Menristekdikti: Terjadi ketimpangan jumlah dokter

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan terjadi ketimpangan jumlah dokter yang ada di Indonesia bagian barat, tengah dan timur.

“Jumlah dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis, masih terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat,” ujar Menristekdikti saat rembuk nasional alumni Universitas Brawijaya di Jakarta, Sabtu.

Nasir menjelaskan jumlah dokter di bagian barat sebanyak 92.471 dokter umum dan 25.256 dokter spesialis. Untuk bagian tengah, jumlah dokter umum sebanyak 15.968 dokter umum dan 4.293 dokter spesialis. Selanjutnya, untuk wilayah bagian timur sebanyak 1.472 dokter umum dan 227 dokter spesialis.

Selain itu, distribusi dokter juga lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan wilayah terpencil.

“Jadi yang menjadi masalah adalah distribusi,” kata dia.

Kemenristekdikti, kata dia, berusaha mencarikan solusinya dengan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Salah satu upayanya adalah meningkatkan pendidikan kedokteran di wilayah itu.

Dia juga meminta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

“Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” cetus dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga perguruan tinggi untuk mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Jika ini dibiarkan akan memicu munculnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa.

“Saya prihatin melihat kondisi mahasiswa di PTN dan PTS. Mereka tidak tahu apa itu empat pilar SBOBET kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” kata dia lagi.

Ia menyebut lebih dari 50 persen perguruan tinggi tidak mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Akibatnya mahasiswanya tidak tahu nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar tersebut.

Selain itu telah ditetapkan peraturan menteri (Permenristekdikti) Nomor 55/2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. Dengan adanya Permenristekdikti tersebut, kini Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), hingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) diperbolehkan masuk kampus.

Kisah Saleh dan Edi yang memulai dari lingkungannya

Jakarta (ANTARA News) – Tersebab dirinya prihatin melihat anak-anak harus berjalan kaki sejauh delapan kilometer untuk ke sekolah, Brigadir Polisi Muhamad Saleh (33) lalu membangun sekolah.

Ia harus merogoh uang dari sakunya sendiri untuk membangun sekolah yang diberi nama Sekolah Dasar Swasta (SDS) Anak Soleh di Desa Tunas Baru, Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai Babinsa Kamtibnas itu mengaku tak kuasa melihat perjuangan anak-anak yang menempuh perjalanan jauh. “Melintasi hutan, pematang sawah dan juga tambak untuk menuju sekolah ke desa tetangga. Perjuangan mereka cukup berat,” ujar Saleh.

Anak-anak juga harus berangkat subuh ke sekolah, karena jarak dari rumah ke sekolah memakan waktu hingga 1,5 jam. Para orang tua terpaksa menemani anak-anaknya ke sekolah.

Pada mulanya, sekolah yang dibangun pada 2015 itu menggunakan rumah milik warga yang kebetulan pada saat itu pergi merantau. Delapan bulan kemudian, sang pemilik kembali menempati rumah tersebut. Namun pada akhirnya dengan bantuan sumbangan dari warga terbentuklah sekolah dengan tiga kelas yaitu kelas satu, dua, dan tiga.

Awalnya, yang menjadi guru hanya Saleh dan istrinya, yang memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Tapi pada akhirnya, Saleh mendapatkan tiga guru yang bisa mengajar di masing-maising kelas. Lagi-lagi gaji para itu berasal dari uang miliknya. Saleh mengaku ikhlas, asalkan anak-anak tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk sekolah. “Waktu yang digunakan dalam perjalanan menuju ke sekolah di desa sebelah, bisa digunakan untuk belajar lebih lama di sekolah ini.”

Kini sekolah tersebut memiliki tiga ruang kelas dan dihuni sekitar 35 murid. Semua perjuangan Saleh kini tak sia-sia, berkat kerja kerasnya ia diganjar penghargaan Frans Seda Award 2018 untuk kategori bidang pendidikan. “Saya berharap tidak hanya bisa membuat sekolah dasar saja, tetapi juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA),” harap Saleh.

Ilustrasi – Sejumlah murid kelas 6 SD Negeri Kasunyatan 1, Kasemen, Serang, Banten, Senin (6/5), bermain di jendela sekolah yang bolong sebelum berlangsungnya Ujian Nasional (UN). (FOTO ANTARA/Asep Fathulrahman)

Sanggar Tratama

Lain lagi cerita Edi Syahputra (26), yang mendapatkan penghargaann SBOBET Indonesia Frans Seda Award 2018 untuk kategori bidang kemanusiaan.

Anak pertama dari empat bersaudara itu mendirikan sanggar Tratama. Semuanya berawal dari keprihatinannya akan lingkungan di tempat tinggalnya di Desa Sabak Lama, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mana generasi muda banyak mendapatkan hiburan yang tidak mendidik dan dikelilingi bahaya narkoba.

“Saya percaya, kalau kita terlahir di lingkungan yang baik maka hasilnya juga akan baik. Saya mikirnya seperti itu, apalagi saya punya adik, saya punya keluarga. Kalau bahaya narkoba dan hiburan tidak jelas merasuk, maka hasilnya kurang bagus. Dari situ, saya terinspirasi untuk membuat sanggar,” kata Edi.

Jika sanggar biasanya identik dengan tarian, tidak begitu dengan sanggar Tratama. Ada empat program di sanggar itu yakni pengembangan diri, seni budaya, keagamaan dan kewirausahaan. Tarian yang diajarkan mulai tari Melayu, Jawa hingga Batak. Ia bersama seorang adik dan tiga orang temannya mendirikan sanggar pada 2010.

Putra dari seorang buruh bangunan itu mengaku tidak punya tempat tetap untuk kegiatan sanggarnya. Biasanya ia menggunakan halaman rumahnya hingga lapangan dekat rumahnya. Namun kini, ia menggunakan sebagian rumahnya untuk kegiatan sanggar.
Ilustrasi – Malam Apresiasi Seni Melayu Para penampil mementaskan Tari Lilin pada Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Tahun 2016 di Gedung Pertemuan Taman Budaya Jambi, Rabu (6/1) malam. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pd/16.)

Edi juga menciptakan pola pendidikan dengan metode Creative, Innovative dan Sinergy (CIS) melalui sanggar yang didirikannya. Sanggar itu juga memberikan pendidikan dan pola berpikir kreatif kepada anak-anak desa untuk menempuh pendidikan yang lebih baik, serta menjadi generasi produktif, bukan konsumtif menuju peradaban yang lebih baik.

Awalnya Edi tak menyangka sanggar seni tari dan musik yang didirikan mendapat apresiasi dari remaja setempat. Kini, sejumlah undangan berdatangan ke sanggarnya. Bahkan anak didiknya rutin menjadi pengisi acara setiap Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Langkat. “Kami juga membuatkan zona kreatif, agar anak-anak bisa berpikir kreatif.”

Untuk biaya pelaksanaan, Edi juga merelakan sebagian keuntungan dari bisnis percetakannya digunakan untuk operasional kegiatan. Bisnis percetakannya sudah dibangun sejak dia duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kini sanggar, maupun bisnis tersebut dikelola bersama teman-temannya semasa kuliah. Setiap hari, sekitar 40 anak memadati rumahnya selepas pulang sekolah.

Apa yang dilakukannya tersebut, kata Edi berasal dari ayahnya, Ngalimin. Meski hanya seorang buruh bangunan dengan penghasilan pas-pasan, tapi memiliki perhatian besar pada pendidikan anak-anaknya.

Baik Saleh maupun Edi sadar betul, bahwa Indonesia terlalu besar jika hanya diurus oleh pemerintah seorang. Perlu adanya partisipasi para pemuda dalam membangun bangsa ini agar sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Edi dan Saleh mewujudkan sumpah yang diucapkan para pemuda dalam Sumpah Pemuda, tepat sembilan puluh tahun yang lalu. Semangat Sumpah Pemuda itu pula yang membuat Saleh dan Edi, tak hanya tinggal diam menikmati kemerdekaan tapi juga mengisinya.*

Baca juga: Pemuda diminta merawat persatuan bangsa

Baca juga: Ketika pemuda memilih jadi relawan

Oleh Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Desa tertinggal di Kalteng berkurang signifikan

Palangka Raya, 10/12 (ANTARA News) – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah desa tertinggal di provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2018 sekitar 232 desa atau mengalami pengurangan signifikan dibanding tahun 2014 yang mencapai 588 desa.

Pada tahun 2014 desa mandiri di Kalteng hanya 11 desa, namun di tahun 2018 meningkat menjadi 34 desa, kata Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri saat mempublikasikan hasil pendataan potensi desa (podes), di Palangka Raya, Senin.

“Jumlah Desa berkembang di Kalteng pun mengalami kenaikan di tahun 2018 mencapai 1.071 desa, yang pada tahun 2014 hanya 829 desa. Jadi Indek Pembangunan Desa (IPD) di Kalteng masuk kategori Desa berkembang sebesar 74,90 persen,” tambahnya.

Indeks Pembangunan Desa (IPD) adalah indeks komposit yang menggambarkan tingkat kemajuan atau perkembangan desa pada suatu waktu. IPD itu terdiri dari lima dimensi yakni Pelayanan Dasar, Kondisi Infrastruktur, Aksesibilitas/Transportasi, Pelayanan Umum, dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.?

Yomin mengatakan secara umum semua dimensi penyusun IPD di Kalteng mengalami kenaikan, namun dengan poin yang berbeda-besa. Dimensi tertinggi kenaikannya yakni Penyelenggaraan Pemerintah Desa yakni 10,03 poin, disusul infrastruktur 8,71 poin, dan IPD naik 5,68 poin.

“Kemudian layanan dasar desa naik 4,93 poin, transportasi naik 3,83 poin dan terendah kenaikannya adalah Dimensi Pelayanan Umum sebesar 0,33 poin,” beber dia.

Kepala BPS Kalteng itu menyebut Podes 2018 juga menyajikan berbagai informasi terkait potensi-potensi desa/kelurahan dan ketersediaan infrastruktur penunjang berbasis kewilayahan.

Pada bidang energi, Provinsi Kalteng terjadi peningkatan jumlah desa/kelurahan yang menikmati penerangan listrik PLN. Peningkatan tertinggi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, yaitu dari 106 desa/kelurahan pada tahun 2014 menjadi 128 desa/kelurahan pada tahun 2018.

“Secara keseluruhan, di Kalteng terjadi peningkatan elektrifikasi atau Desa/Kelurahan yang dapat mengakses energi listrik. Pada tahun 2014 tercatat sebesar 80,90 persen menjadi 88,13 persen pada tahun 2018,” demikian Yomin.***2***

Pewarta:
Editor: Jaka Sugiyanta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Belasan warga Ngetos, Nganjuk keracunan makanan

 Nganjuk  (ANTARA News) – Belasan warga Desa Ngetos Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami mual dan muntah hampir bersamaan karena diduga mengalami keracunan makanan setelah makan nasi kotak pemberian dari warga yang menyelenggarakan selamatan akikah.

“Korban sementara ada 18, diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi nasi kotak. Laporan dugaan keracunan ini terjadi di Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos,” kata Camat Ngetos Bambang Subagio di Nganjuk, Jumat.

Kejadian itu berawal pada Kamis (6/12), di mana seorang warga di Dusun Sumberbendo, Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan akikah dengan mengundang warga di lingkungannya.

Sekitar jam 16.00 WIB warga yang diundang makan bersama nasi kotak yang telah disediakan tuan rumah, namun malam hari sekitar jam 22.00 WIB, beberapa warga mulai merasakan tidak enak badan berupa mual dan pusing.

Diketahui pada Jumat, sekitar jam 11.00 WIB beberapa warga dibawa ke Puskesmas Ngetos. Mereka dari berbagai usia mulai anak-anak hingga orang dewasa. Untuk anak-anak diketahui ada lima orang dan langsung mendapatkan perawatan intensif karena dehidrasi.

Warga yang dibawa ke puskesmas tersebut terdata 18 orang. Beberapa dari mereka ada yang dirujuk hingga ke Puskesmas Berbek Nganjuk serta RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pemerintah saat ini masih memantau kejadian ini, sebab diduga korban yang sakit akan lebih banyak. Tuan rumah yakni KIM, telah mengundang banyak tamu ke rumah dalam acara tersebut.

Dewi, salah seorang warga yang juga mendapatkan perawatan mengaku dirinya memang sempat makan olahan daging kambing suguhan dari tuan rumah. Kemudian, ia mengaku merasa mual dan muntah.

“Saya merasa mual dan muntah, kemarin itu (6/12) makan daging kambing,” kata Dewi.

Sementara itu, aparat Kepolisian Resor Nganjuk melakukan penyelidikan atas kejadian ini dengan mengumpulkan keterangan para saksi dan mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan warga.

Baca juga: Puluhan santri di Garut keracunan makanan
Baca juga: Puluhan santri dirawat di RSUD Temanggung keracunan makanan

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jalan Agam-Bukittinggi tertimbun longsor

Lubukbasung (ANTARA News) – Ruas jalan provinsi di Pahambatan, Nagari Balingka yang menghubungkan Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat tertimbun longsor sepanjang lima meter dan tinggi empat meter akibat hujan melanda daerah itu, Selasa, sekitar pukul 15.45 WIB.

Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Agam Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Selasa, mengatakan longsoran tanah itu menyebabkan arus lalu lintas Lubukbasung menuju Bukittinggi dilakukan sistem buka tutup. “Kendaraan roda dua dan empat dilakukan sistem buka tutup yang dipandu oleh masyarakat sekitar,” katanya.

Untuk membuang material tanah longsor, dikerahkan anggota satgas dan tim reaksi cepat BPBD setempat untuk membersihkan material longsor dengan masyarakat setempat.

Selain itu, melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Provinsi Sumbar agar DPUPR Sumbar mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran itu.

“Saat ini alat berat sedang dalam perjalanan dan pembersihan material longsor itu segera dilakukan agar arus lalu lintas kembali lancar,” katanya.

Ia mengakui ruas jalan provinsi di sepanjang Kecamatan Ampekkoto itu merupakan daerah rawan longsor saat curah hujan tinggi karena berada di pinggir perbukitan yang memiliki kondisi tanah labil.

Pihaknya mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melewati daerah tersebut saat curah hujan tinggi agar tidak menjadi korban bencana alam.

“Jangan melanjutkan perjalanan saat curah hujan tinggi melanda daerah itu,” katanya.

Ia menambahkan selama Desember 2018 sebanyak enam tanah longsor terjadi di daerah itu yang menimbun ruas jalan nasional menghubungkan Bukittinggi-Pasaman, tepatnya di Kecamatan Palupuh.

Selain itu, ruas jalan provinsi menghubungkan Lubukbasung-Bukittinggi, tepatnya di Kecamatan Ampekkoto, ruas jalan kabupaten di Kecamatan Sungaipua dan Matur. “Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu,” katanya.

Baca juga: Material longsoran timbun jalan Agam-Bukittinggi Sumbar

Baca juga: Jalan Bukittinggi-Pasaman terganggu material longsor

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Insiden sambaran sayap pesawat Pelita Air ke kepala Brigpol Jackson diselidiki

Jayapura (ANTARA News) – Sayap pesawat Pelita Air dengan nomor seri C-GNWU yang dipiloti Matthew Michael Garnet (53) berkebangsaan Amerika Serikat, Sabtu, menyambar kepala Brigpol Jackson Ferdinandus saat hendak terbang kembali ke Timika dari lapangan terbang Aminggaru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin kepada Antara, di Jayapura, Sabtu membenarkan insiden yang menyebabkan bagian kepala anggota Polres Puncak Jaya yang bertugas di Distrik Aminggaru terluka.

“Memang benar ada laporan tentang kecelakaan yang menimpa Brigpol Ferdinandus hingga kepalanya terluka dan saat ini korban sudah dievakuasi ke Timika untuk mendapat perawatan atas luka yang dideritanya,” katanya.

Dari laporan yang diterima, kata Sormin, insiden itu terjadi saat korban selesai melaksanakan pengamanan pemindahan BBM dari pesawat ke truk pengangkut BBM.

Pesawat yang telah terbang meninggalkan landasan tiba-tiba mengarah kembali ke arah landasan dan melakukan manuver dengan terbang rendah kira kira dua meter dari landasan dan saat pilot mencoba untuk menaikkan pesawat sambil berbelok ke kanan, ternyata menyambar dan mengenai kepala Brigpol Ferdinandus hingga mengalami luka sobek.

Insiden tersebut saat ini masih ditangani Polres Puncak Jaya, kata Irjen Pol Martuani Sormin.

Pesawat milik Pelita Air tiba di lapangan terbang Aminggaru pukul 06.15 WIT dan terbang pukul 06.45 WIT.

Polres Puncak Jaya membawahi Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia-Prancis lanjutkan kerja sama penguatan BMKG

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia dan Prancis sepakat untuk melanjutkan kerja sama dalam penguatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Jadi kita membangun sistem informasi yang lebih kuat. Kerja sama ini bidang kemaritiman, untuk informasi yang lebih baik dan tim yang lebih profesional,” kata Menteri Negara Kementerian Luar Negeri Prancis Jean-Baptiste Lemoyne di Jakarta, Rabu.

Ia bersama rombongan mengunjungi BMKG untuk melihat hasil kerja sama tahap pertama yang berlangsung pada 2012-2015.

Kerja sama tersebut merupakan proyek modernisasi sistem operasional mulai dari pengamatan, pengolahan data, produksi dan diseminasi yang disebut dengan “Strengthening BMKG Climate and Weather Service Capacity (STR-1).

Proyek yang sumber dananya berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Prancis sebesar 33 juta dolar AS tersebut dilaksanakan oleh Meteo France International (MFI) dan didukung penuh Meteo France serta anggota konsorsium Prancis lainnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kerja sama tahap kedua yang kemungkinan akan dilakukan mulai 2019, Prancis akan mengucurkan dana 150 juta dolar AS.

Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG Widada Sulistya mengatakan, kerja sama tahap pertama telah selesai dan hasilnya sudah dirasakan ada peningkatan layanan publik.

“Tapi kami merasa tidak cukup karena perlu penguatan layanan di bidang kemaritiman dan ini selaras dengan program pemerintah yaitu tol laut sehingga kita akan memperkuat layanan informasi cuaca di laut,” ujar Widada.

Kerja sama tersebut mulai dari observasi, pengolahan data sampai pada jenis layanannya termasuk juga peningkatan kualitas SDM.

“Penguatan akan dilakukan di seluruh wilayah perairan Indonesia serta sebagian di luar wilayah Indonesia yaitu samudera Hindia, Utara Filipina, Utara Papua akan kita amati karena laut tidak bisa kita batasi,” tambah Widada.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mewujudkan pelabuhan penyeberangan yang modern (2)

Selat Sunda (ANTARA News)  – Sebagai pelabuhan penyeberangan–yang bisa dikatakan–tersibuk di Indonesia saat ini,  PT ASDP (Persero) Merak-Bakauheni melayani puluhan ribu orang setiap hari.  
   
Selain orang, ribuan kendaraan pribadi,  umum dan truk juga diseberangkan melalui rute pelayaran ini setiap hari.  Peran itu dilakukan sejak awal dekade 1980-an. 
   
Arus mobilitas manusia dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya menyandarkan harapan yang begitu besar kepada kehandalan dan kemapuan manajemen untuk melayaninya. Apalagi arus manusia, kendaraan dan barang terus meningkat setiap tahun. 
   
Belum lagi kalau berbicara soal arus logistik, barang kebutuhan industri dan bahan kebutuhan pokok bagi penduduk dua provinsi, bahkan Indonesia.  Pelabuhan penyeberangan ini adalah urat nadinya.
   
Rentang waktu hampir 40 tahun keberadaan perusahaan plat merah ini di Selat Sunda telah lebih dari cukup untuk membuktikan hal itu. Pelabuhan penyeberangan ini adalah jembatan masa lalu,  masa kini dan di masa depan.  
   
Namun peran dan keberadaannya itu tidak selayaknya lantas membuat terlena dengan apa yang sudah dicapai. Justru sebaliknya,  semakin strategis peran dan keberadaannya maka semakin penting untuk terus berbenah menghadapi perkembangan semua bidang. 
   
Itulah yang tampaknya telah, sedang dan akan terus dilakukan manajemen perusahaan ini. Percepatan pelayanan melalui “cashles” hanya salah satu dari program modernisasi di pelabuhan penyeberangan ini. 
   
Berbagai pembenahan lainnya juga terlihat nyata. Dari sisi infrastruktur pembayan non tunai,  misalnya, selain loket-loket pelayanan juga sarana pendukung. 
   
Selain kertas hasil cetakan tiket, penumpang mendapatkan kartu yang gunanya untuk bisa melintasi jalan masuk koridor menuju dermaga.  Dengan hanya menempelkan kartu berwarna biru yang diberikan petugas di loket,  pintu pun terbuka. 
   
Sesampai di dermaga yang dituju,  petugas ASDP meminta kartu itu lalu mengarahkan atau memberi tahu koridor untuk menuju kapal. 
   
Dari sini terlihat adanya perubahan dibanding sebelumnya.  Petugas meminta kartu yang diberikan di loket sambil berkata “terima kasih”.
   
Di tengah sedikit kebingungan calon penumpang yang belum punya alat pembayaran nontunai dari empat bank pemerintah,  staf dan petugas memberi penjelasan dengan bahasa lugas serta mudah dipahami. Mereka pun mengarahkan calon penumpang agar mengikuti prosedur baru. 
   
Kesabaran, kesantunan dan etika mereka jaga.  Salah satunya mengawali penjelasan
dengan kata-kata “maaf pak,  bu”.
   
Dalam konteks pelayanan publik, kata-kata itu dianggap sebagai pencerminan kerendahan hati. Juga kesiapan memberi pelayanan. 
   
Penumpang mulai merasakan perbaikan pelayanan.  Walaupun tantangan terlihat masih ada dan harus segera mendapat perhatian.
   
Misalnya, masalah pedagang asongan yang ada di terminal kedatangan bus sampai pintu masuk pelayanan tiket di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Selain itu jarak yang jauh antara loket pelayanan calon penumpang dengan terminal bus di Merak.  
   
Tetapi hal itu diyakini akan mampu diselesaikan oleh manajemen perusahaan pengelola pelabuhan penyeberangan  ini. 

Baca juga: Menteri BUMN tinjau kesiapan Dermaga Eksekutif Merak
Penataan Fisik
Dari sisi fisik,  manajemen ASDP tampak mempersiapkan masa depan pelabuhan penyeberangan ini sangat serius. Sebelum sampai loket pelayanan, calon penumpang telah ada petunjuk yang jelas mengenai arah yang harus dituju. 
   
Kemudian koridor-koridor tertata rapi pula. Dengan begitu,  calon penumpang tinggal mengikuti petunjuk yang ada dalam plang berikut tanda panah. 
   
Dengan demikian calon penumpang tidak bakal tersesat atau salah mengambil jalur karena adanya pembatas. Dari sisi keamanan,  selain pos keamanan,  juga terdapat kamera pemantau (CCTV) di lokasi tertentu.  
   
Satu hal yang juga terlihat jelas adalah kebersihan yang terjaga.  Mulai dari kamar kecil (toilet)  yang bersih dan air yang tersedia lebih dari cukup hingga koridor menuju kapal yang bebas sampah,  wslaupun sekedar puntung rokok atau plastik dan botol air mineral. 
   
Suasana yang lebih teratur dan tertata rapi menghadirkan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan ini. Dengan kondisi yang akan terus ditingkatkan itu maka wajar dan masuk akal apabila manajemen ASDP Indonesia Ferry yang dipimpin Ira Puspadewi berobsesi nantinya pelayanan di pelabuhan penyeberangan ini akan senyaman di bandara. 
   
Dari atas koridor menuju kapal terlihat di bawah sana antrean pengguna jasa yang menggunakan sepeda motor,  kendaraan pribadi,  bus dan truk berjejer di dermaga. 
   
Antrean masuk ke lambung-lambung kapal untuk diseberangkan ke Sumatera atau sebaliknya ke Jawa. Untuk kendaraan juga dilakukan penataan sehingga ketika baru selesai dari pintu pembayaran pelabuhan, pengemudi sudah tahu arah dermaga mana yang dituju. 
   
Ada enam dermaga di jalur pelayaran sejauh sekitar 10 mil ini. Salah satu dermaga yang dipersiapkan adalah Dermaga VI untuk melayani penumpang kelas eksekutif. 
   
Dermaga-dermaga itu ternyata sudah disiapkan untuk bisa melayani kapal berkapasitas di atas 5.000 gross ton (GT). Artinya sudah disiapkan untuk bisa melayani kapal+kapal roll of roll on (roro) yang besar. 

Ini sejalan dengan rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 88/Tahun 2014 tentang Pengaturan Ukuran Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni.  Berdasarkan aturan itu, maka mulai 24 Desember 2018, kapal yang melayani jalur penyeberangan ini adalah kapal berbobot di atas 5.000 GT. 

Baca juga: BUMN HADIR – Kapal eksekutif Merak-Bakauheni berlayar mulai 15 agustus
Kapasitas
Kementerian Perhubungan telah memberi waktu empat tahun bagi ASDP beserta perusahaan penyelenggara penyeberangan untuk mempersiapkan diri sesuai Kepmenhub itu.  
   
Saat ini kapal yang ada sebanyak 71 unit,  namun baru 51 unit berkapasitas di atas 5.000 GT. Mulai 24 Desember mendatang jumlah kapal yang berkapasitas di atas 5.000 GT sebanyak 68 unit. 
   
Dengan beroperasinya kapal-kapal yang lebih besar dan berkapasitas di atas 5.000 GT maka daya angkut kendaraan dan orang juga meningkat.  Nantinya jumlah kendaraan roda empat atau lebih yang mampu diseberangkan mencapai 720 per jam atau 17.200 per hari dengan pola operasi 34 kapal.

Mengapa dibatasi 68 kapal? 
   
Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi, jumlahnya hingga 68 untuk mengantisipasi masa padat penumpang (peak season).  Seperti akhir tahun, libur nasional dan musim mudik lebaran. 
   
Saat ini,  menurut data yang pernah disampaikan Direktur Operasi PT ASDP indonesia Ferry,  La Mane, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa maupun Sumatera mencapai 10.000 unit hingga 12.000 unit per hari. 
   
Mereka umumnya menyeberang di malam hari. Nantinya dengan beroperasinya tol di Sumatera khususnya di Lampung, dipastikan akan terjadi peningkatan arus kendaraan, barang dan orang yang melintasi rute ini. 
   
Peningkatan itu diprediksi secara merata setiap jam. Karena itu peningkatan kapasitas dermaga dan kapal merupakan langkah tepat untuk mengantisipasinya.    
   
Ini adalah potret dari wajah Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni sekarang.  Pembenahan dilakukan di semua lini agar menjadi lebih modern untuk menghadapi tantangan ke depan.  
Baca juga: Mewujudkan pelabuhan penyeberangan yang modern (1)
Baca juga: Kemenhub bantu pengalihan lintasan kapal kurang 5.000 GT dari Merak-Bakauheni
Baca juga: Kemenhub alihkan sembilan kapal Merak-Bakauheni ke wilayah lain

Oleh Sri Muryono
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Media Berperan Cegah Hoaks

Jakarta, (Antara/Jacx) – Media massa memiliki peran penting untuk mencegah penyebaran hoaks dengan kemampuan melakukan verifikasi informasi.

Praktisi media sosial Nukman Luthfie dalam diskusi “Pers Indonesia melawan Berita Hoax” di Jakarta, Kamis, mengatakan media harus mendorong upaya verifikasi terhadap pemberitaan untuk menahan dampak dari berita bohong yang rawan beredar melalui media sosial.

Menurut dia, tidak banyak media di Indonesia yang mau bersusah payah untuk melakukan verifikasi dan memerangi berita bohong, padahal upaya tersebut penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pembaca.

Saat ini sebagian masyarakat cenderung untuk mencari berita di media sosial, karena faktor kesibukan dan berbagai hal lainnya.

“Susah bagi masyarakat untuk mencari media ‘mainstream’ yang bisa menjadi pegangan. Ini yang membuat orang-orang mencari alternatif informasi, dan itu didapat melalui media sosial,” ujarnya. 

Menurut dia, tidak banyak media di Indonesia yang mau bersusah payah untuk melakukan verifikasi dan memerangi hoaks, padahal upaya tersebut penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pembaca.

Oleh karena itu,penting ada verifikasi yang dilakukan oleh wartawan.

“Verifikasi harus berhasil dilakukan media karena ada 60 persen masyarakat yang masih membaca media ‘mainstream’,” kata Nukman.

Berita Terkait : Ketika Teknologi Menjadi Pengawas Kita
Berita Terkait : Hoaks marak akibat media mainstream dianggap partisan

Video Terkait :   
 

Pewarta:
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Warisan toleransi di Masjid Gedhe

Jakarta (ANTARA News) – Bangunan Masjid Agung Kotagede atau Masjid Gedhe yang berada di sebelah selatan Pasar Kotagede, Bantul, kental dengan akulturasi budaya Hindu dan Islam dalam hal arsitektur. 

Masjid tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta itu merupakan peninggalan Kerajaan Mataram, dibangun tahun 1587 di wilayah yang dulunya hutan Mentao, rimba hadiah Kerajaan Pajang kepada Kerajaan Mataram

Ki Ageng Pemanahan, ayahanda Raja pertama Mataram Panembahan Senopati, kala itu sedang dalam misi menyebarkan ajaran Islam di Nusantara dengan arahan sang guru Sunan Kalijaga, yang memintanya membangun masjid sebagai tempat ibadah sekaligus tempat kegiatan masyarakat.

Dalam misinya, dia berkelana melewati daerah Candi Prambanan dan bertemu dengan masyarakat yang mayoritas beragama Hindu. Keakraban dan persaudaraan mulai terjalin antara Hindu dengan Islam saat Ki Ageng Pemanahan dan masyarakat Hindu berogotong royong membuka rimba Mentao untuk membangun tempat ibadah.

Kebersamaan kembali terajut saat para penganut ajaran Hindu membantu warga Muslim membangun Masjid Gedhe. Warga muslim mendirikan masjid, dan warga Hindu membantu membangun gapura di halamannya. Kebersamaan itu yang membuat Masjid Kotagede Yogyakarta memiliki tembok pagar dan gapura serupa dengan Pura, tempat ibadah umat Hindu.
  Sejumlah umat muslim berjalan menuju masjid untuk mengikuti Sholat Jumat di Masjid Besar mataram Kotagede, Yogyakarta, Jumat (22/2). Masjid Besar Mataram Kotagede merupakan salah satu masjid tertua di Yogyakarta yang didirikan oleh raja Mataram Sultan Agung pada pertengahan abad 17 M atau sekitar tahun 1640. (ANTARA/Noveraadika)

Dakwah Sunan Kalijaga

Pada masanya, Sunan Kalijaga menyebarkan ajaran Islam secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh masyarakat Jawa. Ia antara lain menggunakan simbolisasi, dan itu antara lain tampak pada bangunan masjid, yang sarat makna dan filosofi.

Masjid Kotagede Yogyakarta memiliki pintu gerbang atau gapura, alih bahasa dari kata dengan huruf akar gho, fa dan ro dalam Bahasa Arab yang artinya berhubungan dengan mengampuni dan ampunan. Gapura digunakan sebagai simbol pintu ampunan. Riwayatnya, pintu gerbang Masjid Gedhe dijaga oleh seorang penjaga. Barangsiapa yang ingin masuk ke masjid dan mendapatkan ampunan, maka hendaknya ia membaca dua kalimat syahadat.

Ukiran gapura yang mirip dengan ukiran pura berhias beberapa ornamen, salah satunya adalah gambar topeng raksasa yang menyeramkan. Umat Hindu menyebutnya mangkoro, yang diyakini bisa menolak segala musibah dan bala.

Namun umat Muslim Mataram pada saat itu mengalihbahasakannya lagi ke bahasa Jawa dengan sebutan manungso angkoro, atau manusia angkara. Manusia yang penuh angkara atau sifat buruk seperti benci, dengki, amarah, serakah dan lainnya, dan semuanya harus dibersihkan ketika memasuki masjid.

Oleh sebab itu dibuatlah kolam bernama jagang untuk mencuci kaki saat masuk ke masjid. Kolam itu merupakan simbol sarana manusia menyucikan hati hingga bersih dari sifat-sifat angkara.

Pohon sawo kecik yang ditanam di sekitar pekarangan masjid pun punya makna. Jumlah pohon sawo kecik itu seluruhnya 17, sama dengan total jumlah rakaat shalat wajib lima waktu dalam sehari bagi umat Islam. Selain itu pohon sawo kecik disamakan dengan perumpamaan dalam bahasa Jawa sarwo becik yang artinya serba bagus.

Jadi apabila seorang muslim sudah melaksanakan 17 rakaat shalat wajib sehari semalam, maka harus seharusnya ia terlihat serba bagus, bagus akhlak, tutur kata, tingkah laku, raut muka, dan penampilannya.

Warisman, petugas pelayan Masjid Agung Kotagede Yogyakarta, mengatakan hingga saat ini masjid masih digunakan sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat sekitar.

Bangunan masjid yang dominan kayu terbagi menjadi dua. Bagian dalamnya merupakan ruang ibadah, sementara bagian luarnya meliputi aula dan pekarangan yang biasa digunakan untuk bermacam kegiatan sosial masyarakat

“Kami sebagai pengurus masjid membagi masjid menjadi dua konsep, di dalam untuk habluminallah, di luar untuk habluminannas,” kata Warisman, menggunakan kata bahasa Arab untuk hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.

Oleh Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

KAI evaluasi iklan rokok setelah kontrak berakhir

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Agus Komaruddin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi keberatan terhadap pemasangan iklan rokok di stasiun setelah kontrak dengan pihak pemasang berakhir. 

“Keluhan dari YLKI tentu kita terima sebagai bahan masukan, dan evaluasi pasti dilakukan setelah kontrak iklan berakhir,” sebut Agus saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat. 

Ia mengatakan, PT KAI harus tunduk terhadap kontrak, mengingat ada konsekuensi hukum yang akan diterima pihaknya, jika isi perjanjian tidak dijalankan sesuai kesepakatan.

“Aduan iklan rokok ini sudah lama sebetulnya, tetapi kita (PT KAI) masih terikat kontrak, dan itu terkait masalah hukum. Namun kami berkomitmen untuk mengevaluasi pemasangan iklan rokok di stasiun,” jelas Agus. 

Kepala humas itu menerangkan, pihaknya memiliki aturan tersendiri soal pemasangan iklan di kawasan stasiun. Aturan tersebut tidak hanya diurus oleh pihak komersial PT KAI, tetapi juga mengacu pada izin dari pemerintah daerah. 

“Walaupun YLKI berpendapat pemasangan iklan rokok di stasiun tidak terkait dengan izin dari pemerintah daerah, tetapi PT KAI tetap meminta izin dari pemda sesuai dengan lokasi stasiunnya,” tutur Agus. 

Ia lanjut mengusulkan perlu ada definisi jelas terkait area publik, diantaranya termasuk stasiun kereta api.

“Jika pelarangan (iklan rokok) di stasiun kereta api didasari pada statusnya sebagai area publik, maka idealnya, kebijakan serupa harus diterapkan secara seragam di kawasan publik lain,” jelas Agus. 

YLKI menyoroti setidaknya masih banyak iklan rokok berukuran besar yang terpasang di lima lokasi, diantaranya Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyang Yogyakarta, Stasiun Tawang Semarang, Stasiun Pasar Turi Surabaya, dan Stasiun Gubeng Surabaya.

Pemasangan iklan rokok itu, menurut Tulus, melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. 

Namun, Agus mengklarifikasi bahwa iklan rokok tidak lagi terpasang di Stasiun Lempuyang, dan iklan rokok di Stasiun Tugu Yogyakarta sudah ditutupi oleh kain batik. 

“Untuk iklan rokok di Yogya kami tutup dengan kain batik, karena belum keluar izinnya,” jelas Agus. 

Baca juga: KAI setengah hati respon pencopotan iklan rokok di stasiun
Baca juga: PT KAI didesak copot iklan rokok di tujuh stasiun
Baca juga: LSM: tanpa iklan rokok, PT KAI tidak merugi

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden Jokowi hadiri pembukaan KTT ke-33 Asean

Singapura (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-33 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Selasa sore di Pusat Konvensi Suntec.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di ruang pertemuan pada sekitar pukul 17:35 waktu setempat (1 jam lebih dulu dari WIB).

Kepala Negara mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam dan berdasi merah, sementara Iriana mengenakan kebaya putih dengan selendang batik cokelat.
  .
Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dan istri Ho Ching.

Kendaraan Presiden Jokowi tiba setelah iringan kendaraan Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan disusul oleh kendaraan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah.

Dalam acara pembukaan, para kepala negara dan pemerintahan negara ASEAN disajikan lantunan paduan suara yang menyanyikan mars ASEAN, dan lagu berjudul “You Raise Me Up” yang pernah dinyanyikan Josh Groban.

Usai pembukaan, para pimpinan negara akan menghadiri Jamuan Makan Malam Resmi KTT Ke-33 ASEAN yang dijamu oleh PM Lee.

Selanjutnya, para kepala negara dan kepala pemerintahan akan mengikuti Rapat Pleno ASEAN pada pukul 19:45 waktu setempat. 

Baca juga: Ini agenda Presiden Jokowi di Singapura
Baca juga: Presiden tiba di Singapura

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jenazah korban JT 610 dipulangkan dengan pesawat komersil

Jakarta, (ANTARA News) – Perwakilan komunikasi perusahaan penerbangan Lion Air Ramaditya Handoko mengatakan pemulangan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LPQ JT 160 rencananya akan menggunakan pesawat komersil. 

“Pemulangan jenazah menggunakan pesawat komersil Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air,” kata Ramaditya saat ditemui di lobi Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis. 

Sementara itu, untuk titik pemulangan, Ramaditya menjelaskan, jenazah dapat diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, tergantung daerah tujuan. 

“Pemulangan tergantung rute tujuannya. Untuk hari ini misalnya, jenazah Jannatun Chintya Dewi dipulangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat komersil Batik Air tujuan Surabaya,” sebut Ramaditya. 

Pada prinsipnya, Ramaditya menegaskan, pihak perusahaan akan menyesuaikan jadwal keberangkatan tercepat untuk memulangkan jenazah korban bersama keluarga yang mendampingi. 

Pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Lion Air Group telah menyerahkan satu jenazah yang berhasil teridentifikasi, Jannatun Chintya Dewi ke keluarganya, Rabu malam. 

Prosesi penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Layanan Bandara Lion Air Group Kapten Wisnu Wijayanto di areal RS Polri Kramat Jati. 

Dalam prosesi itu, keluarga menerima surat kematian dari pihak RS Polri untuk keperluan pemakaman, berikut uang tunggu senilai Rp5 juta, uang kedukaan Rp25 juta, dan uang santunan meninggal dunia dari pihak Lion Air. 

Pasca diterima oleh pihak keluarga, jenazah Jannatun pun dipulangkan dengan pesawat komersil Batik Air pada pukul 05.00 WIB, Kamis, dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. ***1***

Baca juga: DVI sudah ambil 152 sampel antemortem korban Lion Air
Baca juga: Lion Air berikan uang tunggu Rp5 juta ke keluarga korban JT 610
Baca juga: Black box Lion Air JT 610 ditemukan

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Peneliti: inovasi material dukung pembangunan ramah lingkungan

Kuta, Bali  (ANTARA News) – Para peneliti dan akademisi yang tergabung dalam Masyarakat Riset Material (MRS) mendorong pengembangan inovasi teknologi dan material untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan aspek ramah lingkungan.

“Kami berdiskusi untuk teknologi masa depan yakni industri 4.0,” kata Presiden MRS Indonesia Prof Evvy Kartini ditemui dalam Konferensi Internasional Asia ke-19 Perhimpunan MRS Internasional di Kuta, Bali, Rabu.

Menurut peneliti di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) itu salah satu inovasi ramah lingkungan yang berpotensi besar dikembangkan di Indonesia yakni kendaraan elektrik dengan energi baru terbarukan berupa energi matahari.

Material yang digunakan, kata dia, menggunakan baterai litium yang diteliti dengan karakterisasi atau pengukuran menggunakan teknologi nuklir.

Kendaraan elektrik itu memanfaatkan daya dari energi matahari yang tersimpan di dalam “solar rod” dan dapat diisi ketika kendaraan sedang berjalan.

“Beberapa negara yang memiliki itu baru tahun ini di China dan kenapa tidak di Indonesia?  Indonesia juga bisa memulai riset itu dan bisa jadi `pioneer` di antara negara Asia lainnya,” ucapnya.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot S Wisnubroto mengatakan pihaknya sudah mengembangkan beberapa teknologi baru berbasis aplikasi nuklir, salah satunya “smart magnet” yang bisa diaplikasikan untuk TNI Angkatan Laut.

Dengan teknologi magnet pintar itu, kapal TNI AL tidak bisa terdeteksi radar dan saat ini teknologi itu siap diproduksi secara massal.

Sementara itu Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih yang membuka konferensi itu mengharapkan forum tersebut dapat menghasilkan rencana kerja dan aksi konkrit untuk membantu merealisasikan pembangunan berkesinambungan yang ramah lingkungan.

Pemerintah, kata dia, sudah memiliki komitmen mengurangi gas emisi kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 sesuai dengan Kesepakatan Paris.

Implementasinya, lanjut dia, juga didukung oleh dunia usaha dengan adanya audit kepedulian terhadap lingkungan seperti pemanfaatan energi baru terbarukan, pengurangan plastik dan inovasi ramah lingkungan lainnya.

“Saya berharap bagaimana `green` teknologi itu bisa dihasilkan dari seminar ini yang bisa menjadi komitmen masyarakat material sains agar mendukung pembagunan berkelanjutan dan ikut mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi kerusakan lingkungan,” katanya.

Indonesia menjadi tuan rumah konferensi internasional ke-19 yang dihadiri 200 partisipan dan 40 pembicara dari 20 negara yang berlangsung selama sehari. Para pembicara itu merupakan para ahli dari berbagai bidang di antaranya energi, kesehatan, lingkungan dan aplikasi nuklir. 

Baca juga: Industri kendaraan ramah lingkungan China berkembang cepat
Baca juga: Nyepi tanpa radio-televisi wujud industri ramah lingkungan

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BNPB sudah catat 1.999 bencana dalam tahun 2018

Jakarta (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.999 kejadian bencana sejak awal tahun hingga 22 Oktober 2018.

“Puting beliung, banjir dan kebakaran hutan dan lahan masih tetap mendominasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Sabtu.

Meskipun ada tahun dengan jumlah bencana yang lebih banyak, menurut BNPB jumlah korban yang meninggal dunia dan hilang akibat bencana-bencana yang terjadi pada 2018 merupakan yang terbanyak dalam 10 tahun terakhir.

Dalam 1.999 bencana yang terjadi sejak awal tahun hingga 22 Oktober, jumlah korban yang meninggal dunia dan hilang mencapai 4.157 orang dan selain itu ada 15.001 orang yang terluka.

“Jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah hingga akhir 2018,” kata Sutopo.

Sutopo mengatakan bencana yang terjadi dalam tahun ini juga telah memaksa 3,18 juta orang mengungsi serta menyebabkan 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, dan 20.608 rumah rusak ringan, serta mengakibatkan kerusakan 1.789 fasilitas pendidikan, 129 fasilitas kesehatan dan 1.348 fasilitas ibadah.

Dampak ekonomi kejadian-kejadian bencana tahun ini menurut Sutopo sangat besar.

Gempa di Lombok dan Sumbawa saja menimbulkan kerusakan dan kerugian senilai Rp17,13 triliun dan gempa serta tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerugian dan kerusakan dengan nilai lebih dari Rp15,29 triliun.

“Angka tersebut diperkirakan juga masih akan bertambah,” katanya.

Baca juga:
BNPB perkirakan kerusakan-kerugian akibat bencana Sulteng capai Rp15,29 triliun
BNPB: kerugian akibat gempa Lombok capai Rp5 triliun lebih

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan pengungsi Timur Tengah demonstrasi di Kantor IOM

Kupang, NTT (ANTARA News) – Sebanyak 288 pengungsi Timur Tengah berdemonstrasi di depan Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), di Kupang, Jumat siang.

Pengungsi berkewarganegaraan Afganistan, Ali Faqiri, di sela-sela demonstrasi itu mengatakan, kedatangan mereka ke IOM adalah meminta kepastian kapan mereka dipindahkan ke daerah yang mempunyai rumah komunitas.

“Saya sudah lima tahun tinggal di Kupang ini. Namun, hingga saat ini belum ada juga rumah komunitas yang bisa menampung kami dan anak-anak kami,” katanya.

Rumah komunitas adalah rumah penampungan dengan konsep baru untuk pencari suaka dan pengungsi dari Timur Tengah dan Asia.

Melalui rumah komunitas itu, anak-anak para pengungsi bisa bersekolah dan mendapatkan pelajaran, baik pelajaran sekolah maupun agama, seperti anak-anak Indonesia pada umumnya.

Menurut Faqiri, sudah seharusnya dia dan beberapa pengungsi lainnya dipindahkan ke negara ketiga, baik itu Australia, Amerika, maupun negara lainnya jika tidak ada rumah komunitas.

“Kami sudah datang, tetapi pihak IOM tidak ada satu orang pun yang keluar. Kami akan tunggu terus sampai ada yang keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mereka yang berdemonstrasi itu terdiri atas warga Afganistan, Pakistan, Ethiopia, dan Sri Lanka.

Beberapa waktu lalu, kata dia, ada sekitar 27 temannya yang sudah dipindahkan ke Kalimantan yang ada rumah komunitasnya.
Oleh karena itu, dia berharap hal tersebut dapat terjadi juga pada dirinya.

Hal yang sama juga diakui Shafur, pengungsi dari Afganistan juga yang sudah berada di Kupang selama kurang lebih tiga tahun.

“Anak saya tahun depan seharusnya sudah sekolah. Tidak adanya rumah komunitas saya kebingungan bagaimana menyekolahkan anak saya,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Laptop-printer bekas pertemuan IMF dihibahkan ke Bali, NTB, Banyuwangi

Denpasar (ANTARA News) – Kementerian Keuangan menghibahkan 500 laptop dan 300 printer yang sebelumnya digunakan untuk pertemuan IMF-World Bank untuk institusi pendidikan di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kabupaten Banyuwangi.

Lima ratus laptop senilai Rp8 miliar dan 300 printer senilai Rp672 juta yang dibeli menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 itu sebelumnya digunakan dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali selama 8-14 Oktober.

“Hibah ini merupakan misi sosial bagi kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan juga kegiatan sosial, sejalan dengan keinginan untuk membuat pertemuan IMF-WB, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan hibah di Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Kamis.

Pemerintah Provinsi Bali menerima hibah 200 laptop (senilai Rp3,2 miliar) dan 125 printer (senilai Rp280 juta), Nusa Tenggara Barat menerima hibah 200 laptop dan 125 printer, serta Kabupaten Banyuwangi menerima 100 laptop (senilai Rp1,6 miliar) dan 50 printer (Rp112 juta).

“Ini adalah komitmen dari panitia nasional bahwa barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih sangat terjaga kondisinya dapat dihibahkan bagi masyarakat,” katanya.

Hibah diberikan kepada Bali selaku tuan rumah penyelenggaraan pertemuan IMF-World Bank serta NTB dan Banyuwangi sebagai daerah pendukung dan tujuan wisata para delegasi.

Pemerintah berharap perangkat elektronik dengan spesifikasi tinggi itu bisa mendukung kegiatan lembaga pendidikan di daerah penerima hibah.

“Saya memimpikan dari 500 unit laptop ini akan menghasilkan para programmer atau mereka-mereka yang akan membuat komik mengenai Bali atau Indonesia yang bisa mengalahkan komik dari Jepang,” ujar Sri Mulyani.

Keputusan untuk menghibahkan perangkat elektronik tersebut sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Inspektur Jenderal Kemenkeu dan Badan Pemeriksa Keuangan guna memastikan mekanisme penghibahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ditangani secara transparan oleh pemerintah.

Kementerian akan melakukan pemantauan hingga enam bulan ke depan untuk memastikan pemanfaatan hibah sesuai sasaran.

“Saya berharap hibah barang-barang ini akan berguna bagi institusi pendidikan di tiga daerah ini yang akan bisa melahirkan orang-orang kreatif, siapa tahu dari 500 unit laptop akan keluar Jack Ma-nya Indonesia,” ucapnya.

Acara serah terima barang hibah tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Sekjen Kemenkeu Hadiyanto, Sekda Bali Dewa Made Indra serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani mengatakan bantuan perangkat teknologi informasi tersebut akan mendukung program kelas maya yang sudah diterapkan di SMA/SMK di Pulau Dewata.

“Kami harapkan dengan penyerahan laptop dan printer ini memberikan manfaat yang lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di Bali. Bantuan akan kami fokuskan pada kabupaten atau sekolah-sekolah menyimpan masyarakat miskin yang terkonsentrasi di empat kabupaten, ada Bangli, Karangasem, Jembrana dan Buleleng,” katanya.

Ia merinci Kabupaten Bangli akan mendapatkan 45 laptop dan 21 printer, Kabupaten Buleleng akan menerima 65 laptop dan 45 printer, Kabupaten Jembrana mendapat 25 laptop dan 9 printer, dan Karangasem dapat 65 laptop dan 50 printer.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan laptop dan printer hibah tersebut akan diberikan ke sejumlah perguruan tinggi negeri, sekolah menengah kejuruan dan pesantren di wilayahnya.

Baca juga: Menkeu nilai peserta beri kesan positif pertemuan IMF-WB

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

PT KAI akan evaluasi iklan rokok di stasiun

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi iklan-iklan rokok yang ada di stasiun-stasiun kereta api.

“Kami akan evaluasi sepanjang kontrak yang berlaku dengan mitra yang memasang iklan,” kata Agus, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Agus mengatakan PT KAI hanya menyediakan tempat bagi mitra untuk memasang iklan, dengan persyaratan perizinan ke pemerintah daerah diurus sendiri oleh mitra tersebut.

Perizinan dari pemerintah daerah tersebut, harus dilampirkan di dalam kontrak. Bila ada izin dari pemerintah daerah, maka iklan bisa dipasang di stasiun.

“Sejauh ini, stasiun yang ada iklan rokok hanya di  Yogyakarta dan Surakarta. Di Surakarta memang ada izin dari pemerintah daerah, sedangkan di Yogyakarta, kami cek tidak ada,” jelasnya.

Karena itu, Agus mengatakan iklan rokok yang ada di stasiun di Yogyakarta akan segera diturunkan.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai iklan rokok yang terpasang di sejumlah stasiun-stasiun kereta api merupakan sebuah kemunduran yang dilakukan PT KAI.

“Iklan rokok di area stasiun jelas kemunduran serius. Di era Direktur Utama Ignasius Jonan, hal itu sudah dihapus,” kata Tulus.

Baca juga: YLKI: iklan rokok di stasiun sebuah kemunduran
Baca juga: Komnas PT: Iklan rokok jangan dibuat menggiurkan

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2018

30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah gandeng Universitas Brunei

Jakarta, (ANTARA News) – Sebanyak 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam.
 
Siaran pers PP Muhammadiyah, yang dikirim ke Jakarta, Selasa pagi, menyebut penandatanganan naskah kerja sama dilakukan  oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Lincoln Arsyad PhD dengan Rektor Unissa Dr Haji Norarfan bin Haji Zaenal di Brunei Darussalam, Senin (22/10).
   
Prof Lincolin Arsyad  PhD mengatakan, kerja sama tersebut terkait pengelolaan universitas dan proses menjadikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri (internasionalisasi), apalagi Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing.
   
“Bentuk konkretnya antara lain ‘joint research‘ (kerja sama riset), ‘joint lecture‘ (kerja sama perkuliahan), ‘joint conference‘ (kerja sama konferensi) dan studi lanjut lainnya yang melibatkan Unissa dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” kata Prof Lincolin.
   
Lincolin mengatakan, tugas dan kewajiban seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah segera merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan MoU dengan Unissa Brunei Darussalam itu.
   
Sementara itu, Rektor Unissa Brunei, Dr Haji Norarfan dalam sambutannya mengatakan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun Unissa baru berdiri 11 tahun silam (2007). 
   
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak.
   
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PP Muhammadiyah   tersebut kemudian diikuti oleh penandatanganan masing-masing 30 rektor PTM secara bergantian yang disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof Dr  Edy Suandi Hamid.
     
Salah satu dari 30 perguruan tinggi Muhammadiyah yang menandatangani kerja sama tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta. 
   
Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno usai menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rektor Unissa mengatakan, sebelumnya Uhamka juga telah menandatangani kerja sama dengan universitas asing dari berbagai negara, seperti Malaysia.
   
“Kami berharap kerja sama dengan perguruan tinggi asing akan mempercepat proses internasionalisasi Uhamka, selain tentu saja meningkatkan  kualitas pendidikan di Uhamka,” kata Suyatno.

Selain Uhamka, hadir pula UMJ Jakarta, STIE Ahmad Dahlan Jakarta,  Unmuha Aceh, UM Tapanuli Selatan, UM Semarang, UMSU Medan, Unismuh Makassar, UM Purwokerto, UM Purworejo, UM Jember, UM Magelang, UM Gresik, UM Sidoarjo, UM Surabaya, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Unismuh Maluku Utara, UM Cirebon, UM Kendari, UM Buton, STKIP M Bulukumba, STISIP M Rappang, STIKes PKU Surakarta, STIKes M Sidrap, STIKes M Kudus, STIKes M Gombong, STIEM Tanjung Redeb, dan UM Kupang.

Baca juga: Menristekdikti: Universitas asing tidak lemahkan PTS
Baca juga: Himpunan ilmuwan Muhammadiyah inventarisasi pakar

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sokongan masyarakat Internasional untuk pemulihan Sulawesi Tengah oleh Azis Kurmala

 Jakarta (ANTARA News) – Masa tanggap darurat bencana gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah akan berakhir pada Jumat (26/10) sehingga upaya pemulihan dampak bencana terus ditingkatkan.

Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu dan wilayah sekitarnya dikhususkan pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Indonesia menyiapkan dana sebesar Rp1,06 triliun untuk penanganan darurat bencana di Sulawesi Tengah.

Dana tersebut untuk membantu keselamatan, kesehatan, pengungsian, serta stok bahan makanan bagi para masyarakat yang terkena dampak musibah itu.

Dalam menangani percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah, Indonesia mendapat sokongan dari dunia internasional. Tercatat 20 negara telah membantu Pemerintah Indonesai selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Perancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turkei, dan Ukraina. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB.

Melalui USAID/OFDA, pemerintah Amerika Serikat memberikan tiga juta dolar AS dana tambahan untuk mendukung upaya bantuan tanggap bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Dana tambahan ini meningkatkan total sumbangan AS untuk pemulihan pascabencana Sulawesi Tengah menjadi 6,7 juta dolar AS, di luar biaya operasional Departemen Pertahanan AS.

Tiga pesawat Hercules C-130 AS dan personnel Angkatan Udara AS pendukung dari Satuan Contingency Response Group ke-36 di Guam juga telah memperpanjang masa operasi penerbangan udara untuk menghubungkan Balikpapan dan Palu hingga 25 Oktober 2018.

Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr mengatakan pemerintah AS akan terus mendukung Indonesia dalam upaya bantuan. “Inilah yang kami maksudkan ketika kami mengatakan bahwa kami adalah mitra Indonesia,” ujar dia.

Dana tambahan tiga juta dollar AS dari USAID/OFDA akan terdiri dari 2,4 juta dolar AS untuk program tanggap darurat multisektor bagi keluarga yang terkena dampak bencana, termasuk untuk meningkatkan akses langsung ke air bersih, sanitasi, dan kebersihan.

Selain itu, dana tersebut digunakan untuk tempat penampungan dan pemukiman, ruang perlindungan dan kegiatan untuk anak-anak yang terkena dampak, pemulihan ekonomi dan sistem pasar untuk membantu masyarakat pulih secara lebih cepat, serta memberi mereka pilihan yang bermartabat dalam memprioritaskan kebutuhan mereka yang paling mendesak.

Kemudian bantuan teknis senilai 300 ribu dolar AS kepada pemerintah Indonesia melalui dukungan kepada koordinasi Shelter Sub-Cluster guna memperkuat penampungan darurat dan jangka panjang bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara 300 ribu dolar AS lainnya digunakan untuk bantuan teknis kepada pemerintah Indonesia melalui dukungan kepada Camp Coordination dan Camp Management Sub-Cluster guna memperkuat seleksi, rancangan, koordinasi, dan pengelolaan area transisi bagi para IDP untuk jangka panjang dan pengumpulan data untuk memonitor demografi IDP dan pola pergerakan sehingga tanggap bencana dan pemulihan sesuai sasaran dan efektif.

Kemudian, China, melalui Palang Merah Tiongkok, menggelontorkan dana bantuan berjumlah 200 ribu dolar AS atau Rp 3 miliar untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut disalurkan melalui Palang Merah Indonesia.

Selain itu, China mengirimkan lima pesawat pembawa bantuan untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Tiongkok memberikan bantuan berupa tenda, sistem pembersih air, fogging, generator listrik, dan lainnya kepada Pemerintah Indonesia. 

Sementara itu, Pemerintah Rusia mengirimkan lebih dari 24 ton bantuan kemanusiaan kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan pesawat khusus Emercom.

Kargo berisi generator elektrik, sistem pembersih air, tenda dan selimut.

Di samping itu, pemerintah dan masyarakat Uni Eropa(UE) menyalurkan bantuan senilai 18 juta Euro atau sekitar 22 juta Dolar Amerika Serikat selama masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Dalam kunjungan ke Palu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darrusalam, Vincent Guerend mengatakan bahwa masyarakat Uni Eropa sangat sedih dengan bencana alam ini, karena itu masyarakat UE berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan sesuai dengan permintaan Pemerintah Republik Indonesia.

Selama kunjungan di Palu, Vincent Guerend didampingi tujuh dubes negara-negara Eropa yakni dari Prancis, Inggris, Jerman, Denmark, Spanyol, Austria dan Slovakia serta sejumlah anggota tim European Civil Protection.

Ia mengatakan ada tiga jenis bantuan untuk para korban bencana alam ini yang menjadi perhatian masyarakat UE yakni tenda-tenda untuk pengungsi dan sekolah darurat, tempat-tempat hunian sementara serta penyediaan air bersih.

Bantuan-bantuan tersebut, lanjut dia, disalurkan sesuai dengan permintaan pemerintah Indonesia dan kebutuhan mendesak para korban, terutama yang berada di tempat-tempat pengungsian sementara.

Ia mengatakan pemerintah dan masyarakat UE akan terus memberikan perhatian dan bantuan ke Sulawesi Tengah.

Enam Pesawat Asing

Sebanyak enam pesawat asing mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaimandi Balikpapan menuju Bandar Udara Mutiara Al-Jufri di Kota Palu, Sulteng pada Rabu (17/10). 

Enam pesawat tersebut merupakan dukungan transportasi dari Pemerintah Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura, ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. 

Sutopo mengatakan sebanyak 64 sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat angkut militer membawa bantuan dari Balikpapan sebagai pintu masuk menuju Palu. 

Pesawat yang rata-rata menggunakan jenis C-130 Hercules tersebut mengangkut bantuan dari dalam dan luar negeri berupa bantuan pangan dan non pangan. 

Bantuan pangan yang dibongkarmuat tersebut berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras, sedangkan non pangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit “forklift” yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat. 

BNPB melaporkan bantuan yang belum terkirim per Rabu (17/10/) terdiri dari 32 unit genset dari Cina sebanyak 32 unit (3,46 ton) dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut dan dikirim ke Palu dengan pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat dan Jepang pada hari ini. 

Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan. 

Sementara itu, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah. Sebanyak 13 palet kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat. 

Berdasarkan data per Selasa (16/10) pukul 20.00 Wita Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak berjumlah 1.185 unit. 

Kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit. Sampai dengan hari ini, ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak.    

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana. 

Pemulihan BTS untuk komunikasi di Sulawesi Tengah dari total 3.519 BTS, mencapai 96,1 persen. Jaringan Telkomsel telah pulih 100 persen, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Begitu juga dengan pasokan listrik. Tujuh gardu induk, 2.086 gardu distribusi dan 45 unit penyulang serta 70 dari 77 unit genset telah dioperasikan. 

Sebanyak 25 SPBU telah beroperasi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, yang dibantu dengan 13 unit mobil tangki dengan dispenser, distribusi melalu 40 truk tangki BBM dengan mengerahkan 132 relawan operator SPBU. Kondisi perekonomian berangsur-angsur normal kembali. 

Kemudian, sebanyak 25 pasar daerah, 3 pasar tradisional, 3 pasar swalayan, dan 17 perbangkan telah kembali beroperasi. Sekolah darurat telah dijalankan meski masih ada kekurangan tenda darurat dan sarana prasarana pendidikan dan belum semua siswa masuk sekolah.

Hingga Sabtu (20/10), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Mendekati musim penghujan kebutuhan huntara dan tenda yang layak untuk pengungsi menjadi kebutuhan mendesak, ujar Sutopo.

Kebutuhan mendesak untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak masih diperlukan hingga saat ini. Kebutuhan mendesak antara lain beras, gula, makanan bayi, susu anak, susu ibu hamil, kantong plastic, tenda, selimut (bayi, anak-anak, dewasa), minyak kayu putih, sabun mandi, pasta gigi, minyak goreng, seragam anak sekolah, buku dan peralatan sekolah, air bersih, MCK, penerangan di pengungsian, sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya.

Baca juga: Komitmen bantuan asing untuk Sulteng mencapai Rp220 miliar
Baca juga: Lima bantuan internasional untuk gempa Sulteng

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2018