Wanita dan Anak-Anak Pandeglang Semangat Ikut Simulasi Gempa

Liputan6.com, Pandeglang Simulasi bencana gempa bumi dan tsunami yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Shelter Labuan, Pandeglang, Banten pada 14 Agustus 2019 berjalan sukses. Yang paling menarik, simulasi itu lebih banyak diikuti wanita dan anak-anak.

Kepala BNPB Doni Monardo mengapresiasi hasil evaluasi dari simulasi bencana gempa bumi dan tsunami. Sasaran simulasi diikuti puluhan warga dan anggota Pramuka dari Mts Negeri 2 Pandeglang serta unsur terkait lainnya.

“Luar biasa. Evaluasi (simulasi bencana gempa dan tsunami) sudah bagus. Meski saya lihat lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak, tapi semuanya bisa memakan waktu kurang dari 10 menit sampai ke titik kumpul. Capek ya, Bu? Tapi tetap semangat ya,” kata Doni yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta simulasi bencana sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Minggu (18/8/2019).

Dalam simulasi bencana, seluruh peserta mampu mencapai titik lokasi evakuasi yang berada di lantai atas shelter kurang dari 10 menit. Kaum wanita dan anak-anak juga mampu mencapai titik kumpul.

Artinya, simulasi sudah dinyatakan sesuai standar dan prosedur tentang penguatan kapasitas. Hal ini meminimalisir kejadian korban bencana gempa.

2 dari 3 halaman

Menjadi Kegiatan Rutin

Simulasi bencana gempa bumi dan tsunami dari BNPB di di Shelter Labuan diikuti banyak wanita dan anak-anak pada 14 Agustus 2019. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Doni menekankan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami seperti yang baru saja dilakukan di Shelter Labuan sangat penting. Ini karena wilayah Labuan termasuk dalam zona rawan gempa dan tsunami.

Ia meminta bahwa kegiatan simulasi sering dilakukan di Shelter Labuan, yang mana akan menjadi markas BPBD setempat.

“Simulasi ini penting. Karena wilayah ini dekat dengan pantai dan berada pada zona rawan gempa. Semoga hal ini bisa menjadi kegiatan rutin sehingga kita semua lebih tangguh menghadapi ancaman risiko bencana,” tambahnya.

Usai melakukan evaluasi simulasi dan serah terima alat pendeteksi guncangan gempabumi, Kepala BNPB dan Kepala BMKG melanjutkan kegiatan memasang rambu rawan tsunami dan menanam mangrove. Kegiatan ini ditujukan sebagai sabuk pantai alami di Pantai Galau.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Berkat Paskibraka Pembawa Baki Aisyah Rahmawati, Bengkulu Masih Juara Bertahan di Tingkat Nasional

Liputan6.com, Jakarta – Sang pembawa baki pada upacara penurunan bendera HUT ke-74 RI, Aisyah Rahmawati, merupakan anggota Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu.

Dengan terpilihnya Aisyah sebagai pembawa baki di Istana Merdeka, Jakarta, itu berarti status ‘juara bertahan’ patut diberikan kepada provinsi Bengkulu.

Sebab, empat tahun berturut-turut, wakil dari Bengkulu mampu menorehkan prestasi gemilang di Diklat Paskibraka Nasional.

Melihat ke belakang, kira-kira empat tahun terakhir, selalu ada sosok Paskibraka Nasional dari Bengkulu yang berada di posisi penting Kelompok 8.

Tahun 2016, Paskibraka bernama Ilham Massaid diberi tanggung jawab Komandan Kelompok (Danpok) 8 upacara penurunan bendera. Tahun berikutnya, giliran Rianto Fajriansyah yang menjadi Pembentang pada upacara di pagi hari.

Dan di tahun 2018, Paskibraka Babogi Ikalawang terpilih sebagai Pengibar Sang Saka Merah Putih pada upacara HUT ke-73 Republik Indonesia.

Baca juga: Paskibraka Babogi Cetak Sejarah Baru Bagi Bengkulu

Uniknya, Ilham, Rianto, dan Babogi berasal dari satu sekolah yang sama, SMA Negeri 2 Kota Bengkulu.

2 dari 4 halaman

Semua Posisi Penting Direbut Paskibraka dari Bengkulu

Babogi menambah daftar panjang anggota Paskibraka tingkat nasional dari Bengkulu yang ditempatkan di kelompok inti tiga tahun berturut-turut. (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Semua posisi penting pada prosesi upacara pengibaran dan penurunan bendera di Istana Merdeka berhasil direbut Paskibraka dari Bengkulu.

Termasuk Aisyah Rahmawati yang menambah daftar panjang anggota Paskibraka tingkat nasional dari Bengkulu yang ditempatkan di kelompok inti.

Baca juga: Cara Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu Membalas Sakit Hati Orangtuanya

Pada sebuah kesempatan, Aisyah Rahmawati bercerita mengenai pola latihan yang dia terima di provinsi.

Aisyah tidak memungkiri bahwa pelatih di provinsinya mengharapkan dia untuk menjadi seorang pembawa baki. Namun, para pelatihnya juga mengingatkan, seorang Paskibraka siap ditempatkan di mana saja, dengan tetap berusaha memberikan yang terbaik.

“Aisyah pengin jadi pembawa baki. Tapi kalau tidak terpilih, tidak apa-apa. Karena kami semua sama,” kata Sang Pembawa Baki cantik ini.

3 dari 4 halaman

Profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 Aisyah Rahmawati

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu saat dilatih sebagai pembawa baki di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Pembawa Baki upacara penurunan bendera ini tercatat sebagai siswi SMA Negeri 3 Seluma. Motivasi dia mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2019 agar cita-citanya menjadi Polisi Wanita (Polwan) bisa tercapai.

Meski dia menyadari bahwa status Paskibraka Nasional 2019 tidak lantas membuatnya mudah begitu saja masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

“Ini menjadi target Aisyah berikutnya,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Kunci Turunkan Stunting: Pahami Asupan Gizi dan Penguatan Faskes

Liputan6.com, Jakarta Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu fokus upaya mengatasi permasalahan gizi di Indonesia. Anak-anak yang mengalami stunting dalam kondisi kurang gizi kronis, yang disebabkan kurang asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK).

Dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pihak bekerja sama menurunkan angka stunting di Indonesia.

“Kita turunkan angka stunting sehingga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang premium,” tegas Jokowi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Ia mengatakan, upaya penurunan stunting harus dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan kuat. Ke depan, Indonesia memiliki anak bangsa yang pintar dan berbudi pekerti luhur serta mampu berkompetisi di tingkat regional dan global.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan, yakni berada pada angka 30,8 persen. Pada Riskesdas 2013, prevalensi stunting sebesar 37,2 persen. Upaya penurunan stunting pun tak lepas dari tantangan.

“Tantangannya itu kita punya beban masalah gizi. Ada anak-anak yang menderita kekurangan gizi, obesitas, anemia. Bahkan kekurangan mikronutrien, seperti zat besi, asam folat, atau vitamin A,” papar Ardhiantie, Perencana Muda Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional saat ditemui Health Liputan6.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

2 dari 5 halaman

Olah Makanan Sehat

Olah makanan sehat demi meningkatkan gizi dan mencegah stunting. copyright Shutterstock

Stunting sangat berkaitan dengan perilaku masyarakat dan pola asuh, bagaimana pola konsumsi makanan dan gizi seimbang. Jika ibu mengonsumsi makanan yang kurang bergizi atau anak tidak diberikan nutrisi baik, seperti Air Susu Ibu (ASI), maka stunting bisa berisiko terjadi.

“Perhatikan bagaimana pola konsumsi makanan dan lingkungan sekitar. Ini menentukan kesehatan ibu dan anak, yang pada akhirnya mencegah anak stunting. Cek, juga pola asuh menyangkut pemberian ASI,” Ardhiantie menuturkan.

Mengutip laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menekankan, mengubah perilaku masyarakat dan pola asuh menjadi lebih baik dengan cara memberi ASI yang baik, menggerakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), serta menerapkan pola hidup sehat dapat menurunkan prevalensi stunting.

Contoh penerapan pola konsumsi makanan yang sehat sebagai upaya penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat seperti yang dilakukan Tim Tenaga Kesehatan, Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan. Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di Puskesmas Morole, Ende, Nusa Tenggara Timur mengkreasikan makanan lokal.

“Kami di sana menerapkan program Mama Hebat, yang mana upaya ini memanfaatkan bahan pangan lokal. Di Ende kaya akan seafood (makanan laut) ikan. Ikannya dibuat bakso ikan,” ujar dokter umum Evi, yang bertugas di Puskesmas Morole, Ende, Nusa Tenggara Timur dalam acara ‘Pertemuan Koordinasi Tim Nusantara Sehat Batch 9, 10, 11’ di Jakarta pada Selasa (6/8/2019).

Selain mengkreasikan sumber pangan ikan, Evi dan rekan-rekan juga berupaya membuat makanan dari daun kelor, dalam bahasa setempat disebut marungge. Daun kelor di Ende termasuk berlimpah.

“Marungge dibikin puding. Jadinya, puding marungge,” Evi menjelaskan.

Para ibu hamil, bayi, dan balita memanfaatkan bahan lokal untuk meningkatkan gizi. Pengelolaan bahan lokal pun lebih sehat.

3 dari 5 halaman

Pantau Berat dan Tinggi Badan

Petugas menimbang bayi saat pemeriksaan rutin kesehatan di Posyandu Ria Balita, Cipinang, Jakarta, Selasa (16/7/2019). Presiden Joko Widodo berencana memperkuat kebijakan sumber daya manusia (SDM). (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pengetahuan masyarakat, lanjut Ardhiantie, terkait kesehatan gizi anak juga perlu dipupuk. Apa yang dimakan anak, sehat atau tidak makanan tersebut harus diketahui. Hal ini akan berpengaruh pada berat badan dan status gizi anak.

Ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gizi Kementerian Kesehatan RI, Eni Gustina, pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya perlu dilakukan secara rutin dalam 1.000 HPK.

“Pertumbuhan anak dapat kita pantau berdasarkan grafik pertumbuhan yang ada dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan menimbang Berat Badan dan tinggi badan anak,” ujar Eni dalam siaran Live Streaming Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, yang disiarkan melalui RRI Pro- 3 pada 14 Agustus 2019.

Pemantauan tumbuh dan kembang bayi dan balita disarankan setiap bulan. Para ibu bisa membawa si kecil ke posyandu setempat. Seorang anak dikatakan bertumbuh ditandai pertambahan berat badannya, panjang badan/tinggi badan, dan lingkar kepalanya.

Disebut perkembangan anak, yakni kemampuan seharusnya sudah dilakukan anak sesuai usianya. Misal, anak usia 3 bulan mulai bisa berguling, usia 6 bulan latihan merangkak, dan usia 12 bulan latihan berjalan.

4 dari 5 halaman

Penguatan Fasilitas Kesehatan

Lima dokter disediakan dalam pengobatan gratis di Puskesmas Wesaput

Nila menyampaikan, penguatan fasilitas layanan kesehatan dan SDM kesehatan mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak, termasuk permasalahan gizi.

“Kedua-duanya merupakan satu kesatuan yang harus merata di setiap daerah di Indonesia,” ucap Nila.

Pemerataan fasilitas layanan kesehatan sudah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, baik kehadiran rumah sakit maupun puskesmas. Pun SDM Kesehatan melalui program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dan Nusantara Sehat yang ditugaskan di setiap daerah pelosok di Indonesia.

Tantangan selanjutnya soal infrastruktur. Setiap wilayah Indonesia memiliki tantangannya terkait akses menuju ke fasilitas kesehatan. Tantangan ini harus dihadapi oleh para tenaga kesehatan, khususnya Nusantara Sehat di pelosok terpencil.

“Perjuangan Nakes di daerah untuk sampai ke masyarakat memiliki ceritanya masing-masing. Maka, pembangunan infrastruktur juga penting dalam pembangunan kesehatan. Itu yang saya maksud dengan kerja sama lintas sektor dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia,” ungkap Nila.

Berkat adanya tenaga kesehatan yang masuk ke daerah terpencil, perlahan-lahan perbaikan gizi masyarakat membaik. Gizi ibu dan anak juga kian sehat. Mereka mulai sadar dengan kesehatan.

Wajah Andriana, perwakilan Tim Nusantara Sehat yang ditugaskan di Ropang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) terlihat lega saat menyaksikan masyarakat setempat sadar kesehatan.

“Kami ditempatkan di daerah terpencil merupakan suatu kebanggaan. Di sana kami bisa mengaplikasikan ilmu dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Awal tiba di sana, masyarakat minim sekali informasi kesehatan. Tapi lama-lama dengan kami sosialisasi gizi, pola makan seimbang, mereka mau sadar kesehatan,” tutur Andriana saat ditemui di Jakarta.

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

2019, Tahunnya Paskibraka Jawa Tengah Unjuk Gigi di Nasional

Liputan6.com, Jakarta – Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, Muhammad Fany Nur Wibowo dan Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi sapu bersih posisi penting pada upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Paskibraka Salma, yang tergabung di Tim Merah, diberi mandat untuk bertugas sebagai pembawa baki. Dia yang menerima Sang Merah Putih dari Presiden Joko Widodo untuk dikibarkan.

Dan saat upacara penurunan bendera HUT ke-74 RI, giliran Fany yang menjalankan tugasnya sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 8.

Baik Salma maupun Fany, sama-sama tampil bagus di hadapan jutaan pasang mata yang melihat aksi mereka. Senyum manis Salma saat menerima bendera dari Jokowi pun menghiasi layar kaca seluruh masyarakat Indonesia.

Rasa-rasanya, kedua anggota Paskibraka ini memang patut diberi kepercayaan mengisi tugas penting tersebut.

Berdasarkan pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com selama mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur, Salma dan Fany merupakan dua anak didik yang selalu serius saat berlatih.

Salma dan Fany dilatih menjadi pembawa baki dan danpok lebih dari 10 kali. Itu merupakan tanda bahwa mereka memiliki kemampuan yang besar dalam menyerap semua materi yang diberikan pelatih.

2 dari 3 halaman

Salma Dilatih Jadi Pembawa Baki dan Fany Danpok 8

Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, Salma dan Fany, berhasil menjadi Pembawa Baki Tim Merah dan Komandan Kelompok (Danpok) 8 Tim Putih (Ratu Annisaa Suryasumirat/Liputan6.com)

Bahkan, Fany rela curi-curi waktu di tengah waktu santai di sore hari, untuk sekadar memantapkan gerakan yang baru saja pelatih berikan.

“Kalau tidak diulang-ulang nanti cepat lupa,” kata Fany kepada Diary Paskibraka Liputan6.com pada Minggu, 11 Agustus 2019.

Tak cuma itu, Fany pun tidak sungkan menolak tawaran camilan yang digoreng semata-mata untuk menjaga suaranya agar tetap lantang dan tidak serak.

Contohnya pada hari itu, saat seluruh anggota Paskibraka Nasional 2019 mendapatkan kiriman pempek.

Pembina mengizinkan mereka menyantap makanan tersebut, asal tanpa cukanya. Dan hanya boleh satu buah untuk satu orang.

Saat pempek itu diberikan ke Fany, dia menolak dan mengembalikannya ke pembina. Fany tidak ragu untuk mengatakan kalau dia takut makanan itu justru bisa menurunkan kualitas suaranya.

“Buat jaga-jaga saja,” kata Fany.

Begitu juga dengan Salma, yang selalu siap ketika dilatih di posisi mana saja. Senyum manisnya itu tidak pernah padam, meskipun dia tidak sedang dilatih pembawa baki.

“Kita itu Paskibraka Nasional 2019. Kalau satu jelek, semua kena. Kalau satu bagus, semuanya dipuji,” katanya.

“Jadi, walaupun tidak mendapatkan posisi yang diinginkan, harus tetap main yang bagus,” Salma menambahkan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini

Orang Optimistis Punya Kualitas Tidur yang Baik

Liputan6.com, Jakarta Rupanya sikap optimis dan pesimis turut memengaruhi kualitas tidur seseorang. Peneliti dari Amerika Serikat mengungkapkan mereka yang menjalani hari dengan optimis cenderung memiliki kualitas tidur yang baik.

Rosalba Hernandez, asisten profesor di Universitas illinois di Urbana-Champaign School of Social Work, Amerika Serikat mempelajari hubungan kualitas tidur dengan optimisme. Hernandez bersama denga timnya memeriksa 3.548 peserta berusia 32-51 tahun. Para partisipan ditanyai tentang seberapa optimis diri mereka.

Partisipan yang memiliki skor lebih tinggi cenderung memiliki tidur 6 sampai 9 jam setiap malamnya. Lalu, sekitar 74 persen partisipan yang pesimis cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih pendek bahkan kemungkinan mereka menderita insomnia.

Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap optimisme dengan kualitas tidur yang baik. Kurang tidur tentu dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan seperti obesitas, hipertensi dan semua penyebab kematian yang lebih tinggi seperti dilansir Medical News Today, Sabtu (17/8/2019).

2 dari 2 halaman

Hubungan

Kata Mutiara Semangat Hidup (ilustrasi: iStockphoto)

Hernandez menjelaskan bahwa orang -orang yang selalu berpikiran positif dalam berbagai hal dan terus ditanamkan dalam siklus tidur mereka mengakibatkan mereka akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

“Orang-orang optimis lebih cenderung terlibat dalam penanganan aktif yang berfokus pada masalah dan menginterpretasikan peristiwa-peristiwa stres dengan cara yang lebih positif, mengurangi kekhawatiran dan pemikiran rumit ketika mereka tidur dan sepanjang siklus tidur,” kata Hernandez.

Penulis : Eflien Anggelien

Lakukan 3 Hal Ini Saat Anak Demam

Liputan6.com, Jakarta Hati orangtua mana yang tak sedih kalau anak demam yakni ketika suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Kadang, orangtua sudah panik jika begini.

Memantau suhu tubuh anak saat dirasa demam memang sangat penting. Jika demam mencapai 40 bahkan 41 derajat Celsius, maka harus bersiap-siap ke dokter. Terutama jika anak memiliki riwayat kejang saat demam.

Ada tiga hal penting yang harus diketahui ayah ibu saat menghadapi anak demam seperti dilansir Emedicine, yakni:

1. Buat si Kecil Nyaman

Saat demam di suhu 38 derajat, anak akan merasa sangat tidak nyaman. Saat tidur menjadi gelisah, selalu minta digendong, menangis, rewel dan sangat sulit untuk tenang. Hal ini sangat dimaklumi karena tubuhnya sangat tidak nyaman.Hal yang bisa dilakukan adalah membuatnya nyaman dengan memakaikan pakaian berbahan lembut.

Biasanya anak akan merasa lengket, gerah dan penuh keringat. Bisa dimandikan atau dilap dengan air hangat tapi jangan terlalu lama. Mengompresnya dengan air biasa juga bisa dilakukan.Jika demam naik turun dan anak tak kunjung tenang, bisa berikan obat pereda nyeri seperti parasetamol sirup. Sesuaikan dosisnya dengan berat badan anak agar efektif.

2 dari 3 halaman

2. Penuhi cairan

Pada musim hujan anak rentan terkena demam. Bagaimana cara menghindarinya?

Jangan sampai anak mengalami dehidrasi saat demam. Pasalnya, tubuh akan kehilangan banyak cairan saat tubuh mengalami demam.

Selalu berikan air putih, bisa juga air putih biasa, jus atau mungkin susu. Buah kaya air seperti melon dan semangka juga bisa diberikan.

3. Monitor gejala

Perhatikan perubahan gejala atau perilaku anak. Jika tertidur dan tak kunjung bangun, harus waspada. Anak bisa saja kehilangan kesadaran. Hati-hati juga saat suhu demam meningkat, risiko kejang bisa saja terjadi. Pantau selalu suhu dan gejala yang muncul.

Jika memang dirasa kondisi anak semakin memburuk, bawa ke dokter dan jelaskan apa saja gejala yang muncul, obat yang sudah diberikan dan hal yang sudah dilakukan. Hal ini akan sangat membantu dokter menegakkan diagnosis.

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

6 Langkah Cegah Sakit Flu

Liputan6.com, Jakarta Influenza atau flu merupakan infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan dan paru- paru. Penyakit flu sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, penyakit yang dipandang biasa ini dapat menular.

Menrut Denise Pate dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus flu dapat menyebar melalui udara dan kontak pribadi. Hal ini disebabkan adanya virus yang keluar ketika batuk atau bersin kemudian terhirup oleh orang lain.

Menurut Drew Massengill, seorang dokter di Rumah Sakit Natividad, Salinas, California, cara utama pencegahan flu dimulai dari mencuci tangan yang baik dan benar. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan mencuci tangan selama 20 detik disertai dengan cara pencucian tangan yang benar.

Berikut langkah sederhana yang dapat diterapkan agar tidak mudah sakit flu, seperti yang dikutip dari laman Prevention, Sabtu (16/8/2019).

1. Hindari menyentuh bagian wajah

Selain mencuci tangan, hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah virus masuk adalah dengan menjauhkan tangan menyentuh wajah. Bakteri atau virus dapat hidup di permukaan kulit, jika virus masuk melalui hidung atau mulut sehingga menjadi sumber penyakit

2. Penuhi asupan vitamin D

Vitamin D terkenal karena perannya dalam menjaga kesehatan tulang dan otot tetapi juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin D dalam tubuh dapat meningkat dengan menikmati sinar matahari selama 15 menit setiap pagi.

2 dari 3 halaman

3. Gunakan masker

ilustrasi perempuan menggunakan masker/copyright Shutterstock

Pengguna masker bisa menjadi alat yang paling efektif untuk mencegah penularan virus. Alangkah baiknya jika menggunakan masker jika angota keluarga atau teman sedang mengalami gejala seperti batuk- batuk.

4. Pola makan sehat

Cara terbaik untuk cegah infeksi virus adalah dengan menjaga pola makan yang sehat, kaya vitamin C, seng, magnesium dan fitonutrien sehingga dapat membantu Anda melawan infeksi virus serta menjaga kekebalan tubuh.

5. Batasi kontak langsung

jika Anda atau orang- orang disekitar Anda sakit hendaknya batasi interaksi langsung seperti berjabat tangan. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menghindari virus yang menyebabkan imun tubuh menjadi lemah.

6. Vaksin flu

Menurut dokter Matthew dari Rumah Sakit St. Joseph, California hal terbaik untuk menghindari flu adalah dengan mendapatkan vaksin influenza. Vaksin ini berlaku pada pasien yang menderita penyakit kronis seperti asma, gagal jantung, diabetes, anak berusia kurang dari dua tahun serta mereka yang berusia 65 tahun keatas. Sebab golongan ini memiliki risiko komplikasi flu yang paling tinggi.

Penulis : Eflien Anggelien

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Usai Jadi Paskibraka 2019, Rangga Penggerek Bendera Ingin Fokus Belajar

Liputan6.com, Jakarta – Pengerek Bendera Tim Merah Paskibraka Nasional 2019, Rangga Wirabrata Mahardika dari Jawa Barat akhirnya bisa mengembuskan napas lega setelah sukses melaksanakan tugas di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurutnya, semua hasil kerja kerasnya selama 30 hari pelatihan terbayarkan dengan manis pada hari Sabtu ini, 17 Agustus 2019. Dia pun bangga bisa terpilih jadi pengerek bendera

“Terima kasih untuk pastinya keluarga, teman dekat saya, untuk semuanya pokoknya yang udah support saya selama ini, udah bisa mendukung saya untuk memberi motivasi hingga saya bisa berada di sini,” ungkap Rangga usai kembali dari istana di Ibis Hotel Harmoni; Jakarta.

“Saya mohon untuk semuanya minta doanya untuk ke depannya agar sukses dan lancar,” lanjut dia.

Setelah ini, Rangga berencana untuk fokus mengejar ketertinggalannya di sekolah dalam pelajaran selama sebulan. Dia ingin bisa mendapatkan nilai yang baik di sekolah demi mengejar cita-citanya masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

“Sudah sebulan ninggalin sekolah, pelajaran ketinggalan, ulangan dan lain-lain. Harus ke depannya fokus belajar mengejar materi yang ketinggalan,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kerja Sama Tim

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Barat, Rangga Wirabrata Mahardika. (Foto: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira).

Rangga menjelaskan, kesuksesan ini pastinya tidak lepas dari kerja sama semua teman di Paskibraka Nasional 2019. Terutama dari kedua partnernya dalam mengibarkan bendera.

Mereka adalah Pembentang Bendera, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar dari DKI Jakarta dan Komandan Pasukan 8, Rafi Ahmad Falah dari Banten. Upaya Rangga untuk membangun chemistry dengan temannya selama latihan itu pun tak sia-sia.

“Bangun chemistrynya tuh nggak mudah ya, nggak cepet. Kita bangun chemistry bertiga dari awal latihan hingga hari ini. Kalau latihan bertiga, terus kita membangun chemistry hingga kita bisa menampilkan yang terbaik di pagi hari tadi,” dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Aisyah Rahmawati, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera di Istana

Liputan6.com, Jakarta – Nama Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Aisyah Rahmawati, yang terpilih sebagai pembawa baki pada upacara HUT ke-74 RI di sore hari.

Berdasarkan pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com , Aisyah merupakan salah seorang anak didik yang cukup sering dilatih jadi pembawa baki, selama menjalankan pelatihan di lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur.

Meski mengaku pasrah dan siap ditempatkan di posisi mana saja, tapi pada akhirnya Aisyah yang dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa baki. Aisyah akan menyerahkan bendera kepada Inspektur Upacara, Presiden Joko Widodo.

“Target Aisyah tidak harus jadi baki, tapi kalau terpilih Alhamdulillah,” kata Aisyah belum lama ini.

Tidak hanya itu, sewaktu gladi kotor di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Aisyah dilatih menjadi Paskibraka pembawa baki sebanyak dua kali.

Baca juga: Salma Paskibraka Jawa Tengah Sang Pembawa Baki 2019 di Istana Merdeka

Sementara itu yang menjadi baki cadangan adalah Paskibraka Nasional 2019 dari Nusa Tenggara Barat, Shelly Melsyan Silva.

2 dari 2 halaman

Profil Paskibraka Pembawa Baki 2019 Aisyah Rahmawati

Aisyah Rahmawati, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu. Aisyah Rahmawati merupakan siswi SMA Negeri 3 Seluma, DS Padang Pelasan. (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Berikut profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019, Aisyah Rahmawati.

Nama : Aisyah Rahmawati

Nama panggilan : Aisyah

Tempat dan tanggal lahir : Rena Panjang, 2 April 2003

Nama ayah : Faturachman, SPd

Sekolah : SMA Negeri 3 Seluma, DS Padang Pelasan.

Sempat Sakit, Alfaro Sukses Bentangkan Merah Putih di Istana Berkat Surat Orangtua

Liputan6.com, Jakarta – Pembentang Bendera Tim Merah Paskibraka Nasional 2019, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar menceritakan kondisi kesehatannya yang sempat menurun jelang upacara HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Meski sempat sakit, Alfaro tetap tampil sukses dan membanggakan pada saat membentangkan sang saka Merah Putih.

“Strateginya istirahat yang cukup, makan yang banyak. Itu saat saya kondisinya menurun, makannya digenjot, jadi lebih ekstra lagi makannya,” terang Alfaro setelah kembali dari upacara di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

“Tidurnya cukup juga, jadi alhamdullilah kondisi hari ini baik,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, selain melakukan semua itu, dia juga mendapat pesan penyemangat dari kedua orang tuanya. Khususnya sang ayah, yang juga merupakan pendorong utama Alfaro untuk mendaftar jadi Paskibraka Nasional.

Saat sedang sakit, ayahnya mengirimkan obat yang disertai sebuah surat.

“Papa sempat kirim suatu obat gitu waktu saya sakit tapi diisi surat sama papa mama. Jadi isinya, ‘Besok gladi bersih, semangat melakukannya dan tetap maju’,” cerita Alfaro sambil tersenyum lebar.

2 dari 3 halaman

Tampil Jauh Lebih Baik

Inilah sang pembentang dan pembawa baki Paskibraka Nasional 2019. Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, Paskibraka DKI Jakarta dan Salma El Mutafaqqiah Putri Achzaabi dari Jawa Tengah (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Alfaro pun telah tampil jauh lebih baik daripada saat menjalani gladi bersih di Istana. Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena dia sudah memiliki bayangan yang jelas akan keadaan di lapangan saat hari H.

“Kalau di gladi bersih memang kami sempet deg-degan karena awalnya itu belum tahu tuh gladi bersih siapa yang main nih. Jadi saat itu juga kondisi saya lagi sakit dan ngerasa nggak semangat hari itu,” ujarnya.

Tapi, karena dia juga sudah memiliki chemistry dengan dua partnernya, pelaksanaan tugas di hari H pun berlangsung lancar. Yakni Komandan Kelompok 8, Rafi Ahmad Falah dari Provinsi Banten dan Penggerek Bendera, Rangga Wirabrata Mahardika dari Provinsi Jawa Barat.

“Dari kita di Cibubur itu bertiga emang udah ngobrol tentang gimana-gimananya, apa ada kendala kesalahan, apa yang harus kita perbaiki. Jadi saat kita gladi di Istana juga udah mulai menuju ke baik gitu,” ucap Alfaro.

“Jadi pas hari H alhamdullilah bisa menunjukkan yang lebih baik dari sebelumnya,” dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Profil Aisyah Rahmawati, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 Bengkulu

Liputan6.com, Jakarta – Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 Bengkulu, menjadi pembawa baki upacara penurunan bendera HUT ke-74 RI.

Tidak kaget melihat Aisyah diberi mandat oleh para pelatih untuk bertugas menyerahkan Sang Merah Putih kepada Inspektur Upacara, Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Sebab, tak terhitung berapa banyak kesempatan yang Aisyah terima untuk latihan sebagai pembawa baki 2019, selama sesi latihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur.

Dari pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com selama Diklat Paskibraka 2019, Aisyah boleh dibilang sebagai sosok yang tidak banyak omong. Dia anak yang serius, dan selalu memerhatikan teman-temannya yang sedang dilatih.

2 dari 3 halaman

Motivasi Pembawa Baki Aisyah Rahmawati Menjadi Paskibraka Nasional 2019

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Pembawa Baki Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka pada Sore Hari (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Pembawa Baki upacara penurunan bendera ini tercatat sebagai siswi SMA Negeri 3 Seluma. Motivasi dia mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2019 agar cita-citanya menjadi Polisi Wanita (Polwan) bisa tercapai.

Meski dia menyadari bahwa status Paskibraka Nasional 2019 tidak lantas membuatnya mudah begitu saja masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

“Ini menjadi target Aisyah berikutnya,” kata dia.

Aisyah berkali-kali mengatakan siap jika ditempatkan di posisi kelompok 17 sama pelatih. Namun, pada akhirnya, dia yang malah terpilih sebagai pembawa baki.

3 dari 3 halaman

Profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 Aisyah Rahmawati

Inilah Pembawa Baki di Sore Hari, Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Berikut daftar Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Aisyah Rahmawati.

Nama : Aisyah Rahmawati

Nama Panggilan : Aisyah

Tempat dan Tanggal Lahir : Rena Panjang, 2 April 2003

Nama Orangtua : Faturachman, SPd

Pekerjaan orangtua : Guru

Sekolah : SMA Negeri 3 Seluma, DS Padang Pelasan

Usai Jadi Paskibraka 2019, Rangga Pengerek Bendera Ingin Fokus Belajar

Liputan6.com, Jakarta – Pengerek Bendera Tim Merah Paskibraka Nasional 2019, Rangga Wirabrata Mahardika dari Jawa Barat akhirnya bisa mengembuskan napas lega setelah sukses melaksanakan tugas di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurutnya, semua hasil kerja kerasnya selama 30 hari pelatihan terbayarkan dengan manis pada hari Sabtu ini, 17 Agustus 2019. Dia pun bangga bisa terpilih jadi pengerek bendera

“Terima kasih untuk pastinya keluarga, teman dekat saya, untuk semuanya pokoknya yang udah support saya selama ini, udah bisa mendukung saya untuk memberi motivasi hingga saya bisa berada di sini,” ungkap Rangga usai kembali dari istana di Ibis Hotel Harmoni; Jakarta.

“Saya mohon untuk semuanya minta doanya untuk ke depannya agar sukses dan lancar,” lanjut dia.

Setelah ini, Rangga berencana untuk fokus mengejar ketertinggalannya di sekolah dalam pelajaran selama sebulan. Dia ingin bisa mendapatkan nilai yang baik di sekolah demi mengejar cita-citanya masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

“Sudah sebulan ninggalin sekolah, pelajaran ketinggalan, ulangan dan lain-lain. Harus ke depannya fokus belajar mengejar materi yang ketinggalan,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kerja Sama Tim

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Barat, Rangga Wirabrata Mahardika. (Foto: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira).

Rangga menjelaskan, kesuksesan ini pastinya tidak lepas dari kerja sama semua teman di Paskibraka Nasional 2019. Terutama dari kedua partnernya dalam mengibarkan bendera.

Mereka adalah Pembentang Bendera, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar dari DKI Jakarta dan Komandan Pasukan 8, Rafi Ahmad Falah dari Banten. Upaya Rangga untuk membangun chemistry dengan temannya selama latihan itu pun tak sia-sia.

“Bangun chemistrynya tuh nggak mudah ya, nggak cepet. Kita bangun chemistry bertiga dari awal latihan hingga hari ini. Kalau latihan bertiga, terus kita membangun chemistry hingga kita bisa menampilkan yang terbaik di pagi hari tadi,” dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sukses Kelola Ekosistem Laut Besar Indonesia Bisa Jadi Cerminan Dunia

Liputan6.com, Jakarta Kawasan perairan Ekosistem Laut Besar Indonesia (Indonesia Sea Large Marine Ecosystem/ISLME) merupakan kekayaan alam yang luar biasa. Kawasan ini dihuni lebih dari 185 juta orang bertempat tinggal di lingkungan yang penuh keanekaragaman hayati.

Keberhasilan mengelola sekaligus menjaga ekosistem laut ini bisa menjadi cerminan dunia. Tujuannnya agar kawasan tidak terancam punah oleh esksplotasi berlebihan dan dampak perubahan iklim.

“Nilai strategis lain dari kawasan ISLME itu adanya inisiatif manajemen regional, yaitu Coral Triangle Initiative (CTI) dan Indian Ocean Tuna Commission (IOTC),” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar kepada Health Liputan6.com melalui keterangan tertulis, ditulis Sabtu (17/8/2019).

Oleh karena itu, keberhasilan pengelolaan di kawasan ini tidak hanya menjadi cerminan dari keberhasilan pengelolaan ekosistem laut besar Indonesia, tetapi juga cerminan pengelolaan ekosistem laut besar di dunia.

Demi menyebarluaskan pentingnya kawasan ISLME, pemerintah Indonesia dan Timor Leste menyepakati strategi komunikasi efektif berupa mengkampanyekan pentingnya kawasan ekosistem laut tersebut bagi dunia.

Didukung Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Global Environment Fund (GEF), kerjasama kedua negara tersebut dibingkai dalam proyek “Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesian Seas.”

2 dari 4 halaman

Tingkatkan Sumber Daya Perikanan

Suasana aktivitas pedagang ikan di Pelelangan ikan Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama semester I-2019 nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai Rp40 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Proyek “Enabling Transboundary Cooperation for Sustainable Management of the Indonesian Seas” juga bertujuan memperat kerjasama regional antara Indonesia-Timor Leste.

Dukungan manajemen berkelanjutan yang efektif untuk kawasan ISLME dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan dan ketahanan pangan.

“Proyek ISLME telah membantu Timor-Leste untuk meningkatkan ketahanan pangan perikanan. Ini sebagai sebuah bentuk kolaborasi,” tambah Direktur Jenderal untuk Perikanan dari Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor-Leste Acacio Guterres.

3 dari 4 halaman

Pelibatan Perempuan

Suasana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPSC, Cilacap. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Yang tak ketinggalan, pelibatan kelompok perempuan diprioritaskan di bidang-bidang utama seperti mata pencaharian alternatif dan perdagangan lokal. Dalam hal ini, perempuan punya kompetensi mengelola pangan ikan, lanjut Acacio.

ISLME merupakan salah satu dari 66 Large Perairan Laut Besar (LME) di dunia yang berada di peringkat nomor 38. Kawasan ini meliputi 98 persen berada dalam wilayah perairan Indonesia dan 2 persen teritori Timor-Leste.

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang masuk dalam ISLME, yaitu WPPNRI yang tersebar di pesisir pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Atapupu yang berlokasi di Timor-Leste menjadi titik cross border yang berbatasan dengan Batugade di Nusa Tenggara Timur.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Eksklusif Foto-Foto Pembawa Baki Aisyah Rahmawati yang Rela Kucel Selama Latihan

2 dari 11 halaman

Aisyah Rahmawati, Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu yang terpilih sebagai Pembawa Baki Penurunan Bendera HUT ke-74 RI (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

3 dari 11 halaman

Pagi Sampai Sore Dilatih Sebagai Pembawa Baki 2019

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu entah sudah berapa kali dilatih sebagai Pembawa Baki. Selain itu, dia juga dilatih di posisi kelompok 17 (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

4 dari 11 halaman

Mau Jadi Pembawa Baki, Harus Rela Bangun Pagi

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu terlihat masih mengantuk saat melakukan olahraga pagi. Namun, keinginan menjadi Pembawa Baki yang amat besar, dia rela melakukannya (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

5 dari 11 halaman

Ekspresi Aisyah Rahmawati Usai Latihan Sebagai Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019

Aisyah Rahmawati dan anggota Paskibraka Nasional 2019 yang lainnya terlihat sedang beristirahat. Dia dilatih menjadi pembawa baki dari pagi sampai sore (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

6 dari 11 halaman

Tenaga Ekstra untuk Jadi Pembawa Baki Paskibraka 2019

Pembawa Baki yang merupakan Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Aisyah Rahmawati, bukan termasuk anak didik yang tidak mau makan. Dia justru memilih makan yang banyak agar tidak drop (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

7 dari 11 halaman

Pelatih Terus Melatih Aisyah Rahmawati Menjadi Pembawa Baki

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu Terus Dilatih Sebagai Pembawa Baki (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

8 dari 11 halaman

Pembawa Baki Terlihat Akrab dengan Teman-Teman Paskibraka Nasional 2019

Potret Aisyah Rahmawati, Pembawa Baki 2019 menunggu waktu makan malam bersama teman-teman Paskibraka Nasional 2019 Lainnya (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

9 dari 11 halaman

Pembawa Baki Foto Bareng Pembentang Tim Merah

Ini saat Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 Aisyah Rahmawati foto bareng Pembentang dari Tim merah, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

10 dari 11 halaman

Pembawa Baki yang Dikenal Serius

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu adalah anak yang serius. Dia melihat setiap gerakan anggota lain yang dilatih sebagai pembawa baki (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

11 dari 11 halaman

Saat Pembawa Baki Latihan Gladi Kotor di Istana Merdeka

Pembawa Baki Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu tengah melakukan peregangan sebelum memulai gladi kotor di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

3 Fakta Bila Lansia Kena Dermatitis Atopik

Liputan6.com, Jakarta Dermatitis Atopik (DA) adalah penyakit kulit kronis dan muncul secara berulang ini seringkali dikenal sebagai asma kulit. DA memiliki gejala utama yang mirip dengan alergi yakni gatal kronis dengan variasi yang ringan sampai berat.

Satu hal yang perlu diketahui, bahwa bukan cuma anak-anak yang bisa kena DA, orang dewasa dan lansia juga. Pada lansia sendiri memiliki kondisi khusus yang dikenal dengan Pruritus Senulis. Hal tersebut menyebabkan rasa gatal yang dominan namun dengan gejala kulit yang minim.

 “Pasien lansia lebih rentan terkena DA daripada dewasa. Karena kondisi kulit yang lebih tipis dan turunnya daya tahan kulit, serta sistem imun yang rendah,” ucap Ronny Handoko, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia dalam Seminar Waspadai Dermatitis Atopik Serang Semua Umur dan Jenis Kelamin, Sabtu (17/8/2019).

Kondisi kulit penderita GA juga cenderung lebih kering, khususnya bagi lansia. Kulit mereka begitu sensitif terhadap benda asing seperti cuaca, keringat, atau debu. Ruam yang ditimbulkan juga berada dilebih banyak titik daripada balita.

Jika pada bayi, ruam mungkin hanya akan timbul pada bagian wajah, siku, lutut, dan kulit kepala. Namun pada lansia, ruam timbul pada banyak bagian seperti pada dada, siku, lutut, leher, sekitar mata, dahi, punggung, sekitar mulut, tangan, kaki, dan puting susu.

Hal tersebut dapat mengganggu bagi kehidupan sosial bagi penderita. Kondisi itu membuat timbul rasa gatal dan tidak nyaman, bahkan dapat menumbuhkan rasa minder akibat luka yang ditimbulkan. Berikut 3 risiko yang ditimbulkan akibat DA pada dewasa dan lansia.

1. Bisa mengganggu kualitas hidup

DA dapat mengganggu kualitas hidup bagi penderitanya. Karena rasa gatal yang ditimbulkan dapat menyebabkan gangguan tidur, gangguan pekerjaan, pemilihan makanan, dan lingkungan tempat tinggal.

Mengingat DA merupakan penyakit yang bersifat kronis dan berulang, biasanya penderita DA memiliki penampilan kulit yang kurang indah, seperti munculnya penembalan pada kulit, warna kulit yang gelap/terang, atau bekas garukan hingga luka.

2 dari 3 halaman

2. Risiko pengobatan yang lama dan berulang

semakin tua seseorang semakin sulit pula mereka lepas dari obat. (Ilustrasi Lansia/iStockphoto)

Penyakit ini bersifat kronis, maka pengobatan DA biasanya bersifat lama dan berulang, baik terapi topikal maupun oral. Pengobatan ini sendiri sering menimbulkan efek samping seperti penipisan pada kulit.

Sedangkan efek samping sistemik yang mungkin timbul adalah katarak prematur, diabetes melllitus, osteoporosis, glaukama, dan ganggguan ginjal. Efek samping ini dapat terjadi apabila pasien menggunakan obat tidak dibawah pengawasan dokter spesialis kulit. Karena pemilihan jenis obat dan jumlah dosis yang kurang tepat.

3. Risiko terhadap penyakit penyerta

Jika penderita DA secara bersamaan memiliki penyakit lain berupa penyakit kulit seperti vitiligo, psoriasis, atau penyakit autoimun lain, maka dapat memperberat kondisi penyakit DA itu sendiri atau penyakit penyerta yang ada.

Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Kisah Koko, Viral Usai Gagal Jadi Paskibraka Tapi Datang ke Istana

Liputan6.com, Jakarta Koko Ardiansyah menjadi sorotan setelah gagal masuk tim Paskibra tingkat kabupaten di Labuhanbatu. Meski tak jadi Paskibraka Nasional 2019, Koko tetap diundang untuk menghadiri upacata HUT Kemerdekaan RI Ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Dia mengaku senang karena akhirnya bisa menginjakkan kaki di Jakarta, apalagi ke Istana Merdeka.

“Yang pasti senang, bangga, ya itulah Kak. Enggak bisa terungkapkan lagi kesenangan saya di sini, bangga melihat teman-teman semua,” ujar Koko usai menonton upacara di Ruang Tunggu Paskibraka.

Dia menceritakan, dirinya bisa diundang karena dihubungi langsung pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Koko pun datang ke Jakarta ditemani kakak laki-lakinya.

“Semalam dapat telepon dari Bapak Deputi Kemenpora, katanya ‘kamu mau enggak ke Jakarta’. Terus saya bilang ya mau, Pak. ‘Yaudah nanti bapak lihat jadwal penerbangan, nanti kamu kalau bisa cepat-cepat berangkat’,” ungkapnya disertai senyuman lebar.

Lalu, meski gagal menjadi Paskibraka, Koko mengaku tidak kapok untuk terus aktif di Paskibra.

“Ke depannya ya kalau bisa saya masuk lagi sebagai anggota Paskibra. Tahun depan,” dia mengakhiri penuh harap.

2 dari 3 halaman

Mengira Diganti Sepihak

Sumber: Facebook Malibas Channel

Sebelumnya, Koko digantikan oleh pemuda lain sebagai calon Paskibraka. Meski awalnya tidak mengetahui siapa yang menggantikannya, akhirnya Koko mengetahui dirinya digantikan seseorang yang tidak melalui tahapan seleksi.

Koko pun menduga penggantinya merupakan anak seorang pejabat. Hal itu tentu membuatnya kecewa.

Padahal pemuda itu ingin menggunakan sertifikat sebagai Paskibraka untuk menunjang cita-citanya menjadi TNI.

“Kalau memang menggantikan saya, gantikan yang ikut seleksi yang lebih pantas dari saya, jangan yang gak ikut seleksi, diikutkan karantina,” kata Koko.

Koko pun berharap hal itu tak kembali terulang. “Cukup saya saja yang mengalaminya, untuk tahun berikutnya jangan ada lagi,” harapnya.

Tak lama dari viralnya video curahan hati Koko, video klarifikasi dari Koko muncul. Dalam video itu Koko menyatakan hanya sebagai cadangan.

Lelaki yang juga menggeluti dunia voli itu pun menyatakan baru mengetahui hal tersebut. Ia baru tahu bahwa salah satu perwakilan calon Paskibraka yang tidak lulus di provinsi akan menjadi pengibar di kabupaten dan menggeser posisinya.

Pertemuan Koko dengan Dispora telah dilakukan dan menurut Koko, Dispora telah memberi tahu orang yang menggantikannya merupakan yang tidak lulus di provinsi.

Permintaan maaf kepada Dispora Labuhanbatu pun dilontarkan Koko dalam video itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Thalia Paskibraka 2019 dari Kalbar Tak Sabar Ingin Dengarkan Lagu Lagi

Liputan6.com, Jakarta – Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Kalimantan Barat, Thalia Putri Andriani tidak sabar untuk bisa kembali melakukan hobinya. Yaitu, mendengarkan musik sebelum tidur. Selama menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka 2019, Thalia tidak bisa melakukan hobinya itu.

Sebab, telepon genggam memang tidak diperbolehkan selama menjalani latihan.

“Kangen Kak, saya kan biasanya dengerin musik, nah itu jadi lupa lagu-lagu favorit saya. Parah Kak, aduh,” ujara Thalia sambil tertawa kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur, 4 Agustus 2019.

“Rasanya kayak rindu, ah alay,” lanjutnya dengan bergurau. 

Thalia mengaku ada yang dirasa kurang bila tidur tidak ditemani oleh lagu. Meski dia tetap bisa lelap tertidur karena lelah berlatih, masih ada yang mengganjal di hati karena tidak ada dendangan lagu.

Dia pun merupakan penggemar dari beberapa penyanyi asal tanah air.

“Saya kan suka dengerin lagunya yang mellowmellow. Saya sukanya Nadin Amizah, Sal Priadi, terus itu, Kunto Aji,” jelasnya.

“Hobi lain mungkin basic kayak nonton, baca novel, gitu lah. Remaja tanggung, Kak. Novel atau ndak ngobrol lah ngalor ngidul sama teman,” imbuh Thalia.

Selain itu, cewek dengan tinggi 168 cm ini juga menyatakan keinginannya untuk masuk angkatan militer.

“Cita-cita saya semenjak masuk Paskibraka ya jadi angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, pokoknya militer. Kalau milih maunya di darat,” dia mengakhiri.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Paskibraka Nasional 2019 Sudrajat Mulai Terbayang Sambal Buatan Ibu

Liputan6.com, Jakarta – Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Sudrajat Prawijaya mengaku paling kangen dengan sambal buatan ibunya. Bagaimana tidak, selama menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka 2019, dia harus rela puasa makan sambal karena bisa mengganggu pencernaannya.

“Yang Drajat kangenin sambal masakan ibu, Kak,” kata Sudrajat.

“Dalam sebulan ini Drajat gak pernah makan sambal,” ujar Drajat kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Istana Merdeka, Jakarta.

Drajat khususnya sangat rindu dengan cita rasa sambal lecet khas Bengkulu yang sering dibuat ibunya.

Harapannya, usai menjalani tugas sebagai Paskibraka Nasional 2019, dia bisa langsung melampiaskan kerinduannya dengan masakan sambal sang ibu tercinta.

Sementara itu, Drajat juga terus berusaha menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya yang dialaminya. Menurutnya, dia sempat merasa kaget dengan sangat berbedanya budaya semua teman-teman Paskibraka Nasional 2019

“Kayak mereka menganggap itu halus, tapi oh itu kasar di daerah aku. Tapi Drajat mencoba untuk menyesuaikan,” katanya.

Cowok yang bercita-cita menjadi abdi negara tentara ini pun berharap orangtuanya selalu mendoakan dia agar sukses menjalankan tugas.

“Semoga mereka sehat selalu, jangan khawatirkan saya di sini, karena saya di sini berjuang untuk tugas negara. Dan suatu saat, saya akan membanggakan mereka, Kak,” katanya.

2 dari 3 halaman

Bangga Bisa Latihan dan Bertugas di Istana Merdeka

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu, Sudrajat Prawijaya. (Foto: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat).

Kemudian, Drajat juga merasa bangga karena bisa sampai ke Istana Merdeka, Jakarta. Menurutnya, suasana latihan di Istana terasa jauh lebih megah lagi dibanding ketika menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka 2019 di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.

“Latihan di Istana Merdeka seru ya Kak, Drajat baru pertama kali juga dan suasananya wah, bangga ya Drajat bisa di sini,” katanya.

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Rasa gugup pastinya ada, tapi dia selalu ingat dengan kata-kata pelatih Paskibraka Nasional 2019.

Nervous ada sedikit, tapi kata pelatih jangan ragu-ragu, kalau ragu pulang saja,” katanya tegas sambil tersenyum lebar.

Drajat pun rajin menjaga stamina tubuhnya. Yakni dengan melakukan serangkaian pemanasan saat sedang beristirahat.

“Kalau persiapan individu, Drajat setiap sudah materi malam, Drajat mandiri push up, sit up, bareng-bareng sama teman-teman kamar di malam hari,” ujarnya dia.

“Drajat sudah rutin gitu, dari daerah juga sering gitu jadi enggak capai. Olahraga hobi Drajat. Terutama yang Drajat suka olahraga fisik, seperti lari, push up, sit up, renang,” Sudrajat mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka

Cerita Tenaga Pengajar di Biak Papua Memanfaatkan Sinyal Internet

Liputan6.com, Jakarta Bagi masyarakat perkotaan kehadiran sinyal internet bukanlah hal baru. Namun, di Biak, Papua sinyal internet baru lancar sekitar 2015-2016. 

Kehadiran sinyal internet yang lancar penting bagi tenaga pengajar di daerah menjadi kebutuhan pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Kompetensi mereka pun kian meningkat dengan cara memanfaatkan internet layaknya pengguna di perkotaan. Mendapatkan berbagai informasi cukup sekali klik, itulah manfaat besar dari internet.

TP2 Coordinator Wahana Visi Indonesia (WVI) Sugih Bastian menceritakan, Sekolah Dasar YPK Waupnor yang berlokasi di Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota, Papua kini sudah bisa mengakses internet. SD YPK Waupnor merupakan salah satu sekolah binaan WVI.

“Kondisi sekarang tentu sudah baik. Beda sekali saat dulu kala. Dahulu, di Biak kota, di SD YPK Waupnor koneksi internet belum sebaik saat ini. Baru sejak 2015 sampai 2016, koneksi internet di kabupaten ini, khususnya di wilayah kota mendapatkan akses internet yang lancar,” tutur Bastian kepada Health Liputan6.com melalui wawancara tertulis, ditulis Sabtu (17/8/2019).

Jauh sebelum ada internet, sekitar tahun 2000-an, tenaga pengajar di SD YPK Waupnor memasukkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara daring (online) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.

“Cara melaporkan dengan tatap muka,” lanjut Bastian.

2 dari 5 halaman

Dorong Akses Internet di Biak

Akses internet di Biak didorong pemerintah.

Ketika WVI beroperasi di Biak tahun 2014, koneksi masih belum baik. Pada waktu itu, WVI menggunakan Very Small Aperture Terminal (VSAT). VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.

Fungsi utama dari VSAT untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Selain VSAT, broadband local juga digunakan.

“Seiring waktu, kebijakan pemerintah mendorong adanya akses internet di Biak. Pembangunan internet dilakukan pada 2015 ke atas. Terkait akses internet, WVI belum pernah mendorong regulasi di bidang internet,” Bastian melanjutkan.

Hingga saat ini hampir seluruh Biak kota sudah terpapar sinyal 4G. Namun, belum sepenuhnya dapat mengakses internet, khususnya di wilayah pinggiran. Misal, Biak utara, Biak timur, dan Biak barat.

“Beberapa pemerintah distrik pernah mengajukan ke provider internet (untuk meminta pasang internet), tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Meskipun begitu, pemancar 2G sudah mulai didirikan dan membuat akses telepon menjadi lebih mudah,” ujar Bastian.

3 dari 5 halaman

Peroleh Referensi Lebih Banyak

Kain Robinson Wamaer, Kepala Sekolah Dasar YPK Waupnor, Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota yang awal masa tugas 2000-an belum ada sinyal internet di lokasi tempat mengajar. (Dok Wahana Visi Indonesia/WVI)

Kemajuan terlihat sejak para tenaga pengajar mendapat akses internet. Mereka mampu mendapatkan referensi di luar wilayah tempat tinggal. Seperti yang dialami Kain Robinson Wamaer (51), yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD YPK Waupnor.

Lahir dan besar di Biak sekaligus mengabdikan diri menjadi tenaga pengajar, Wamaer merasakan sulitnya akses internet sampai internet lancar pada tahun 2015 ke atas.

Pelatihan meningkatkan kemampuan menggunakan internet juga sudah dilakukan, baik mandiri oleh pihak-pihak yang lebih mampu di lingkungan sekolah maupun pelatihan dari WVI dan Samsung.

“Pelatihan menguasai penggunaan internet kerjasama WVI dan Samsung dilakukan selama dua bulan,” ujar Wamaer.

Melalui pelatihan internet, kompetensi guru dapat memastikan proses mengajar yang berkualitas. Target pembelajaran dapat tercapai serta meningkatnya kemampuan literasi siswa.

4 dari 5 halaman

Literasi Anak Meningkat

Literasi anak meningkat dengan internet. ozoneparis.net

Dampak positif pengenalan internet di SD YPK Waupnor juga memengaruhi siswa. Pola pembelajaran tidak monoton, lebih hidup dan bervariasi. Hal ini mendorong siswa semangat belajar.

“Peserta didik mendapatkan pola pembelajaran yang lebih variatif,” Bastian menerangkan.

Senada dengan Bastian, Wamaer juga melihat anak-anak didiknya makin fokus belajar. Di kelas, para siswa lebih tenang duduk di tempat masing-masing untuk mengikuti kelas. “Mereka menjadi lebih tertarik belajar,” ungkap Wamaer.

Siswa pun hadir semua di kelas. Antusias kehadiran di kelas lebih tinggi dibandingkan kelas biasa, tanpa dukungan internet.

Dalam evaluasi yang dilakukan WVI terhadap kemampuan baca siswa tentang kehadiran akses internet di kelas, ada peningkatan kemampuan literasi. Siswa makin mudah memahami pelajaran.

“Saat ini kehadiran internet dan SSLC (Samsung Smart Learning Class) telah memberikan peningkatan 2 persen terhadap kemampuan literasi anak. Untuk kemampuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), siswa yang kompeten meningkat 8 persen,” papar Bastian.

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Sesmenpora Jelaskan Standar Dipilihnya Salma Jadi Pembawa Baki Paskibraka 2019

Liputan6.com, Jakarta – Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi dari Jawa Tengah terpilih menjadi pembawa baki Tim Merah Paskibraka Nasional 2019 untuk pengibaran bendera pusaka merah putih. Dia adalah siswi sekolah asrama SMA Pradita Dirgantara Boyolali yang bercita-cita jadi pilot TNI Angakatan Udara.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto menjelaskan standar dipilihnya seseorang jadi pembawa baki.

“Saya kira banyak hal ya, terutama itu attitude, fisik, dan enak camera face ya. Dan yang jelas ada unsur lucky juga, keberuntungan. Ya semua kembali pada Allah yang di atas,” ujar Gatot di Ruang Tunggu Paskibraka Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Menurutnya, para pelatih memiliki penilaian dan perasaan yang jitu dalam memilih calon pembawa baki. Gatot menuturkan, pemilihan pun langsung dilakukan oleh tim pelatih tanpa campur tangan dari Kemenpora.

2 dari 3 halaman

By Feeling

Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Sebagai purna Paskibraka, Gatot sendiri mengaku telah memiliki perasaan bahwa Salma akan terpilih sebagai pembawa baki.

“Meskipun Salma tadi mengatakan baru tadi pagi (diberitahu),sebetulnya by feeling itu kami sudah terasa, karena kami sudah sendiri sebagai mantan Paskibraka tahun 78 itu, kami kakak-kakak itu kadang by feeling saja siapa kira-kira yang pas,” ungkap dia.

“Tapi kayak gitu kan kita ga mau membocori,” imbuhnya.

Selain itu, Gatot pun mengucapkan rasa syukurnya atas kesuksesan pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-74 yang dilangsungkan pagi hari ini.

“Kita bersyukur bahwa tugasnya Paskibraka pagi ini telah berlangsung dengan lancar dan sukses, memang deg-degan di pagi hari pada saat pengibaran bendera,” dia mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kisah Koko, Viral Usai Gagal Jadi Paskibraka Nasional Tapi Datang ke Istana

Liputan6.com, Jakarta Koko Ardiansyah menjadi sorotan setelah gagal masuk tim Paskibra tingkat kabupaten di Labuhanbatu. Meski tak jadi Paskibraka Nasional 2019, Koko tetap diundang untuk menghadiri upacata HUT Kemerdekaan RI Ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Dia mengaku senang karena akhirnya bisa menginjakkan kaki di Jakarta, apalagi ke Istana Merdeka.

“Yang pasti senang, bangga, ya itulah Kak. Enggak bisa terungkapkan lagi kesenangan saya di sini, bangga melihat teman-teman semua,” ujar Koko usai menonton upacara di Ruang Tunggu Paskibraka.

Dia menceritakan, dirinya bisa diundang karena dihubungi langsung pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Koko pun datang ke Jakarta ditemani kakak laki-lakinya.

“Semalam dapat telepon dari Bapak Deputi Kemenpora, katanya ‘kamu mau enggak ke Jakarta’. Terus saya bilang ya mau, Pak. ‘Yaudah nanti bapak lihat jadwal penerbangan, nanti kamu kalau bisa cepat-cepat berangkat’,” ungkapnya disertai senyuman lebar.

Lalu, meski gagal menjadi Paskibraka, Koko mengaku tidak kapok untuk terus aktif di Paskibra.

“Ke depannya ya kalau bisa saya masuk lagi sebagai anggota Paskibra. Tahun depan,” dia mengakhiri penuh harap.

2 dari 3 halaman

Mengira Diganti Sepihak

Sumber: Facebook Malibas Channel

Sebelumnya, Koko digantikan oleh pemuda lain sebagai calon Paskibraka. Meski awalnya tidak mengetahui siapa yang menggantikannya, akhirnya Koko mengetahui dirinya digantikan seseorang yang tidak melalui tahapan seleksi.

Koko pun menduga penggantinya merupakan anak seorang pejabat. Hal itu tentu membuatnya kecewa.

Padahal pemuda itu ingin menggunakan sertifikat sebagai Paskibraka untuk menunjang cita-citanya menjadi TNI.

“Kalau memang menggantikan saya, gantikan yang ikut seleksi yang lebih pantas dari saya, jangan yang gak ikut seleksi, diikutkan karantina,” kata Koko.

Koko pun berharap hal itu tak kembali terulang. “Cukup saya saja yang mengalaminya, untuk tahun berikutnya jangan ada lagi,” harapnya.

Tak lama dari viralnya video curahan hati Koko, video klarifikasi dari Koko muncul. Dalam video itu Koko menyatakan hanya sebagai cadangan.

Lelaki yang juga menggeluti dunia voli itu pun menyatakan baru mengetahui hal tersebut. Ia baru tahu bahwa salah satu perwakilan calon Paskibraka yang tidak lulus di provinsi akan menjadi pengibar di kabupaten dan menggeser posisinya.

Pertemuan Koko dengan Dispora telah dilakukan dan menurut Koko, Dispora telah memberi tahu orang yang menggantikannya merupakan yang tidak lulus di provinsi.

Permintaan maaf kepada Dispora Labuhanbatu pun dilontarkan Koko dalam video itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bung Karno, Bendera Merah Putih dan Siulan Uniknya

Liputan6.com, Jakarta Sebelum masa pendudukan Jepang, Soekarno diasingkan ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Selama di sana, Bung Karno memperkenalkan bendera Merah Putih dan lagu “Indonesia Raya” kepada anak-anak di Flores. 

Dalam tulisan Bondan Winarno di buku Berkibarlah Benderaku, disebutkan bahwa saat di Flores Bung Karno mendirikan kelompok teater serta mengajari anak-anak menyanyi dan membuat origami. Beliau mengajarkan cara membuat bendera Merah Putih dari kerta origamis. Perpaduan dua warna itu dipasang pada lidi. 

Lalu, kertas yang membentuk bendera Merah Putih itu kemudian di lambai-lambaikan dengan seru gembira oleh anak-anak seperti dikutip Liputan6.com, pada Sabtu (17/8/2019).

2 dari 3 halaman

Siulan Lagu Indonesia Raya

Kata mutiara dari sang Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno bikin kamu makin semangat menjalani hidup. (via: jassmerah.org)

Selain itu, ketika Bung Karno sedang berdiam diri di ‘Ruang Hening’, kamar yang dihuni olehnya ketika di pengasingan, beliau sering menyiulkan nada panjang ketika mendengar langkah anak-anak mendekat.

Akhirnya, anak-anak pun mengenal irama siulan Bung Karno. Rupanya, sandi yang disiulkan Bung Karno adalah lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan setiap pengibaran bendera.

Karena kedua hal ini, presiden pertama Republik Indonesia ini dituduh melakukan kegiatan terlarang oleh PID (Politieke Inlichtingendienst) dari Belanda.

Penulis: Febrianingsih Alamako

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Usai Bertugas, Paskibraka 2019 dari Tim Merah Menangis dan Saling Peluk

Liputan6.com, Jakarta – Tangis haru pecah dari para Tim Merah Paskibraka Nasional 2019 yang baru saja usai menjalankan tugasnya untuk mengibarkan bendera di Istana Merdeka, Sabtu 17 Agustus 2019.

Pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com, Tim Merah memasuki ruang istirahat pada pukul 10:30 WIB. Awalnya, para Paskibraka Nasional 2019 berdiam di meja masing-masing sembari melihat satu sama lain.

Namun, tak lama setelah itu tangisan pun pecah. Rasa bangga dan lega terpancar dari mereka yang telah sukses menjalankan tugasnya.

“Lega sekali, terima kasih kerja sama semuanya,” kata Anggota Tim Merah Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Utara, Eugenia Agatha Rondonuwu.

Kata-kata pun tidak lagi terucap. Hanya tangis haru dan pelukan kepada satu sama lain.

Pastinya, mereka akan merindukan kehadiran masing-masing yang telah sebulan menjalani Diklat Paskibraka 2019 di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.

2 dari 3 halaman

Tangis Paskibraka Nasional 2019 Sulawesi Utara Pecah

Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Utara, Eugenia Agatha Rondonuwu. langsung memeluk pembina setelah selesai bertugas. (Ratu Annisa Suryasumirat/Liputan6.com)

3 dari 3 halaman

Paskibraka Nasional 2019 dari Tim Merah Usai Bertugas di Istana Merdeka

Seluruh anggota Paskibraka Nasional 2019 dari Tim Merah Foto Bersama Para Pelatih Usai Melaksanakan Tugas (Ratu Annisa Suryasumirat/Liputan6.com)

Salma Tak Sangka Terpilih Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019

Liputan6.com, Jakarta – Pembawa Baki Tim Merah Paskibraka Nasional 2019, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi dari Jawa Tengah bisa menghembuskan napas lega dan bangga. Dia sukses menjalani tugasnya mengibarkan bendera pusaka merah putih pada HUT Kemerdekaan Indonesia Ke-74 di Istana Merdeka.

Salma yang merupakan siswi sekolah asrama Pradita Dirgantara Boyolali ini sangat berterima kasih telah diberi kepercayaan sebagai pembawa baki.

“Alhamdullilah bisa menjalankan dengan lancar, Paskibraka 2019. Jujur gak nyangka (akan terpilih),” tutur Salma di Ruang Tunggu Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

“Alhamdullilah sudah disiapkan mentalnya, jadi sudah siap, tidak siap, harus siap,” lanjutnya dengan tegas.

Salma mengatakan, pengalamannya selama menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka Nasional 2019 tidak akan dilupakannya. Latihan fisik yang ketat dan melelahkan telah berhasil dilewatinya.

Menurutnya, pengalaman ini juga semakin mendorong semangatnya untuk meraih cita-cita sebagai pilot TNI Angkatan Udara.

“Tiga pertiga dari wilayah Indonesia ini merupakan udara, satu pertiga itu daratan, dua pertiganya laut. Makanya tiga pertiga ini harus dijaga keselamatannya dan keutuhannya,” ujarnya yakin.

2 dari 4 halaman

Selalu Ingat Pesan Orangtua

Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi, Paskibraka dari Jawa Tengah yang mendapat tugas sebagai pembawa baki saat pengibaran Sang Merah Putih pada HUT ke-74 RI. (Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

SELALU INGAT PESAN ORANG TUA

Salma menjelaskan, pesan orang tua selalu terngiang di kepalanya selama menjalani latihan. Setiap kali dia merasa lelah, dia kembali ingat tujuannya menjalani Diklat.

“Orang tua pesan tetap berusaha, ingat kepada Allah. Kejar dulu akhiratnya, pasti dunia mengikuti,” ungkap Salma.

Kemudian, bila diberi kesempatan untuk berjalan-jalan ke luar negeri, Salma memilih untuk mengunjungi negeri seribu satu malam.

“Saya punya tujuan pertama kalau keluar negeri harus umroh dulu atau gak haji,” ucap dia.

3 dari 4 halaman

Semangati Teman-Teman

Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Salma pun tidak lupa memberikan pesan untuk menyemangati para siswa-siswi di Indonesia yang juga terinspirasi ingin jadi Paskibraka.

“Untuk teman-teman di luar sana, jangan takut untuk mencoba. Terus kalau misalnya udah merasa lelah inget tujuan awal kamu mengikuti itu itu apa, itu yang membuat kuat,” katanya sembari tersenyum.

“Kemudian jangan lupa kepada Allah,” dia mengakhiri.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jungkir Balik Muhammad Adzan Menjadi Paskibraka Komandan Kelompok 17

Liputan6.com, Jakarta – Keinginan Paskibraka 2019 dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Adzan, menempati posisi Komandan Kelompok (Danpok) 17 terwujud.

Hari ini, di upacara HUT ke-74 RI, Adzan memperoleh posisi yang diidam-idamkannya itu. Meski begitu, siapa sangka kalau Paskibraka Nasional 2019 dengan tinggi 181 cm ini sempat tak percaya bisa terpilih.

Adzan sendiri tidak dapat menghitung sudah berapa kali dilatih sebagai Paskibraka Danpok 17.

“Di Istana saja empat kali,” kata Paskibraka 2019 Adzan kepada Diary Paskibraka Liputan6.com .

Menurut Adzan, dia bukan orang pertama yang langsung ditunjuk sama pelatih untuk dilatih sebagai Danpok 17.

Adzan, mengatakan, karena dua Paskibraka calon Danpok 17 sering sakit, dia pun memberanikan mengajukan diri sendiri untuk dilatih di posisi tersebut.

“Karena sering main, jadi Adzan yang dipakai,” ujarnya.

Adzan, menambahkan, dia merasa memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki para pesaingnya.

“Adzan itu bagus saat di belokan,” katanya.

“Mungkin, itu juga yang menjadi penilaian pelatih,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Dampak Angkat Beban dan Galon Air, Sakit Punggung Hingga Nyeri Testis!

Liputan6.com, Jakarta Galon berisi air penuh dengan volume 19 liter termasuk dalam kategori barang dengan beban yang berat. Mengangkat atau membawanya tidak boleh sembarangan, harus dengan teknik dan cara yang benar.

Sembarangan mengangkat galon air dampaknya sama seperti mengangkat beban berat dapat menciderai otot dan pergelangan tangan. Jika dilakukan dalam jangka panjang dan terus menerus sembarangan dapat berakibat fatal mengganggu kesehatan serta organ tubuh lainnya.

Berikut ini beberapa bahaya dibalik angkat beban berat dan galon air sembarangan.

1. Sakit punggung

Kerap mengangkat beban berat apalagi sembarangan dapat menjadi memicu rasa sakit di punggung. Anda perlu mewaspadai terjadinya peregangan di area tulang belakang lumbal karena adanya tekanan yang berasal dari beban benda yang Anda angkat.

Tekanan yang berada di tulang belakang dapat menjalar hingga ligamen dan otot sehingga akan memperburuk kondisi tubuh yang sudah sakit di bagian punggung.

2. Skoliosis

Penyakit lain yang berkaitan dengan tulang akibat angkat beban berat terlalu sering adalah skoliosis. Umumnya ditandai nyeri saat berdiri maupun duduk, tulang belakang akan terasa sakit dan rasa sakitnya berpotensi menyebar hingga ke tangan, kaki serta pinggul.

3. Saraf kejepit

Dampak angkat beban berat seperti galon tak hanya pada tulang tapi juga saraf-saraf. Saraf yang mendapatkan tekanan secara berlebihan dari jaringan yang ada di sekelilingnya menyebabkan timbulnya penyakit saraf kejepit ini. Bila muncul keluhan seperti lemah fisik, sering kesemutan, kebas pada bagian tubuh tertentu dan juga rasa nyeri, ini bisa menjadi pertanda Anda terkena saraf kejepit.

4. Hernia dan nyeri testis

Seringkali mengangkat beban berat dan tanpa teknik yang tepat dapat menyebabkan hernia atau turun berok.Tekanan yang berat menyebabkan timbulnya robekan pada bagian bawah dinding perut sehingga membentuk lubang di sana.

Dikutip dari klikdokter, pada fase awal, gejala hernia dapat berupa pembesaran di daerah selangkangan atau buah zakar yang dapat hilang timbul karena usus yang turun ke daerah yang longgar di sekitar selangkangan dan daerah buah zakar, sedikit terasa nyeri.

Pada fase inkarserata (terperangkap), rasa nyeri lebih hebat, pembesaran yang terjadi menetap karena usus terperangkap, dapat terjadi mual, muntah dan gangguan BAB. Pada fase strangulata (terpuntir), nyeri sangat hebat dan kondisi umum tubuh yang buruk.

Jika Anda mengalami pembengkakan di sekitar selangkangan atau benjolan yang hilang timbul, maka kemungkinan besar Anda mengalami hernia, apabila tidak, ada kemungkinan mengalami cidera otot disekitar selangkangan.

Masih banyak dampak lain dari mengangkat beban berat, termasuk galon berisi air penuh yang beratnya mencapai 19 kg. Untuk menghindari resiko-resiko tersebut, ada dua hal utama yang harus Anda lakukan. Pertama, angkat galon air dengan cara dan teknik yang tepat. Sebelum mengangkat galon dari lantai, dekatkan diri pada galon air minum dengan posisi berjongkok atau posisi squat, jangan membungkuk.

Pada saat mengangkat, gunakan otot kaki bukan dengan otot punggung. Pastikan pijakan Anda kuat, jaga punggung, bahu dan leher tetap lurus, tanpa melengkung atau membungkuk. Periksa lajur yang akan dilewati untuk memastikan bahwa tidak ada benda-benda yang bisa menyebabkan anda tersandung dan jatuh.

Kedua, selain teknik yang tepat, hindari penggunaan dispenser atau tempat galon yang mengharuskan galon berada di atas. Pilih dispenser yang lebih praktis tanpa harus mengangkat-angkat galon air yang berat itu. Untuk bagian ini, Anda dapat memilih Polytron Hydra PWC 777. Dispenser dengan 3 langkah mudah dan memiliki tampilan yang modern untuk melengkapi kebutuhan air minum keluarga Anda.

Polytron Hydra PWC 777

Hydra Dispenser memiliki beragam keunggulan yang dibutuhkan keluarga Indonesia masa kini. Mulai dari Easy Loading System, Anda maupun keluarga di rumah dapat mengisi ulang galon cukup dengan 3 langkah mudah: tarik slidernya, letakkan galonnya, dorong kembali slidernya. Hydra Dispenser juga dilengkapi anti microba water pipe sehingga kebutuhan air minum Anda bebas bakteri, menggunakan materia non CFC menjadikannya aman untuk keluarga dan lingkungan Anda.

Ingin tahu lebih lengkap keunggulan dan pemesanan Polytron Hydra PWC 777, Anda dapat mengunjungi Polytron Store di sini.

(Adv)

Profil Salma Paskibraka 2019 Jawa Tengah Pembawa Baki Sang Merah Putih

Liputan6.com, Jakarta – Tugas sebagai pembawa baki saat pengibaran Sang Merah Putih pada HUT ke-74 RI diberikan ke Paskibraka 2019 dari Jawa Tengah, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi.

Munculnya nama Salma sebagai pembawa baki 2019 tidak mengherankan. Tim Diary Paskibraka Liputan6.com yang mengikuti seluruh kegiatan anggota Paskibraka Nasional 2019 di PP-PON Kemenpora, Cibubur, Jakarta Timur, mencatat, Salma lebih dari 10 kali di-dril untuk menjlankan tugas ini.

Salma, Paskibraka 2019 yang lahir di Malang, 16 Desember 2002, bercita-cita menjadi pilot wanita TNI Angkatan Udara (AU).

“Aku mau jadi penerbang. Amin,” kata Pembawa Baki berhijab ini kepada Diary Paskibraka Liputa6.com .

Ambisinya inilah yang membuatnya memilih kegiatan ekskul Paskibra di sekolahnya, SMA Pradita Dirgantara.

Salma mengatakan bahwa sekolahnya jugalah milik TNI AU yang berfokus agar murid-muridnya memiliki fisik dan mental yang kuat.

Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 ini pun mampu mendapat program beasiswa 3 tahun yang ditawarkan oleh sekolah asrama tersebut.

“Asrama beasiswa, seragam dikasih semuanya. Cuma biaya hidupnya aja sih kayak peralatan pribadinya. Makan sudah ditanggung, buku juga,” katanya.

2 dari 5 halaman

Paskibraka Salma dari Jawa Tengah Pembawa Baki 2019

Pembawa Baki Salma adalah Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Berikut profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi.

Nama : Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi.

Nama panggilan : Salma

Tempat dan tanggal lahir : Malang, 16 Desember 2019

Nama orangtua : Achmad Aswin Achzaab

Sekolah : SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah

3 dari 5 halaman

Salma Dilatih Sebagai Pembawa Baki 2019 Sejak Paskibraka Latihan Hari Pertama di Cibubur

Tidak terhitung berapa kali Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, dilatih sebagai pembawa baki. Biasanya, yang menjadi cadangannya adalah Sylvi, Paskibraka 2019 dari Sumatera Utara (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

4 dari 5 halaman

Berlatih Sebagai Paskibraka Pembawa Baki Lebih dari 10 Kali

Dari hari pertama latihan di PP-PON Kemenpora, Cibubur, Jakarta Timur, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah Salma Dilatih Sebagai Pembawa Baki 2019 (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

5 dari 5 halaman

Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 yang Berambisi Menjadi Pilot TNI AU

Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi, pembawa baki Paskibraka Nasional 2019 yang bersekolah di SMA Pradita Dirgantara (Foto: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira).

Eksklusif, 9 Potret Kerja Keras Paskibraka Salma Sampai Jadi Pembawa Baki 2019

2 dari 10 halaman

Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019 yang Ceria

Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi, berharap bisa jadi pembawa baki. Dia pun berlatih dengan serius dan tekun, agar pelatih mempercayai posisi tersebut (Foto: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira).

3 dari 10 halaman

Paskibraka Pembawa Baki 2019 Setelah Mengikuti Kelas Kecantikan

Tidak hanya berlatih sebagai pembawa baki, Salma yang Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah diajarkan cara merawat diri. Seperti ini penampilannya setelah dipoles (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

4 dari 10 halaman

Paskibraka Pembawa Baki dan Pembentang dari Tim Merah

Bila Salma sering dilatih sebagai pembawa baki, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar Paskibraka DKI Jakarta dilatih sebagai pembentang. (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

5 dari 10 halaman

Tidak Mudah Latihan Sebagai Pembawa Baki

Setiap harinya Paskibraka Nasional 2019 Salma diberikan ilmu-ilmu baru terkait cara jadi pembawa baki yang baik. Pelatih pun terus mengawasinya (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

6 dari 10 halaman

Tidak Hanya Bawa Baki, Salma pun Dilatih di Posisi Kelompok 17

Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, tidak hanya dilatih sebagai pembawa baki. Dia harus siap jika dilatih di Kelompok 17 (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

7 dari 10 halaman

Latihan Sampai Gladi Bersih, Salma Selalu Ditunjuk Sebagai Pembawa Baki

Saat gladi bersih di hari terakhir, Paskibraka 2019 Jawa Tengah Salma ini masih dilatih sebagai pembawa baki. Namun, Salma tidak mengetahui akan ditempatkan saat upacara di pagi atau sore hari (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

8 dari 10 halaman

Saat Sang Pembawa Baki Akan Dikukuhkan Oleh Presiden Jokowi

Penampilan Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, Sang Pembawa Baki Sesaat Sebelum Dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

9 dari 10 halaman

Amanah Pembawa Baki Diserahkan ke Salma

Pada akhirnya, Paskibraka 2019 Salma yang dipilih pelatih untuk menjadi pembawa baki (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

10 dari 10 halaman

Video Menarik Terkait Paskibraka 2019 dan HUT ke-74 RI

Kenalan dengan 3 Paskibraka Ganteng Tim Pengibar Merah Putih di Istana

Liputan6.com, Jakarta – Tiga Paskibraka 2019 ganteng ini ditunjuk sebagai tim pengibar Sang Saka Merah Putih pada perayaan HUT ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Paskibraka yang berasal dari Tim Merah ini terdiri dari Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (DKI Jakarta), Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat), dan Rafi Ahmad Falah (Banten).

Pada upacara HUT ke-74 RI di pagi hari, Rayhan ditunjuk sebagai Pembentang, Rangga dipercaya untuk menggerek tali tiang bendera, dan Rafi adalah Paskibraka Komandan Kelompok 8.

2 dari 4 halaman

Paskibraka Rayhan Alfaro Pembentang Bendera Upacara HUT ke-74 RI

Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, Paskibraka Nasional 2019 yang ditunjuk sebagai Pembentang Sang Merah Putih dari Tim Merah (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, Paskibraka Nasional 2019 yang masih duduk di bangku kelas XI SMA Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Cowok dengan tinggi 181 cm sangat menggemari olahraga basket.

Alasan Faro, begitu dia akrab disapa, mau menjadi anggota pasukan pengibar bendera lantaran ‘janji’ yang diiming-imingi sang ayah.

“Papa bilang kalau aku jadi Paskibraka, aku boleh keluar malam,” kata Rayhan kepada Diary Paskibraka Liputan6.com belum lama ini.

Gue juga pengin bisa keluar malam. Apalagi saat itu gue lagi pacaran, jadi tawaran itu gue ambil,” Faro menambahkan.

Faro adalah Paskibraka Nasional 2019 kelahiran Jakarta, 14 Desember 2002. Dan dia berasal dari keluarga yang juga pernah menjadi Paskibraka Nasional.

Baca juga: Terpilih Sebagai Paskibraka 2019 Tingkat Nasional, Alfaro Siap Tinggalkan Sekolah Selama Sebulan

Ibunya, Ayu Tifanny Chaerul Putri adalah Pembawa Baki Paskibraka Nasional 1991.

3 dari 4 halaman

Paskibraka Nasional 2019 Jawa Barat, Rangga, Penggerek Tali Tiang Bendera

Rangga Wirabrata Mahardika, Paskibraka Nasional 2019 yang ditunjuk sebagai Penggerek Tali Tiang Bendera pada HUT ke-74 RI di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Sementara Paskibraka 2019 dari Jawa Barat, Rangga Wirabrata Mahardika, mau menjadi seorang Pasukan Pengibar Bendera karena dia ingin menjadi seorang Polisi.

Cowok yang dekat dengan kakaknya ini bahkan lebih memilih sekolah yang ada asramanya agar bisa menjadi sosok yang lebih rajin.

“Soalnya, kalau mau jadi polisi harus rajin dan tepat waktu,” kata Rangga.

Baca juga: Pelatih Nyaris Memulangkan Calon Paskibraka Nasional 2019 Asal Jawa Barat

Rangga adalah cucu mantan Kapolri Republik Indonesia. Anak dari KBP Irwan Anwar SIK, SH, MH ini lahir di Jakarta, 28 Juli 2003.

4 dari 4 halaman

Rafi Ahmad, Paskibraka Nasional 2019 dari Banten

Paskibraka Nasional 2019 dari Banten, Rafi Ahmad Falah ditunjuk sebagai Komandan Kelompok 8 Tim Merah (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Dan yang terakhir adalah Rafi Ahmad Falah, Paskibraka Nasional 2019 perwakilan Banten.

Sosok yang memiliki nama mirip dengan salah satu presenter kondang di Indonesia dipercaya untuk menjadi Lurah Desa Bahagia. Sebutan bagi tempat atau asrama Paskibraka 2019 di Cibubur, Jakarta Timur.

Rafi Ahmad dipercaya menjadi Komandan Kelompok 8. Setiap harinya, Rafi bersama Rayhan dan Rangga meluangkan waktu istirahat untuk latihan sendiri tanpa pelatih.

Baca juga: Rafi Ahmad Resmi Terpilih Jadi Lurah Asrama Paskibraka 2019

“Harus serius dan tekun, biar dipilih,” katanya.

Akhirnya, tiga orang Paskibraka Nasional 2019 ini pun dipercaya mengemban tugas-tugas tersebut.

Daftar Nama Paskibraka dari Tim Merah yang Bertugas Kibarkan Bendera Pusaka

Liputan6.com, Jakarta – Kelompok Merah Paskibraka 2019 terpilih sebagai tim yang bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Berdasarkan pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com , pengumuman tim yang bertugas pada upacara HUT ke-74 RI di pagi dan sore hari sejak pukul 07.00 pagi.

Adapun yang ditunjuk menjadi Komandan Kelompok 17 adalah Muhammad Adzan dari Nusa Tenggara Barat. Adzan mengaku beberapa kali dilatih menjadi Danpok 17 selama masa latihan hingga gladi bersih.

“Enggak kehitung. Belasan. Di Istana saja empat kali,” kata Adzan kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Istana Merdeka.

Paskibraka 2019 yang memiliki tinggi 181 cm ini merupakan pelajar dari MAN 2 Kota Bima. Dia anak dari Muhammad Daud. Dan lahir di Kupang pada 13 April 2003.

Sementara itu, Komandan Kelompok 8 adalah Paskibraka perwakilan Banten, Rafi Ahmad Falah. Cowok kelahiran Cilegon, 30 Maret 2002 ini bersekolah di SMA IT Raudhatul Jannah. Rafi adalah anak dari Trio Pambudi, seorang karyawan swasta.

Untuk penggerek bendera, pelatih menjatuhkan pilihan pada Rangga Wirabrata Mahardika. Paskibraka 2019 dari Provinsi Jawa Barat yang bersekolah di SMA Presiden. Cowok ini paling dekat dengan kakak perempuannya dan sering menghabiskan waktu luangnya bersama kakak tercinta.

2 dari 2 halaman

Pembentang dan Pembawa Baki Paskibraka 2019

Inilah sang pembentang dan pembawa baki Paskibraka Nasional 2019. Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, Paskibraka DKI Jakarta dan Salma El Mutafaqqiah Putri Achzaabi dari Jawa Tengah (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Pembentang sendiri adalah Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar dari Provinsi DKI Jakarta, siswa SMA Al-Izhar Pondok Labu. Meski awalnya tidak ingin bergabung dalam Paskibraka, berkat bujukan dan latihan dari sang ayah, Alfaro berhasil mendapatkan posisi sebagai pembentang pada upacara HUT ke-74 RI di pagi hari.

Terakhir adalah pembawa baki, yakni Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi asal Provinsi Jawa Tengah. Dia adalah siswi SMA Pradita Dirgantara Boyolali yang berambisi menjadi pilot angkatan udara.

Adapun yang akan menjadi Komandan Upacara Kapten Infantri Ar Razi Furqon Draya Dalimunthe (AD). Cadangannya adalah Kapten Teknik Didid Hendro Sutrisno (AL).

Salma Paskibraka Jawa Tengah Sang Pembawa Baki 2019 di Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta – Paskibraka 2019 yang bertugas sebagai pembawa baki adalah Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi dari Jawa Tengah.

Salma akan menerima Sang Saka Merah Putih dari Presiden Joko Widodo untuk dikibarkan. Ada pun yang menjadi tim pengibar dari Kelompok Merah adalah Rayhan Alfaro Ferdinan Siregar (Paskibraka Nasional 2019 DKI Jakarta), Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat), dan Rafi Ahmad Falah (Banten)

Selama pendidikan dan pelatihan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur, Paskibraka kelahiran Malang, 16 Desember 2002 ini cukup sering dilatih sebagai pembawa baki 2019.

Dari pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com , Salma sempat dipasangkan dengan Paskibraka dari Aceh, Indrian Puspita Rahmadhani yang berada di posisi cadangan.

Sebelum akhirnya yang menempati posisi tersebut adalah Sylvia Kartika Putri dari Sumatera Utara.

Salma tidak selalu dilatih sebagai pembawa baki. Dia pun pernah mencicipi posisi baki cadangan dan berada di barisan kelompok 17.

Namun, begitu masuk gladi kotor sampai gladi bersih, Salma cukup sering dilatih secara intens untuk menerima atau mengembalikan bendera dari atau ke inspektur upacara (Irup).

Pada upacara HUT ke-74 RI, yang Paskibraka bertugas sebagai pembawa baki cadangan adalah Sylvia.

2 dari 2 halaman

Profil Paskibraka Pembawa Baki 2019 Salma dari Jawa Tengah

Salma, Pembawa Baki HUT ke-74 RI di Istana Merdeka adalah Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah (Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Berikut profil Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2019, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi.

Nama : Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi.

Nama panggilan : Salma

Tempat dan tanggal lahir : Malang, 16 Desember 2019

Nama orangtua : Achmad Aswin Achzaab

Sekolah : SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah

Malapetaka yang Bikin Paskibraka Indri dari Aceh Ingat Nasihat Ibu

Liputan6.com, Jakarta – Gadis Aceh Indrian Puspita Ramadhani selalu ingat dengan nasihat ibunya agar selalu menjaga diri dan tidak ceroboh selama menjalani pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka Nasional 2019.

Dia bercerita, dulu dirinya pernah kehilangan benda berharga karena ceroboh.

“Bunda bilang tetap semangat, di sana jangan cengeng-cengeng, jangan ceroboh karena aku ceroboh orangnya,” ujar Indri sambil tertawa kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Istana Merdeka, Jakarta.

“Ceroboh ini Kak, barang. Pernah kehilangan handphone di Aceh, kayak lagi main kan ke Timezone gitu, terus hapenya di kantong, tiba-tiba gak ada lagi. Hilang gara-gara keseruan main,” kata Paskibraka Nasional 2019 berhijab ini.

Pengalaman dan nasihat ibunya itu pun membuat Indri menjadi lebih berhati-hati. Dia mengatakan, sampai saat ini dirinya tidak pernah lagi ceroboh dalam meletakkan barang.

Selain itu, dia juga terus menjaga kondisi fisiknya agar tidak tumbang. Dia pun belum pernah sakit selama menjalani latihan Paskibraka Nasional 2019.

“Kesehatan sangat dijaga, Kak. Siap, belum pernah sakit,” kata Indri.

2 dari 4 halaman

Gugup Latihan di Istana Merdeka

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Aceh, Indrian Puspita Ramadhani. (Foto: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat).

Indri juga menceritakan [engalamannya selama berlatih di Istana Merdeka, Jakarta. Menurutnya, latihan terasa sangat berbeda dibanding saat menjalaninya di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.

Hal ini karena rumput di istana membuat langkah kaki terasa lebih berat.

“Berat banget kak. Kayak waktu kan pertama di aspal, sampai ke rumput udah kayak ketarik langkah kita tuh, udah kayak berat, kayak dipakein apa gitu ke kaki. Berat banget rasanya,” tutur Indri kepada Diary Paskibraka Liputan6.com usai latihan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 14 Juli 2019.

Suasana latihan di Istana Merdeka juga dianggap Indri terasa lebih megah. Dia pun sempat merasa gugup saat pertama kali mulai latihan di sana.

Pelatih juga jadi lebih sering memerintahkannya untuk mengangkat kaki lebih tinggi lagi. Gerakan tangan pun diminta untuk jadi lebih tegas.

“Kakak pelatihnya bilang angkat kakinya tinggi-tinggi biar sama jadinya, biar rapi, biar barisannya bagus. Kalau satu tinggi satu pendek kan gak bagus, gitu,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Kangen Suasana di Aceh

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Aceh, Indrian Puspita Ramadhani. (Foto: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat).

Cewek yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian (Akpol) atau Angkatan Militer (Akmil) ini menambahkan, dia juga sangat rindu dengan suasana di Aceh. Terutama, dengan masakan Aceh yang dinilainya paling enak sedunia.

Apalagi, masakan ibunya juga tidak ada yang menandingi.

“Makanan di Aceh enak-enak. Enak banget makanan di Aceh, makanan masakan bunda, rendang,” ungkap Indri.

Namun, Indri ternyata tidak begitu kaget dengan masakan yang ada di Jakarta. Ternyata, dia pernah tinggal di Tanggerang saat masih kecil dulu. 

“Kalau ke Jakarta gak pertama kali. Dulu tinggal di Tanggerang, abis itu kelas 4 SD pindah ke Aceh,” kata dia.

Meski Aceh lebih panas, cewek yang hobi bernyanyi ini tetap rindu dengan kampung halamannya.

“Jakarta lebih adem daripada Aceh. Tapi lebih enak di Aceh,” Indri mengakhiri sambil tersenyum.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Jelang Tugas, Paskibraka Nasional 2019 Wakil Sumut Kangen Omelan Ibunda

Liputan6.com, Jakarta – Paskibraka Nasional 2019 dari Sumatera Utara, Sylvia Kartika Putri mengaku paling kangen dengan omelan ibunya. Lucunya, dia jadi lebih rajin merapikan kamar saat pendidikan dan pelatihan (Diklat) Paskibraka 2019 karena ingat omelan bunda.

“Biasanya sama-sama dengan mama, terus kayak misalnya kalau salah, mama suka marah gitu, jadi rindu,” katanya sambil tertawa kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Istana Merdeka, Jakarta.

“Kalau di sini kan sepi jadinya, jadi kayak sepi gitu,” kata Paskibraka Nasional 2019 yang hobi bermain voli ini.

Sylvi bercerita, saking ingatnya dengan omelan bunda, kamarnya sekarang saat karantina di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur pernah mendapat penghargaan sebagai kamar terbersih. Dia dan rekan sekamarnya pun dapat lambang Garuda Besar.

Dia pun rindu dengan masakan sambal terasi buatan ibunya. Selama menjalani Diklat Paskibraka Nasional 2019, Sylvi tidak boleh memakan sambal karena bisa mengganggu kesehatannya.

Dia sangat ingin ibunya memasakkan makanan kesukaannya saat dia pulang nanti.

“Maulah minta mama masak. Sudah lama soalnya enggak makan. Kangen sambal terasi buatan mama barengan sayur rebus, terus ayam digulai,” katanya.

“Buat mama semoga sama adik di rumah sehat-sehat saja, semuanya berjalan dengan baik. Kalau sama papa, semangatlah kerjanya biar bagus,” Sylvi melanjutkan.

2 dari 3 halaman

Atlit Bola Voli di Kampung Halaman

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Sumatera Utara, Sylvia Kartika Putri. (Foto: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat).

Selain itu, Sylvi ternyata memang sudah terbiasa berolahraga. Sebab, dia adalah atlet bola voli di kampung halamannya. Dia pun tergabung dalam Tim PBVSI Pematang Siantar.

“Engga capek, sebelumnya juga udah kebiasa, karena kan atlet juga kan bola voli. Main di kabupaten, di kota,” kata Sylvi.

Guna menjaga semangat, Sylvi kerap melakukan persiapan fisik dan mental tersendiri. Menurutnya, ibadah dan olahraga ringan harus terus dilakukan.

“Ibadah, terus diiringi juga dengan olahraga ringan di kamar. Push up, sit up, sama back up,” kata dia.

Cewek yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian (Akpol) atau Angkatan Militer (Akmil) ini bercerita, salah satu tantangan terberat dia dalam berlatih adalah menjaga senyum. Menurutnya, wajah jadi terasa pegal karena harus tersenyum setiap saat.

“Mempertahankan senyum dengan waktu yang lama iya, kayak pegal gitu. Senyum, cuma kayaknya kalau udah lama jadi kaku gitu,” Sylvi mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Cerita Paskibraka Nasional 2019 Rasakan Gempa Pertama Kali di Asrama

Liputan6.com, Jakarta – Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Selatan, Ulfiatussaah, dan Paskibraka dari Sumatera Selatan, Dini Damayanti menceritakan pengalaman tak terlupakannya ketika menjalani pendidikan dan pelatihan di Cibubur, Jakarta Timur.

Apalagi kalau bukan gempa Banten yang terjadi pada 2 Agustus 2019. Gempa tersebut terasa sampai ke PP-PON Cibubur, Jakarta Timur. Mereka berdua sendiri memang baru pertama kali merasakan gempa.

“Baru pertama, ini jantung rasanya kayak mau loncat ke lapangan. Lampu ngayun-ngayun, pintu juga goyang. Jadi mau keluar itu ragu. Pas waktu itu lagi di masjid, mau adzan,” kata Dini kepada Diary Paskibraka Liputan6.com belum lama ini.

“Jangan sampai ngerasain lagi, ya Allah. Dini juga pikirannya gitu, terserah kepada Allah. Aku langsung lari aja ke lapangan. Sempat ngamanin jantungnya lama banget, tidur aja tidak nyenyak, kebangun melulu,” kata Paskibraka Nasional 2019 yang dikenal ceriwis ini.

Sementara U’ul, saat itu dirinya tengah beristirahat di kamarnya karena sedang tidak salat. Ketika gempa mengguncang, dia lantas berlari dengan cepat keluar dari kamar.

Gempa dengan kekuatan 7,4 SR yang berpusat di 147 km Barat Daya Sumur-Banten ini membuatnya sangat kaget. U’ul pun sempat sedih karena takut ibunya di kampung halaman khawatir dengan keadaannya.

“Aku takut dia kayak cemas gitu, kan enggak pernah pegang handphone. Enggak pernah nelpon, enggak pernah kasih kabar, nanti dia takut, jadi ya aku di sini baik-baik saja. Aku khawatir, sempat nangis,” katanya.

Namun, pengalaman tak terlupakan ini juga membawa tawa tersendiri bagi dua Paskibraka Nasional 2019 tersebut. U’ul mengatakan, dia jadi merasa geli sendiri ketika ingat rasa paniknya saat gempa terjadi.

“Lucu banget kak, aku kan lagi di lantai dua tuh karena kan lagi enggak salat. Jadi ambil tangga itu langsung lima anak tangga, langsung lari,” ujar dia sambil tertawa lepas.

“Pas itu dibilang mau ada gempa susulan, udah siapin baju kalau keluar harus buru-buru. Langsung atur strategi lah, Kak,” dia menambahkan.

2 dari 3 halaman

Rindu dengan Orang Tua

Calon Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Selatan, Ulfiatussaah (kanan) dan dari Sumatera Selatan, Dini Damayanti (kiri). (Foto: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat).

U’ul dan Dini menambahkan, mereka berdua sangat senang menjalani Diklat Paskibraka 2019. Sebab, semua teman-teman yang ada di sana memiliki cerita tersendiri yang unik.

“Semuanya kocak kak, kalau ketemu kayak orang gak waras semua gitu. Itu yang bikin kita semangat di sini karena kita beda-beda,” kata U’ul.

Selain itu, dukungan dari orangtua juga selalu diingat oleh mereka berdua. Semangat latihan pun mereka jaga dengan baik guna membanggakan orangtua.

“Suka duka pasti ada Kak, kayak rindu orangtua, jauh dari orangtua, pasti rindu,” katanya.

“Walaupun jauh dari orangtua tetep semangat, penyemangatnya juga ada. Kalau orangtua di sini bunda juga ada. Jadi kalau rindu orangtua itu lihat Bunda Nina, Kak Ophy, Kak Tri, langsung terobati,” Dini menambahkan.

Kebetulan, mereka berdua juga ingin menjadi Polwan. Karenanya, U’ul dan Dini pun serius dalam berlatih di Paskibraka 2019 agar punya kesempatan yang lebih baik untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

“Mau masuk Akpol, angkat derajat orangtua,” kata U’Ul

“Jangan lupa doain aku, semoga aku di sini sehat-sehat. Bisa 17-an Agustus, bisa membanggakan orang tua, kebetulan ayah udah meninggal, tinggal ibu, terus aku di sini baik-baik saja,” U’ul mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Dari Cucu Mantan Kapolri Sampai Rafi Ahmad, Daftar Paskibraka Istana Merdeka Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta – Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka pada hari ini, 17 Agustus 2019 akan segera dimulai. Anggota Paskibraka Nasional 2019 juga sudah tiba di Wisma Negara kira-kira pukul 05.45 wib.

Sebentar lagi akan diumumkan tim yang akan bertugas pada upacara detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia di pagi dan sore hari.

Namun, siapa saja nama Paskibraka yang akan menjalankan tugas sebagai tim pengibar dan juga pembawa baki masih menjadi teka-teki.

Nama-nama itu tidak diumumkan secara langsung. 15 menit sebelum upacara dimulai, para pelatih akan memperlihatkan sosok Paskibraka Nasional 2019 yang akan bertugas sebagai pembawa baki, komandan kelompok delapan, penggerek, pembentang Sang Saka Merah Putih, dan komandan kelompok 17 saat mereka sudah berada di daerah persiapan.

Dari catatan Diary Paskibraka Liputan6.com , pendidikan dan pelatihan pasukan pengibar bendera pusaka yang berpusat di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) milik Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibubur, Jakarta Timur, diisi oleh anak-anak berprestasi dari latar belakang keluarga yang berbeda.

Tidak pandang bulu, semuanya akan dilatih dengan porsi dan perlakukan yang sama pula. Selama tiga minggu, para pelatih dari Garnisun akan menilai berdasarkan kemampuan masing-masing anak.

2 dari 9 halaman

Paskibraka Mantan Cucu Kapolri

Paskibraka Nasional 2019 yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia sudah menjalankan Diklat selama tiga minggu di PP-PON Kemenpora, Cibubur, Jakarta Timur. Mereka siap melaksanakan tugas pada HUT ke-74 RI (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Rangga Wirabrata Mahardika, misalkan. Cowok yang diketahui merupakan cucu dari mantan Kapolri, Roesmanhadi, ini terlihat berlatih dengan giat agar keinginannya menjadi penggerek bisa terwujud.

Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Barat bahkan selalu mencatat kesalahan yang dia perbuat selama latihan. Meski berambisi menjadi penggerek, tapi Rangga tidak akan kecewa apabila pelatih tidak memilihnya.

“Di mana pun saya ditugaskan, saya siap,” kata Rangga kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Istana Merdeka.

Baca juga: Cerita Rangga, Paskibraka dari Jawa Barat yang Dekat dengan Sang Kakak

Selain Rangga, ada juga Rafi Ahmad Falah, Paskibraka Nasional 2019 dari Banten.

Cowok yang namanya mirip sama presenter kondang di Indonesia itu bahkan rela mengurangi waktu tidur malamnya, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Menurutnya, latihan yang keras tanpa diimbangi dengan doa yang sama kerasnya akan sia-sia.

Baca juga: Filosofi Ember Jadi Andalan Rafi Ahmad di Pemilihan Lurah Paskibraka 2019

Dua kali tim Diary Paskibraka Liputan6.com memergoki Rafi Ahmad tengah melaksanakan salat tahajud di masjid asrama.

Selama Diklat, cowok yang mengaku lebih senang membaca buku ketimbang bermain gim di ponsel ini sering dilatih menjadi Komandan Kelompok (Danpok) 8. Bersama dengan Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (DKI Jakarta) dan Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat).

Setiap anak memiliki tekad yang kuat agar bisa terpilih berada di kelompok delapan. Entah itu menjadi pembentang bendera merah putih, komandan kelompok delapan, penggerek, dan tentu saja pembawa baki.

Nah, berikut daftar 68 nama Paskibraka Nasional 2019 yang bertugas pada upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

3 dari 9 halaman

Daftar Paskibraka Nasional 2019

Anggota Paskibraka Nasional 2019 pada Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Berikut daftar nama calon Paskibraka Nasional 2019

Sumatera

1. DI Aceh

Putra : M Faris Abqari, Man Insan Cendekia

Putri : Indrian Puspita Rahmadhani, SMA Negeri 1 Bireuen

2. Sumatera Utara

Putra : Arya Juna Fathan, SMA Negeri 1 Medan

Putri : Sylvia Kartika Putri, SMA Swasta Kartika 1-4 Pulau Siantar

3. Sumatera Barat

Putra : Roni Kurniawan, SMA Negeri 2 Sawahlunto

Putri : Ratih Biguna Lenadtri, SMA Negeri 3 Padang

4. Riau

Putra : Muhamat Asraf, SMA Negeri 1 Kampar Kiri Tengah

Putri : Tri Setya Negara Putri, SMA 1 Rengat

5. Kepulauan Riau

Putra : Muhammad Pazi, SMA Negeri 1 Kundur

Putri : Wiwik Yulianti, SMA Negeri 1 Senayang

6. Jambi

Putra : Gusnadi, SMA 2 Kota Sungai Penuh

Putri : Suci Ayuni, SMA 1 Tebo

7. Sumatera Selatan

Putra : Dimas Triyono Putra, SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung

Putri : Dini Damayanti, SMA Negeri 01 SEMBAWA

8. Bangka Belitung

Putra : Catarino Jorge Fernandes, SMA Negeri 1 Pangkal Pinang

Putri : Annisa Hurul Aini, SMA Negeri 1 Sungailiat

9. Bengkulu

Putra : Sudrajat Prawijaya, SMA Negeri 4 Rejang Lebong

Putri : Aisyah Rahmawati, SMA Negeri 3 Kabupaten Seluma

10. Lampung

Putra : Bagas Satria Wijaya, SMA Negeri 1 Metro

Putri : Marluna Fitri Dwiana, SMA Negeri 7 Bandar Lampung

4 dari 9 halaman

Paskibraka Nasional 2019 di Istana Merdeka

Anggota Paskibraka Nasional 2019 pada Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Pulau Jawa

11. DKI Jakarta

Putra : Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar, SMA Al-Izhar

Putri : Rachel Emmanuel Miranda Putong, SMA 1 PSKD

12. Jawa Barat

Putra : Rangga Wirabrata Mahardika, SMA Presiden, Bekasi

Putri : Fara El Diba, SMA Neger 1 Purwakarta

13. Banten

Putra : Rafi Ahmad Falah, SMAIT RJ

Putri : Adilah Hana Khotimah, SMAN 7 Kota Tangerang

14. Jawa Tengah

Putra : Muhammad Fany Nur Wibowo, SMA Negeri 1 Magelang

Putri : Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi, SMA Pradita Dirgantara

15. DI Yogyakarta

Putra : Muhammad Ma’ruf, SMK Negeri 1 Sanden, Kabupaten Bantul

Putri : Galuh Kumala Hapsari, SMA negeri 8 Yogyakarta

16. Jawa Timur

Putra : Mochammad Devano Faris Estiawan, SMAN 1 Batu

Putri : Dhea Lukita Andriana, SMAN 1 Ngunut

5 dari 9 halaman

Daftar Nama Paskibraka 2019

Anggota Paskibraka Nasional 2019 pada Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Bali dan Nusa Tenggara

17. Bali

Putra : I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinata, SMA Negeri 1 Mendoyo

Putri : I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari, SMA Negeri 1 Bangli

18. NTB

Putra : Muhammad Adzan, MAN 2 Kota Bima

Putri : Shelly Melsyan Silva, SMA Negeri 2 Sumbawa Besar

19. NTT

Putra : Noval Ramadhan Mandaka, SMA Swasta Islam Muthmainna Ende

Putri : Cecillia Corteresi Martins, SMA Negeri 2 Atambua

6 dari 9 halaman

Paskibraka Nasional 2019

Paskibraka Nasional 2019 yang akan bertugas di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2019 saat pertama kali tiba di Cibubur, 25 Juli 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kalimantan

20. Kalimantan Barat

Putra : Wirendi Angga Rahmawan, SMA Negeri 1 Ketapang

Putri : Thalia Putri Andriani, SMA Negeri 1 Pontianak

21. Kalimantan Tengah

Putra : Zaini Fahmi, Man Barito Utara

Putri : Ivana Maria Sullyn Tangkere, SMAS Taruna Jawa

22. Kalimantan Selatan

Putra : Muhammad Asri Maulana, SMA Negeri 1 Kandangan

Putri : Gusti Putri Dayana Sifa Dalpa, SMA Negeri 1 Simpang Empat

23. Kalimantan Timur

Putra : Yudho Krisnahadi, SMA Negeri 4 Balikpapan

Putri : Arina Qanita, SMA Negeri 1 Tanah Grogot

24. Kalimantan Utara

Putra : Fahmi Nur Deskaruniawan, SMA Negeri 1 Tanjung Selor

Putri : Cut Putri Widya Utami, SMA Negeri 1 Tarakan

7 dari 9 halaman

Paskibraka 2019

Paskibraka Nasional 2019 mengikuti pendidikan dan pelatihan pasukan pengibar bendera pusaka dari tanggal 25 juli sampai 23 Agustus 2019. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sulawesi

25. Sulawesi Utara

Putra : Alim Arsad, SMA negeri 1 Bolaang Uki

Putri : Eugenia Agatha Rondonuwu, SMA Negeri 1 Amuran

26. Sulawesi Barat

Putra : Wisko Pralistra, SMA Negeri 1 Mamasa

Putri : Iin Wandani S, SMA Negeri 1 Manuju

27. Sulawesi Tengah

Putra : Rafli Mohammad M Tahir, SMA Negeri 2 Palu

Putri : Afifa Anggraini Canon, SMA Negeri 1 Luwuk

28. Sulawesi Selatan

Putra : Kasatria Jaya Saputra, SMA Negeri 3 Luwu

Putri : Ulfiatussaah, UPT SMA Negeri 7 Sinjai

29. Sulawesi Tenggara

Putra : Muhammad Arief Wijaya, SMA Negeri 2 Kendari

Putri : Lestari Puspita sari, SMA Negeri 1 Baubau

30. Gorontalo

Putra : Mohmmad Rizki Alfuandi Hunta, SMA Negeri 1 Kabila

Putri : Noviati Wulandari Saleh, SMA Negeri 1 Limboto

31. Maluku Utara

Putra : Syuhal Juliyanto Tilaar, SMA Negeri 1 Tidore

Putri :  Weina Lahengko, SMA Bina Talenta Halmahera

32. Maluku

Putera : Murex Jakcson Sahetapy, SMA Negeri 5 Ambon

Puteri : Nanda Afifa Rahmad, SMA Negeri 11 Ambon

8 dari 9 halaman

Paskibraka Nasional 2019 dari Indonesia Timur

Paskibraka Nasional 2019 asal Papua, Denollati Nonce Kawa Pararem (kanan) dan Papua Barat, Uriani Vanesta Kubiari (kiri) usai potong rambut. (Foto: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira).

Papua

33. Papua Barat

Putra : Menno Asyopan Waray Karubaba, SMA Negeri 1 Manokwari

Putri : Uriani Vanesta Kubiari, SMA Negeri 1 Manokwari

34. Papua

Putra : Carolus Keagop Kateyau, SMA YPPK Teruna Bakti

Putri : Denollati Nonce Kawa Pararem, SMKN 1 Jayapura

9 dari 9 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Paskibraka Nasional 2019 Tiba di Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara HUT ke-74 RI sudah tiba di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka telah rapi berbaris untuk mengikuti gladi resik upacara penetapan tim penugasan pada pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya, tim Diary Paskibraka Liputan6.com juga berkesempatan menyaksikan persiapan mereka di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Sabtu 17 Agustus 2019 sejak dini hari. Anggota Paskibraka ini dirias sejak pukul 02.00 WIB dan pukul 04.00 WIB.

Meski harus bersiap sejak pagi-pagi buta, para anggota Paskibraka putra dan putri tetap bersemangat dan tampil dengan segar. Mereka pun tetap asyik bercanda dan saling memerhatikan kerapihan pakaian satu sama lain.

Di sela-sela proses rias, sebagian Paskibraka menyantap roti, telur, sosis, dan segelas susu sebagai sarapan. Baru setelah itu mereka melaksanakan salat Subuh berjamaah.

Paskibraka dari Kelompok Merah Terpilih untuk Kibarkan Bendera Pusaka

Liputan6.com, Jakarta – Kasgartap I/Jakarta, Brigadir Jenderal TNI Syafruddin SE, MM, MTr(Han), memutuskan bahwa Paskibraka dari tim Merah akan bertugas mengibarkan bendera pusaka pada upacara HUT ke-74 RI di pagi hari.

Sementara itu, yang ditunjuk sebagai petugas upacara penurunan Sang Merah Putih pada pukul 17.00 WIB adalah Paskibraka dari tim Putih.

Khusus siapa Paskibraka yang akan menjadi Pembawa Baki, Penggerek, Pembentang, dan Komandan Kelompok 8 belum diumumkan.

2 dari 2 halaman

Paskibraka Nasional 2019 Bersiap Sejak Subuh

Seluruh anggota Paskibraka Nasional 2019 telah bersiap sejak pukul 02.00 WIB. Mereka dirias agar tampil menarik (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Istimewa, Jika 3 Paskibraka Nasional 2019 Ini Jadi Tim Pengibar

Liputan6.com, Jakarta – Sekilas tampak biasa dari sosok Paskibraka Nasional 2019 ini. Mereka adalah Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (DKI Jakarta), Rafi Ahmad Falah (Banten), dan Rangga Wirabrata Mahardika (Jawa Barat).

Namun, semua bakal terlihat ‘berbeda’ jika para pelatih mempercayai mereka mengemban tugas sebagai tim yang mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka.

Sebab, para Paskibraka Nasional 2019 ini mungkin menjadi Trisula Pengibaran pertama yang berasal dari pulau yang sama. “Kami semua tetangga. Rumahku dan rumah Faro berdekatan, bahkan Faro sama kakak aku satu sekolah. Rumahnya Rafi kalau dilihat dari maps tidak terlalu jauh,” kata Rangga sambil berkelakar.

Keistimewaan lainnya, nama mereka sama-sama berawalan huruf R.

“Kalau kami yang nantinya bertugas, kami jadi Paskibraka Trio R,” kata Faro saat berbincang dengan Diary Paskibraka Liputan6.com di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga milik Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur.

“Oh, iya, nama kita sama-sama R. Baru sadar gue,” kata Rafi menimpali omongan Faro.

Jika mereka sampai dipercayai untuk menempati posisi sebagai tim pengibar dari kelompok Merah atau regu A, itu berarti tiga orang Paskibraka Nasional 2019 ini ikut meneruskan perjuangan senior mereka di tahun 2016.

Pada tahun itu, Muhammad Aditya Ersyah Lubis (Banten) bertugas sebagai Penggerek tim Arjuna, Amarik Fakhri Marliansyah (Jakarta) sebagai Penggerek tim Bima, dan Alldi Padlyma Allamurochman (Jawa Barat) sebagai Pembentang Sang Merah Putih dari tim Bima.

Meski posisinya akan berbeda, karena Rayhan selalu menjadi Pembentang, Rafi menjadi Komandan Kelompok (Danpok) 8, Rangga sebagai Penggerek, tapi sejarah akan tetap mencatat nama mereka.

2 dari 4 halaman

Penilaian Terhadap Paskibraka Nasional 2019 dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Ini

Dari kiri ke kanan : Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar (Paskibraka Nasional 2019 DKI Jakarta), Rafi Ahmad Falah (Paskibraka Nasional 2019 Banten), dan Rangga Wirabrata Mahardika (Paskibraka Nasional 2019 Jawa Barat)

Guna mewujudkan mimpi tersebut, baik Rayhan, Rafi, dan Rangga berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.

Tidak jarang selama di asrama Paskibraka Nasional 2019, mereka menggunakan waktu istirahat di sore hari untuk berlatih sendiri tanpa pengawasan pelatih.

“Aku rasa komposisi kami sudah pas. Rafi suaranya lantang, Rangga juga bagus saat menggerek tali dan tarikannya selalu pas, dan aku tingginya cocok buat membentang bendera. Jadinya klop,” kata Rayhan.

Semula, Rafi butuh adaptasi untuk menyamakan gerakan dengan dua orang rekannya itu. Namun, karena sering dilatih dan berlatih sendiri, membuat ketiganya menjadi jauh lebih kompak.

3 dari 4 halaman

Kata Pelatih Soal 3 Paskibraka Nasional 2019 Ini

Saat Rayhan, Rafi, dan Rangga berlatih bersama Paskibraka Nasional 2019 lainnya dari satu tim yang sama. Terlihat Salma, Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah yang bertugas sebagai Pembawa Baki (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Disinggung soal ini, pelatih dari kelompok Merah, Tashya Amanda mengaku bahwa para pelatih malah sempat tak menyadari hal tersebut

“Kalau kami para pelatih, tidak melihat dia dari provinsi mana. Selama mereka cepat menyerap materi yang diberikan, hal begini bisa terjadi,” katanya.

Dari catatan Diary Paskibraka Liputan6.com , hal seperti ini bahkan pernah dialami Paskibraka Nasional 2017 dari Kalimantan Timur. Mereka sama-sama bertugas di Kelompok 8, dan berada di kelompok yang sama pula. Alfares Deo Simangungsong (Pembentang) dan Ferina Julia Syarif (Baki Cadangan).

Baca juga: Cerita Paskibraka 2017 Asal Kaltim Raih 2 Posisi Terbaik

Menurut Tashya, selama latihan ketiganya termasuk peserta didik yang cepat menyerap materi yang diberikan para pelatih.

Termasuk Rangga, yang di awal-awal latihan tidak terlalu kelihatan, tapi saat memasuki hari ketiga latihan mulai memperlihatkan taringnya. “Tarikan talinya juga halus,” kata Tashya.

Hanya saja sampai detik ini, belum diketahui apakah Rayhan, Rafi, dan Rangga akan bertugas sebagai tim pengibar.

Sebab, pelatih hanya sebatas menilai. Sementara yang akan menentukan hasil akhirnya adalah Kepala Garnisun Tetap I/Jakarta.

“Aku pribadi maunya anak-anak ini siap di mana pun mereka ditempatkan. Mental siap seperti itu yang harus mereka punya,” ujar Tashya.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional

Profil Tarrisa dan Tahta Pembawa Baki Kirab Bendera Pusaka dari Monas ke Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta – Dua orang mantan anggota Paskibraka tingkat nasional tahun 2018 ditunjuk sebagai pembawa baki Kirab Bendera Pusaka.

Mereka adalah Tarrisa Maharani Dewi dan Zanati Tahta Umahati. Keduanya merupakan Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2018.

Pada prosesi Kirab Bendera Pusaka ini, Tarrisa bakal membawa duplikat bendera pusaka dan Tahta membawa teks proklamasi.

Pembawa baki ini akan bergerak dari Museum Nasional sekitar pukul 09.00 menuju Istana Merdeka.

Kirab Bendera Pusaka kembali digelar pada HUT ke-74 RI, 17 Agustus 2019.

Kirab Bendera Pusaka ini menggambarkan penghormatan bendera yang dibawa oleh kerajaan dan masyarakat untuk mengikuti detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, di Istana Merdeka.

Kirab ini berakhir di Istana Merdeka, ditandai dengan penyerahan duplikat bendera pusaka kepada inspektur upacara (Irup), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dalam pelaksanaannya, pembawa baki ini akan menaiki kereta Ki Jaga Raksa. Mereka bakal dikawal puluhan orang yang berjalan dari Monas menuju Istana Merdeka.

Mereka terdiri dari kelompok marching band, siswa dan siswi Sekolah Menegah Pertama (SMP), dan pasukan berkuda dari Satuan Polisi Satwa dan Detasemen Kavaleri Berkuda TNI Angkatan Darat.

Dari pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com pada Sabtu, 17 Agustus 2019, Tarrisa dan Tahta sudah berada di Monas. Saat ini mereka tengah melakukan gladi untuk memantapkan gerakan.

“Doakan kami,” kata Tarrisa.

2 dari 2 halaman

Profil Pembawa Baki Upacara Kirab Bendera Pusaka di Monas

Pembawa Baki pada Kirab Bendera Pusaka Tahun Ini Adalah Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2018, Tarrisa Maharani Dewi dan Zanati Tahta Umahati (Foto: Tarrisa)

Pembawa Baki Duplikat Bendera Merah Putih

Nama : Tarrisa Maharani Dewi

Tempat dan tanggal lahir : Palembang, 10 Juli 2002

Hobi : Travelling

Sekolah : SMAT Krida Nusantara

Cita : Pengusaha dan Dokter

Pembawa Baki Teks Proklamasi

Nama : Zanati Tahta Umahati

Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 15 September 2002

Sekolah : SMA Unggul Negeri 1 Kota Pagaralam

Hobi : Bermain Basket

Cita-cita : Taruni Akademi Kepolisian.

2 dari 5 Paskibraka Nasional 2019 Ini Pembawa Baki di Istana, Siapa Kira-Kira?

Liputan6.com, Jakarta – Dua nama pembawa baki pada HUT ke-74 RI di Istana Merdeka masih dirahasiakan. Sampai detik ini, hanya Kepala Garnisun yang tahu siapa Paskibraka Nasional 2019 yang beruntung itu.

Tidak ada ‘pengumuman’ nama pembawa baki Paskibraka Nasional 2019. Meskipun tiga jam sebelum perayaan HUT RI dimulai bakal diumumkan tim yang bertugas di pagi dan sore hari, tapi tidak dengan posisi mentereng tersebut.

Biasanya, penunjukkan baru akan dilakukan saat seluruh anggota Paskibraka Nasional 2019 sudah bersiap di daerah persiapan (DP), sekitar pukul 09.45 WIB.

Bagi kamu yang penasaran siapa sosok Paskibraka 2019 pembawa baki, tim Diary Paskibraka Liputan6.com punya beberapa nama yang diprediksi bakal melaksanakan tugas itu.

Baca juga: Prediksi 6 Paskibraka Putri Unggulan Calon Pembawa Baki 2018 Bendera Pusaka

Perlu digarisbawahi bahwa ini hanya sebatas prediksi. Lantaran tim mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal latihan sampai Paskibraka Nasional 2019 gladi bersih di Istana Merdeka pada Kamis, 15 Agustus 2019.

Prediksi ini tim buat dengan melihat sejumlah aspek yang pernah dijelaskan oleh Koordinator Pelatih, Mayor Amar dan salah seorang pelatih dari tim Merah (A), Tashya Amanda.

2 dari 8 halaman

Paskibraka Latihan Sebagai Pembawa Baki dari Hari Pertama Diklat

Tentu saja para anggota Paskibraka harus memenuhi kriteria Pembawa Baki 2019. (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Masing-masing anggota Paskibraka putri dilatih sebagai pembawa baki dari hari pertama latihan di lapangan PP-PON Kemenpora, Cibubur, Jakarta Timur.

Para pelatih akan melakukan dril apabila sudah melihat salah seorang yang dirasa-rasa mampu mengemban tugas sakral tersebut.

Koordinator Pelatih Paskibraka Nasional 2019, Mayor Amar, menjelaskan, dril adalah mengulang kegiatan atau dalam ranah Tentara disebut sebagai pelaksanaan praktik sehari-hari.

Apabila sosok yang diinginkan sudah ditemukan, tim dari Garnisun akan melatih anak tersebut lebih keras lagi, termasuk seluruh gerakan yang belum dikuasai.

Pelatih pun memiliki kriteria dalam memilih Paskibraka bakal calon pembawa baki 2019.

“Kriterianya standar. Paling pokok adalah dia menguasai apa yang menjadi tugas pokoknya,” kata Amar kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Cibubur.

Sekilas terkesan gampang. Pembawa baki hanya perlu menaikin anak tangga lalu menyerahkan Sang Saka Merah Putih ke inspektur upacara.

Namun, setiap langkah dan gerakan yang dilakukan ada hitungannya. Salah sedikit saja, akan merusak tatanan gerakan dan keindahan.

Salah seorang pelatih, yang juga mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tahun 2014, Tashya Amanda, melihat beberapa aspek dalam menilai Paskibraka putri yang layak dipilih sebagai pembawa baki.

“Keindahannya, ketenangannya, sikap, dan mentalnya. Apakah bakinya sudah lurus atau miring, sudah menghitung tangga dengan pas atau belum. Dan cara menaikin dan menurunkan tangga sudah halus atau belum,” kata Tashya.

3 dari 8 halaman

Indri, Paskibraka Nasional 2019 Aceh

Anggota Paskibraka Nasional 2019 berhijab ini pernah terlihat dilatih lebih dari sekali sebagai pembawa baki (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Gadis berhijab dari Aceh ini bernama Indrian Puspita Rahmadhani. Paskibraka Nasional 2019 yang bersekolah di SMA Negeri 1 Bireuen. 

Saat melangkah ke tingkat nasional, Indri memiliki mimpi dan berharap bisa mengemban tugas sebagai pembawa baki. Indri ingin membanggakan Aceh, seperti Cut Aura, Paskibraka 2016 yang bertugas membawa baki pada upacara sore hari di Istana Merdeka. 

Dari pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com , Indri pernah dilatih membawa baki atau nampan lebih dari satu kali. Kala itu, dia satu tim dengan Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi dari Jawa Tengah. 

“Kalau aku bakinya, Salma baki duanya,” kata Indri. 

“Kalau Salma yang baki, aku cadangannya,” Indri melanjutkan. 

Apakah mimpi Indri tersebut bakal jadi nyata, tunggu saja saat upacara HUT ke-74 RI berlangsung.

4 dari 8 halaman

Sylvia, Paskibraka Nasional 2019 Sumatera Utara

Sylvia Kartika Putri, Paskibraka dari Sumatera Utara, berharap bisa mengemban tugas sebagai Pembawa Baki 2019 di Istana Merdeka (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Senada dengan Indri, Sylvia pun ingin agar tahun ini Paskibraka Nasional 2019 dari Sumatera Utara ditunjuk lagi sebagai pembawa baki.

Setelah dua tahun lalu, Ruth Cheline Eglesya Purba, mengemban tugas tersebut pada upacara HUT RI di sore hari.

“Kalau ternyata tidak, tetap bersyukur,” kata Sylvia mantap.

Dari catatan kami, Paskibraka Nasional 2019 yang bersekolah di SMA Swasta Kartika 1-4 Pemantang Siantar ini, dilatih lebih dari lima kali. 

5 dari 8 halaman

Aisyah Rahmawati, Paskibraka Nasional 2019 Bengkulu

Aisyah pun berharap bisa jadi Pembawa Baki 2019. Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu ini hanya bisa pasrah, dan menyerahkan kepada-Nya serta pelatih (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Mula-mula sosoknya tidak terlalu kelihatan. Paskibraka Nasional 2019 dari Bengkulu ini cenderung tertutup, dan pemalu.

Namun, ketika hari terus berganti, sosoknya langsung mencuri perhatian. Tak terhitung sudah berapa kali Aisyah dilatih sebagai pembawa baki. 

Sampai latihan gladi kotor di Istana Merdeka pun gadis kelahiran Rena Panjang, 2 April 2003 ini berlatih menjadi pembawa baki. Dan yang menjadi baki cadangannya adalah Shelly Melsyan Silva dari Nusa Tenggara Barat.

Setiap kali ditanya perihal posisi pembawa baki, Aisyah hanya berujar bahwa di mana pun dia ditempatkan oleh pelatih, berarti memang itu yang terbaik baginya.

Aisyah tak mau berharap terlalu banyak, karena dia sadar banyak juga yang berpotensi mendapatkan posisi yang bakal menjadi pusat perhatian semua orang itu. 

“Aku lakukan yang terbaik saja,” kata Aisyah.

6 dari 8 halaman

Salma, Paskibraka Nasional 2019 Jawa Tengah

Pembawa Baki di Istana Merdeka juga menjadi cita-cita Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Berbeda dengan Aisyah, Salma memiliki pesona yang membuat orang langsung menyadari keberadaannya. Sifatnya yang lebih periang, membuat Paskibraka Nasional 2019 dari Jawa Tengah ini lebih mudah untuk dikenali. 

Salma tak memungkiri mengidam-idamkan posisi sebagai pembawa baki. Namun, dia selalu ingat omongan pelatih, di mana pun akan ditempatkan harus melakukan yang terbaik. 

Salma sendiri dilatih membawa baki lebih banyak dari yang lain. Dia selalu bergantian dengan Indri dan juga Sylvi. Semua posisi pun pernah dia coba.

“Aku Bismillah saja,” katanya.

7 dari 8 halaman

Shelly, Paskibraka Nasional 2019 dari NTB

Shelly, Paskibraka Nasional 2019 yang juga cukup sering dilatih sebagai pembawa baki (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Shelly berada satu tim dengan Aisyah. Dan mereka selalu berganti-gantian waktu latihan. Saat Aisyah yang ditunjuk sebagai pembawa baki, Paskibraka Nasional 2019 dari NTB ini yang menjadi cadangan.

Begitu juga sebaliknya. Saat Shelly yang ditugaskan membawa baki, Aisyah cadangannya. 

Sama seperti Aisyah, Shelly pun cukup sering dilatih untuk posisi ini. Sampai gladi kotor pertama pun, Shelly masih dilatih sebagai pembawa baki. 

Jadi, kira-kira siapa Paskibraka Pembawa Baki 2019? Siapa jagoanmu?

8 dari 8 halaman

Simak Video Menarik Terkait Paskibraka Nasional 2019

10 Tips Foreplay untuk Tingkatkan Kesenangan Saat Bercinta (2)

Liputan6.com, Jakarta Tidak melakukan foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan intim berarti Anda melewatkan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kesenangan. Padahal, sesi ini penting sebelum melakukan penetrasi.

“Seks vaginal cenderung hanya menyenangkan seks pria dan berakhir dengan seks yang dilambangkan pada orgasme pria,” kata peneliti seks asal Kanada, Robin Milhausen dilansir dari Prevention pada Jumat (16/8/2019).

Padahal, sebuah studi menyebutkan bahwa wanita akan lebih mungkin mengalami orgasme ketika mereka terlibat dalam aktivitas seksual lebih banyak ketimbang hanya penetrasi.

“Jika seseorang melakukan hubungan seks vaginal dan mereka ingin memperkuat sensasi serta kesenangan yang didapatkan dari terlibat dalam aktivitas itu, menambahkan aktivitas lain sebelum dan selama hubungan seks bisa memberikannya,” kata Milhausen.

Menyambung bagian pertamanya, berikut ini lima strategi foreplay sebelum berhubungan seks.

2 dari 4 halaman

Gunakan Alat Seks dan Bicara Nakal

Ilustrasi sex toys atau alat bantu seks untuk foreplay (iStockphoto)

6. Bereksperimen dengan Mainan Seks

Selain pelumas, Anda juga bisa menggunakan mainan atau alat seks seperti vibrator.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Milhausen bersama Sex Information and Education Council of Canada bersama Trojan Canada, perempuan yang melakukan masturbasi dengan vibrator lebih mungkin merasa senang saat melakukannya terakhir kali.

7. Bicara Nakal

Nicol Natale, jurnalis Prevention merekomendasikan Anda untuk tidak malu bicara nakal pada suami atau istri. Hal itu bisa menaikkan suasana.

“Anda bisa mulai bicara nakal sebelum memulai foreplay atau sepanjang waktu,” tulis Natale.

3 dari 4 halaman

Jangan Remehkan Foreplay

Seks di kamar mandi saat foreplay (iStockphoto)

8. Mandi Berdua

Natale juga menyarankan Anda dan pasangan untuk mandi berdua. Saat itu, mulailah saling menyentuh dan mencium satu sama lain. Setelah suasana jadi makin panas, lanjutkan ke sesi hubungan seks di kamar tidur.

9. Saling Memijat

Bertukar pijatan membantu Anda saling menyentuh dan sama-sama rileks. Anda bisa memulai dengan menggunakan minyak pijat dan memberikan pijatan sensual.

10. Menjadikan Foreplay Sebagai ‘Acara Utama’

Milhausen meminta pasutri untuk tidak meremehkan betapa luar biasanya peran foreplay dalam sebuah hubungan seks.

“Saya suka mendekonstruksi gagasan mengenai foreplay karena menganggap seks genital sebagai ‘acara utama,’ tapi kegiatan selain seks vaginal sesungguhnya mengagumkan,” kata Milhausen.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

10 Tips Foreplay untuk Tingkatkan Kesenangan Saat Bercinta (1)

Liputan6.com, Jakarta Foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan intim seringkali dilewatkan karena pasangan suami istri terlalu terburu-buru ingin melakukan penetrasi saat berhubungan seks.

“Langsung menuju seks vaginal berarti Anda kehilangan banyak kesenangan yang bisa Anda dan pasangan alami,” kata peneliti seks Robin Milhausen.

Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh Debbi Herbenick dari Indiana University, Amerika Serikat, wanita akan meraih orgasme apabila terlibat dengan aktivitas seksual yang lebih banyak.

Sehingga, foreplay bisa membantu meningkatkan pengalaman seksual pasangan. Milhausen sendiri menyarankan untuk memulainya 15 menit sebelum melakukan penetrasi.

Dilansir dari Prevention pada Jumat (16/8/2019), ada beberapa strategi foreplay yang bisa Anda lakukan bersama pasangan.

2 dari 4 halaman

Ciuman dan Lakukan Permainan Tangan

Ilustrasi Foto Berhubungan Intim atau Seks (iStockphoto)

1. Memulai dengan Ciuman

Mulailah membangun suasana intim dengan ciuman. Baik itu di sofa atau kamar tidur.

Milhausen menyarankan untuk menggunakan ciuman dalam tahap pemanasan, untuk nantinya mengarah pada orgasme, sentuhan genital, hingga seks penetrasi. Lihat berapa lama Anda bisa saling mencium sebelum bergerak ke tahap berikutnya.

 2. Gunakan Permainan Tangan

“Jangan remehkan nilai dari saling menyentuh,” kata Milhausen yang juga profesor di University of Guelph, Ontario, Kanada ini.

Anda bisa bereksperimen dengan berbagai area di tubuh dan mencari tahu apa yang membuat pasangan merasa senang.

“Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk belajar tentang apa yang Anda dan pasangan suka,” kata Milhausen. Untuk mengetahuinya, lihat dan dengarkan bagaimana reaksi mereka ketika disentuh atau ditekan di bagian tertentu.

3 dari 4 halaman

Menjajal Posisi Baru dan Gunakan Pelumas

Ilustrasi posisi seks (iStockphoto)

3. Mencoba Posisi Baru

Ada banyak posisi menyenangkan yang bisa dicoba selama pemanasan. Milhausen merekomendasikan pasangan untuk mencoba pemanasan dengan bersandar di tempat tidur dan saling bercinta.

“Menyendok juga posisi hebat lainnya, karena Anda dapat tetap berada di posisi itu untuk waktu yang lama (atau tidak melelahkan), sementara pasangan yang berbaring di belakang bisa menjangkau dan memiliki akses ke payudara, dada, serta alat kelamin pasangannya,” kata Milhausen.

4. Seks Oral

“Untuk orang yang menerimanya, itu bisa menjadi waktu untuk terfokus pada sensasi seks yang menyenangkan, tanpa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu di saat yang sama,” kata Milhausen.

5. Menggunakan Pelumas

Beberapa pasangan mungkin membutuhkan pelumas saat memulai hubungan seks, terutama saat melakukan pemanasan. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari pemakaian produk semacam itu.

“Jika Anda rentan terhadap infeksi ragi, jauhi yang manis dan mengandung gula,” kata Milhausen.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Daftar Tanaman yang Berpotensi Jadi Obat Antikanker

Liputan6.com, Jakarta Analisis lanjut hasil Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan pada tahun 2018 menemukan, beberapa tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai obat antikanker. Penemuan ini dilakukan melalui skrining in-vitro terhadap tanaman obat maupun formula jamu yang dimanfaatkan untuk tumor dan antikanker.

Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Akhmad Saikhu menyebutkan, tanaman obat tersebut.

“Ada beberapa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker, antara lain Mikania micrantha Kunth, Leucas lavandulifolia Sm., Callicarpa longifolia Lam., Calophyllum inophyllum L., Tetracera scandens (L.) Merr., dan akar batu/aikabasa (Cucurbitaceae),” papar Saikhu, sebagaimana dikutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Jumat (16/8/2019).

Temuan beberapa tanaman di atas diperoleh dari hasil pengujian tanaman terhadap beberapa sel kanker, seperti sel kanker payudara, sel kanker kolon, dan sel kanker serviks.

2 dari 3 halaman

Serangkaian Uji Klinis

Uji klinis dilakukan untuk membuktikan khasiat tanaman obat. (iStockphoto)

Jamu atau obat tradisional kerap dimanfaatkan masyarakat berdasarkan konsep kepercayaan secara turun temurun yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sayangnya, penggunaan secara empiris tersebut belum bisa digunakan sebagai acuan dalam pemanfaatan tumbuhan obat atau jamu secara luas di masyarakat.

Oleh karena itu, Badan Litbangkes melalui program Saintifikasi Jamu melakukan pembuktian secara ilmiah khasiat berbagai tanaman obat ini. Serangkaian uji klinis dilakukan untuk memeroleh bukti bahwa tanaman obat tertentu dapat mengobati kanker.

“Tumbuhan obat dan jamu untuk dapat digunakan kepada pasien dalam upaya kuratif butuh rangkaian penelitian. Penilaian standarisasi tanaman untuk menjadi bahan baku yang bermutu dan aman, dilanjutkan dengan uji pra-klinik pada hewan coba. Kemudian uji klinik pada manusia melalui fase 1 sampai dengan fase 4,” Saikhu menjelaskan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Rajin Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud, Jasmine Malah Nyaris Mati

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita bernama Jasmine rajin membersihkan telinganya dengan cotton bud. Dia tidak tahu bahwa kebiasaan tersebut harus membuat organ pendengarannya rusak permanen.

“Saya menderita gangguan pendengaran dan suara bising di telinga kiri selama bertahun-tahun,” kata Jasmine pada majalah That’s Life seperti dikutip dari New York Post pada Jumat (16/8/2019).

Gangguan pendengarannya mulai terasa parah Februari tahun lalu, kala itu, dia tidak bisa mendengar suara kedua putranya yang masih kecil. Ketika berkunjung ke dokter, mereka memberinya antibiotik untuk infeksi telinga.

Namun, wanita Australia itu tetap melanjutkan kebiasaan mengorek telinganya dengan cotton bud. Hingga tak lama kemudian, dia mendapati cairan cokelat dan darah dari telinganya.

2 dari 4 halaman

Infeksi yang Mengancam Nyawa Jasmine

Ilustrasi telinga (iStockphoto)

CT scan menunjukkan bahwa ada infeksi bakteri yang mengancam tengkorak dan otaknya. Dokter pun meminta Jasmine melakukan operasi yang seharusnya sudah dilakukan empat sampai lima tahun yang lalu. Jika tidak, infeksi tersebut bisa memakan otaknya dan membunuh Jasmine.

“Kapas terkumpul dan bernanah selama lima tahun, dan tulang tengkorak di belakang telinga saya setipis kertas,” kata wanita 37 tahun itu.

“Saya tidak tahu bahwa pembunuh tersembunyi terselip di telinga saya.”

Mengutip Newsweek, ahli bedah melakukan operasi selama lima jam dengan memotong jaringan yang terinfeksi. Mereka lalu membentuk lagi saluran telinganya. Salah satu dari tenaga kesehatan mengatakan bahwa Jasmine terlalu dalam saat membersihkan telinga dengan cotton bud.

“Jika Anda menunggu lebih lama, Anda bisa mati,” kata dokter pada saat itu.

3 dari 4 halaman

Menyesal Tak ke Dokter Dari Awal

Membersihkan Telinga

Walaupun infeksi bisa dibersihkan, operasi yang telat dilakukan membuatnya harus kehilangan pendengarannya di satu telinga.

“Jika saya pergi saat pertama kali mulai mendengar bising, saya bisa menyelamatkan pendengaran,” katanya menyesal. Dia pun ikut memperingatkan masyarakat tentang bahaya penggunaan cotton bud.

Carl Philpott dari ENT UK, organisasi profesional bedah telinga, hidung, dan tenggorokan di Inggris mengatakan bahwa produksi lilin di telinga adalah normal dan organ tersebut bisa melakukan pembersihan sendiri. Walaupun beberapa orang memang memproduksinya terlalu banyak dan butuh bantuan untuk membersihkannya.

Cotton bud dapat digunakan untuk membersihkan pintu masuk ke saluran telinga, tapi tidak boleh ditempatkan di saluran telinga, praktisnya, tidak ada yang lebih kecil dari siku Anda bisa masuk ke dalam telinga,” kata Philpott.

Dia menambahkan, mendorong cotton bud terlalu dalam bisa menyebabkan gangguan pada produksi lilin. Maka dari itu, Anda disarankan memakai tetes telinga natrium bikarbonat untuk cara aman membersihkan kuping.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Tak Cuma Balita, Lansia Juga Bisa Kena Penyakit Kulit Dermatitis Atopik

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kulit dermatitis atopik (DA) dengan sebutan asma kulit ini seringkali timbul pada anak usia 1-5 tahun. Faktanya, DA dapat menyerang semua usia, mulai dari bayi sampai dengan lanjut usia baik pria atau wanita.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Ronny Handoko, pasien lansia lebih rentan terkena dermatitis atopik. Lansia memiliki kondisi kulit yang lebih tipis, menurunnya daya tahan kulit, dan sistem imun yang rendah.

“Pasien lansia yang menderita DA juga memerlukan peran keluarga atau pengasuh yang benar-benar mengerti DA karena rutinitas yang higienis begitu penting,” ucap Ronny yang berpraktik di Klinik Pramudia dalam Seminar Waspadai Dermatitis Atopik Serang Semua Umur dan Jenis Kelamin, di Jakarta ditulis Jumat (16/8/2019).

Banyak faktor yang dapat menyebabkan DA pada orang dewasa dan lansia yakni udara panas, sinar matahari, keringat, debu, bahan pakaian polyester dan wool, stres, jenis kelembaan sabun, stress, pre-menstrual, penggunaan sesuatu yang mengandung logam imitasi, karet, dan plastik, bahkan detergen yang digunakan. Hal tersebut membuat pasien  mengeluhkan kulitnya mengalami peradangan, gatal, kering, dan pecah-pecah.

2 dari 3 halaman

Lokasi Luka

Fakta Seputar Dermatitis Atopik (sumber: iStockphoto)

Pada prinsipnya, pasien dewasa dan lansia akan merasakan gejala dan lokasi luka yang sama. Namun, ruam yang terjadi pada dewasa dan lansia berada lebih banyak titik daripada balita yakni pada siku, lutut, leher, sekitar mata, dahi, dada, punggung, sekitar mulut, tangan, kaki, dan puting susu.

Gejala utamanya berupa gatal kronis dengan variasi ringan sampai berat. Gatal tersebut dapat menimbulkan ruam di berbagai tempat. Terdapat rasa gatal yang dominan namun gejala kulit yang minim pada lansia. Kondisi ini disebut dengan pruritus senilis.

 Pruritus senilis dapat merupakan masalah lokal dari kulit saja, namun juga dapat disebabkan oleh keterlibatan penyakit lain seperti gangguan ginjal, gangguan hati, atau keganasan seperti limfoma.

 “Hal ini tentunya sangat mengganggu bagi kehidupan sosial. Karena akan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman bagi pasien, bahkan dapat membuat pasien merasa minder karena luka yang ditimbulkan,” tambah Ronny.

 Penulis: Diviya Agatha

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Bisakah Karya Seni Sebabkan Orang Bunuh Diri?

Liputan6.com, Jakarta Anak atau remaja yang memiliki masalah mental seperti depresi atau gangguan kepribadian harus lebih berhati-hati ketika menikmati karya seni yang mengandung unsur bunuh diri.

Hal tersebut dikarenakan mereka umumnya sudah memiliki keinginan bunuh diri sudah ada dalam dirinya, bahkan sebelum terpapar sebuah cerita dengan unsur bunuh diri.

“Memang kecenderungan itu sudah ada dalam dirinya, lalu ketika ada model atau contoh jadi seperti terkonfirmasi bahwa hal itu umum atau biasa dilakukan atau boleh dilakukan,” kata psikolog klinis yang juga staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Imelda Ika Dian Oriza, ditulis Jumat (16/8/2019).

Kepada Health Liputan6.com, perempuan yang akrab disapa Dian itu mengatakan bahwa bukan karya seni atau pembuatnya yang harus disalahkan terkait adanya masalah semacam itu. Yang harus diselesaikan adalah penyebab keinginan bunuh diri tersebut.

2 dari 3 halaman

Tetap Berhati-hati dalam Menciptakan dan Menikmati Karya Seni

Membaca Buku (sumber: istockphoto.com)

Dian mengatakan bahwa karya seni merupakan ekspresi dari penciptanya dan memang bisa menggerakkan emosi orang lain.

Meski begitu, ketika seseorang terpicu melakukan hal yang buruk karena menikmati sebuah sebuah karya, penciptanya tidak bisa begitu saja dikatakan sebagai penyebab seseorang melakukan hal yang negatif.

“Memang penulisnya tidak bisa disalahkan karena dia mengekspresikan dirinya,” ujar Dian.

Di sisi lain, para pencipta karya seni tetap harus berhati-hati dengan apa yang dibuatnya. Terutama, ketika dikaitkan dengan batasan norma yang ada di masyarakat.

“Sehingga tentu saja, harus hati-hati untuk menulis dan penikmat seni dalam memaknai karya seni orang lain dan menjaga diri agar tidak terprovokasi secara emosional oleh karya orang lain,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Beragam Promo Layanan Kesehatan Meriahkan HUT ke-74 RI

Liputan6.com, Jakarta Tak hanya di bidang kuliner, ada banyak hujan promo di bidang pelayanan kesehatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia (HUT ke-74 RI).

Berbagai rumah sakit serta laboratorium kesehatan memberikan promo tersebut secara beragam. Tim Health Liputan6.com melakukan penulusuran terhadap website resmi serta akun Instagram resmi rumah sakit dan laboratorium di area Jabodetabek. Rupanya, ada beragam potongan diskon mulai dari pembersihan karang gigi, layanan perawatan estetik sampai deteksi dini tumor otak ada selama bulan Agustus 2019. 

Berikut, beberapa promo menarik rumah sakit dan laboratorium di kawasan Jabodetabek menyambut HUT ke-74 RI. 

1. RS Awal Bros Bekasi Utara

RS Awal Bros Bekasi Utara memberikan promo merdeka yang berlaku dari tanggal 7-20 Agustus 2019. Promonya berupa gratis biaya konsultasi dengan dokter spesialis dan potongan 50 persen untuk biaya kamar perawatan seperti dilihat dari akun Instagram @rsawalbros.

Tak hanya itu, RS Awal Bros juga mengadakan promo untuk deteksi dini tumor otak seharga Rp817.000,00 dengan gratis konsultasi dan CT Scan kepala 128 slice. Untuk deteksi dini tumor otak, promo akan berlaku s/d 31 Agustus 2019.

2. RS EMC Sentul

RS EMC Sentul memberikan promo diskon 17% + 18% untuk semua layanan perawatan estetik dan diskon 30 persen untuk layanan estetik khusus untuk yang berulang tahun pada tanggal 17 Agustus. Promo ini berlaku hingga tanggal 30 September 2019.

2 dari 4 halaman

3. RS Hermina Galaxy

Ilustrasi dokter gigi (iStockphoto)

RS Hermina Galaxy memberikan promo paket merdeka yang berlaku dari tanggal 10-31 Agustus 2019. Menilik Instagram @rsherminagalaxy berikut promonya:

Scalling Gigi 2 Rahang seharga Rp402.000

– Pap Smear seharga Rp477.000

– Vaksin Flu (FluBio) untuk dewasa seharga Rp235.000,-

4. Klinik Sola Gracia

Sola Gracia Medical Centre, Jakarta Utara memberikan promo 17 Agustus berupa diskon 17 persen untuk semua tindakan, diskon 45 persen bleaching gigi dari harga Rp. 4.000.000 menjadi Rp 2.200.000. Serta ada potongan harga untuk pemeriksaan gula, asam urat dan kolesterol seperti mengutip akun Instagram @kliniksolagracia 

3 dari 4 halaman

5. Prodia

Lab Prodia memberikan tarif khusus pemeriksaan Panel Healthy Life sebesar 74 persen di HUT ke-74 RI. Ditambah dengan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, CArisk 2.0, atau DIArisk sebesar 74% dengan menggunakan e-Prodia. Promo ini berlaku dari 12-17 Agustus 2019 seperti dikutip website resmi mereka. 

6. RSIA Bunda Jakarta

RSIA Bunda Jakarta memberikan promo kemerdekaan berupa diskon 17 persen untuk deteksi endoskopi anak. Promo ini berlaku dari tanggal 17 Agustus – 17 September 2019.

Penulis: Diviya Agatha

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Senyum Wamaer Setelah Internet Masuk ke Sekolahnya, Siswa Makin Berprestasi

Liputan6.com, Jakarta “Listrik sudah aman sejak dulu, namun sinyal ponsel, internet, bahkan kabel optik belum ada. Walaupun begitu, transportasi sudah mendukung, jalan sudah cukup baik. Lokasi (dari tempat mengajar) ke pusat kabupaten dekat.”

Kesulitan akses sinyal ponsel dan internet kental dirasakan Kain Robinson Wamaer (51), yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar YPK Waupnor, Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Wamaer, salah satu pengajar yang sekolahnya merupakan binaan Wahana Visi Indonesia (WVI) ini lahir dan besar di Kabupaten Biak. Ia menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 1996.

Pada awal menjalankan pengabdian sebagai guru di SD Negeri Inpres Porisa, Kecamatan Supriori Selatan, Kabupaten Biak Numfor pada 1996 – 2000, kondisi tahun 2000-an belum ada internet. Sebelum ada internet, cara Wamaer berkoordinasi pekerjaan dengan rekan-rekan sesama guru dan pejabat dinas pendidikan setempat secara langsung dilakukan secara tatap muka.

“Koordinasi langsung tatap muka kepada dinas pendidikan. Jadi, sekolah diberikan blanko, lalu sekolah mengisi (blanko) dengan mesin tik. Kemudian melapor secara fisik (tertulis cetak) ke dinas pendidikan,” cerita Wamaer melalui wawancara tertulis kepada Health Liputan6.com, Kamis (15/8/2019).

Seiring waktu, kebutuhan internet mulai mendesak di2006. Kebutuhan tersebut sejalan dengan peningkatan fasilitas pendidikan dalam pengisian Data Pokok Pendidikan (dapodik) secara daring (online) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.

Akses Internet Melalui Warnet

Ilustrasi Internet (iStockphoto via Google Images)
Akses internet di sekolah Wamaer pada awalnya diakses di warnet. (iStockphoto via Google Images)

Adanya kebutuhan mendesak pengisian dapodik secara daring membuat akses internet untuk pengembangan guru sudah mulai digunakan pada tahun 2006. Keterbukaan akses internet memang menjadi angin segar bagi Wamaer.

Namun, pada waktu itu akses internet masih lewat warnet. Ia memanfaatkan akses internet di warnet seperti membuat kisi-kisi soal menjelang ujian serta mengetik soal-soal yang belum dikuasai.

Pada 2012, akses internet sudah mulai bisa diterima di SD tempat Wamaer mengajar, SD YPK Waupnor, Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota (2000 sampai sekarang). Internet menggunakan antena, yang diterima dari Dinas Pendidikan (jarak kurang lebih 3 km dari lokasi mengajar). Dinas Pendidikan sendiri menggunakan Very Small Aperture Terminal (VSAT).

VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

“Jaringan internet melalui GSM yang bias juga mencapai 4G baru ada sekitar tahun 2015 ke atas. Kemudian Indihome masuk sekolah sekitar 2016 dan 2017. Pembiayaan ini dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” lanjut Wamaer yang lahir 5 Januari 1968.

Sejak tahun 2015 itulah, ia mengakui, internet mulai lancar digunakan. 

Melatih Diri Gunakan Internet

Internet
Kain Robinson Wamaer, Kepala Sekolah Dasar YPK Waupnor, Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota yang awal masa tugas 2000-an belum ada sinyal internet di lokasi tempat mengajar. (Dok Wahana Visi Indonesia/WVI)

Kenangan Wamaer melayang, internet yang sudah bisa diakses juga harus didukung dengan kompetensi guru. Para guru perlu dilatih menggunakan internet. Alhasil, bukan hanya Wamaer saja yang belajar menggunakan internet, seluruh guru di sekolahnya juga berlatih dengan giat.

“Pernah ada pelatihan untuk belajar menggunakan internet, tapi dilakukan secara mandiri oleh pihak-pihak yang lebih mampu di lingkungan sekolah. Kami belajar otodidiak dulu. Tak berapa lama ada pelatihan menguasai penggunaan internet dari WVI dan Samsung,” Wamaer menuturkan.

Pelatihan menguasai penggunaan internet kerjasama WVI dan Samsung dilakukan selama dua bulan. Bagi Wamaer, sinyal internet memang sangat dibutuhkan demi mendukung pekerjaan sehari-hari dan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas.

Metode internet Samsung Smart Learning Class (SSLC) pun diterapkan di sekolahnya. Sebuah kemajuan di SD YPK Waupnor, Kelurahan Burokub, Distrik Biak Kota, tempat Wamaer mengabdi berhasil memanfaatkan internet.

“Saya berpikir, sudah saatnya sekolah mengikuti perkembangan di dunia luar sehingga perlu belajar menggunakan internet. Kami juga sekarang bisa mengakses materi dan bahan pengajaran yang lebih banyak lewat internet,” ujar Wamaer.

Prestasi Siswa Meningkat

Ilustrasi penggunaan internet
Penggunaan internet membuat prestasi siswa makin meningkat di sekolah Wamaer.

Kehadiran internet bukan hanya memberikan manfaat bagi Wamaer dan rekan-rekan guru sejawatnya. Para siswa rupanya sangat tertarik dengan internet saat pertama kali internet diperkenalkan dalam KBM di kelas. Mereka begitu semangat mengikuti pembelajaran.

“Dilihat dari respons siswa, mereka lebih fokus kepada pembelajar. Selanjutnya, mereka lebih tenang duduk di tempat untuk mengikuti kelas. Ya, karena jadi lebih tertarik belajar,” Wamaer mengungkapkan.

Dari segi kehadiran siswa, bila siswa diarahkan belajar menggunakan metode internet Samsung Smart Learning Class (SSLC), belajar teknologi informasi dan internet, siswa datang semua. Antusias kehadiran di kelas lebih tinggi dibandingkan kelas biasa, tanpa dukungan internet. Anak yang semula ragu menggunakan gawai, seperti komputer, laptop, dan tab, sekarang sudah mulai berani.

“Yang tak kalah mengejutkan itu prestasi anak malah makin meningkat. Anak mampu menjelaskan apa yang mereka dapatkan. Mereka jadi lebih berani, lebih lantang buat menyampaikan informasi. Ini sangat bagus sekali,” ucap Wamaer yang dalam foto terlihat tersenyum.

Selain itu, para siswa juga lebih luas memahami pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar mendengar penjelasan dari guru, melainkan mereka dapat mendengar dan melihat secara audio visual dengan internet. Sungguh berbeda dibandingkan guru mengajar di kelas hanya menjelaskan biasa (verbal). Siswa tidak begitu interaktif.

“Contohnya saja mengenalkan siswa tentang bendera kebangsaan, Merah Putih. Begitu menggunakan audio visual dan gim, anak jadi lebih memahami. Oh, bendera kita itu seperti ini,” tutup Wamaer.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Batuk Berdarah, Ternyata Gigi Palsu Pria Ini Tersangkut di Tenggorokan

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria 72 tahun asal Inggris mengeluh sulit menelan, sakit tenggorokan, dan batuk berdarah. Setelah diperiksa ternyata keluhan itu muncul gara-gara gigi palsunya yang tersangkut di tenggorokan selama seminggu. 

Sebelumnya, ia menjalani operasi untuk menghilangkan benjolan di dinding perutnya. Namun, ia tidak bisa menelan makanan padat sejak operasi.

Pada awalnya, berdasarkan hasil rontgen, dokter mengira pria tersebut mengalami infeksi pernapasan. Mereka tidak menemukan masalah dengan tenggorokannya pada pemeriksaan awal. Dokter pun hanya memberikan antibiotik kepada pria tersebut seperti dilansir Prevention, Jumat (16/8/2019).

Dua hari kemudian, pria tersebut kembali ke UGD. Rasa sakit di tenggorokannya menjadi lebih buruk dan pria tersebut mengalami batuk berdarah. Suaranya pun serak dan ia tidak bisa menelan obat apa pun yang diberikan. Pria tersebut juga alami sesak napas terutama ketika berbaring.

 Pria tersebut kemudian di rawat dan dokter melakukan tindakan untuk melihat tenggorokan dan kotak suaranya. Ternyata dokter malah menemukan benda berukuran setengah lingkaran yang terbentang di pita suaranya yang menyebabkan terjadinya pembengkakan.

 Ketika dokter memberi tahu pria tersebut mengenai apa yang mereka lihat, ia mengaku bahwa giginya hilang selama operasi. Ini mendorong dokter untuk melakukan rontgen pada leher pasien, yang akhirnya mengungkap bahwa gigi palsu yang hilang sejumlah tiga butir tersangkut di tenggorokannya.

2 dari 2 halaman

Operasi Pengambilan Gigi Palsu

Ilustrasi operasi (iStock)

Pria itu diduga menghirup gigi palsunya selama operasi. Ia pun menjalani operasi darurat untuk melepaskan gigi palsu tersebut.

Tak berhenti di situ, selama beberapa minggu berikutnya, ia kembali ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di tenggorokan dan batuk darah. Dokter akhirnya menemukan bahwa pria tersebut terdapat pembuluh darah yang robek pada lehernya. Letaknya berada di daerah dekat gigi palsu tersebut ditemukan.

Gigi palsu yang tersangkut tersebut menyebabkan adanya kerusakan jaringan dan ia membutuhkan operasi darurat lainnya, ditambah dengan transfusi darah. Enam minggu kemudian, pria itu tampak sembuh dan tidak lagi kembali ke rumah sakit.

Kasus serupa juga dialami oleh lelaki berusia 50 tahun asal Turki, ia menelan gigi palsunya sebelum operasi. Dalam sebuah laporan tahun 1976 dalam jurnal Anesthesia & Analgesia, AS, seorang pasien di Austria meninggal setelah menelan gigi palsu ketika dokter meletakan tabung pernapasan pada tenggorokannya.

“Tidak ada pedoman nasional tentang bagaimana gigi palsu harus dikelola ketika operasi. Namun, kehadiran gigi palsu seharusnya jelas sebelum dan sesudah operasi,” ucap Dr. Harriet Cunniffe, seorang otolaryngologist di James Paget University Hospitals NHS Foundation Trust, AS.

Dalam kasus ini, hasil tes awal menunjukkan infeksi pernapasan, namun infeksi pernapasan tidak menimbulkan rasa sakit di tenggorokan dan kesulitan menelan. Harriet menambahkan, dokter seharusnya memeriksa lebih lanjut dan mempertimbangkan diagnosis lain. 

Penulis: Diviya Agatha

Belum Terbukti Ilmiah, Masyarakat Tak Dianjurkan Ramai-Ramai Konsumsi Bajakah

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lewat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) meminta masyarakat tidak secara massal dan besar-besaran mengonsumsi bajakah. Sebelumnya, bajakah ramai dibicarakan karena di penelitian awal punya potensi sebagai obat antikanker. 

Kepala Balitbangkes Siswanto menegaskan bahwa masih perlu penelitian yang panjang dan kokoh sebelum bajakah bisa dinyatakan bermanfaat bagi pasien kanker. Jadi, bukan berdasarkan temuan awal serta klaim yang belum terbukti.

“Artinya masyarakat tidak dianjurkan untuk ramai-ramai konsumsi bajakah untuk mengobati kanker,” tegasnya ketika dihubungi Health Liputan6.com, ditulis Jumat (16/8/2019).

“Bagi penderita kanker, sebaiknya konsultasi kepada dokter yang ahli di bidangnya,” Siswanto menambahkan.

2 dari 4 halaman

Bajakah Bukan Spesies Tanaman Tertentu

Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker (Tangkapan Layar Vidio.com/SCTV))

Terkait tanaman tersebut Siswanto menjelaskan bahwa sesungguhnya, bajakah dalam bahasa Dayak berarti akar-akaran. Sehingga, dia menyatakan bahwa istilah tersebut bukanlah nama spesies khusus sebuah tanaman.

“Kami tidak tahu bajakah spesies yang mana yang diteliti dua siswa SMA yang menang di Korea Selatan itu,” kata Siswanto 

Siswanto mengatakan bahwa bajakah atau akar-akaran, secara turun temurun memang sudah dipakai masyarakat untuk berbagai keperluan. Salah satunya sebagai bahan dalam pengobatan tradisional.

3 dari 4 halaman

Potensi Obat Kanker yang Lain

Mengutip Sehat Negeriku, Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) Balitbangkes sesungguhnya telah melakukan penelitian terkait tumbuhan obat yang berkhasiat untuk kesehatan, salah satunya dalam pengobatan kanker.

Tahun 2017, Ristoja Balitbangkes menemukan ada 223 ramuan kanker yang terdiri atas 244 tumbuhan obat.

Sepuluh jenis tanaman yang paling banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tumor atau kanker adalah Curcuma longa L., Annona muricata L., Zingiber officinale Roscoe, Areca catechu L. , Allium cepa L. , Allium sativum L., Callicarpa longifolia Lam., Mimosa pudica L., Alstonia scholaris (L.) R. Br., dan Blumea balsamifera (L.) DC.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Balitbang Kemenkes: Penelitian Bajakah untuk Obat Kanker Masih Sangat Awal

Liputan6.com, Jakarta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turut berkomentar mengenai kayu Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker.

Kepala Balitbang Kemenkes Siswanto mengatakan bahwa penelitian kayu Bajakah sebagai obat kanker masih sangat awal.

“Langkah pengembangan berikutnya masih panjang dan harus urut,” kata Siswanto ketika dihubungi Health Liputan6.com, ditulis Jumat (16/8/2019).

Siswanto mengatakan, untuk mengetahui bajakah mampu menghambat sel kanker, harus terlebih dulu dicari bahan kimia aktif yang berperan dalam proses tersebut. Kemudian, zat aktif tersebut haruslah diisolasi dan harus dilakukan uji in-vitro terhadap sel kanker.

Tahap berikutnya adalah menguji bahan aktif penghambar kanker itu dalam percobaan pada hewan yang diberikan kanker. Jika berhasil, barulah peneliti boleh melakukan uji klinis pada manusia.

“Untuk uji pada manusia, harus gandeng industri farmasi, supaya bahan uji diproduksi secara CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Baru lakukan uji fase satu, uji farmakokinetik dan farmakodinamik,” Siswanto menambahkan.

2 dari 3 halaman

Uji Klinis Manusia Harus Gandeng Perusahaan Farmasi

Kayu Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker (Tangkapan Layar Liputan6.com)

Setelah uji klinis pada manusia pun penelitian belum selesati. Jika sudah terbukti terdistribusi menuju jaringan dan mampu menghambat kanker, uji klinis memasuki tahap kedua. Gunanya adalah untuk pembuktian efikasi pada sampel pasien kanker dengan jumlah terbatas.

“Setelah uji fase dua terbukti, baru masuk uji fase tiga untuk melihat efektivitas pada jumlah pasien yang lebih banyak. Kalau fase tiga sudah lolos, barulah bisa diproduksi secara ekonomi untuk dimintakan izin edar BPOM,” Siswanto menjelaskan.

Lebih lanjut, Siswanto mengakui bahwa bajakah memang dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan tradisional.

“Bajakah dalam bahasa Dayak artinya akar-akaran. Jadi bajakah bukan nama spesies tanaman. Bajakah atau akar-akaran secara indigenous dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk pengobatan secara tradisional,” ujarnya.

“Kami tidak tahu Bajakah spesies yang mana yang diteliti dua siswa SMA yang menang di Korea Selatan itu.”

Maka dari itu, Siswanto meminta masyarakat untuk tidak secara beramai-ramai mengonsumsi bajakah untuk mengobati kanker. Sementara bagi pasien, diminta untuk tetap berkonsultasi dengan dokter yang sudah ahli di bidangnya.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Paskibraka Jalani Gladi Kotor Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara

Liputan6.com, Jakarta – Jelang HUT ke-74 RI, seluruh anggota Paskibraka melakukan gladi kotor di Istana Negara pada Rabu (14/8/2019) lalu. Sebelumnya mereka sudah melakukan observasi lapangan di Istana Merdeka pada Senin (12/8/2019).

Para paskibraka menjalankan gladi kotor yang dibuat persis seperti yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Agustus 2019 di Istana Merdeka.

Selain 68 orang putra dan putri terpilih dari seluruh Indonesia, seluruh elemen yang terlibat dalam upacara peringatan kemerdekaan Indonesia hadir pada gladi kotor ini.

Simak suasana gladi kotor para paskibaraka di Istana Negara yang bisa Anda saksikan di channel Indosiar di Vidio berikut ini.

Temuan Awal Manfaat Bajakah, Bukti Indonesia Punya Potensi SDA Besar

Liputan6.com, Jakarta Penelitian tahap awal terhadap potensi bajakah untuk pengobatan kanker yang dilakukan pelajar SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah mendapat pro kontra masyarakat. Walau begitu, studi bajakah untuk obat kanker tetap mendapatkan apresiasi.

Penelitian tahap awal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang hayati.

“Salah satu bentuk kekayaan itu antara lain tanaman berkhasiat obat,” kata Direktur Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Ina Rosalina pada Health Liputan6.com, ditulis Jumat (16/8/2019).

Ina mengatakan, memang banyak informasi mengenai khasiat obat yang bersumber dari masyarakat maupun pendidikan dan penelitian.

“Tugas kita sebagai anak bangsa adalah menggali potensi tersebut, tentunya melalui kaidah ilmiah yang berlaku,” kata Ina menegaskan.

2 dari 3 halaman

Penelitian Bajakah Masih Panjang

Bajakah yang diklaim mampu menyembuhkan kanker (Tangkapan Layar Vidio.com/SCTV))

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Siswanto mengatakan bahwa pengembangan bajakah sebagai obat kanker masih sangat awal dan harus dilanjutkan dengan penelitian lanjutan yang panjang.

Setidaknya beberapa tahapan harus dilalui agar bajakah bisa dinyatakan bermanfaat bagi pasien kanker. Tanaman tersebut harus melalui isolasi bahan aktif, uji in-vitro bahan aktif terhadap cell line kanker, uji hewan, serta tiga kali uji klinis pada manusia.

“Untuk uji pada manusia, harus gandeng industri farmasi supaya bahan uji diproduksi secara CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik),” kata Siswanto yang saat sedang dihubungi sedang berada di Makkah, Arab Saudi.

Jika semua tahap sudah dilewati, barulah bisa diproduksi secara ekonomi dan meminta izin edar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Demikian, seluruh tahapan harus dilewati dengan kokoh. Artinya, masyarakat tidak dianjurkan untuk ramai-ramai konsumsi Bajakah untuk mengobati kanker,” tegasnya.

Bagi pasien, Siswanto meminta untuk tetap berkonsultasi dengan dokter.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Bajakah Diklaim Bisa Sembuhkan Kanker, Kemenkes: Jangan Langsung Percaya

Liputan6.com, Jakarta Marak beredar informasi tentang bajakah di Kalimantan Tengah yang diklaim dapat menyembuhkan kanker payudara. Informasi ini beredar setelah dua siswi SMA 2 Palangka Raya, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri meraih medali di ajang World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan terkait penelitiannya pada kayu bajakah sebagai obat kanker payudara.

Namun, bukti khasiat bajakah sebagai obat kanker tersebut patut ditelusuri lebih rinci. Kepala Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI, Akhmad Saikhu mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap klaim bajakah bisa menyembuhkan kanker.

“Penyembuhan kanker secara kuratif harus melalui penegakkan diagnosis dokter. Penggunaan obat tradisional atau jamu untuk menguatkan daya tahan tubuh boleh saja. Tapi tidak bisa dikatakan itu menyembuhkan kanker,” jelas Saikhu, dikutip laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Jumat (16/8/2019).

Melihat pemberitaan bajakah disebut sebagai tanaman, Saikhu melanjutkan, sebenarnya bajakah adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari tanaman.

“Istilah ‘tanaman bajakah’ belum merujuk pada jenis spesies tertentu. Kementerian Kesehatan akan segera melakukan penelusuran bajakah obat kanker yang telah diteliti oleh dua pelajar SMA di Palangka Raya,” lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Riset Tanaman Obat Kanker

Riset tanaman obat kanker dilakukan melalui Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan. (sumber: iStock)

Untuk mencari, uji klinis, dan membuktikan bahwa tanaman tertentu cocok diterapkan sebagai pengobatan kanker, Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan dilakukan. Upaya ini dengan membangun database pengetahuan etnofarmakologi, ramuan obat tradisional, dan tumbuhan obat di Indonesia.

“Ristoja telah dilakukan pada 405 etnis di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2012, 2015 dan 2017. Riset ini  melibatkan 2.170 peneliti dan 2.354 pengobat tradisional. Mereka berhasil mengidentifikasi 2.848 spesies tumbuhan obat dan 32.014 ramuan,” Saikhu menambahkan.

Ada 74 kelompok kegunaan ramuan yang berhasil tercatat dari Ristoja. Pada tahun 2012, Ristoja berhasil menginventarisasi sebanyak 506 ramuan jamu untuk pengobatan tumor/kanker yang menggunakan tumbuhan obat tertentu.

“Contohnya tumbuhan malapari di Bengkulu yang memiliki nama latin Pongamia pinnata dan alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Raeusch) di Sulawesi Tengah maupun samama (Anthocephalus chinensis (Lam.) Rich.ex Walp) di Maluku Utara,” ujar Saikhu.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lima Bulan Berjuang Lawan Campak, Pramugari Ini Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta Rotem Amitai meninggal dunia setelah berbulan-bulan terkena campak yang ditularkan saat dia bekerja. Pramugari Israel itu tertular dalam sebuah penerbangan dari New York, Amerika Serikat ke Tel Aviv.

Ibu tiga anak ini sempat dirawat di rumah sakit pada Maret lalu setelah dia terbang dengan maskapai Israel El Al.

Dilansir dari Channel News Asia pada Kamis (15/8/2019), pihak Kementerian Kesehatan Israel menyatakan bahwa campak bukanlah penyebab langsung kematiannya. Meski penyakit itu tetap berperan dalam meninggalnya Amitai.

“Kecacatannya disebabkan oleh penyakit yang merupakan penyebab sekunder,” tulis Kemenkes Israel. Mereka menyatakan, ibu 43 tahun ini meninggal karena ensefalitis atau radang otak.

2 dari 3 halaman

Hanya Mendapatkan Satu Dosis Vaksin

Ilustrasi suntik vaksin campak (AP/Seth Wenig)

Kemenkes Israel menyatakan bahwa meninggalnya Amitai merupakan yang pertama terkait campak di Israel pada tahun ini. Kematian terakhir karena penyakit tersebut terjadi dua tahun yang lalu.

Selain itu, diketahui bahwa penyakit tersebut bisa dicegah dengan dua dosis vaksin. Sayangnya, media setempat mengabarkan bahwa Amitai hanya menerima satu dosis saja.

“Rotem adalah wanita yang luar biasa dan ibu yang dan seorang ibu yang berbakti. Kami berduka dan bersedih atas kematiannya sebelum waktunya,” ujar keluarganya dalam sebuah pernyataan.

Mengutip CNN, kematian akibat campak di Israel dan AS memang jarang terjadi. Meski begitu, kedua negara mengalami wabah virus yang parah. Kerentanan masyarakat dipercaya akibat mulai banyaknya orang yang menolak divaksinasi.

Di Israel, setidaknya ada 4.300 kasus campak sejak Maret 2018.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Jokowi: Turunkan Angka Stunting agar Anak Tumbuh jadi Generasi Premium

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta seluruh pihak bekerja sama menurunkan angka stunting di Indonesia. Hal tersebut disampaikan pada Pidato Kenegaraan di Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Kita turunkan angka stunting sehingga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang premium,” kata Jokowi tegas di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta Jumat (16/8/2019).

Jokowi mengatakan, hal itu harus dilakukan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan kuat. Sehingga nantinya Indonesia memiliki anak bangsa yang pintar dan berbudi pekerti luhur serta mampu berkompetisi di tingkat regional dan global.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, untuk mewujudkan generasi premium juga dibutuhkan perluasan akses kesehatan dengan pemanfaatan teknologi dan pembangunan infrastruktur dasar ke seluruh pelosok tanah air.

“Kita tingkatkan kualitas kesehatan dengan pengembangan inovasi dan budaya hidup sehat,” ujarnya.

Dalam Sidang Tahunan MPR hari ini, Jokowi rencananya akan tiga kali dengan tiga tema yang berbeda. Adapun, isu tentang stunting dia ungkapkan dalam pidato keduanya.

2 dari 2 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

PODCAST: Fakta Ilmiah di Balik Ciuman

Liputan6.com, Jakarta Ciuman merupakan salah satu ungkapan kasih sayang pasangan. Tahukah Anda, bahwa cikal bakal ciuman adalah perilaku serupa mengendus. Hal itu didokumentasikan dalam kitab suci dari 1500 sebelum Masehi yang mendeskripsikan ciuman sebagai endusan.

Sejarah juga mencatat, ciuman pernah dilarang di beberapa era. Misalnya pada Juli 1439, Raja Henry VI melarang ciuman di Inggris. Alasannya, ciuman bisa menyebarkan penyakit di dalam kerajaan.

Lalu, pada abad ke-16 di Napoli juga memberlakukan larangan tersebut dengan menerapkan hukuman mati sebagai sanksinya.

Fakta lain soal ciuman adalah aktivitas ini tidak sekadar ungkapan cinta dna kasih sayang. Berciuman dengan pasangan akan meningkatkan detak jantung serta metabolisme tubuh. Dengan kata lain, ciuman meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Masih ada banyak fakta lain soal ciuman, tim Health Liputan6.com membahasnya lewat Podcast: Fakta Ilmiah di Balik Ciuman berikut ini. Yuk dengerin…

Chrissy Teigen Botoks Ketiak, Apa Risikonya?

Liputan6.com, Jakarta Model Amerika Serikat Chrissy Teigen melakukan botoks ketiak untuk mengatasi masalah keringat berlebihan yang dialaminya. Hal itu terungkap dalam sebuah unggahannya di Instagram Stories beberapa waktu lalu.

“Saya bisa memakai kain sutra lagi tanpa merembes, woohoo!” tulisnya dalam keterangan unggahan itu seperti dikutip dari Yahoo Finance pada Jumat (16/8/2019).

Dalam tangkapan layar, Chrissy Teigen juga mengungkapkan bahwa prosedur botoks ketiak itu dilakukan oleh ahli bedah plastik AS bernama dokter Jason Diamond. Meski begitu, adakah bahaya dari tren ini?

Dr. Tijion Esho dari ESHO Clinic, London, Inggris mengatakan bahwa prosedur semacam ini sudah biasa dilakukan oleh dokter profesional. Metode tersebut memang cukup efektif untuk mengatasi hiperhidrosis atau keringat berlebih.

“Perawatan ini bisa sangat aman, tetapi karena mereka adalah perawatan medis dan karena itu masih bisa memiliki efek medis yang merugikan,” kata Esho.

2 dari 4 halaman

Efek Samping Botoks Ketiak

(Foto: iStockphoto)

Risiko dari prosedur ini memang kecil jika dilakukan oleh tenaga profesional. Esho mengatakan bahwa saat prosedur tersebut dilakukan, biasanya rasa sakit ringan seperti dari jarum botoks biasa hanya berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit.

Menurut dermatologis Kanada, dokter Julia Carroll risiko terbesar ada di jarum yang digunakan.

“Nyeri, memar, ada risiko infeksi yang sangat kecil, tetapi sangat jarang,” kata Carroll pada Global News Canada. Dia menambahkan, risiko jangka panjang biasanya jarang terjadi.

3 dari 4 halaman

Hasil yang Tak Langsung Terlihat

Ilustrasi Ketiak Wanita (iStockPhoto)

Carroll menambahkan bahwa hasil dari prosedur semacam itu bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa mungkin akan benar-benar tidak berkeringat. Sementara, bagi mereka yang memiliki hiperhidrosis berat, keringatnya hanya akan berkurang dan menjadi lebih normal.

Selain itu, menurut dokter Paul Reddy dari Therapie Clinic, prosedur ini bisa bertahan hingga tiga sampai enam bulan.

Esho mengatakan bahwa prosedur ini tidak langsung bekerja. Biasanya, botoks yang disuntikkan di bawah lengan akan bekerja tiga hingga lima hari perawatan, dan mencapai puncaknya pada dua minggu.

Esho menambahkan bahwa untuk mendapatkan perawatan yang aman, Anda haruslah memilih profesional medis yang terlatih dan bersertifikasi.

“Anda perlu memastikan untuk mencari seorang profesional medis untuk merawat,” katanya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Cegah Keringat Berlebih, Chrissy Teigen Lakukan Botoks Ketiak

Liputan6.com, Jakarta Model Amerika Serikat Chrissy Teigen memang terkenal dengan gaya hidup dan metode perawatan tubuh yang seringkali dianggap tidak biasa. Baru-baru ini, dia melakukan botoks ketiak.

Dalam sebuah unggahannya di Instagram beberapa waktu lalu, Chrissy Teigen sedang mendapatkan botoks yang diterapkan di ketiaknya.

“Benar-benar hal terbaik yang pernah saya lakukan,” tulisnya dalam keterangan di Instastories di akun Instagram pribadinya dikutip dari Prevention pada Jumat (16/8/2019).

Bukan tanpa alasan istri penyanyi John Legend itu melakukan botoks ketiak. Prosedur tersebut biasanya dilakukan untuk mencegah masalah keringat berlebihan atau hiperhidrosis.

“Saya bisa memakai kain sutra lagi tanpa rembes,” tulis Teigen.

Chrissy Teigen saat melakukan botoks ketiak (Tangkapan layar Prevention/Instagram chrissyteigen)

2 dari 4 halaman

Kegunaan Botoks Ketiak untuk Cegah Keringat Berlebih

Chrissy Teigen (CHRIS DELMAS / AFP)

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki hiperhidrosis mengeluarkan keringat meski tubuh sedang tidak membutuhkan pendinginan.

Menurut para pakar di AAD, mereka yang memiliki masalah itu biasanya mengeluarkan keringat di beberapa area tubuh seperti telapak tangan, kaki, ketika, hingga kepala.

Gary Goldenberg, assistant clinical professor of dermatology Icahn School of Medicine Mount Sinai Hospital, New York, AS mengatakan bahwa botoks memang bisa memberikan perawatan bagi ketiak, serta area tubuh lain yang mengeluarkan keringat berlebih.

“Ini bekerja dengan menghalangi sinyal dari saraf Anda yang memberitahu kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat,” kata Goldenberg.

Sehingga, keringat tidak diproduksi di area itu dan tidak dikeluarkan.

3 dari 4 halaman

Metode Alternatif Lainnya

Ilustrasi Ketiak Wanita (iStockPhoto)

Goldenberg mengatakan suntikan botoks tidak bertahan permanen. Umumnya, orang membutuhkan suntikan lagi setiap tiga hingga enam bulan.

Selain itu, ada cara lain untuk mengurangi keringat berlebihan dengan cara yang kurang invasif. Misalnya dengan antiperspirant.

“Antiperspirant tradisional bekerja dengan menghalangi keringat agar tidak mencapai permukaan kulit,” kata Joshua Zeichner, kepala penelitian kosmetik dan dermatologi klinis di Mount Sinai Hospital.

“Botoks, di sisi lain, sebenarnya mengurangi jumlah keringat yang dihasilkan tubuh,” kata Zeichner.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini