu) di rumah masing-masing. Cara penanaman bisa berupa hidroponik (budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah), tabulampot (tanaman buah dalam pot), dan merambat. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Tanpa Disadari, Ini 5 Efek Negatif Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga bila Anda terlalu lama mengecek media sosial. Berjam-jam melihat Instagram Stories atau rebahan sambil scrolling Twitter bisa memengaruhi kesehatan Anda.

Penggunaan media sosial secara berlebihan bisa membuat rasa percaya diri hingga membuat kualitas tidur menurun. Berikut dampak negatif media sosial yang tanpa Anda sadari sudah memengaruhi kehidupan seperti dilansir Independent, Rabu (16/10/2019).

1. Percaya diri rendah

Sebuah studi yang dilakukan penelit dari University of Copenhagen Denmark menemukan banyak orang cenderung mengalami kecemburuan dengan kehidupan orang lain yang dilihat di lewat unggahan status atau foto di Facebook. Sementara, orang yang jarang membuka media sosial ini merasa lebih puas dengan kehidupannya.

“Ketika kita membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, hal itu membuat kita jadi memiliki standar yang di luar kendali kita,” kata penulis buku When Likes Aren’t Enough, Tim Bono.

Lebih baik, Anda memanfaatkan waktu yang ada untuk fokus pada diri sendiri atau mengembangkan diri dibandingkan terlalu lama melihat orang lain dari media sosialnya.

2. Koneksi antarsesama menurun

Sibuk melihat layar membuat hubungan dengan orang lain yang benar-benar ada di kiri kanan Anda jadi menurun. Selain itu, rasa kesepian pun bisa muncul ketika melihat foto orang-orang berkumpul sementara dia tidak.

“Pengalamanku, aku merasa FOMO (sebuah kecemasan yang terjadi karena sesuati yagn sering terjadi di sekitar, terutama media sosial) ketika melihat foto teman-temanku datang ke sebuah pesta yang aku tidak datangi. Hal itu membuatku merasa kesepian dan cemas,” kata model Stina Sanders.

Ya, memang terlalu terikat dengan media sosial memang menurunkan perasaan sejahtera. Hal ini terbukti dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology yang menyebutkan bahwa penggunaan Facebook terlalu sering berimbas pada kesejahteraan mereka.

2 dari 3 halaman

3. Terlalu sibuk menciptakan kenangan indah lewat foto

Ilustrasi Beauty Bullying di Instagram. (Foto: Vinicius Wiesehofer/ Pexels)

Ketika menghadiri sebuah acara, terkadang malah lebih banyak menghabiskan waktu untuk menghasilkan foto yang sempurna ketimbang pertemuan itu sendiri.

“Jika kita terlalu mengarahkan perhatian untuk menghasilkan foto terbaik agar foto yang diunggah membuat kagum follower, hal itu malah mengurangi pengalaman kita dengan orang yang kita temui,” kata Bono.

4. Kurang tidur

Salah satu kebiasaan orang masa kini adalah mengecek media sosial sebelum tidur. padahal, hal itu sama saja mengaktifkan otak yang membuat kita tak lekas mengantuk.

“Rasa cemas atau cemburu dari apa yang dilihat di media sosial membuat otak tetap waspad, yang malah membuat tidak mengantuk,” kata Bono.

“Belum lagi, cahaya yang dikeluarkan gawai menekan pelepasan melatonin, hormon yang membuat tubuh mengantuk,” tambahnya.

5. Depresi dan kecemasan

Tidak cuma membuat seseorang jadi tidak merasa bahagia, penggunaan media sosial secara berlebihan juga bisa membuat rasa cemas dan depresi.

Survei yang dilakukan pada 1.000 generasi Z pada 2018 menemukan bahwa sekitar 41 persen partisipan merasa media sosial membuat mereka sedih, cemas, dan depresi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Pasien Oftalmopati Graves Berisiko Alami Kebutaan, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta Pasien Oftalmopati Graves (OG) berisiko mengalami kebutaan. Risiko kebutaan meningkat karena pasien OG mengalami kelainan mata parah yang ditandai mata menonjol keluar.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan Imam Subekti menjelaskan bahwa kebutaan pada pasien OG muncul akibat paparan bakteri yang masuk ke mata.

“Buta karena kornea mata rusak akibat terpapar udara dan bakteri. Ketika tidur, pasien tidak sadar matanya terbuka. Jadi, bakteri pun masuk, lalu menimbulkan infeksi,” jelas Imam usai konferensi pers “Kolaborasi dalam Pengelolaan Tiroid di Indonesia”, saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ditulis Rabu (16/10/2019).

Oftalmopati Graves adalah penyakit autoimun yang ditandai produksi hormon tiroid berlebihan. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami kelainan bentuk mata, seperti mata menonjol.

2 dari 3 halaman

Mata Sulit Menutup

Adanya bakteri yang masuk ke mata pasien Oftalmopati Graves juga akibat mata tidak bisa menutup. Penonjolan bola mata membuat kelopak mata pasien OG jadi sulit menutup.

“Bakteri mudah masuk ya karena itu tadi. Kedua bola mata yang menonjol sulit atau tidak bisa menutup,” Imam menerangkan.

Gejala kelainan mata pada pasien OG berawal dari mata terasa sepet dan pedih. Lalu, timbul keluhan mata, yakni mata bengkak kiri dan kanan.

“Pada tahap lanjut, penarikan otot bola mata. Bola mata jadi bentuknya ke depan (menonjol),” ujar Imam yang sehari-hari praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Untuk memperbaiki bentuk mata dilakukan dengan operasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut:

Cuci Tangan Tidak Harus Pakai Sabun Antiseptik

Liputan6.com, Jakarta – Kita tidak harus menggunakan sabun antiseptik atau sabun khusus lainnya saat cuci tangan.

Dokter spesialis anak Kanya Fidzuno mengatakan bahwa kita bebas menggunakan sabun apa saja, yang penting perhatikan prinsip men-cuci tangan yang baik.

“Prinsipnya mengurangi kuman jahat. Dan dibilas menggunakan air mengalir,” kata Kanya dalam peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2019 di SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019.

Meski cukup dengan sabun biasa dan air mengalir, bukan berarti sabun dengan formula khusus untuk meminimalisir jumlah bakteri yang tidak baik, tidak boleh digunakan untuk cuci tangan.

“Kalau ada sabun tanpa mengganggu bakteri sehat, boleh saja digunakan,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Manfaat Cuci Tangan

Ilustrasi Cuci Tangan (Foto: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir bisa mencegah kita dari penyakit seperti diare.

“Penyakit yang paling sering timbul karena lalai mencuci tangan pakai sabun itu diare. Misalnya, tidak cuci tangan setelah menggunakan toilet, lalu langsung ambil makanan, bakterinya akan masuk ke tubuh,” Kanya menjelaskan.

Diare pun kerap terjadi pada anak-anak. Anak-anak mungkin lupa mencuci tangan setelah bermain atau ke toilet.

“Ajarkan anak mencuci tangan pakai sabun, sebelum makan dan setelah dari toilet. Apalagi kalau mereka habis bermain di luar,” kata Kanya yang berpraktik di RS Hermina Jatinegara.

Akibat Penyakit Oftalmopati Graves, Pasien Bisa Kehilangan Pekerjaan

Liputan6.com, Jakarta Dampak buruk dari penyakit oftalmopati Graves (OG), pasien bisa kehilangan pekerjaan. OG berawal dari penyakit Graves (yang termasuk kelainan autoimun) yang makin parah.

Peradangan pada sistem imum memunculkan penyakit OG, yang ditandai gangguan mata, seperti mata menonjol. Jika tidak segera mendapat pengobatan, maka dampak buruk jangka panjang bisa dialami pasien.

“Efek negatif jangka panjangnya, pasien OG bisa kehilangan pekerjaan (3 persen). Efek lain, banyak pasien yang cuti sakit (36 persen), pekerjaan dinonaktifkan (28 persen), dan pensiun dini (5 persen),” papar dokter spesialis penyakit dalam Imam Subekti saat acara konferensi pers “Kolaborasi dalam Pengelolaan Tiroid di Indonesia” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Seluruh efek OG di atas berdasarkan studi di Jerman yang ditulis Wiersinga dalam jurnal berjudul “Combine thyroid-eye clinics in the management of Graves opthlmopathy” pada tahun 2015. Jurnal tersebut termaktub pada buku dengan judul “Graves disease, 1st ed. New York: Springer Science+Business Media.

“OG biasanya berdampak negatif jangka panjang pada pekerjaan,” lanjut Imam.

2 dari 2 halaman

Berhenti Merokok

Ilustrasi Foto Kemasan Rokok (iStockphoto)

Upaya mencegah OG makin memperburuk pasien, salah satunya berhenti merokok. Menurut survei Europen Thyroid Association (ETA), insiden OG menurun 43 persen.

Studi lain, risiko kejadian diplopia (penglihatan ganda) meningkat 7 persen pada pasien OG yang merokok lebih dari 20 batang per hari. Risiko menurun hingga 1,9 persen pada mantan perokok.

“Hentikan kebiasaan merokok sebagai upaya pencegahan OG tidak makin buruk. Kalau dia tetap merokok, penyakitnya akan ‘menetap’ (makin parah dan lama sembuh),” tambah Imam yang sehari-hari praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Gangguan mata pada pasien OG bisa kian memerah mata. Lama-lama bola mata tidak simetris. Misal, bola mata kanan normal, sedangkan sebelah kiri menonjol.

Pasien Bisa Terkena Lebih dari Satu Penyakit Autoimun

Liputan6.com, Jakarta Ketika seseorang mengidap satu penyakit autoimun, tidak menutup kemungkinan terkena penyakit autoimun lainnya. Berbagai penyakit autoimun lain, misalnya sindroma sjogren (yang menyebabkan kerusakan mata dan gigi), lupus, dan rheumatoid arthritis (nyeri dan kaku pada jari tangan).

“Kalau ditanya, apakah seseorang yang sudah mengidap satu penyakit autoimun bisa kena penyakit autoimun lain? Jawabannya bisa,” jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan Imam Subekti saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ditulis Rabu (16/10/2019).

Imam mencontohkan, apabila seseorang punya riwayat vitiligo, dia bisa saja kena penyakit Graves. Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya warna kulit menjadi bercak. Sementara, Graves merupakan penyakit karena gangguan sistem kekebalan tubuh. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebihan, yang memicu timbulnya hipertiroid.

Vitiligo

Meski begitu, antara penyakit autoimun yang satu dengan yang lain tidak saling berhubungan. Jadi, bukan berarti vitiligo akan berujung pada timbulnya penyakit Graves.

“Tetapi tidak berhubungan antara penyakit autoimun yang satu dengan lainnya. Karena yang namanya penyakit autoimun itu terjadi akibat kegagalan tubuh mengenali sel imunitas tubuhnya sendiri,” ungkap Imam yang sehari-hari praktik di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh menganggap sel sehat sebagai benda asing sehingga menyerang sel-sel sehat tersebut.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video menarik berikut: